Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Pemimpin Bivv Group


__ADS_3

James berdiri dengan tatapan kosong. Pikirannya penuh sekarang. Bahkan, otaknya hampir meledak karena tak bisa mencerna keadaan yang kacau ini.


Para pengawal yang selalu ia banggakan sekarang sudah kalah, bahkan Thalia yang mengalahkannya, seorang wanita yang selama ini ia kejar-kejar.


Ansell dan Thalia juga menghinanya. Perlawanan dan penyangkalan James tak berpengaruh apa-apa untuk mereka. Kata-kata pedas juga tidak membuat mereka berhenti.


James dihina di depan banyak orang. Harga dirinya hancur. Reputasinya sudah tidak tertolong lagi. Ia tidak sanggup mengangkat wajah karena malu.


Kesombongan yang biasa ia tunjukkan sirna begitu saja. Pasti James akan menjadi topik hangat untuk beberapa minggu ini.


Selain itu, ada satu fakta baru dan tidak masuk akal yang baru dia ketahui, yaitu jika Thalia adalah kekasih ayahnya. Bahkan ia juga kekasih yang paling dicintai.


Ayahnya sangat tidak suka jika orang mengambil miliknya, apalagi soal kekasih. Namun, kesalahannya sangat fatal kali ini. James merasa terjebak.


Walau ia ingin menyembunyikannya sebaik mungkin, tetap saja banyak orang yang menonton. Pengawal yang ia bawa juga orang ayahnya. Ayahnya akan tahu secepat mungkin.


Ia tidak tahu bagaimana harus menghadapi ayahnya saat pulang nanti.


Thalia melihat James yang masih berdiri di sana. Ia mengetuk tangan ke meja dan bertanya, "Kau masih di sini? Apa kau menungguku untuk membawakan sebotol anggur?"

__ADS_1


James pucat mendengar tentang botol anggur. Ia masih ingat bagaimana Thalia memukul pengawalnya dengan botol anggur itu.


Ia tidak lebih kuat dari pengawalnya. Jadi, ia tidak ingin menyerahkan nyawa untuk melawan Thalia.


"Ti-tidak. Aku akan pergi sekarang," ucap James panik, takut Thalia melemparkan botol anggur ke arahnya.


James pun segera pergi melarikan diri.


Kemudian, Thalia menatap orang-orang yang ada di bar. Mereka berhenti berbisik-bisik saat menyadari tatapan tajam Thalia.


Thalia pun naik ke atas panggung.


"Mohon maaf untuk para tamuku atas ketidaknyamanannya. Bar akan tutup lebih cepat hari ini," ucap Thalia dengan suara ramah dan tegas.


Mereka tidak mau mendapat nasib yang sama seperti pengawal James.


Meski sedikit kecewa karena pulang lebih awal, tapi mereka cukup senang hari ini Mereka mendapat banyak berita bagus. Berita itu akan menjadi topik panas jika di bawa keluar.


Setelah semua orang pergi, hanya tersisa Thalia dan Ansell di sana. Untuk menghindari kecanggungan, Thalia mengambil dua botol anggur ke meja barista.

__ADS_1


Ia memberikan satu ke Ansell.


"Mengapa kau membuka bar?" tanya Ansell meminum anggur langsung dari botolnya.


"Karena aku menyukainya," jawab Thalia yang ikut meminum anggur juga langsung dari botolnya.


"Tapi barmu lumayan juga. Kau pasti berusaha keras untuk mengembangkannya. Terbukti, kau langsung memiliki banyak tamu istimewa. James contohnya," ucap Ansell tertawa kecil.


Thalia terkekeh, "Walau dia memang agak bodoh, tapi sebenarnya dia memberikan banyak informasi padaku. Tidak ada salahnya memanfaatkan satu dua orang. Pakai ayahnya sebagai suntikan dana dan pakai anaknya sebagai gudang informasi gratis."


"Kau memang orang yang tidak mau rugi. Tapi, aku tak berpikir kau memilih untuk menjual kecantikanmu. Padahal kau tidak peduli penampilan sebelumnya," ejek Ansell.


"Begitulah kehidupan. Jika kau tidak berani membuka peluang, jangan harap bisa kaya," jawab Thalia tak mengambil pusing ejekan Ansell.


Ansell terdiam sejenak, menikmati anggurnya. Thalia juga tidak mencari topik pembahasan, membiarkan mereka larut dalam keheningan.


"Aku ingin bertanya tentang hal yang tadi aku bilang. Apa yang kau tahu tentang Bivv Group? Mengapa kau terlihat terkejut saat tahu aku melawan mereka?" tanya Ansell kembali membuka percakapan.


Thalia tidak langsung menjawab.

__ADS_1


Ia menjelajahi pikirannya, mengorek ingatan tentang Bivv Group. Ada sedikit kengerian yang ia rasakan.


"Bivv Group adalah kelompok yang sangat kuat. Pemimpin Bivv Group adalah Raja Hantu," jawab Thalia sesaat kemudian.


__ADS_2