
Di perancis.
"A....ayo buka mulutnya sayang," Ucap Nany mencoba membujuk Steve untuk makan. Balita itu hanya menggeleng sembari mencebikkan bibirnya. Sejak kepergian Khenin, Steve kini tidak lagi bersemangat dan terlihat murung. Anak balita bermata tajam itu selalu menanyakan keberadaan Khenin.
"Kamu harus makan sayang, ayo ...a....buka mulutnya," Steve masih tidak mau membuka mulutnya.
"Oma, Momy kapan pulang?" Itu yang selalu di tanyakan Steve setiap saat. Nany menghela nafas, ia harus bisa membujuk Steve untuk makan.
"Iya sayang, nanti Momy akan cepat pulang kalau Steve mau makan," Bujuk Nany.
"Beneran Oma, nanti Momy akan cepat pulang kalau Steve mau makan?" Tanya Steve.
"Iya sayang, ayo makan dulu," Ucap Nany membuat Steve membuka mulut dan mau menerima suapan yang ia berikan.
Siren yang melihat itu seketika ia merasa sedih hingga saat Steve sudah menyelesaikan makan nya dan kembali bermain, Siren mendekati Nany dan duduk di samping Nany.
"Ma, mau sampai kapan mama membohongi Steve. Kasihan Ma Steve butuh Khenin begitu juga Khenin butuh Steve," Ucap Siren pada Nany.
"Mama juga butuh keduanya," Sahut Nany.
"Siren tahu Ma, tapi bagaimana dengan Steve? Sejak kepergian Khenin dia tampak murung,"
"Nanti dia juga akan terbiasa," Ucap Nany.
"Ma....,"
"Cukup Siren, Mama tidak mau berdebat lagi," Kekeh Nany meninggalkan Siren menghampiri Steve yang sedang bermain. Siren merasa Mama nya sudah sangat keterlaluan memisahkan ibu dan anak itu, sampai melarang Khenin untuk meghubungi Steve sementara waktu sampai Steve terbiasa tanpa Khenin.
**
Beberapa hari ini kedatangan Khenin sebagai pemimpin di perusahaan Durand group menjadi trending topik bagi kalangan bisnis, bagaimana tidak, gadis itu masih sangat muda dan cantik tapi sudah dapat memimpin perusahaan dengan baik.
Pagi ini di perusahaan Durand, Khenin sudah tampak sibuk dengan pekerjaannya meskipun hati nya tak tenang karena benar-benar merasa rindu pada Steve.
"Permisi Nona," Ucap Bella masuk ke ruangan Khenin setelah mengetuk pintu.
"Ya ada apa mbak Bella?" Tanya Khenin manik mata indahnya masih menatap macbook yang berada di hadapannya.
"Ini laporan yang Nona minta," Bella menaruh berkas di meja Khenin. "Dan untuk jadwal hari ini, kita ada meeting dengan dua perusahaan yaitu MG group dan.....Eagle group," Khenin seketika menghentikan langkah tangannya yang sedang mengetik ketika mendengar nama perusahaan Eagle yang berarti Elang.
Hanya sebuah nama Khenin, kamu harus bisa melupakan kak Elang. Ucap Khenin dalam hati melanjutkan tangannya kembali mengetik.
"Kedua perusahaan itu ingin mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita," Tutur. Bella menjelaskan.
__ADS_1
"Ok, jam berapa meeting hari ini?"
"Sekitar jam 10 Nona,"
"Ok siapkan semua," Ucap Khenin melanjutkan pekerjaannya. Gadis itu sama sekali tidak tahu orang yang ingin ia lupakan justru akan ia temui hari ini.
"Baik nona," Ucap Bella.
Di sisi lain tampak Elang sedang bergelut dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena kemarin setelah meeting Elang tidak kembali lagi ke perusahaan. Pria bermata tajam itu lebih memilih mencari keberadaan Khenin di sekitar Mall dengan bantuan Satya yang selalu setia bersamanya.
"Pagi bos....," Ucap Satya masuk ke dalam ruangan Elang.
"Hem," Sahut Elang tanpa menoleh pada Satya. "Gimana sudah ada perkembangan tentang keberadaan Khenin?" Tanya Elang menghentikan pekerjaannya. Kemarin Elang segera memerintahkan Satya untuk mengerahkan semua anak buahnya mencari keberadaan Khenin.
"Belum bos," Jawab Satya. "Tapi tenang saja, kalau memang benar gadis itu ada di kota ini kita pasti akan segera menemukannya," Jawab Satya.
"Oke, gue mau segera temukan Khenin," Ucap Elang. Ia benar-benar merindukan Khenin, ia ingin meminta maaf dan bertanggung jawab pada atas perbuatannya. Selain itu yang paling utama Elang ingin mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Khenin dan tidak bisa hidup tanpa nya.
"Oh iya bos, gue sudah buat janji, jam 10 nanti kita akan meeting dengan pemilik Durand group dan...," Ucap Satya terhenti.
"Dan....," Elang mengeryit.
"Dan perusahaan MG group juga akan ada di sana," Ucap Satya.
"Yap betul sekali, kita akan bersaing mendapatkan kerja sama dengan perusahaan itu," Ucap Satya menghela nafas. "Tapi gue khawatir kita akan kalah karena pemilik MG group juga tak kalah tampan dan keren dari kita bahkan orang itu lebih ahli merayu wanita dari pada kita," Keluh Satya.
"Gue heran, sebenarnya loe mau kita itu dapetin kerja sama dengan perusahaan Durand group atau dapetin pemiliknya," Ucap Elang menanggapi Satya.
"Dua-duanya lang, kan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui," Cengenges Satya. "Apalagi sekarang pemilik perusahaan Durand group lagi jadi topik pembicaraan loh,"
"Maksud loe?"
"Gue denger-denger semua memuji kecantikannya, apalagi wanita itu masih amat muda, yakin loe nggak tertarik? Siapa tahu saat loe kenal loe bisa berubah pikiran buat lupain Khenin," Goda Satya.
"Nggak, gue bukan loe yang bisa dengan mudah jatuh cinta dan ngelupain seseorang begitu saja," Ucap Elang, Mana mungkin dia bisa melupakan Khenin, sudah 5 tahun berlalu tapi cinta nya terhadap Khenin tidak berkurang sedikitpun malah semakin bertambah. Bagi nya tak ada lagi wanita yang bisa menggantikan Khenin di hatinya.
"Oke, jangan nyesel ya kalau gue yang dapetin. Gue pasti akan keluarin seluruh pesona gue buat dapetin tuh cewek," Pede Satya seolah di dunia ini dialah pria paling tampan nan mempesona.
"Dasar pikiran loe cewek mulu," Ucap Elang.
"Kayak loe nggak aja, kan pikiran loe juga Khenin mulu," Gerutu Satya mendapat lirikan tajam dari Elang.
**
__ADS_1
Jam 10 siang Elang dan Satya sudah berada di pintu masuk perusahaan Durand Group. "Permisi kami dari Eagle group sudah buat janji dengan pimpinan perusahaan ini," Ucap Satya pada resepsionis.
"Mari pak, kami antar ke ruang meeting," Ucap Resepsionis mempersilahkan Satya dan Elang. Semua mata karyawan memandang Elang yang berada di samping Satya. Pria itu selalu terlihat tampan, mata tajamnya memiliki pesona tersendiri yang membuat wanita manapun akan mudah luluh dengan tatapannya.
"Terima kasih," Ucap Satya.
Satya dan Elang pun berjalan mengikuti resepsionis masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai atas. "Silahkan, anda tunggu di dalam, sebentar lagi pimpinan kami akan menemui anda semua," Ucap resepsionis membukakan pintu ruang meeting untuk Elang dan Satya.
Langkah keduanya terhenti sejenak melihat di ruang meeting ternyata sudah ada tuan Dirga pimpinan dari MG Group bersama dengan sang asistennya sudah duduk menunggu di dalam ruangan. Elang dan Satya pun kembali melanjutkan langkah mereka kemudian duduk berhadapan dengan keduanya.
Dirga menatap Elang, dalam pikiran pria yang cukup tampan itu merasa sedikit terusik karena rencana dari awalnya sama dengan Satya, ingin menebarkan pesona agar selain mendapatkan kerja sama dengan perusahaan Durand group, ia juga bisa mendapatkan pemilik Durand group yang beberapa hari ini sudah menjadi trending topik perbincangan karena kecantikan dan usianya yang masih muda.
Sial, pemilik Eagle group ini cukup tampan, aku tidak boleh kalah dengannya. batin Dirga.
Beberapa menit berlalu, air minum yang di suguhkan di depan keempat orang itu pun sudah berkurang.
"Selamat pagi, tuan-tuan," Ucap Khenin melangkah masuk ke dalam ruang meeting di ikuti Bella di belakangnya. Khenin sama sekali tak mengetahui siapa saja yang berada di ruang meeting saat ini hingga saat ia akan duduk di kursi ruang meeting, pergerakannya seketika terhenti ketika tatapan mata nya menangkap sosok Elang ada di hadapannya. Rasa trauma itu kembali muncul, tangannya bergetar memegang erat berkas-berkas yang berada di tangannya, keringat dingin pun sudah membasahi dahi.....
Kak Elang........
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Mohon maaf para readers tercinta bila ada banyak typo dan salah kata. Author akan berusaha berikan yang terbaik untuk menghibur para readers semua. Semoga terhibur dan jaga kesehatan selalu. Terima kasih. Love you All😍
NB : Jangan lupa berikan like dan koment ya syukur² di beri vote juga.😅
__ADS_1