
Di kota YY.
Hari ini hotel YY tampak di gelar sebuah acara pesta rutin akhir tahun yang khusus di adakan untuk di hadiri para pemilik-pemilik perusahaan besar di kota YY. Pesta itu begitu meriah, semua bebas bersenang-senang.
Khenin tampak hadir dengan mengenakan gaun pesta yang sangat cantik membuatnya tampak anggun dan mempesona. Gadis itu memang cantik apalagi dengan sedikit saja riasan di wajah membuatnya semakin cantik.
Khenin datang bersama sang sekretaris Bella di sampingnya. Ternyata benar rumor yang beredar bahwa pemilik perusahaan Durand group adalah gadis yang masih belia dan kecantikannya begitu nyata. Bathin semua yang menatap Khenin.
Khenin tampak melangkah, ia hendak mencari tempat duduk hingga tanpa sengaja pandangan matanya menangkap sosok Elang sedang duduk di sebuah sofa yang ada di hotel itu dengan seorang wanita cantik memakai gaun seksi berada di sampingnya. Wanita itu terlihat memeluk lengan Elang bersikap manja pada laki-laki tampan itu.
Khenin mengeryit, hatinya merasa sakit melihat pemandangan itu. Ingin rasanya ia berlari saat itu juga meninggalkan pesta ini tapi ia tahan.
Aku harus kuat dan lagi aku tidak berhak cemburu karena kak Elang bukan siapa-siapaku......Bathin Khenin ingin menangis saat itu juga.
"Nin, ada apa? Apa sedang mencari seaeorang?" Tanya Satya dengan seringai tiba-tiba muncul di hadapan Khenin. Satya biasanya di kantor akan bersikap formal tapi kali ini ia bersikap seperti biasanya pada Khenin, karena dulu memang mereka saling kenal.
"Ah tidak kak, aku cuman mencari tempat duduk yang kosong. Kebetulan semua sudah penuh," Ucap Khenin beralasan tapi memang benar semua tempat tampak sudah penuh.
"Kebetulan di tempat kami ada tempat kosong," Tunjuk Satya pada tempat sofa di mana Elang dan seorang wanita itu berada.
"Maaf kak, aku....,"
"Kenapa? jangan bilang kamu nggak nyaman ada Elang dan kekasih barunya di sana?" Tanya Satya mencoba memprofokasi Khenin agar mengeluarkan amarah nya karena merasa cemburu.
"Ah tentu tidak kak," Ucap Khenin mencoba mengelak, biar bagaimana pun ia harus bisa bersikap biasa.
"Lalu, tunggu apa lagi?" Ucap Satya mempersilahkan Khenin untuk melangkah menuju tempat duduk di mana Elang berada.
"Ah baiklah, ayo mbk Bella," Ajak Khenin pada Bella yang sedari tadi fokus pada ponselnya.
"Baik Nona," Ucap Bella mengikuti Khenin melangkah bersama Satya.
Elang menyeringai dengan kedatangan Khenin menuju tempatnya berada. Sedari tadi pria pemilik mata tajam itu tak melepas pandangan sedikitpun dari Khenin yang tampak paling cantik dan anggun di pesta itu.
__ADS_1
"Selamat siang tuan Elang, maaf saya dan sekretaris saya ikut bergabung di sini," Ucap Khenin berbasa basi seolah dirinya sama sekali tidak terusik dengan yang di lakukan pria tampan itu.
"Tentu silahkan," Ucap Elang, pria itu terlihat tersenyum kemudian menoleh pada wanita yang berada di sampingnya. Tangan Elang terangkat membelai pipi wanita itu, wanita itu pun tak melewatkan kesempatan dengan agresif ingin mencium bibir Elang namun pria pemilik mata tajam itu seketika memalingkan wajah hingga pipinya yang tersentuh oleh bibir wanita itu.
"Sial...," Umpat Elang dalam hati,
Biar bagaimana pun dirinya tidak boleh kaku dalam adegan ini yang di rencanakan oleh Satya. Jika saja ini bukan demi untuk memancing amarah Khenin agar memperlihatkan kecemburuannya pasti wanita di sampingnya itu sudah di tendang oleh Elang yang sedari tadi merasa risih.
Khenin segera memalingkan pandangan nya dari pemandangan itu.
Aku harus kuat dan bertahan.....hanya itu yang bisa Khenin katakan dalam hati.
Sedangkan Elang,
Ayo cemburu Nin......cemburulah, tunjukkan bahwa kamu memiliki perasaan padaku.....Bathin Elang.
"Maaf ya Nin, kamu pasti nggak nyaman dengan tingkah mereka," Ucap Satya sembari menunjuk arah Elang berada dengan kedua matanya. "Maklumin aja, mereka pasangan baru, baru jadian," Imbuh Satya.
"Ah nggak apa-apa kak," Ucap Khenin memaksakan bibir untuk tersenyum manis.
"Oh ya nona Khenin, kenalin ini Debi kekasih saya," Ucap Elang pada Khenin. Sedangkan wanita di sampingnya seketika menatap Elang, sejak kapan namanya Devi berganti menjadi Debi.
"Ah iya salam kenal, aku Khenin" Ucap Khenin tersenyum mengulurkan tangan. Ingin rasanya Khenin memaki wanita itu dan Elang, keduanya kenapa tidak tahu malu, terutama Elang yang jelas-jelas sudah memiliki Nency, bisa-bisa sekarang mengakui wanita lain sebagai kekasih.
Wanita itu pun dengan angkuh menjabat tangan Khenin. "Salam kenal juga," Ucap wanita itu terlihat tidak senang melihat wajah cantik Khenin.
"Selamat ya, semoga kalian bahagia selalu," Ucap Khenin membuat Elang menahan amarahnya.
Sial dia sama sekali tidak cemburu. Umpat Elang alam hati.
Khenin kemudian mengedarkan pandangan, di lihatnya berbagai suguhan untuk pesta itu, ada makanan, minuman terutama minuman berakohol yang paling banyak di gemari para tamu.
Arah pandang Khenin terhenti di sebuah meja yang tersaji indah berbagai macam jenis kue. Kebetulan sekali, dirinya sedari tadi yang sudah merasa lapar pun merasa tergoda dengan aneka kue itu. "Maaf, saya permisi sebentar," Ucap Khenin pada semua.
__ADS_1
Elang menatap gadis cantik itu melangkah mendekati meja beraneka kue, terlihat senyum sumringah Khenin, manik mata indahnya menelusuri aneka kue itu untuk menjatuhkan pilihan.
"Manis sekali..." Lirih Elang yang terdengar oleh Depi wanita di samping Elang.
(Devi : Devi thor....nama aku DE-VI bukan Depi bukan Debi..🙄
Author : Iya, iya.....lidah author kepleset..😁. (🤫Kasihan juga main cuman 1 episode, nama nya nggak jelas pula🤭)
"Tentu saja manis tuan," Ucap Devi membuat Elang menoleh pada wanita itu. "Apa mau coba," Devi mengedipkan satu mata dan menggoda.
"Kenali batasanmu jika ingin tetap hidup," Ucap Elang menatap tajam wanita itu, ia sedari tadi sudah tidak tahan dengan tingkah wanita itu padahal wanita itu begitu senang melihat ketampanan Elang, bahkan ia pun rela tidak di bayar asal bisa menjamah laki-laki tampan itu.
Depi eh salah Debi eh salah lagi....🤔 siapa tadi ya namanya. Oh iya Devi, ah akhirnya ingat juga author😅.
Devi pun terlihat takut melihat tatapan dan ancaman Elang hingga ia sedikit merenggangkan pelukan tangannya. Satya terkekeh melihat itu, ia berharap semua berjalan sesuai rencananya namun sepertinya tidak karena Khenin terlihat menahan amarahnya. Sedangkan Bella sekretaris Khenin masih tampak sibuk dengan ponselnya bertukar pesan dengan seaeorang yang ingin memberikan kejutan pada Khenin saat ini juga.
Khenin begitu menikmati kue-kue yang ia pilih yang kini berada di tangannya, Elang tersenyum menatap gemas gadis yang di cintainya itu hingga tatapan matanya melihat seorang pria tampan nan gagah dan seorang anak laki-laki balita memakai masker mendekati Khenin berada,
"Mommy.....Mommy....." Ucap Anak balita itu berlari memeluk Khenin.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung............