
Meskipun hanya pernikahan sederhana namun cukup melelahkan juga bagi Khenin karena selain kerabat ia dan keluarganya juga mengundang anak-anak dari panti asuhan untuk mendoakan di acara sakral nya bersama Elang.
Malam hari setelah acara selesai, Khenin saat ini sudah berada di dalam kamar pengantin yang sudah di hias seindah mungkin oleh keluarganya. Steve sudah tertidur pulas bersama Darrel, sedangkan Nisa dan Henry sudah kembali ke kota XX karena ada urusan bisnis yang tidak bisa di tunda, begitu juga Syarif dan Nany yang sudah tandang kembali ke perancis setelah akad nikah Khenin, karena harus menjaga Siren menyambut kelahiran cucu kedua mereka.
Khenin saat ini berada di depan meja rias, setelah melepas satu persatu riasannya, kini ia tampak berusaha membuka kancing baju kebaya yang sulit untuk ia buka.
Cekleek.....
Pintu kamar terbuka, tampak Elang tersenyum menatap Khenin dengan bersandar di dinding dekat pintu kamar. Khenin tampak kaget, tangan Khenin urung melepas kancing baju kebaya nya karena malu mendapat tatapan dari mata tajam Elang.
Cekleek....
Elang sudah mengunci pintu kamar dan perlahan melangkah mendekati Khenin. "Ada apa sayang?" Tanya Elang lembut.
"Tidak apa-apa kak," Ucap Khenin malu beranjak dari kursi rias beralih duduk di pinggiran ranjang.
"Nggak ganti baju?" Tanya Elang lagi.
"Nggak kak, aku pingin tidur pakai baju ini aja," Jawab Khenin hendak naik ke atas ranjang namun di cegah oleh Elang. Elang kini sudah menekuk kedua lutut di depan Khenin yang ia tahan hingga masih duduk di pinggiran ranjang.
"Masa kamu mau tidur pakai baju itu, nggak gerah?" Ucap Elang nenyeringai.
"Kan ada AC kak," Jawab Khenin polos.
"Tetap saja kamu pasti nggak nyaman pakai baju itu," Tangan Elang terangkat memegang kancing baju kebaya Khenin.
"Kak mau ngapain?" Tanya Khenin refelks menepis perlahan tangan Elang.
"Bantuin kamulah buat buka baju," Jawab Elang tersenyum.
"Aku bisa sendiri kak," Ucap Khenin memegang kancing bajunya.
(Author : Kelamaan.....sat set....sat set gituloh.....
Elang & Khenin : Diaaaam jangan ganggu!!!๐ค๐ค
Authot : Iya....iya...galak amat๐)
"Kalau kamu bisa, pasti sudah kamu buka dari tadi sayang," Elang tak menghiraukan Khenin, tangannya kembali memegang kancing baju kebaya Khenin. Sudah tidak tahu semerah apa wajah Khenin saat ini merasa malu.
Cukup lama Elang membuka kancing baju kebaya Khenin karena memang sulit, dengan telaten akhirnya Elang dapat juga membuka satu persatu kancing baju kebaya Khenin.
__ADS_1
Kancing pertama baju Khenin terbuka....Elang mulai kewalahan mengatur nafas....
Kancing kedua pun terbuka....Elang mulai menelan salirvanya....
Kancing ketiga pun terbuka hasrat Elang mulai menjalar di pikirannya....
(Author : Dan saat kancing ke seratus ke buka, semua para readers udah pada ketiduran cuman nungguin loe pada bukaยฒan kancing...๐
Pletaaak....
Elang : Dasar nyamuk nggak ada etika ganggu aja dari tadi.....sono pergi ๐
Author : Haduh kena jitak deh aku....๐ญ )
Baju kebaya Khenin kini sudah terbuka. "Udah kak aku bisa sendiri," Ucap Khenin terlihat sekali wajahnya memerah dan gugup.
"Nggak apa-apa sekalian aku bantuin buka semuanya ya sayang," Ucap Elang tersenyum dengan mengedipkan sebelah mata.
"Kak Elang mesum," Khenin segera beranjak dari duduknya menuju kamar mandi meninggalkan Elang yang tertawa.
"Aku kan mesum cuman sama kamu istriku," Sahut Elang beralih duduk di pinggiran ranjang menatap Khenin yang sudah masuk dan menutup pintu kamar mandi. "Mau mandi bareng nggak?" Goda Elang lagi yang tak di jawab Khenin.
"Menggemaskan," Ucap Elang menghela nafas. Pria gagah itu membuka kemeja putih yang ia kenakan, kini ia bertelanjang dada hingga memperlihatkan otot-otot pada tubuh dan dadanya yang kekar.
Elang : Gila, loe samaain gue ama kasur thor !!๐
Author : kan mirip juga kayak roti sobek ๐
Elang : Astaga naga, kenapa juga sih takdir gue harus ada di novel author edan ini๐ค)
Elang merebahkan dirinya di kasur sedangkan Khenin yang sudah selesai mandi perlahan membuka pintu, ia tidak berani keluar kamar mandi karena saat masuk ke kamar mandi ia lupa membawa baju ganti, kini hanya ada handuk yang melilit melingkar menutupi tubuhnya sebatas dada sampai lutut.
Khenin perlahan memberanikan diri keluar dari kamar mandi saat ia melihat Elang sepertinya sudah tertidur di kasur. Perlahan Khenin melangkah mendekati lemari pakaian, baru saja tangannya hendak membuka pintu lemari pakaian tiba-tiba saja ia merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, ciuman lembut sudah mendarat di lehernya dari belakang tubuhnya.
Dekapan hangat dari tubuh Elang bisa ia rasakan. "Kak," Kaget Khenin merasakan nafas Elang sudah memburu.
"Tidak usah ganti baju, nanti juga akan di lepas," Bisik Elang segera membungkukkan tubuhnya dan membawa Khenin kedalam gendongannya.
"Kak," Lirih Khenin saat Elang melangkah mendekati tempat tidur.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sayang," Ucap Elang membaringkan perlahan tubuh Khenin di atas tempat tidur. Elang kini sudah berada di atas tubuh Khenin bertumpu pada kedua tangannya.
Satu tangan Elang kini perlahan membelai wajah Khenin, Elang mendekatkan wajahnya mendaratkan lembut ciuman di bibir Khenin, Khenin hanya memejamkan mata, namun bayangan-byangan itu kembali muncul hingga saat ciuman Elang sudah mulai memburu turun ke tengkuk lehernya....
"Kak jangan.....hiks....hiks.....jangan lakukan itu kak, khenin takut.....hiks....hiks...." Tangis Khenin segera bangun mendorong tubuh Elang, rasa trauma saat Elang memperkosanya kembali menjalar di ingatannya, jujur ia masih sangat takut.
"Nin, maaf Nin," Ucap Elang segera meraih memeluk erat tubuh Khenin. Elang benar-benar menyesal.
"Maaf kak, aku nggak bisa, aku takut," Ucap Khenin terisak.
"Kamu nggak salah jangan minta maaf harusnya aku yang minta maaf," Elang mengeratkan pelukannya sembari mengusap lembut rambut Khenin. "Maaf," Lirih Elang lagi, ia sadar semua karena kesalahannya dulu, ia harusnya mengerti Khenin, ia harusnya bersabar menunggu Khenin untuk siap menerima dirinya tanpa rasa takut.
"Sudah ya jangan nangis, aku mencintaimu," Elang menyelimuti tubuh polos Khenin kemudian beranjak dari ranjang menuju lemari mengambilkan piyama tidur untuk Khenin. "Kamu pakai ini, aku akan tidur di sofa," Ucap Elang tersenyum, mengusap lembut pipi Khenin.
"Maaf kak," Lirih Khenin, ia benar-benar merasa bersalah harusnya ia menjalankan kewajiban sebagai seorang istri tapi ia sungguh masih belum siap. Khenin menatap Elang yang saat ini sudah membaringkan tubuhnya di sofa.
Aku harus berusaha bisa melawan rasa traumaku, kasihan kak Elang. Bathin Khenin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tunggu BONCHAP kedua ya...๐
(Elang : Thor katanya mau buat novel baru?
Author : Iya, tapi author mau bikin di google drive dulu sampai tamat biar gk di demo nantinya sama readers karena sering telat up date๐คญ.
__ADS_1
Elang : Sebenarnya kenapa sih thor sering telat up date?
Author : Author sering lembur kerja bahkan hari minggu juga jarang libur๐. Pernah juga author lama gk up date itu karena di rumah sakit nungguin emak author waktu itu lagi sakit...๐ )