Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 34


__ADS_3

"Sial," Umpat Elang memukul kap mobilnya yang berada di depan perusahaan Khenin. "Kenapa gue sampai tidak tahu kalau gadis itu ada disini," Sesal Elang kenapa baru sekarang bertemu dengan gadis yang di cintainya selama ini, di tambah lagi dirinya begitu cemburu melihat tatapan mata Dirga pada Khenin. Memang tidak ia pungkiri, Khenin sangat cantik dan semakin cantik hingga dengan mudah laki-laki manapun pasti akan menyukai nya.


"Loe tenang dulu Lang," Ucap Satya.


"Gue nggak bisa tenang Sat, sekarang juga gue akan menemui dia," Ucap Elang yang akan kembali masuk ke perusahaan Khenin tapi segera di cegah oleh Satya.


"Lang, percuma loe sekarang ke sana karena nggak mungkin dapat ijin, Khenin melarang siapapun menemuinya hari ini terutama loe. Dia pasti masih ketakutan dan trauma sama loe," Ucap Satya menghentikan langkah Elang, memang benar yang di katakan Satya, tadi saja gadis itu terlihat terkejut dan menahan takut saat melihat dirinya hingga tangannya terasa dingin dan gemetar.


"Loe nggak mau kan bikin keributan di perusahaan ini?" Ucap Satya lagi, Elang memutar arah tubuhnya kemudian masuk ke dalam mobil di ikuti Satya.


"Loe tahu, kenapa gadis itu bisa jadi pemilik perusahaan Durand group?" Tanya Elang pada Satya yang berada di sampingnya.


"Gue nggak tahu, tapi mungkin saja Khenin ada hubungan dengan pemilik perusahaan Durand group," Tebak Satya yang di salah artikan oleh pikiran Elang.


"Gue nggak perduli, mau Khenin berpacaran atau ada hubungan dengan pemilik perusahaan Durand group sekalipun, gue nggak akan nyerah untuk bisa dapetin Khenin," Ucap Elang mencengkram erat setir mobilnya membuat Satya bergidik ngeri.


"Loe sekarang kembali ke perusahaan dan gantiin gue," Ucap Elang pada Satya.


"Jangan bilang loe mau nungguin Khenin seharian di sini?"


"5 tahun gue sanggup menunggu, apalagi cuman sehari," Ucap Elang.


"Oke terserah loe, gue balik ke perusahaan sekarang," Ucap Satya membuka pintu kemudian menoleh kembali pada Elang sebelum menutup pintu. "Awas loe jangan sampai ke bawa nafsu lagi, apalagi tuh cewek makin aduhai sekarang, gue aja sampe nelan air liur terus lihatnya," Goda Satya segera menutup mobil sebelum dapat amarah dari atasan sekaligus sahabatnya itu.


Elang masih tetus menunggu di depan perusahaan Khenin, namun gadis yang ia cintai belum juga muncul hingga sampai Pukul 19.00 malam ia memutuskan masuk ke dalam perusahaan Khenin.


Elang melihat Khenin keluar dari pintu lift seorang diri hingga ia tak melewatkan kesempatan itu mendekap mulut Khenin dan menarik tubuhnya masuk ke dalam ruangan yang kosong.


Elang menutup pintu ruang itu, mendorong perlahan tubuh Khenin yang memberontak hingga menghimpit ke tembok. Satu tangan Elang menahan di dinding mengunci pergerakan gadis itu.

__ADS_1


"Kak Elang....apa yang kamu lakukan?" Teriak Khenin saat Elang melepas dekapan tangannya di mulut Khenin. Gadis itu merasa takut melihat tatapan Elang pada dirinya meskipun itu bukan tatapan tajam seperti dulu melainkan tatapan sayu yang menunjukkan betapa rindu nya laki-laki itu pada dirinya.


"Nin, kamu apa kabar?" Ucap Elang lembut mulai membuka suara. Jika dulu Elang memanggil Loe, gue, kini pria tampan itu sudah mengganti panggilannya untuk Khenin dengan aku, kamu.


"Maaf kak, aku harus pergi," Ucap Khenin mendorong dada kekar Elang melangkah hendak memegang handle pintu tapi seketika ia merasakan pelukan Elang dari belakang tubuhnya.


"Maafin aku Nin, maaf....," Ucap Elang memeluk tubuh Khenin erat. Laki-laki itu menaruh dagu di pundak Khenin hingga gadis itu bisa merasakan desiran halus nafas Elang di ceruk lehernya.


"Semua sudah berlalu kak, kita lupakan saja. Biarkan aku pergi, hiks.....hiks.....," Ucap Khenin, Elang bisa merasakan pundak Khenin bergetar tanda gadis itu sedang terisak dalam tangis.


"Aku tidak bisa melupakanmu, aku minta maaf atas semua kesalahan ku dulu. Kita mulai dari awal lagi ya," Ucap Elang lembut. Khenin benar-benar merasa takut saat ini, ia tidak tahu harus bagaimana? Yang ia tahu adalah bagaimana caranya untuk lepas dari Elang karena yang di lakukan Elang saat ini adalah salah, Khenin tidak mau di sebut pelakor karena yang ia ketahui Elang sudah menikah dengan Nency yang kini telah hamil besar.


"Tidak kak, ini salah. Lepaskan aku," Khenin sedikit memberontak namun tak membuat dekapan tangan Elang bergeming.


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi di dalam hidupku," Ucap Elang membalikkan tubuh Khenin menghadap tubuhnya hingga membentur dada bidangnya. Tatapan mata keduanya bertemu, ada cinta yang begitu dalam tersirat di netra bening kedua nya.


"Aku mencintaimu Nin," Lirih Elang, membuat Khenin kaget, ia tidak tahu harus senang kah atau sebaliknya. Jika itu di katakan Elang saat masih sendiri pasti akan membuat hati Khenin berbunga-bunga tapi saat ini Elang sudah menikah dengan Nency yang ia tahu ini salah. Pikir Khenin.


Setelah 5 tahun lama nya kedua bibir itu akhirnya bertemu kembali, Ciuman Elang begitu lembut tak sekasar dulu lagi hingga Khenin yang tadinya kaget dengan serangan mendadak itupun secara tak sadar ikut terhanyut.


Ciuman Elang semakin dalam hingga seketika Khenin tersadar dan segera mendorong tubuh kekar Elang. "Tidak kak, ini salah. Jangan pernah menyentuhku lagi,"


"Tidak ada yang salah Nin? Aku mencintaimu." Elang menarik tubuh Khenin memeluk erat gadis itu.


"Jangan seperti ini kak, aku takut," Air mata Khenin tak henti mengalir.


"Aku minta maaf ya, aku akan bertanggung jawab karena sudah merenggut kesucianmu. Aku akan segera menikahimu," Elang semakin mengeratkan pelukannya.


"Kak sadar, kita tidak bisa menikah," Suara Khenin meninggi kembali mendorong tubuh kekar Elang.

__ADS_1


"Kenapa....kenapa kita tidak bisa menikah?"


"karena aku tidak mau melukai hatinya," Ucap Khenin yang bermaksud tidak ingin melukai Nency tapi di salah artikan Elang yang mengira Khenin tidak ingin melukai hati pemilik perusahaan Durand group yang ia sangka memiliki hubungan spesial dengan Khenin. "Kita lupakan semuanya kak dan jangan ganggu hidupku lagi," Ucap Khenin dengan terisak segera meraih handle pintu dan berlari keluar ruangan itu tidak menghiraukan teriakan Elang.


"Jalan pak," Ucap Khenin Pada supir setelah masuk ke dalam mobilnya.


"Nin," Teriak Elang mengejar mobil Khenin yang sudah melaju jauh.


"Aku tahu kamu memiliki perasaan untukku Nin, dan aku tidak perduli walaupun kamu ada hubungan dengan pemilik perusahaan Durand group sekalipun. Kamu hanya milikku," Ucap Elang.


Khenin menangis sejadi-jadinya setelah sampai di rumah dan masuk ke dalam kamar.


"Kenapa.....kenapa aku tidak bisa melupakanmu dan kenapa aku tidak bisa membencimu....??" Teriak Khenin.


Khenin ingin rasa nya saat ini meninggalkan kota YY agar tidak bertemu dengan Elang lagi namun sampai kapan ia harus menghindar terus menerus. "Tidak....tidak.....aku tidak boleh menghindar lagi, aku harus bisa tegar dan harus bisa melupakan kak Elang meskipun nantinya kita akan sering bertemu," Lirih Khenin.


Di perusahaan tadi setelah melakukan pertimbangan Khenin berusaha bersikap profesional meskipun dengan berat hati ia harus memilih pengajuan perusahaan Elang yang memenuhi persyaratan untuk bekerja sama dengan perusahaannya di bandingkan perusahaan MG group.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2