
James sudah lama mendambakan Thalia sebagai istrinya di masa depan. Ia sudah merencanakan banyak hal untuk rumah tangga mereka.
Walau selama ini Thalia masih menolaknya, tapi James yakin suatu saat hati Thalia akan luluh. Thalia pasti akan menerimanya dan mau menjadi istrinya.
Tapi, kehadiran Ansell membuat James merasa terancam.
Thalia terlihat berbeda saat bersama Ansell. Dari sikap, tutur kata, dan bahasa tubuh, semua menyatakan bahwa Thalia benar-benar menyukai Ansell.
James tidak pernah takut dengan pria-pria di luar sana yang mengejar Thalia. James hanya takut dengan pria yang disukai Thalia.
Ketakutannya terwujud hari ini.
Ansell datang dan langsung merebut perhatian Thalia untuknya. Tidak hanya membentak, Thalia juga mengusir James. Thalia benar-benar menjadi pribadi yang berbeda.
Hal ini yang membuat James sangat kesal dengan Ansell padahal ini pertama kalinya mereka bertemu.
Biasanya ia tidak terlalu ambil pusing dengan pria yang mendekati Thalia. Namun kali ini, ia tidak bisa duduk diam lagi.
"Apa kau tidak tahu siapa aku? Jika kau tahu, kau pasti tidak akan menggoda wanita milikku!" ucap James, bersiap maju ingin menghajar Ansell.
Ia akan melawan siapa pun yang merebut miliknya. James terbiasa hidup dengan mendapatkan semua yang dia inginkan.
"Apa-apaan kau? Siapa yang wanita milikmu? Aku sudah bilang jangan ganggu kami. Apa ucapanku tidak cukup jelas?" ucap Thalia membantah kata-kata James.
Thalia memang tahu James mengejarnya. Namun, Thalia tidak terlalu menganggap serius hal itu karena pria lain juga banyak yang mengejarnya. Apalagi Thalia sudah memiliki Ansell di hatinya. Ia mengabaikan semua pria demi Ansell.
Saat Thalia ingin menepis tubuh James menjauh dari Ansell, Ansell menahannya. Ia berkata dengan lembut, "Thalia, jangan cegah dia. Biarkan saja dia melakukan apa yang dia inginkan. Dia tidak ada apa-apanya di mataku."
Thalia langsung berhenti setelah mendengar ucapan Ansell. Ia juga tidak membantah kata-kata Ansell. Ia menuruti apa yang Ansell perintahkan, tanpa melawan sedikitpun.
Melihat adegan ini, emosi James semakin tersulut. Thalia saja tidak pernah menurut padanya seperti itu. Sikap Thalia sungguh membuatnya semakin ingin membunuh Ansell.
__ADS_1
"Jika kau pria sejati, ayo kita selesaikan masalah ini di luar. Aku tidak ingin ada yang ikut campur! Tentu kau juga tidak mau dibantu oleh seorang wanita, kan?" ucap James menantang Ansell.
Ia percaya diri dengan kekuatannya. Apalagi dengan pengawal yang ia bawa. Walau ia menantang Ansell untuk menyelesaikan masalah ini sendiri, sebenarnya James akan tetap mengandalkan para bawahannya.
Namun, Ansell hanya tersenyum meremehkan.
Tantangan James begitu mudah. Ansell bahkan tidak bergairah mendengarnya. Tidak ada rasa ingin bertarung saat James menantang.
Melihat wajah mengejek Ansell, James semakin marah. Emosinya hampir mencapai puncak. Mungkin Ansell tidak mengerti dengan ucapannya.
"Kau tidak mengerti ucapanku? Kau tidak tahu apa yang sedang kau hadapi? Apa kau begitu bodoh? Thalia adalah wanita yang aku sukai. Apa kau tidak bisa mengetahuinya dengan jelas? Buka matamu lebar-lebar!" James semakin meledak-ledak.
Kali ini, Ansell menjawab James, "Aku memang tidak tahu jika Thalia adalah wanita yang kau sukai. Perasaan seseorang tidak ada yang tahu. Tapi, aku bisa menebak sesuatu."
"Kau pasti akan mengirim para pengawalmu untuk memukulku sebagai peringatan agar tidak mendekati Thalia, kan? Aku tahu kau hanya pria yang mengandalkan pengawal, bukan kekuatan sendiri. Kau juga akan menyingkirkan orang yang membuatmu merasa terancam. Rencana ini terlalu dasar," ucap Ansell mengatakan tebakannya.
James membeku sesaat mendengar ucapan Ansell. Tebakan Ansell terlalu akurat. Pikirannya seolah bisa dibaca oleh Ansell.
Jika Ansell tak bisa diselesaikan hari ini, James akan mengirim lebih banyak orang untuk menghajar Ansell.
Mungkin ia tidak akan kaget jika orang lain menebak ini. Tapi ini pertama kalinya ia bertemu Ansell. Namun Ansell langsung bisa membaca pergerakannya.
Karena tidak ingin terlalu memikirkannya, akhirnya James berkata, "Kau memang sangat pintar. Kalau begitu, kau seharusnya sudah tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?"
Lalu, James mengambil segepok uang dan melemparkannya dengan kasar ke tubuh Ansell. Ia berkata, "Kau ambil uang itu dan pergi. Jangan pernah muncul lagi di depan Thalia. Jika tidak, kau akan menanggung sendiri konsekuensinya."
Orang-orang di bar terkejut karena James mengeluarkan begitu banyak uang. Mereka begitu antusias menyaksikan perebutan wanita yang semakin menegangkan ini.
"Uang yang begitu banyak! Pasti pria itu akan memilih uang dan meninggalkan Nona Thalia. Siapa juga yang mau membuat masalah jangka panjang dengan Tuan Muda James?" bisik salah satu orang.
"Hanya orang bodoh yang akan melakukan itu. Jika itu aku, sudah dari awal aku menjauhi Nona Thalia dan pergi dari sini," sambung yang lainnya.
__ADS_1
"Apa kau tidak lihat Nona Thalia menyukainya? Siapa yang tidak ingin mempertahankan wanita yang cantik seperti Nona Thalia?" ucap seseorang tidak setuju.
Orang yang menonton sibuk berbisik, menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
James tersenyum sombong dan berkata, "Kau seharusnya merasa beruntung karena aku jarang melepaskan seseorang dan memberikan mereka uang. Mungkin ini pertama kalinya."
"Hei! Kau harus sadar diri dan cepat pergi!" ucap salah satu pengawal James yang sudah tidak tahan lagi ingin memukul Ansell.
"Jangan kau sia-siakan kebaikan hati Tuan Muda James!" ucap pengawal lainnya.
James mengangkat bibirnya, tersenyum puas, "Cepatlah pergi. Selagi aku belum berubah pikiran. Mungkin ini hari keberuntunganmu."
Ansell melirik James dengan tatapan menghina. Kemudian, ia menatap Thalia yang berada di sampingnya.
"Ah, Thalia, kau juga sangat beruntung. Jarang sekali kau bisa sabar saat mengobrol dengan sampah," Ansell membalas ucapan James dengan pedas.
***
Halo readers🤗
Author mau minta saran, nih!
Ternyata stok episode author hanya sampai episode 80. Jika author upload 2 episode perhari, kemungkinan hanya untuk upload beberapa hari. Sedangkan untuk episode 80 ke atas harus menunggu konfirmasi dari editor. Dan author juga belum tahu kapan episode 80 ke atas itu dikonfirmasi.
Jadi, lebih baik author tetap up 2 episode perhari atau up 1 episode perhari?
Kalau tetap 2 episode perhari, author belum tahu kapan up lagi setelah sampai episode 80. Kalau 1 episode perhari, mungkin bisa mengulur waktu sambil menunggu episode 80 ke atas dikonfirmasi.
Terima kasih atas sarannya🤗
Stay happy, stay healthy readers!😍
__ADS_1