
Hans tercengang mendengar pertanyaan Ansell. Ia juga bingung mengapa Ansell bersikeras untuk membunuhnya.
Ia tak bisa diam saja. Ia harus kembali memohon pada Ansell. Hans berharap kali ini Ansell mau melepaskannya.
"Mengapa Anda tetap ingin membunuhku? Bukankah aku sudah minta maaf? Bukankah tidak ada gunanya bagimu jika membunuhku? Tolong lepaskan aku," tanya Hans yang kebingungan sambil tetap memohon pada Ansell untuk dilepaskan.
Padahal ia sudah meminta maaf dengan sangat tulus. Ia juga berpikir tak ada gunanya dirinya mati. Ansell tetap akan menjadi musuh Bivv Group baik dia mati atau tidak.
Namun, Ansell akan semakin memperburuk hubungannya dengan Bivv Group jika membunuh Hans.
Meski begitu, tetap saja Hans tidak ingin mati sia-sia seperti master tua. Bukannya menyelesaikan misi, ia malah menyerahkan nyawa.
"Aku sudah membunuh master tua sebelumnya, tapi ternyata Bivv Group tetap memprovokasiku. Sepertinya membunuh satu orang saja tidak cukup untuk memberi peringatan pada Bivv Group. Aku harus membunuhmu juga untuk memberi contoh lainnya," Ansell menjawab pertanyaan terakhir Hans.
__ADS_1
Dengan gerakan cepat yang tidak bisa lagi dihindari Hans, Ansell akhirnya membunuh Hans saat itu juga, tanpa basa-basi lagi.
Harry yang sudah memperkirakan Hans akan mati juga tetap terkejut. Ia tak menyangka Ansell akan membunuh Hans di tempat. Ansell juga melakukannya dengan santai.
Ini benar-benar mengerikan.
Apalagi untuk Alexia yang melihat kejadian ini secara langsung pertama kalinya. Alexia sangat terkejut dengan kekuatan Ansell, tapi ia lebih terkejut dengan kekejaman Ansell.
Ansell bisa membunuh orang tanpa ragu. Ia juga tak memedulikan musuhnya yang sudah minta maaf berkali-kali. Jika Ansell ingin membunuhnya, maka tak ada yang bisa menghentikannya.
Ansell berjalan mendekatinya sambil menyeka darah Hans di tangannya. Ia menatap datar ke arah Teo yang sudah ketakutan.
Tiba-tiba, Teo melompat ke arah Ansell dan bersujud memohon, "Tuan, tuan mohon maafkan aku. Jangan bunuh aku, Tuan."
__ADS_1
Tubuh Teo bergetar hebat. Ia sangat ketakutan, sampai tanpa ia sadari ia kencing di celana.
Ia tak bisa membayangkan jika harus mati sekarang. Banyak bisnis dan klien yang harus ia temui. Selain itu, ia baru saja menyaksikan Ansell membunuh Hans.
Jika Ansell juga membunuhnya, ia pasti mati dengan mengenaskan dan tidak akan dikuburkan dengan layak oleh Bivv Group.
Sedangkan Alexia memalingkan wajahnya, merasa jijik melihat Teo yang kencing di celana. Padahal tadi Teo sangat sombong, tapi ternyata ia bisa ketakutan setengah mati juga.
"Tuan, aku bukan mata-mata. Aku hanya orang biasa di Bivv Group. Lebih sia-sia jika membunuhku daripada membunuh Hans. Tuan Ansell, tolong lepaskan aku. Aku mohon," ucap Teo mencoba meraih kaki Ansell, tapi Ansell segera menghindar.
"Apakah kau ingin hidup?" tanya Ansell, ia menyilangkan tangan malas. Ansell punya penawaran untuk Teo.
Teo sedikit kaget dan matanya berbinar. Ia menjawab dengan penuh semangat, "Benar, Tuan. Aku ingin hidup. Tolong lepaskan aku, Tuan. Tolong ampuni aku."
__ADS_1
"Kalau begitu, aku memberimu waktu dua hari untuk mengurus semua properti yang kau miliki. Setelah itu, serahkan semuanya ke Majesty Company tanpa terkecuali. Itu adalah harga yang harus kau bayar untuk nyawa anjingmu," jelas Ansell pada Teo, sambil sedikit menghinanya.