Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 15


__ADS_3

Khenin tersentak kaget mendengar tutur Dino, ia tidak tahu harus bagaimana dan harus menjawab apa? Ia pun berusaha menghindari tatapan Dino dengan mengalihkan pandangannya, hingga tak sengaja pandangannya menangkap sosok seseorang di belakang Dino.


Entah sejak kapan pria tampan bertubuh gagah yang selalu berpikiran mesum hanya pada dirinya itu sudah berada di sana berdiri di dekat pintu ruang tamu dengan tubuh bersandar pada dinding dan tangan di lipat di depan dada menatapnya dengan mata tajam, setajam mata burung Elang yang siap menerkam mangsanya.


"Kak Elang....." Lirih Khenin merasa takut membuat Dino membalikan badan mengikuti arah pandang mata Khenin.


"Loe ikut gue," Ucap Elang pada Dino.


"Ada apa kak?" Tanya Dino bingung bangun dari duduknya.


"Gue mau bicara," Ucap Elang dengan tatapan sinis kemudian beranjak dari ruang tamu melangkah keluar dari pintu depan rumah. Melihat itu mau tak mau Dino pun mengikuti, sedangkan Khenin terdiam rasa takut benar-benar menjalar di dirinya. Ia hanya bisa berdoa semoga Elang tidak menyakiti Dino.


"Jauhin dia," Ucap Elang setelah keduanya berhadapan berdiri berada di teras rumah.


"Maksudnya?" Tanya Dino bingung, apa mungkin yang di maksud pria yang 4 tahun lebih dewasa dari dirinya itu menjauhi Khenin.


"Jauhin Khenin," Ucap Elang dingin.


"Maaf, aku nggak bisa. Aku suka sama adikmu," tutur Dino.


"Dia bukan adik gue dan gue nggak mau tahu loe jauhin dia," Kata Elang meninggi.


"Nggak," Tolak Dino membuat Elang emosi. "Kamu nggak berhak larang aku," Lanjut Dino hendak melangkah masuk ke dalam menemui Khenin tapi seketika tangan Elang memegang kerah bajunya membuat langkahnya terhenti.


"Gue berhak karena mulai sekarang dia kekasih gue," Ucap Elang membuat Dino membulatkan mata merasa kaget.


"Keluarga kamu mengangkat Khenin sebagai anak bukankah itu artinya dia jadi adik kamu dan nggak mungkin jadi kekasih," Dino masih berusaha menyangkal tidak mau percaya dengan perkataan Elang.


"Terserah, gue nggak butuh pendapat loe. Yang gue mau loe jauhin Khenin," Elang melepas kerah baju Dino dengan sedikit dorongan hingga tubuh Dino sedikit mundur ke belakang.


Dino hanya terdiam, ia berusaha menahan emosi tidak mungkin ia membuat keributan di rumah keluarga PRADANA yang notabenenya adalah keluarga yang lebih ternama di atas keluarganya. "Huh," Dino menghembuskan nafasnya. "Gue nggak akan jauhin Khenin," Lirih Dino menatap kepergian Elang melangkah cepat masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu.


Dino pun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mengirim pesan pada seseorang kemudian seringai tercetak di bibirnya setelah memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celana.


"Kak Elang..... sakit" Keluh Khenin saat tangannya ditarik Elang mengikuti langkah kakinya menuju depan kamar Khenin.

__ADS_1


"Gue nggak mau tahu, loe jauhin anak itu," Bentak Elang kemudian meninggalkan Khenin masuk ke dalam kamarnya dengan pintu yang tertutup keras.


Khenin terdiam sejenak, perlahan ia melangkah masuk ke dalam kamar sendiri menghempaskan tubuhnya di kasur, genangan air di pelupuk matanya sudah mengalir membasahi pipi. Ia tidak tahu ada apa dengan Elang, kenapa dia bersikap seperti itu pada dirinya. Ia memang diam-diam mencintai dan menyayangi Elang dan kini bukan hanya rasa itu yang ia rasakan, tetapi rasa ketakutan yang teramat juga menjalar di dirinya ketika bertemu dengan Elang.


"Ada apa dengan gue.....huh," Teriak Elang pada dirinya sendiri, ia meraup wajahnya kasar duduk di sofa yang berada di kamarnya. "Cemburu....nggak mungkin," Gumam Elang masih berusaha menyangkal perasaannya.


**


Pagi hari, Khenin sudah bersiap untuk berangkat sekolah ketika Henry dan Nisa memulai sarapan pagi mereka tanpa Elang. "Om, Ma...Khenin berangkat dulu," Pamit Khenin seperti biasa mencium punggung tangan Henry dan Nisa.


"Sayang sudah sarapan..?" Tanya Nisa membuat langkah Khenin terhenti sejenak.


"Sudah ma," Jawab Khenin.


"Ya sudah hati-hati di jalan sayang," Ucap Nisa.


"Iya Ma," gadis itu kembali melangkah. Saat sampai di depan rumah langkah kakinya terhenti ketika melihat Elang sudah berada di dalam mobilnya dan menatap dirinya.


"Masuk," Ucap Elang membuat gadis itu seketika beringsut sedikit mundur merasa takut.


"A....aku naik bus saja kak," Ucap Khenin terbata.


Hening......tak ada pembicaraan karena laki-laki tampan itu hanya fokus menyetir sedangkan Khenin menatap lurus ke arah depan melihat pemandangan jalan dengan banyaknya kendaraan. Sekilas Khenin melirik Elang, andai laki-laki ini tidak bersikap buruk pada dirinya, ia pasti akan bahagia jika di dekatnya.


"Loe jangan dekat-dekat lagi dengan anak itu," Ucap Elang saat sampai di depan sekolah Khenin yang terlihat masih sepi karena mereka berangkat lebih awal.


"Kenapa kak?" Tanya Khenin memberanikan diri membuat Elang seketika membuka seat belt kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Khenin berada. "Hei, loe lupa....gue ingin loe jadi cewek gue," Ujar Elang dengan tatapan sinis.


"Hah," Kaget Khenin, meskipun itu bukan yang pertama kali ia mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Elang tapi nyatanya kata-kata itu masih saja bisa membuatnya tersentak kaget.


"Gue nggak butuh persetujuan loe, yang jelas mulai sekarang loe adalah PACAR GUE," Tegas Elang dengan menekankan kata pacar gue.


"Tapi kak,"


Cup....

__ADS_1


Khenin tidak bisa melanjutkan ucapnya karena bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Elang. Khenin tidak sempat menolak ciuman itu, ada getaran yang menjalar di hatinya setiap kali pria yang di cintainya ini mencium bibirnya. Entah ia harus merasa senang atau tidak karena ia tidak tahu yang di lakukan Elang itu tulus dari hatinya atau hanya sekedar untuk melecehkan dirinya. "Anggap ini sebagai tanda jadi kita," Ucap Elang setelah melepas ciumannya dan entah sejak kapan tangan Elang sudah melepas seat belt yang terpasang di tubuh Khenin. "Turun," Suruh Elang kemudian pada Khenin setelah ia kembali pada posisi duduknya dan memasang kembali seat belt di tubuhnya sendiri.


Khenin pun bergegas membuka pintu mobil dan saat ia sudah turun hendak menutup pintu mobil, ia kembali memberanikan diri bersuara dengan segala keberanian yang ia kumpulkan sedari tadi. Pemilik manik mata indah itu menatap Elang. "Apa kak Elang mencintaiku atau hanya ingin memanfaatkanku?" Tanya Khenin membuat laki-laki tampan bermata tajam itu seketika tangannya mengeratkan genggamannya pada setir mobil tanpa menoleh pada Khenin.


Tak ada jawaban dari Elang sampai Khenin menutup pintu mobilnya dan melangkah masuk ke dalam sekolah. Pertanyaan Khenin sama dengan pertanyaan yang ada dipikirannya selama ini, bahkan dirinya saja tak mampu untuk menjawab. "Aaargh....sial," Umpat Elang mengacak rambutnya merasa frustasi dengan perasaannya sendiri.


Khenin masuk kedalam sekolah dan berjalan di koridor sekolah yang menghubungkan atar kelas hingga kakinya terhenti di depan pintu kelasnya saat tatapan mata menangkap sosok Nety berdiri di depan tidak jauh darinya.


Gadis yang sudah mengurung Khenin itu tampak tertunduk terlihat sudut bibirnya terluka dan ada kemerahan seperti bekas tangan di lehernya. "Gu....gue minta maaf," Ucap gadis itu terbata terlihat jelas aura ketakutan dari raut wajahnya.


"Ada apa dengan kamu?" Tanya Khenin menatap Nety, ada rasa iba di hatinya meskipun ia sedikit kesal dengan perlakuan Nety saat itu pada dirinya. Entahlah gadis yang tadinya menabuh genderang perang pada Dino dan Khenin seperti tidak takut apapun kini tiba-tiba berbanding terbalik dengan kenyataannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Dino : Lama banget thor baru up🤨


Author : Author lg sibukšŸ™„


Dino : Sibuk apa thor bukan nya tanggal merah lagi libur?šŸ¤”

__ADS_1


Author : Jangan salah, Author lagi sibuk tau ngikut antri sama emak² noh beli minyak goreng🤣🤣


Dino : Hadeh...šŸ¤¦ā€ā™‚


__ADS_2