
Ya Allah ada apa denganku..... Lirih Khenin dalam hati, secara tidak sadar ingatannya kembali memutar pada kejadian tadi siang saat ia pulang sekolah......
Saat bel pulang sekolah berbunyi, Arin segera memasukan buku-buku pelajaran ke dalam tasnya. "Gue pengen bicara sama loe," Ucap Nety tiba-tiba yang mendekati bangkunya membuat Khenin kaget.
"Bicara saja disini," Ucap Khenin, ia tahu apa yang akan di bicarakan Nety pasti ada hubungannya dengan dirinya yang berangkat sekolah dengan Dino karena terlihat jelas aura cemburu dari wajah Nety.
"Ikut gue," Ucap Nety lagi menarik tangan Khenin hingga gadis itu tak sempat membawa tas yang berisi buku pelajaran bersama dirinya.
"Kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Khenin sedikit menahan tarikan Nety tapi bentuk postur tubuh Nety yang lebih tinggi dan besar dari dirinya tak bisa membuatnya bertahan.
"Gue ingin loe jauhin Dino," Nety menghempaskan tubuh Khenin saat berada di depan pintu ruang kosong yang berada di belakang gedung.
"Maaf Net, aku nggak bisa jauhin Dino karena kami berteman," Jawab Khenin hendak melangkah meninggalkan Nety tapi lagi-lagi ia terhempas dengan dorongan tangan Nety hingga tubuhnya menabrak pintu ruangan itu.
"Nggak usah sok berteman, loe naksir kan sama Dino!!" Bentak Nety menarik kuat rambut Khenin hingga gadis itu mendongak ke atas. Khenin melawan menghempas tangan Nety.
"Kamu salah, aku nggak punya perasaan apapun pada Dino. Kita cuman berteman," Balas Khenin, gadis itu malas meladeni kecemburuan Nety hingga ia berbalik dan hendak melangkah pergi tapi tiba-tiba...
Bugh.....
Pukulan dari sebuah balok melayang di punggungnya hingga ia jatuh pingsan.....
"hmmmm," Khenin berusaha bersuara dengan lakban yang menutup mulutnya agar ada yang bisa mendengar. Ia benar-benar merasa takut, ruangan itu begitu gelap hanya ada sedikit cahaya lampu dari luar yang menerobos masuk lewat bawah pintu.
Khenin berusaha untuk duduk meskipun sangat sulit karena selain tangan, kakinya juga ikut terikat kuat. Khenin menangis, kenapa Nety tega melakukan ini pada dirinya. "Hiks....hiks...." Tangis Khenin dan masih berusaha untuk duduk. Sesaat Khenin menghentikan tangisnya ketika pendengarannya menangkap sebuah suara.
"Ssssh.....ssssh....." Khenin yang sudah bisa mendudukan tubuhnya menoleh ke asal suara. Ia menggeleng ketakutan semakin menjalar dengan mata terbuka lebar dan tubuhnya refleks beringsut mundur ketika melihat samar-samar dalam gelap seekor ular berada tidak jauh dari hadapannya.
Ya Allah tolong Khenin..... Doa Khenin dalam hati. Ular itu semakin mendekat, dengan sekuat tenaga kenin beringsut mundur tapi tubuhnya terhenti ketika sudah memepet dinding ruangan itu.
"Hiks.....hiks...." Tangis Khenin hanya bisa pasrah, ia memejamkan mata keringat mengalir di dahinya beriringan dengan air mata. Hingga tiba-tiba terdengar suara dobrakan pintu.
Braaak.......
Bantingan keras pintu yang terbuka paksa membuat Khenin membuka mata menoleh seketika dan tampak Elang memasuki pintu itu, ia harusnya senang dengan kehadiran Elang tapi ia masih belum selamat ada bahaya ular di depannya. Khenin menggeleng memberi kode pada Elang agar tidak mendekati dirinya.
Elang perlahan berjalan, seketika pandangan matanya menangkap sosok ular itu yang bersiap mengigit Khenin. "Awas," teriak Elang refleks menepis ular itu dengan tangannya. "Aah," Pekik Elang saat gigi taring ular itu menancap di tangannya.
__ADS_1
Beruntung ular itu adalah sejenis ular Lycodon capucinus atau orang menyebutnya ular cicak (Ular genteng) yang tidak memiliki bisa.
(Author : 🤔🤔 coba kalau ular jenis tangga pasti udah author ajak main dah pake kocokan dadu.....🤣🤣)
Elang melepas gigitan ular itu dan segera melepar jauh hingga tubuh ular itu terbentur diding. "Loe nggak apa-apa?" Tanya Elang membuka lakban dan ikatan Khenin.
"Tangan kakak..!!" Ucap Khenin meraih tangan Elang, Khenin menangis melihat tangan Elang, meskipun ular itu tidak berbisa tapi tangan Elang menjadi bengkak dan mengeluarkan darah akibat gigitan ular itu. "Maaf kak, aku bikin kak Elang jadi terluka," Ucap Khenin lagi masih dengan isakan tangis.
"Gue nggak selemah itu," Elang perlahan melepas tangan Khenin dan beralih memegang tubuh Khenin. "Kita pulang," Ucap Elang membangunkan tubuh Khenin dari duduknya. Keduanya pun keluar dari ruangan itu.
"Mbak, Mas nggak apa-apa?" Tanya satpam sekolah yang baru tiba di depan ruangan kosong itu.
"Tidak apa-apa pak," Jawab Elang memapah Khenin yang tubuhnya terlihat masih lemas. "Kami pulang dulu," Ucap Elang yang segera meninggalkan tempat itu bersama Khenin dan meninggalkan satpam sekolah yang merasa takut karena merasa lalai dalam menjalankan tugasnya sampai ia bisa tidak tahu ada murid yang di sekap dalam ruangan kosong atau lebih tepatnya di gudang.
Elang melajukan mobilnya membawa Khenin menelusuri jalan menuju rumah mereka. Saat sampai di rumah beruntung orang tua Elang Henry dan Nisa belum tampak pulang hingga hanya pembatu ART itu yang tampak cemas melihat keadaan Khenin. "Non, kenapa baru pulang ada apa?" Tanya bi Sumi.
"Bawa dia ke kamar bi," Ucap Elang setelah memberikan pada bu Sumi tas sekolah Khenin yang ia bawa, kemudian melangkah menaiki tangga meninggalkan keduanya. Khenin menatap kepergian Elang, ia merasa bersalah. Meskipun sikap Elang sangat menakutkan tapi lagi-lagi laki-laki itu menyelamatkan dirinya.
"Baik den," Ucap Bi sumi memegang tubuh Khenin. "Ayo non, bibi antar ke kamar," Bi sumi mengatarkan gadis itu menaiki tangga. "Ada apa non, kenapa baru pulang?" Tanya ulang bi Sumi yang tadi belum sempat di jawab Khenin.
"Tidak apa-apa bi, saya cuman terkunci di kamar mandi sekolah," Ucap Khenin tidak ingin membuat bibi ART yang sangat menyayanginya itu khawatir.
"Iya bi terima kasih. Ya udah Khenin masuk dulu ya bi. Nggak usah di antar Khenin sudah nggak apa-apa," Ucap Khenin saat sudah berada di depan pintu kamarnya.
"Beneran non," Tanya bi Sumi yang masih terlihat cemas dan Khenin menjawab kecemasan wanita itu dengan anggukan kepala serta sedikit senyum pada bibirnya.
"Ya sudah non ini tasnya, bibi siapin makan malam di bawah dulu non," Ucap bi Sumi memberikan tas pada Khenin dan melangkah pergi.
"Iya bi," Khenin memegang handle pintu dan masuk kedalam kamar setelah pintu terbuka. Khenin menaruh tasnya di kasur kemudian membersihkan diri di kamar mandi setelah itu iapun berganti banju dan menjalankan sholat.
Khenin bersyukur pada Allah SWT yang telah mengirimkan Elang untuk menolongnya hari ini. Dalam pikiran Khenin sebenarnya di penuhi dengan banyak pertanyaan-pertanyaan bagaimana Elang bisa mengetahui keberadaannya di gudang belakang sekolah, apalagi Elang juga sempat membawa tas sekolahnya yang tertinggal di kelas. Dan Nety, wanita itu ternyata sangat berbahaya dengan mudahnya bisa mencelakai siapapun ketika di butakan oleh rasa cemburu.
Dert....
Dert.....
Suara ponsel Khenin berbunyi, Khenin segera melipat mukenanya dan mencari keberadaan ponsel itu yang masih ada di dalam tas sekolahnya. Ia melihat layar ponsel dan tertera notifikasi panggilan dari Dino. Khenin terdiam sejenak, ia tidak siap untuk menjawab panggilan dari Dino hingga ia memutuskan menaruh kembali ponselnya membiarkan panggilan itu.
__ADS_1
Khenin saat ini mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang, ia masih kepikiran dengan keadaan Elang yang tangannya terluka akibat gigitan ular. Perasaan Khenin menjadi tidak tenang hingga akhirnya ia memutuskan melangkah keluar kamar dan memberanikan diri berdiri di depan pintu kamar Elang dengan membawa sebuah kotak P3K di tangan. Ia perlahan mengetuk pintu kamar itu.
Tok.....
Tok...
"Kak...." Ucap Khenin tapi tak ada sahutan, perasaan Khenin menjadi tak tenang ia takut jika terjadi sesuatu pada diri Elang akibat gigitan ular itu. "Kak Elang...." Ucap Khenin lagi disertai dengan ketukan pintu.
Lagi -lagi tak ada sahutan hngga Khenin memutuskan membuka pintu kamar itu dan melangkah masuk ke dalamnya. Khenin mengedarkan pandangan mencari keberadaan Elang di dalam kamar itu. Arah pandang matanya terhenti ketika mendapati pria tampan itu sedang rebahan di sebuah sofa panjang dengan satu lengan tangan menutupi matanya.
"Kak..." Lirih Khenin tapi tak membuat pria tampan itu bergeming. Khenin pun memberanikan diri mendekati Elang dan duduk di pinggiran sofa itu yang lumayan besar hingga masih mampu menampung dirinya untuk duduk.
Khenin perlahan membuka kotak P3K, dengan kapas yang di beri alkohol ia membersihkan dan mengobati luka tangan Elang yang terlihat bengkak akibat gigitan ular itu. Setelah Khenin menempelkan perban dan plester, ia pun beranjak berdiri dari duduknya tapi tiba-tiba tarikan tangan Elang mengagetkan dirinya hingga sontak tubuhnya jatuh di atas tubuh Elang dan menindih tubuh pria tampan itu........
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Author : 🤔🤔
Khenin : Mikir apa lagi thor? jangan bilang lagi mikir mau buat novel yang banyak adegan ranjangnya lagi......Ntar di marahin loh sama mak nya author...🙄
__ADS_1
Author : Kagak, justru author lagi mikir mau buka usaha Jualan ranjang aja kalau novel author kagak ada yang baca🤣🤣
Khenin : Edaaan...🤦♀