
Yasmin meminum segelas anggur. Ia merasa haus karena terlalu banyak bicara sejak tadi. Ia berharap Ansell akan mendukungnya.
Ia pun menuangkan segelas anggur untuk Ansell.
"Jika kau mendukungku, maka aku akan bisa mengendalikan Aliansi Axie. Itu sesuai dengan tujuanku. Jika Aliansi Axie sudah berada di tanganku, maka tidak akan ada yang bisa mengancam kita," lanjut Yasmin menjelaskan.
Mengendalikan Aliansi Axie adalah impiannya sejak awal. Jika ia berhasil, ia bisa mengendalikan hal lain dengan mudah. Dengan begitu, perlahan ia akan mengambil alih kedudukan pemimpin dunia.
Sedangkan Ansell sejak tadi hanya diam. Ia banyak memikirkan hal-hal tentang rencana ini. Ansell memang sudah punya niat, tapi ia tidak menyangka akan merealisasikannya secepat ini.
"Tuan, aku tau kau sangat kuat. Aku tidak mungkin salah menilai orang. Kekuatanmu tidak bisa dibandingkan dengan seluruh anggota Aliansi Axie," kali ini Yasmin memuji kekuatan Ansell.
Sebenarnya Yasmin tidak tahu seberapa kuat Ansell. Ia memuji Ansell berharap Ansell bisa luluh dan merasa bangga pada dirinya. Orang yang merasa sombong biasanya akan lebih mudah dipengaruhi.
__ADS_1
"Dengan kekuatanmu, apakah aku layak menjadi sekutumu?" tanya Yasmin. Ia tak ingin nantinya Ansell hanya akan memanfaatkannya seperti yang lain. Yasmin ingin kerja sama kali ini berjalan dengan lancar dan atas kehendak masing-masing.
Yasmin merendahkan diri di depan Ansell. Di satu sisi, ia ingin kerja sama ini segera terjadi, di sisi lain ia ingin mendapat pengakuan jika ia layak untuk Ansell.
Namun, Ansell masih tenggelam dalam pikirannya.
Saat ini ada hal lain yang sebenarnya ingin ia lakukan. Ansell harus melindungi Nichole lebih ekstra lagi. Walau sudah ada Sam sebagai penjaga Nichole, tapi tetap saja musuh Ansell begitu banyak.
Apalagi ia tahu wajah asli Yasmin sebenarnya. Setulus apa pun Yasmin kelihatannya, tetap saja ia tidak akan terima jika Ansell yang akan menguasai segalanya.
Ansell menjawab, "Aku akan menerimamu sebagai sekutu. Namun, ada satu hal yang harus kau ingat. Kita bekerjasama karena tujuan kita memang sama. Tanpa kau, aku juga bisa melakukan ini sendiri. Jangan mengira kau adalah kunci dalam pertarungan ini. Aliansi Axie bisa hancur bahkan dengan tanganku sendiri."
Yasmin sangat terkejut dengan ucapan Ansell. Namun, ia menyembunyikan keterkejutannya dengan baik hingga Ansell tidak menyadarinya.
__ADS_1
Bahkan, diam-diam Yasmin mengepalkan tangannya.
Emosinya sedikit tersulut mendengar ucapan Ansell. Yasmin tidak terima jika ia harus berada di bawah kendali Ansell.
"Hanya aku yang memiliki rahasia Aliansi Axie. Aku akan memberitahumu rahasia mereka jika kita bekerjasama. Kau bisa saja cari ke ujung duni dan membuktikan jika hanya akulah yang tahu rahasia mereka," ucap Yasmin dengan nada sedikit tinggi.
Bagi Yasmin, kerja sama ini hanya boleh menguntungkannya. Ia tidak ingin rugi, bahkan seujung kukupun. Ia merencanakan banyak hal dan akan menumpahkan segalanya ke satu orang.
Yasmin tidak ingin dirinya terlihat jahat.
Ansell tertawa dalam hati. Ia sudah menduga reaksi Yasmin akan seperti ini. Ini menunjukkan bahwa Yasmin benar-benar hanya ingin memanfaatkannya.
Dan rahasia yang dimaksud Yasmin pasti rahasia yang juga ia tahu. Ansell curiga darimana Yasmin mengetahui rahasia itu.
__ADS_1
Kemudian, Ansell bertanya, "Apa kau dekat dengan Harry? Harry Guttem."