
Khenin mengambil sebuah kursi di dekatnya dan menaiki kursi itu untuk mengambil boneka tersebut, Khenin berjinjit dan "Hap," Boneka itu sudah di tangan Khenin tapi kakinya sedikit oleng hingga ia hampir terjatuh jika saja pria tampan bermata tajam itu tidak menangkap tubuhnya.
"Kenapa sih, loe selalu ceroboh," Bentak Elang yang sudah membawa Khenin ke dalam gendongannya. Khenin terdiam menatap wajah Elang yang begitu dekat dengan wajahnya apalagi ia merasakan degupan jantung Elang yang begitu kencang bersahutan dengan degupan jantungnya.
"Maaf kak," Ucap Khenin menunduk ia tak sanggup menatap lebih lama lagi manik mata tajam pria tampan itu yang pasti tajamnya akan dengan mudah menusuk lebih dalam lagi ke hatinya. "Aku cuman mau mengambil mainan ini," Ucap Khenin sembari turun dari gendongan Elang.
Elang melihat sebuah boneka burung Elang di tangan Khenin. "Loe suka," Tanya Elang segera di angguki gadis itu.
"Maaf tuan, itu boneka buatan tangan desainer terkenal, stok nya tinggal satu dan sudah ada pembelinya," Ucap seorang pelayan wanita.
Elang menatap Khenin terlihat gadis sangat menyukai boneka itu. "Ya sudah loe tunggu di mobil, gue mau bayar semua mainan ini," Ucap Elang dan Khenin pun memberikan kembali boneka burung Elang itu pada pelayan toko dengan perasaan kecewa. Gadis itu menyukai boneka itu bukan tanpa alasan tapi boneka itu begitu mengingatkan dirinya dengan Elang yang memiliki tatapan mata sama tajamnya.
Blaak.....
Elang sudah menutup pintu mobilnya setelah memberikan beberapa lembar uang pada pelayan toko sebagai tip karena sudah membawakan semua barang-barang pembeliannya ke dalam mobil.
Khenin hanya terdiam saat Elang sudah melajukan mobilnya. Pandangannya lurus kedepan menatap jalanan yang penuh dengan kendaraan. Cukup lama perjalanan itu hingga mobil mereka sampai juga di sebuah tempat.
Mobil Elang melewati sebuah pagar besi penuh karat dengan cat yang tampak mengelupas. Khenin menatap sebuah rumah besar yang tampak seperti bangunan lama tapi terawat karena ada beberapa anak yang terlihat saling bekerja sama membersihkan tempat itu. Mobil Elang berhenti di halaman depan rumah itu, Khenin mengedarkan pandangan dan seketika ia baru mengetahui berada di mana ketika manik mata indahnya menatap sebuah tulisan "YAYASAN PANTI ASUHAN KHANZA" di sebuah papan yang terpasang di depan rumah tua itu.
(Khenin : 🤔Kayak pernah dengar nama yayasan itu "KHANZA".
Author : ☝Itu nama author yang paling cantiklaah....🤭
Khenin : Hadeeh....🤦♀)
"Kakak baik.....kakak baik......." Terdengar suara panggilan anak-anak secara bersamaan menghampiri Elang yang baru turun setelah membuka pintu mobil.
"Halo adik-adik, apa kabar?" Sapa Elang ramah, membuat Khenin melongo kaget ternyata bisa juga pria seram itu bersikap ramah.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik kak," Jawab anak-anak kecil itu serempak. "Kakak baik, kakak cantik itu siapa ?" Salah satu anak bernama bagas menarik lengan baju Elang dan melontarkan pertanyaan itu sembari menunjuk di mana Khenin berada yang baru turun dari mobil mendekati mereka.
Elang menoleh pada Khenin. "Dia itu kak Khenin," Jawab Elang lembut. Khenin tersenyum dan ikut menyapa anak-anak panti asuhan itu.
"Halo adik-adik," Sapa Khenin tersenyum.
"Cantik kak," Celoteh bagas ikut tersenyum menatap Khenin, anak laki laki yang berusia 6 tahunan itu tanpak menganggumi Kecantikan Khenin. "Apa kak Khenin pacar kak Elang?" Celotehnya lagi, membuat Khenin terdiam malu berbeda dengan Elang menyikapinya dengan santai.
"Kamu ini masih kecil, tahu apa tentang pacaran" Elang mengacak-ngacak rambut bagas membuat laki-laki kecil itu mencebikkan bibirnya sembari membenarkan tatanan rambutnya kembali.
"Kakak baik, rambutku kan jadi berantakan. Nanti aku nggak tampan lagi, kalau aku nggak tampan mana bisa aku dapat pacar cantik kayak kak Khenin," Gerutu Bagas, membuat Elang tersenyum tulus untuk pertama kali nya di depan Khenin. Khenin begitu terpesona melihat senyum pria tampan itu hingga tatapan mata nya tak berpaling dari wajah Elang.
"Iya...iya maaf," Ucap Elang menggendong Bagas dengan satu tangannya kemudian secara tak sengaja tatapan mata nya bertemu dengan manik mata indah Khenin yang sedari tadi menatapnya. Elang sejenak terdiam kemudian memalingkan wajah. "Oh ya, kakak punya sesuatu buat kalian," Elang menurunkan Bagas kemudian membuka pintu mobil belakang dan mengambil semua bungkusan mainan yang ia beli di toko bersama Khenin tadi.
Semua anak-anak sontak berebut mendekati Elang dan satu persatu memilih mainan kesukaan mereka, melihat itu Khenin segera membantu Elang ikut membagikan mainan itu. Kini semua anak-anak di panti asuhan itu sudah mendapatkan mainan masing-masing dan berhambur masuk ke dalam memanggil nama ibu panti mereka. "Ibu.....Ibu...." panggil mereka sembari masuk ke dalam panti. "Ayo kakak baik kita masuk," Ajak Bagas di angguki Elang yang masih berdiri didekat mobil bersama Khenin di sampingnya.
Khenin tersentak kaget, satu tangannya terangkat mengusap air yang mengalir dari mata nya kemudian membuka tote bag pemberian Elang. Ia melebarkan mata, terlihat binar senang seketika saat tahu isi dari tote bag itu adalah boneka burung Elang yang ia inginkan di toko mainan itu. Khenin refleks berhambur memeluk Elang yang baru mengambil beberapa bungkus mainan yang masih tersisa di dalam mobilnya untuk di bawa masuk ke dalam.
"Terima kasih kak," Ucap Khenin senang sedangkan Elang merasa kaget dan lebih kaget lagi bagi pria tampan itu saat....
Cup......
Khenin mencium pipi Elang. Tak ada penolakan dari Elang justru hati nya mendadak berbunga entah perasaan apa tapi ia senang melihat gadis itu bahagia apalagi berinisiatif memeluk dan mencium pipinya. "Maaf kak" Ucap Khenin baru tersadar dengan apa yang di lakukannya, sudah tidak tahu semerah apa wajahnya saat ini, tanpa menunggu jawaban Elang Khenin berlari kecil mendahului Elang masuk ke dalam panti asuhan karena malu. Sedangkan Elang terdiam, ia gemas dengan tingkah Khenin barusan, ternyata tidak sia-sia tadi saat dirinya menyuruh Khenin menunggu di mobil dan menemui manager toko.
"Saya ingin bertemu dengan manager toko ini," Ucap Elang pada pelayan itu yang tampak bingung. "Bilang, saya Elang Pradana ingin betemu," Imbuh Elang lagi.
"Baik tuan, silahkan," Elang pun mengikuti pelayan toko itu ke sebuah ruangan, pelayan itu masuk ke dalam ruangan kemudian beberapa saat, kembali muncul bersama seseorang laki-laki bersamanya menunduk hormat pada Elang.
"Ada yang bisa saya bantu tuan muda," Tanya manager itu, membuat pelayan tampak semakin bingung.
__ADS_1
"Aku tidak mau tahu, aku menginginkan boneka itu," Tunjuk Elang pada boneka yang di sukai Khenin.
"Baik tuan silahkan, apapun yang anda inginkan," Ucap Manager itu sangat sopan.
"Ya sudah cepat bungkuskan," Perintah Elang sedangkan pelayan tadi tampak bingung.
"Tuan" Ucap pelayan itu ketika Elang sudah meninggalkan keduanya.
"Diamlah dan lakukan apapun yang tuan muda itu inginkan karena beliau adalah pemilik toko ini," Ucap Manager itu membuat sang pelayan melongo seketika.
"Hah...."
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung........
__ADS_1