Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 7


__ADS_3

Khenin membuka pintu kamar mandi, lalu ia melangkah keluar hendak menuju ke lemari pakaian tapi tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya. "Apa yang loe sama wanita itu inginkan di keluarga gue ?" Suara Elang yang duduk di pinggir ranjangnya dengan tatapan tajam pada dirinya.


"Kak Elang kenapa bisa ada di situ?" Tanya Khenin kaget menyilangkan tangan di depan dadanya, belum lagi handuk yang ia kenakan itu hanya menutupi tubuhnya sebatas lutut.


"Justru gue yang pingin tahu apa tujuan loe di rumah ini dan apa hubungannya loe dengan wanita itu," Bentak Elang melangkah mendekati Khenin hingga membuat Khenin beringsut mudur sampai tubuhnya menabrak dinding. Elang semakin mendekat, ia mengunci pergerakan Khenin dengan satu tangan terangkat bertumpu pada dinding samping Khenin dan satu tangan lagi terangkat memegang dagu Khenin.


"A...aku kan sudah bilang kalau aku Khenin, nggak ada maksud apa-apa di rumah ini dan aku juga nggak tahu siapa wanita yang kak Elang maksud," Ucap Khenin terbata.


"Masih nggak mau ngaku....!!!" Loe nggak usah pura-pura bego di depan gue" Bentak Elang membuat Khenin merasa takut, sungguh posisinya saat ini membuat degup jantungnya berdegup kencang belum lagi ia begitu takut karena tubuh Elang sudah menempel pada tubuhnya yang hanya terlilit handuk seperti orang berpelukan.


"Kak jangan seperti ini, ini nggak sopan," Ucap Khenin gemetar memalingkan pandangannya hingga tangan Elang yang memegang dagunya terlepas.


"Oh jadi loe pikir gue nggak sopan, biar gue kasih tahu seperti apa nggak sopan itu," Elang memegang paksa dagu Khenin untuk di arahkan ke wajahnya dan secara paksa pula Elang mencium bibir Khenin. Khenin mencoba memberontak apalagi ketika satu tangan Elang yang berpegang pada dinding kini beralih memegang mengusap lembut pada pahanya.


"hiks....hiks....." Tangis Khenin menyadarkan Elang, ia seperti mengingat Dira hingga seketika juga ia menghentikan ciuman itu.


"Sial..." Umpat Elang menghembuskan nafas kasar. "Loe ingat gue bisa nggak sopan lebih dari ini jika loe masih nggak mau ngaku apa tujuan loe dan wanita itu di keluarga gue," Ancam Elang kemudian melangkah pergi menutup pintu kamar Khenin keras meninggalkan Khenin yang menangis merasa sudah di lecehkan oleh Elang belum lagi ciuman pertamanya yang juga di ambil paksa oleh laki-laki itu.


(Dino : 😤😤


Author : Kenapa marah loe....🙄


Dino : Author mah nggak asik, masak bikin adegan Elang nyium Khenin, sakit thor hatiku....😭


Author : Oh jadi loe pengen juga adegan ciuman....


Dino : Ya iya dong thor masak Elang doang....


Author : Ya udah besok ta bikinin adegan loe nyium author yang habis makan jengkol sekilo....Gimana...😘


Dino. : 🤪🤪🤮


Author : 🤣🤣😜)

__ADS_1


"Sial," Umpat Elang kesal masuk ke dalam kamarnya. Ia merutuki dirinya, tadinya ia hanya ingin menakuti Khenin karena siang tadi saat ia keluar dari kampus dengan mobilnya, ia melihat Khenin sedang bersama Siren wanita yang ia curigai sebagai selingkuhan papanya. Elang tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan apa tujuan Khenin di rumah ini.


Tadinya Elang hanya ingin menakuti dan membuat Khenin mengaku tapi entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang apalagi melihat tubuh Khenin yang hanya terlilit handuk terlihat seksi baginya belum lagi ia melihat bibir ranum Khenin membuatnya secara tak sadar untuk pertama kalinya ia tergoda mencium seorang gadis dan gadis itu adalah Khenin gadis yang ia curigai.


"Sial...." Lagi-lagi umpatan keluar dari mulutnya. Tidak mungkin dia bisa tertarik mencium gadis itu sedangkan selama ini ia selalu bisa menahan diri dan tidak tertarik sentuhan fisik dengan wanita manapun jika tidak ada perasaan. "Tidak.....tidak mungkin gue punya perasaan sama tuh bocah," Gumam Elang menyangkal bahwa dalam hatinya mulai menjalar perasaan untuk Khenin.


**


Di kamar pagi hari Khenin termenung, ingatan perlakuan Elang masih teringat jelas di benaknya. Ia sungguh sangat takut jika harus bertemu dengan Elang lagi.


Tok.....


Tok.......


Sebuah ketukan pintu menganggetkan lamunan Khenin.


"Khenin, mama masuk ya," Ucap Nisa dari balik pintu kamar Khenin.


"Silahkan ma," Sahut Khenin membuat pintu kamarnya terbuka seketika.


"Iya ma, Khenin lagi nggak ada acara. Lagian Khenin juga belum banyak teman di sini," Jawab Khenin.


"Ya udah, gimana kalau kamu ikut mama ke butik ?" Ajak Nisa. "Nanti mama pilihkan baju buat kamu pakai di acara besok malam,"


Khenin mengernyit. "Ada acara apa ma besok malam," Tanya Khenin bingung.


"Astaga, mama lupa ya belum kasih tahu kamu," Ucap Nisa sembari menepuk jidat. "Besok malam, Om Henry dan mama akan mengadakan pesta syukuran ulang tahun perusahaan om Henry," Ucap Nisa. "Kamu dan Elang harus ikut hadir sayang,"


Khenin sejenak terdiam, ia tidak terbiasa ikut acara seperti itu. "Ma, apa Khenin boleh tidak ikut?" Tanya Khenin sedikit takut.


"Kenapa sayang, kamu nggak sakit kan?" Tanya Nisa khawatir memegang dahi Khenin.


"Tidak ma, hanya saja Khenin tidak pernah ikut acara seperti itu. Khenin juga takut nanti buat malu om sama mama," Jawab Khenin jujur.

__ADS_1


"Oh mama pikir apa," Nisa membelai rambut Khenin. "mana ada kamu bikin malu. Justru mama sama om senang dan akan memperkenalkan kamu sebagai anak kami nantinya," Ucap Nisa. "Ya sudah sekarang kamu siap-siap, mama tunggu di bawah ya sayang,"


"Ya ma," Ucap Khenin. Kemudian Nisa beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari kamar Khenin. kheninpun melangkah ke lemari pakaian dan bersiap-siap untuk ikut Nisa ke butiknya.


Setelah selesai bersiap-siap Khenin perlahan keluar dari kamarnya, ia melangkahkan kaki perlahan, sekilas ia melirik pintu kamar Elang. Entahlah hal yang paling di takutkan Khenin saat ini adalah bertemu dengan Elang.


Khenin sedikit menarik nafas lega ketika sudah sampai di tangga hingga ia tidak menyadari siapa yang berada di anak tangga bawah. "Loe masih ingatkan dengan ucapan gue," Ucap Elang spontan membuat Khenin berjinggat kaget. Khenin dengan gemetar menatap laki-laki tampan bermata tajam itu. Terlihat Elang di penuhi keringat di tubuh kekarnya karena habis olah raga dengan membawa sebotol air minum. Elang berhenti ketika di anak tangga yang sama dengan Khenin.


"Maaf kak, Khenin benar-benar tidak mengerti dengan maksud kakak," Jawab Khenin gemetar.


"Keras kepala sekali si loe," Elang mengertakkan gigi, ternyata gadis di hadapannya ini susah juga untuk di buat bicara jujur.


"Tapi beneran Khenin nggak ngerti apa maksud kak Elang. Khenin sudah bicara jujur sama kak Elang," Ulang Khenin bicara jujur, apalagi Khenin sama sekali tidak tahu siapa wanita yang di maksud Elang.


Elang tertawa sinis. "Ok kalau itu mau loe, gue akan buat loe bicara jujur dengan cara gue sendiri," Ancam Elang kembali menaiki tangga, berlalu meninggalkan Khenin yang masih dengan rasa takut dan bingung dengan ancaman yang baru di lontarkan oleh Elang.


Ya Allah Khenin harus bagaimana, Khenin takut.......


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.........


__ADS_2