
Elang melangkah keluar dari pintu rumah Nency dan bertemu dengan Satya. "Loe kenapa broo? abis lihat setan," Tanya Satya melihat sahabatnya itu yang tampak emosi meskipun ia sudah menduga penyebabnya adalah Nency.
Elang tak menanggapi pertanyaan Satya, ia mengedarkan pandangan mencari keberadaan Khenin karena tujuannya datang kemari adalah mencari gadis itu. "Loe lihat bocah itu nggak?" Tanya Elang, bukannya menjawab pertanyaan Satya malah balik nanya, untung Satya sudah hafal betul dengan tabiat sahabatnya itu hingga tak pernah sedikitpun marah atau tersinggung.
"Lah di tanya, malah dia balik nanya dasar es balok," Gerutu Satya membuat mata tajam Elang meliriknya. "Maksud loe, si cantik Khenin?" Elang mengangguk. "Noh lagi di tembak sama adiknya Nency ditaman belakang," tunjuk Satya pada pintu samping yang terhubung dengan taman belakang.
"Sial...." Umpat Elang kesal melangkah cepat menuju taman belakang.
Saat sampai di taman belakang, Elang seketika hatinya memanas, tangannya mengepal, rahangnya kembali mengeras menyaksikan Dino berlutut di depan Khenin, laki-laki itu menyatakan cintanya pada Khenin.
"Brengsek !!" Umpat Elang yang sudah di bakar cemburu, mendekati keberadaan Dino dan.....
Bugh....
Sebuah pukulan melayang di wajah Dino hingga cowok itu jatuh tersungkur.
"Bangun loe, pengecut," Maki Elang menarik paksa kemeja Dino hingga laki-laki itu berdiri mengikuti tarikan keras Elang. Pukulan kembali di layangkan oleh pria pemilik mata tajam itu pada Dino.
Melihat sang adik di hajar di depan mata, Nency berteriak. "Hentikan lang"
"Diam loe..!!" Bentak Elang pada Nency, tangannya masih menarik baju Dino.
"Kak..." Khenin menangis tapi tak membuat emosi Elang mereda.
"Gue bukan pengecut," Dino menatap Elang seolah tidak takut pada laki-laki bermata tajam itu.
Elang menyeringai. "Loe pengecut !! loe cuman berani bersembunyi di balik orang-orang suruhan loe itu," Bentak Elang membuat Dino seketika kaget. Ya orang-orang yang dihajar Elang saat pulang dari panti asuhan saat itu adalah orang-orang suruhan Dino. "Loe nyuruh anak buah loe buat ngikutin dan ngeroyok gue, apa namanya itu jika bukan pengecut hah....!!!" Khenin seketika kaget mendengar ucapan Elang, ternyata orang-orang yang di hajar saat itu adalah suruhan Dino, gadis itu tidak menyangka kalau Dino sejahat itu.
Elang melepaskan pengangan tangannya pada baju Dino dengan sedikit dorongan. "Kalau loe laki-laki lawan gue," Tantang Elang.
"Gue nggak takut sama loe," Dino pun maju melayangkan kepalan tangan pada Elang tapi dengan mudah di tangkis oleh Elang dan beralih kepalan tangan Elang kini berlabuh kembali di wajah Dino.
__ADS_1
Bugh.....
Bugh......
Elang begitu emosi menghajar Dino yang perlawanannya sama sekali tak berarti bagi Elang, ia jauh di bawah Elang yang jago berkelahi. Melihat Dino sudah tak berdaya, Satya di bantu dengan beberapa teman laki-laki Nency menarik tubuh Elang dari atas Dino.
"Lang dia bisa mati !" Teriak Satya.
"Cukup Lang,"
"Kak....."
Teriakan dari Nency dan Khenin yang hanya bisa menangis melihat amarah Elang, seperti tsunami tak bisa di hentikan.
"Gila loe Lang, dia bisa mati," Ucap Satya yang sudah menarik tubuh Elang sedangkan teman-teman Nency membantu Dino yang sudah tak berdaya.
"Gue nggak perduli," Elang melangkah cepat, menarik tangan Khenin saat berada di dekat gadis itu yang masih terisak karena takut. "Pulang...." satu kata yang membuat Khenin patuh mengikuti tarikan tangan pria tampan itu, sedangkan Lina juga hanya bisa terdiam menatap kepergian sahabatnya.
Elang yang terbakar emosi pun sudah tidak dapat berpikir lagi, ia marah melihat Papa nya memeluk wanita bernama Siren dan akan menikahi wanita itu, ia marah dengan kelakuan menjijikan Nency dan terakhir adalah puncak dari kemarahannya melihat gadis yang diam-diam sudah menempati hati nya dapat pernyataan cinta dari laki-laki lain.
"Turun !" Ucap Elang menarik Khenin masuk ke dalam rumah saat mobilnya sudah terparkir di rumah keluarga Pradana. Keadaan rumah masih sepi karena Henry dan Nisa belum pulang.
Tarikan tangan Elang semakin kencang tak memperdulikan isak tangis Khenin. "Masuk," Ucap Elang setelah membuka pintu kamar Khenin.
Ceklek.....Elang mengunci kamar itu setelah dirinya juga ikut masuk.
"Kak kenapa di kunci, kak Elang mau apa," Khenin memundurkan langkah kakinya saat Elang mulai melangkah dengan tatapan tajam mendekati dirinya.
"Loe bertanya gue mau apa, hah!!" Elang tertawa sinis. Khenin semakin takut apalagi ia tidak dapat lagi memundurkan kakinya yang sudah memepet pinggiran ranjang. "Bukankah gue sudah bilang, beri tahu nyokap loe kalau kita pacaran agar nyokap loe nggak deketin bokap gue lagi," Teriak Elang tangannya seketika menarik pinggang Khenin hingga tubuh Khenin membentur dada bidangnya.
"I....iya kak, aku akan beritahu mama kalau kita pacaran," Ucap Khenin terbata masih dengan isak tangis benar-benar takut karena saat ini ia berada dalam rengkuhan laki-laki itu. Elang berdecih menatap gadis itu.
__ADS_1
"Terlambat, nyokap loe dan bokap gue udah ngerencanain pernikahan dan gue nggak mau tahu loe harus bantu gue buat batalin, apapun caranya termasuk," Elang menyeringai pandangan matanya tertuju pada bibir ranum Khenin.
"Maksud kak Elang?" Tanya Khenin yang seketika kaget saat bibir Elang sudah mencium bibirnya. "Kak," Teriak Khenin melepas ciuman Elang. "Jangan seperti ini, aku takut,"
"Gue akan berbuat apapun agar nyokap loe nggak menikah sama bokap gue termasuk harus perkosa loe," Ucap Elang mendorong tubuh Khenin hingga gadis itu terbaring di kasur. Tadinya Elang hanya ingin menakuti Khenin tapi saat di depan mata ia melihat gaun dress Khenin tersikap keatas memperlihatkan paha mulus Khenin, pikiran mesumnya kembali menjalar, Entah setan apa yang seketika merasuki dirinya hingga ia sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya yang selama ini ia tahan pada gadis itu padahal saat melihat tubuh Nency tadi, ia sama sekali tak tertarik bahkan merasa jijik dengan wanita penggoda itu.
Elang melepas satu persatu kancing kemejanya, Khenin yang melihat itu menggeleng dengan isak tangis semakin keras meringsut mundur dari posisinya. "Kak sadar," Ucap Khenin seketika kakinya di tarik oleh Elang hingga saat ini tubuhnya berada di bawah kungkungan pria tampan itu.
"Kak jangan," Teriak Khenin saat Elang membuka paksa pakaiannya, tenaga Khenin tak mungkin bisa melawan pria kekar itu. Elang sudah di butakan oleh kabut hasrat hingga teriakan tangis dan kesakitan Khenin tak ia perdulikan. Malam ini dengan paksa Elang merenggut dan menodai kesucian gadis itu. Hanya satu kalimat yang terucap dari bibir Elang.
"AKU AKAN BERTANGGUNG JAWAB MENIKAHIMU...."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Elang : Kurang seru thor, nggak hot adegan perkosa Khenin nya.....๐
Author : ๐คซAuthor gk berani, ada Noh๐...
__ADS_1
Emak author : ๐ ๐