Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episdoe 58


__ADS_3

"Kak Nency," Kaget Khenin.


"Hei Nin, apa kabar?" Ucap Nency tanpa rasa bersalah sedikitpun seoalah tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka, "Jadi kamu yang lagi meeting sama suami aku, hebat ya sekarang kamu sudah punya perusahaan sendiri," Ucap Nency beruntun tanpa mengetahui sudah seperti apa perasaan Khenin saat ini.


Jika kak Nency istri dari tuan Andrew maka selama ini aku salah paham sama kak Elang.....ya Tuhan apa yang telah aku lakukan.......Bathin Khenin yang saat ini perasaannya sudah tidak karuan, apalagi sudah seminggu ia tidak bertemu dengan Elang.


"Nona," Ucap Bella menyentuh tangan Khenin membuat wanita muda itu kaget dan tersadar dari lamunannya.


"Alhamdulillah baik kak, aku tidak menyangka kak Nency adalah istri dari tuan Andrew," Ucap Khenin berusaha tersenyum meskipun dalam hati kesal dengan kebohongan Nency dulu hingga membuatnya salah paham pada Elang.


"Kalian saling kenal?" Tanya Andrew pada keduanya.


"Iya sayang, dia adik dari teman aku," Jawab Nency.


"Oh gitu, ya sudah nona mari kita mulai acara meetingnya," Ucap Andrew setelah melihat detikan waktu di pergelangan tangannya karena suami Nency itu sudah ada jadwal meeting lagi dengan klien lain.


"Iya silahkan,"


Acara meeting itu pun berjalan, Khenin berusaha fokus meskipun dalam hati ia tidak tenang, ia ingin segera menemui Elang, ia ingin mengatakan bahwa dia mencintai Elang dan selama ini dirinya sudah salah paham dengan pria bermata tajam itu.


"Alhamdulillah acara meeting kita sudah selesai, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda tuan Andrew," Ucap Khenin menjabat tangan tuan Andrew kemudian bergantian dengan Nency.


"Tentu Nona, senang juga bisa bekerja sama dengan perusahaan anda," Balas tuan Andrew.


"Kak Nency, tuan Andrew, kami pamit dulu." Ucap khenin pada Nency dan Andrew.


"Silahkan,.." Ucap Tuan Andrew.


Khenin dan Bella melangkah bersama hendak keluar dari restoran itu namun langkah kakinya terhenti ketika Nency memanggil dirinya.


"Nin boleh aku bicara sebentar," Ucap Nency mendekati Khenin.


Khenin menoleh pada Bella. "Mbak Bella pergi ke perusahaan saja duluan sama supir, nanti aku menyusul," Ucap khenin.


"Baik Nona," Jawab Bella, " Permisi," Pamit Bella pada Khenin dan Nency dan keduanya pun mengangguk.


"Ada apa kak?" Tanya Khenin.


"Aku mau minta maaf, dulu aku sudah membohongi kamu," Ucap Nency.


"Maksud kak Nency?"


"Saat ulang tahunku, tidak terjadi apa-apa antara aku dan Elang. Memang aku merayunya tapi dia sama sekali tidak tergoda oleh ku. Di hatinya hanya ada kamu," Jelas Nency pada Khenin membuat rasa bersalah semakin menjalar di hati Khenin.


"Kenapa kak Nency lakukan itu,"


"Karena aku dulu menyukai Elang, hanya dia satu-satunya laki-laki yang tidak bisa aku taklukkan. Tapi kini aku menyesal dan aku bersyukur sudah menemukan suamiku," Nency tersenyum. "Kamu mau memaafkan aku kan?" Tanya Nency.

__ADS_1


"Tentu," Jawab Khenin mengangguk. Mama muda itu memang berhati baik.


"Ya sudah, aku pergi dulu," Ucap Nency melangkah meninggalkan Khenin yang kini masih terdiam.


Ya Allah aku harus bagaimana,......


Khenin perlahan melangkah keluar dari restoran itu, restoran yang letaknya berdekatan dengan bandara di kota XX.


Khenin melangkah hingga ke pinggir jalan, ia hendak mencari taksi.


Ciiit.....


Sebuah mobil berhenti tepat di pibggir Khenin berjalan.


"Nin, kamu ngapain di sini?" Tanya Satya keluar dari mobil yang ia tumpangi.


"Kak Satya," Sadar Khenin dari lamunan menoleh menatap Satya yang kini sudah berada di hadapannya.


"Ada apa Nin? Kenapa kamu ada di sini? Mana supir kamu?" Tanya Satya yang merasa bingung kenapa wanita muda yang di cintai sahabatnya itu berdiri di pinggir jalan.


"Kak apa aku boleh bicara dengan kakak?" Tanya Khenin tak menjawab pertanyaan Satya.


Satya melihat detikan waktu yang melingkar di pergelangan tangannya masih ada waktu bathinnya karena ia hendak pergi ke bandara, hari ini ia ijin pada Elang untuk mrngunjungi orang tua nya yang berada di kota XX. "Tentu, Ayo ikut aku ke dalam mobil dulu kita cari tempat untuk bicara," Ucap Satya mengajak Khenin masuk ke dalam mobilnya.


Khenin pun menuruti Satya, ia berpikir Satya pasti tahu banyak hal tentang Elang.


"Minum dulu Nin," Ucap Satya pada Khenin yang saat ini keduanya sudah duduk di bangku kafe dengan dua buah minuman yang sudah di pesan oleh Satya.


"Kak bisa kah kakak cerita tentang kak Elang," Tanya Khenin mulai membuka mulut yang sedari tadi hanya terdiam.


"Ada apa? Apa yang ingin kamu ketahui?" Ucap Satya. "Semuanya sudah jelas Nin, Elang begitu sangat mencintai kamu. Setelah kepergianmu dia begitu menderita, dia tak pernah lelah mencari keberadaanmu," Jelas Satya.


"Aku tahu Elang salah, dia sudah mengambil kesucianmu waktu itu, tapi dia benar-benar menyesal setelahnya. Selama 5 tahun, setelah kepergianmu selama itu pula hukuman ia jalani, ia menderita apalagi setelah tahu kamu adalah Dira gadis kecil yang selama ini dia cari,"


Khenin terdiam, manik mata indah nya sudah berkaca-berkaca....


"Nin, Elang tulus mencintaimu, hanya kamu wanita pertama dan satu-satunya bagi Elang di dunia yang bisa membuatnya jatuh cinta. Mungkin cara Elang salah terlalu memaksakan kehendaknya, tapi dia tidak bisa hidup tanpamu apalagi setelah mengetahui ada anak di antara kalian,"


"Nin," Satya menatap manik mata Khenin yang sudah mengalirkan cairan bening. "Aku tahu kamu mencintai Elang, cobalah untuk menerima dan bahagia bersamanya. Elang orang yang baik, dia tulus mencintaimu," Ucap Satya meyakinkan Khenin.


"Terima kasih kak," Ucap Khenin. Satya mengambil tisu kemudian secara refleks mengusap air mata Khenin. "Kak, kau tahu kak Elang itu pecemburu,"


"Tentu aku tahu, dia tidak mau ada laki-laki manapun menyukai apalagi menyentuh kamu," Ucap Satya tanpa sadar masih mengusap air mata Khenin.


"Lalu bagaimana kalau kak Elang tahu apa yang kakak lakukan saat ini,"


"Hah," Satya baru tersadar dengan cepat menarik tangannya dari wajah Khenin. "Bisa mati di bunuh aku,Nin," Ucap Satya terkekeh. "Jangan bilang ya," Imbuh Satya lagi, ternyata sang playboy itu takut juga.

__ADS_1


*****


Saat ini Khenin sudah masuk ke dalam taksi yang di pesankan oleh Satya. Satya tidak bisa mengantar Khenin karena ia harus pergi ke bandara sudah waktunya jam penerbangan untuk ke kota XX.


Dalam taksi Khenin sudah tidak bisa berpikir lagi yang ia tahu saat ini ia harus menemui Elang, ia ingin memeluk laki-laki yang sangat dia cintai, laki-laki yang tidak bisa ia benci sedikitpun meskipun sudah menghacurkan hidupnya sedari kecil.


"Sudah sampai nona," Ucap sang supir taksi membuat Khenin tersentak kaget. Khenin mengedarkan pandangan menatap keluar mobil, ia sudah sampai di depan perusahaan Eagle group.


Deg.....


Deg......


Suara jantung Khenin, ia gugup tapi rasa gugupnya tidak bisa mengalahkan rasa rindunya pada Elang. "Nona sudah sampai," Ulang Supir.


"Ah iya pak, terima kasih," Ucap Khenin membuka pintu taksi. Khenin melangkah setelah keluar dari taksi. Wanita muda itu berjalan tanpa fokus sampai sebuah sepeda motor menyerempetnya hingga terjatuh.


"Aah,"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2