Kemunculan Master Terhebat

Kemunculan Master Terhebat
Bertemu Secara Langsung


__ADS_3

"Aku akan menerima telepon dulu," ucap Ansell pada Nichole dan mengangkat panggilan dari Harry. Namun, Ansell tidak menjauh dari Nichole.


"Halo," ucap Ansell.


"Tuan Ansell, bagaimana kabarmu? Apakah aku mengganggumu?" tanya Harry berbasa-basi sebelum mengatakan tujuannya.


"Aku baik-baik saja dan baru selesai mengerjakan beberapa bisnis. Apa yang kau butuhkan?" tanya Ansell langsung. Ia tidak ingin berbasa-basi terlalu lama.


"Untungnya aku tidak menggangumu saat berbisnis tadi. Ah, begini Tuan Ansell, aku mengundang Tuan Teo datang ke rumahku. Ia memintaku untuk mengenalkan Anda padanya. Apakah Anda bersedia datang? Namun, jika Anda masih punya kesibukan lain tidak apa-apa," ucap Harry menjelaskan tujuannya dengan sungkan.


Harry tidak ingin Ansell memiliki pandangan buruk tentangnya. Jika Ansell tidak ingin datang, maka Harry tidak akan memaksa. Apalagi Ansell mengatakan ia baru saja selesai berbisnis. Sepertinya Ansell sedikit sibuk.


"Teo?" tanya Ansell sedikit terkejut. Sepertinya Teo sudah siap berhadapan dengannya. Ia tak menyangka Teo akan memintanya bertemu secara langsung.


"Benar, Tuan Ansell. Apakah Tuan akan datang?" tanya Harry lagi.


"Baik, kalau begitu aku akan datang. Tunggu aku," jawab Ansell singkat dan langsung mematikan panggilan.

__ADS_1


"Nichole, aku akan pergi dulu. Apakah kau ingin ikut atau tetap di perusahaan?" tanya Ansell menghadap Nichole.


"Aku akan di perusahaan saja. Baiklah kau hati-hati, ya," ucap Nichole menepuk pundak Ansell. Ia masih harus melakukan banyak pekerjaan setelah menggabungkan perusahaan. Apalagi tanggung jawabnya saat ini menjadi lebih besar.


Nichole tidak ingin berleha-leha.


"Tentu saja. Aku pergi dulu," ucap Ansell mencium kepala Nichole. Kemudian, ia berjalan menuju basement dan melaju ke rumah Harry.


*


"Apakah dia mau datang?" tanya Teo yang duduk di depan Harry, merasa sedikit cemas. Ia belum pernah bertemu dengan Ansell sebelumnya.


"Ya, Tuan Ansell sebentar lagi akan sampai ke sini," jawab Harry apa adanya. Ia juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ansell.


"Bagus kalau begitu," ucap Teo. Ia duduk sambil mengetukkan jari di kursi, menunggu kedatangan Ansell.


Tak lama setelah itu, pintu utama diketuk. Harry langsung bangkit dan berjalan untuk membukakan pintu. Ia sudah tahu siapa yang datang.

__ADS_1


"Selamat datang, Tuan Ansell," ucap Harry hormat, bahkan ia sedikit membungkuk.


"Terima kasih telah mengundangku," jawab Ansell sopan, menghargai Harry. Ia langsung masuk menuju ruang tamu, sedangkan Harry menutup pintu.


Di dalam, Ansell melihat seorang pria paruh baya yang sedikit gemuk, menatapnya dengan terkejut.


Pria paruh baya yang sedikit gemuk itu adalah Teo. Ia bertanya pada Harry, "Apakah dia adalah Tuan Ansell?"


"Benar. Dia adalah Tuan Ansell," jawab Harry.


Ini pertama kalinya Teo melihat Ansell secara langsung. Ia kaget karena ternyata Ansell masih sangat muda. Selama ini Teo hanya mendengar tentang Ansell dari orang lain.


"Ternyata Tuan Ansell masih sangat muda, tapi sayang, anak muda memang biasanya selalu sombong," cibir Teo.


"Terima kasih pujiannya," ucap Ansell tersenyum dingin. Sepertinya dua orang kemarin tidak memberitahu masalah itu pada Teo.


Di belakang Teo, Ansell melihat ada seorang pria tua berdiri tegak. Matanya menyipit dan wajahnya datar.

__ADS_1


__ADS_2