Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Apa Ada yang Salah?


__ADS_3

Hans melakukan gerakan secara tiba-tiba.


Harry refleks segera menarik Alexia menjauh dari mereka. Alexia yang terkejut juga langsung menghindar.


Harry dan Alexia sudah menjauh ke sudut ruangan. Sedangkan Teo yang gelagapan juga mengikuti Harry dan Alexia. Sekuat tenaga ia bangkit dan berlari.


"Ayah, apakah ayah tidak akan membantu Ansell? Mengapa kita lari?" tanya Alexia, sedikit bingung melihat ayahnya berlari. Padahal tadi ayahnya mati-matian membela Ansell.


"Tidak perlu. Kita hanya bisa melindungi diri kita sendiri. Dalam masalah ini, kita tidak bisa ikut campur," jawab Harry, masih menggandeng tangan Alexia, takut putrinya terkena serangan.


"Benarkah? Apa kita benar-benar akan menonton saja? Bagaimana jika Ansell terbunuh?" tanya Alexia. Sekarang ia mulai mengkhawatirkan Ansell.


"Tuan Ansell sangat kuat. Jangan remehkan dia," jawab Harry, sepenuhnya yakin Ansell akan menang dalam pertarungan ini.


Alexia bisa melihat dengan jelas keyakinan ayahnya pada Ansell. Ia pun berpikir mungkin apa yang dikatakan ayahnya benar. Lebih baik mereka tidak ikut campur dan menonton saja.

__ADS_1


Lagipula, Ansell sangat kuat. Namun, Alexia merasa Hans juga sangat kuat. Pertarungan ini pasti akan berimbas ke mereka jika tidak menjauh.


Hans mengangkat tangan dan melayangkan tinjunya ke dada Ansell. Dengan kekuatan penuh, ia menerjang Ansell yang berada tak jauh darinya.


Tanpa berpikir panjang, Ansell langsung mundur dan melompat. Ia mengangkat kakinya ke arah Hans.


Hans membatalkan serangannya dan menghindari kaki Ansell. Namun, dia salah perkiraan. Bukan itu serangan Ansell sebenarnya.


Saat Hans lengah menghindari kakinya, Ansell melayangkan pukulan yang tepat mengenai wajah Hans, membuatnya mundur beberapa langkah.


Hidung dan mulut Hans sekarang penuh darah.


Harry, Alexia, dan Teo sangat terkejut melihat wajah Hans terluka parah. Mereka tidak bisa melihat detail pertarungan karena dua orang itu sama-sama cepat.


Saat mereka berhenti, ternyata Hans lah yang terluka. Sedangkan Ansell terlihat tidak tergores sedikitpun.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya kau? Mengapa kau bisa sekuat ini?" tanya Hans. Ada sedikit rasa takut di hatinya.


Walau ia mengetahui kekuatan Ansell, tapi ia tidak tahu Ansell sekuat ini. Ia pikir kekuatan Ansell hanya berada lebih di atas sedikit dari master tua.


Namun, Ansell berhasil melukainya. Tidak hanya lukanya yang cukup serius, tapi ia bisa melakukan dalam dua serangan. Satu serangan tipuan dan satu serangan asli.


Hans juga tidak bisa membaca pergerakan Ansell karena itu ia terjebak dalam serangan tipuan.


"Tuan Ansell bukanlah orang sembarangan. Kau salah besar karena sudah melawannya," imbuh Harry, menjawab pertanyaan Hans.


Hans hanya melirik sekilas ke arah Harry, kemudian ia menatap Ansell dan tersenyum miring, "Aku tidak menyangka kau juga seorang master yang kuat. Bahkan aku yang berada di peringkat dunia saja bisa terluka parah."


Sial, apakah dia juga masuk peringkat dunia? Aku berada di peringkat 26 dan itu sudah termasuk sangat tinggi. Mengapa dia bisa mengalahkanku? Apa ada yang salah? Apa dia yang melakukan trik? batin Hans tak karuan.


"Peringkat dunia? Sampah sepertimu masuk peringkat dunia?" Ansell menertawakan Hans lagi. Namun, sebenarnya ia sedikit terkejut. Ternyata Hans juga masuk peringkat dunia.

__ADS_1


Ia bisa merasakan perbedaan kekuatan Hans dan master tua sangat jauh. Ansell mengira kekuatan Hans berada di 100 besar, bahkan lebih kuat dari Sam.


Meski begitu, Hans bukan lawan berarti untuknya.


__ADS_2