Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 35


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, hari di mana semua orang melepas lelah setelah selama sepekan menjalani kesibukan masing-masing. Pagi ini langit tampak sedikit mendung membuat udara semakin sejuk. Khenin sudah tampak bersiap-siap untuk berolah raga ringan, dengan menguncir kuda rambut panjangnya, gadis itu tampak semakin manis seperti gadis remaja meskipun sudah menjadi ibu dari satu anak.


Khenin berlari kecil keluar melewati pintu pagar rumah megah yang ia tempati. "Huh sejuk banget udaranya," Ucap Khenin masih terus berlari kecil menuju sebuah taman yang berada sedikit jauh dari rumahnya.


Senyum Khenin melebar melihat tawa anak-anak kecil seusia Steve bergandengan tangan dengan kedua orang tuanya, berada di taman itu yang cukup luas dengan banyak area tempat bermain anak-anak. Suasana juga semakin ramai dengan banyak penjual makanan dan minuman.


Memang benar hari minggu adalah waktu untuk keluarga. Andai anak ku Steve ada di sini....Bathin Khenin melamun.


"Kak, ayo ikut main," Suara seorang anak kecil sekitar 10 tahunan yang mendekati Khenin, hendak mengambil bola yang menggelinding di kaki gadis itu.


"Aku...," Tunjuk Khenin pada dirinya sendiri sembari mengambil bola.


"Tentu saja kakak, berani nggak?" Ucap bocah itu setengah meledek Khenin dengan mimik wajah meremehkan.


"Oke, siapa takut," Balas Khenin berlari mengikuti bocah itu dengan membawa bola di tangannya.


Khenin tersenyum bahkan tak jarang tertawa lepas ketika ikut bermain sepak bola bersama bocah itu dan teman-temannya, sejenak ia bisa sedikit melupakan semua masalahnya hingga tanpa ia sadari ada sepasang mata tajam terus mengawasi sedari ia keluar dari rumah.


"Manis sekali..," Senyum Elang menatap Khenin. Elang keluar dari mobilnya setelah membuka jas yang ia kenakan, tadinya ia akan pergi ke perusahaan untuk bekerja karena tidak ada hari minggu atau hari libur baginya. Elang membuka kancing kemejanya dan melepas kemeja itu hingga tersisa kaos dalaman yang memperlihatkan tubuh sixpack nya.



(Author : 👆Visual mirip tubuh Elang ya, kalau mukanya halu sendiri-sendiri aja 🤭)


Semalam setelah mendapat alamat rumah Khenin dari Satya, Elang sengaja berangkat pagi-pagi sekali demi bisa melihat Khenin yang ia pikir akan pergi ke perusahaan tapi nyatanya ia malah terhanyut mengikuti Khenin yang tidak ke perusahaan melainkan pergi menikmati hari minggunya dengan olah raga ringan.


Elang sedikit berlari kecil mendekati Khenin dan bocah-bocah kecil itu bermain sepak bola hingga ia melihat sebuah bola melambung dengan cepat oleh tendangan seorang bocah ke arah Khenin, Khenin pun berusaha menangkap bola itu dan tanpa sadar satu kakinya masuk ke dalam sebuah lubang yang berada di taman itu hingga ia terjatuh.


Khenin pasti merasakan sakit pada tubuhnya jika saja pria tampan sang pemilik mata tajam itu tidak berada di bawahnya. Sebelum Khenin terjatuh Elang terlebih dahulu menangkap tubuh Khenin dan karena kurang hati-hati kaki laki-laki itu ikut tersandung dan dirinya ikut terjatuh di bawah tubuh Khenin.


"Kak Elang....," Kaget Khenin yang kini berada di atas tubuh Elang.


"Kamu nggak apa-apa?" Ucap Elang, menatap Khenin.


Khenin menggeleng pelan. "Kenapa kakak ada di sini?" Tanya Khenin, masih belum sadar jika posisi mereka saat ini begitu intim hingga mengundang tawa dari bocah-bocah yang bermain bola dengan Khenin.


"Cie....cie...," Khenin menoleh pada semua bocah itu. "Kak, kalau pacaran jangan di sini," Ucap salah satu bocah menyadarkan Khenin pada posisinya saat ini.

__ADS_1


Khenin kembali menatap pria yang berada di bawah tubuhnya. Pria itu mengedipkan satu mata, kemudian dengan santai memeluk pinggang Khenin yang berada di atasnya. "Aku sayang sama kamu," Ucap Elang membuat Khenin menjadi malu karena bocah-bocah itu semakin menyoraki mereka sebelum berlarian kembali bermain bola.


"Kak Elang....," Teriak Khenin berusaha bangun dari tubuh Elang.


"Nin, jangan gerak-gerak nanti aku bisa khilaf lagi....," Ucap Elang sembari menggoda Khenin.


"Kak Elang mesum," Ucap Khenin.


"Iya sayang, mesumnya cuman sama kamu saja. Sumpah....," Ucap Elang tersenyum sembari mengangkat dua jari. Begitulah cinta bisa merubah segalanya, Elang yang super dingin dan angkuh kini bisa berubah karena cintanya yang tulus pada Khenin. Hanya pada Khenin sikapnya bisa berubah menjadi seperti itu.


Khenin segera bangun dari tubuh Elang hendak berdiri tapi seketika ia terjatuh lagi saat merasakan sakit pada pergelangan kakinya. "Aauw..," Pekik Khenin kembali terduduk memegangi kaki nya hingga membuat Elang seketika ikut bangun dan merasa cemas.


"Kamu kenapa Nin," Ucap Elang khawatir.


"Aku nggak apa-apa kak," Khenin menutupi rasa sakitnya. Ia kembali berusaha bangun namun kembali terduduk karena rasa sakit yang ia rasakan di kaki.


"Apa yang kakak lakukan," Kaget Khenin ketika tiba-tiba Elang menggendong tubuhnya.


"Kaki kamu sakit Nin, nggak bisa jalan," Ucap Elang santai melangkah membawa gadis itu yang minta di turunkan mendekati sebuah bangku kosong yang berada ditaman.


Elang mendudukkan Tubuh Khenin di bangku kosong itu. "Kak aku nggak apa-apa, kakak pergi saja," Pinta ulang Khenin. Laki-laki bermata tajam itu tak bergeming dan dengan santainya berjongkok di depan Khenin meraih kaki gadis itu.


"Kakak mau apa," Panik Khenin hendak menarik kakinya dari tangan Elang tapi di tahan oleh pria tampan itu.


"Kamu bisa diam nggak, kaki kamu terkilir," Elang melepas sepatu Khenin. "Tahan ya sedikit sakit," Ucap Elang dengan teknik pijat yang ia pelajari saat olah raga taekwondo dan bela diri, ia menarik otot pergelangan kaki Khenin yang terkilir membuat gadis berteriak.


"Aduh sakit kak," Teriak Khenin.


Elang tersenyum. "Lebih sakit hatiku Nin saat kamu ninggalin aku," Ucap Elang membuat Khenin menatap wajah tampan itu. Tampak netra bening Elang menatapnya penuh dengan cinta, sikap Elang benar-benar sudah berubah pada dirinya.


"Jangan bicara seperti itu kak, nanti ada yang terluka," Lirih Khenin memakai kembali sepatunya.


"Aku nggak perduli Nin, lupakan dia. Kembalilah padaku, aku akan menerimamu apa adanya," Ucap Elang yang di artikan Khenin melupakan Nency padahal maksud Elang lupakan laki-laki pemilik perusahaan Durand group yang ia kira ada hubungan spesial dengan Khenin.


"Maaf kak, aku nggak bisa," Ucap Khenin.


"Kenapa?" Tanya Elang.

__ADS_1


"Sudahlah kak," Khenin beranjak dari duduknya membuat Elang juga berdiri dari jongkoknya. "Eh, sudah nggak sakit kak," Khenin tersenyum merasa senang sembari berjalan perlahan. "Kakak hebat," Puji Khenin pada Elang dengan tersenyum manis melupakan apa yang barusan mereka debatkan.


Elang tersenyum menatap wajah Khenin yang terlihat sangat menggemaskan dan manis di manik matanya. Perlahan pria bermata tajam itu mendekati Khenin, tangannya terangkat menepikan sebagian kecil helaian rambut Khenin yang tergerai tidak ikut terikat kuncir kudanya. Perlahan dengan lembut tangan Elang membawa anak rambut itu dari wajah cantik Khenin ke belakang telinga. Kini tangan Elang, mengusap lembut pipi mulus Khenin.


"Aku mencintaimu Nin," Pernyataan cinta keluar lagi dari bibir Elang.


Kruuuk......


Sebuah suara terdengar tapi bukan jawaban dari bibir Khenin melainkan dari perut gadis itu yang sudah merasa lapar. Membuat sang pria tampan bermata tajam itu terkekeh.


"Ya sudah kita cari sarapan dulu," Elang menarik tangan Khenin yang sedari tadi menunduk dengan pipi terlihat merah menahan malu karena perutnya berbunyi di saat yang tidak tepat.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......


Author : Author juga lapar belum sarapan.....😤


Khenin : Kenapa belum sarapan Thor?


Author : Bosen tiap hari di masakin emaknya author ikan bakar melulu.....😩


Khenin : Enak dong thor tiap hari makan ikan bakar...kalau aku paling suka gurame bakar thor😋


Author : Apanya yang enak, orang ikan yang di bakar emaknya author itu ikan tahu sama ikan tempe sampe telur pun di bakar sama emak, efek gara² kemarin author gagal dapet minyak goreng murah😭


Khenin : 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2