Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 23


__ADS_3

Pesta ulang tahun Nency pun tiba. Sore hari Khenin sudah tampak bersiap dengan gaun yang di belikan Nisa kemarin, sedikit make up natural juga menghiasi wajah cantiknya. Gadis itu kini berdiri di depan rumah keluarga pradana yang tampak sepi, hanya ada beberapa petugas keamanan yang berjaga di pos depan sedangkan bi Sumi siang tadi mendadak pamit pulang kampung bersama pak Kardi karena ada kerabatnya yang meninggal.


"Cantik banget kamu Nin," Ucap Lina baru datang bersama dengan taksi online nya.


"Kamu juga sangat cantik Lin," puji balik Khenin pada Lina sahabatnya.


Lina kemudian menatap sekitar. "Udah, pamit sama orang tua kamu ?" Tanya Lina menatap Rumah megah pradana yang saat ini tampak sepi, Henry dan Nisa masih berada di perusahaan mungkin mereka lembur atau ada meeting sedangkan Elang juga nampak belum pulang.


"Tadi aku udah pamit sama mama di telp," Jawab Khenin.


"Oh gitu, ya udah kita berangkat sekarang," Ajak Lina dan kedua gadis itu pun masuk ke dalam taksi online yang segera melaju ke acara pesta Nency.


Di sisi lain tampak Elang berjalan di loby perusahaan Henry papa nya. Saat ini Elang ingin menemui Henry untuk bisnis yang sedang ia jalani. Elang meskipun masih kuliah tapi pria bermata tajam itu sudah memilki penghasilan sendiri yang cukup besar tiap bulannya dari berbagai bisnis yang ia jalani.


Tampak semua karyawan di perusahaan Henry menunduk sopan saat kedatangan tuan muda itu. Langkah Elang terhenti ketika tangannya memegang handle pintu dan baru saja membukanya sedikit tapi matanya sudah menangkap sosok Henry sedang memeluk pundak seorang wanita yang ia kenal sebagai mamanya Khenin. Seketika wajah Elang berubah, ia mengepalkan tangan, rahangnya mengeras apalagi sekilas ia mendengar percakapan kedua nya. "Mas aku ingin menikah, aku tidak mau berpisah karena aku benar-benar cinta," Ucap Siren menangis.


"Iya kamu sabar dulu," Jawab Henry.


Mendengar itu langkah kaki Elang berbalik, dengan memendam emosi yang siap meledak kapan pun, Elang mengurungkan niatnya untuk bertemu Henry. "Wanita sialan, aku tidak akan membiarkan kau menikah diam-diam dengan papaku," Umpat Elang yang sudah berjalan keluar meninggalkan perusahaan Henry.


"Mas aku ingin menikah, aku tidak mau berpisah karena aku benar-benar cinta," Ucap Siren menangis, membuat Henry yang sudah seperti kakak baginya mengangkat tangan dan memeluk pundak wanita itu.


"Iya kamu sabar dulu," Jawab Henry. "Aku dan Nisa akan membantu semampu kami," Imbuh Henry berusaha menghibur Siren.


"Kenapa sih Papa tidak bisa mengerti kalau aku sama mas Denis saling mencintai, sampai kapan Papa ingin memaksakan kehendaknya seperti pada kak Diana dulu," Emosi Siren meluap mengingat saat Mama dan Papa Khenin dulu meminta restu ingin menikah tapi Papa nya tidak memberi restu malah mengancam mengusir Diana mencabut semua fasilitasnya hanya karena Doni papa Khenin berasal dari keluarga sederhana.


"Kamu yang sabar ya Ren," Ucap Nisa yang baru keluar dari kamar mandi. Nisa berjalan mendekati Hernry dan Siren berada.


"Aku sudah tidak bisa sabar lagi mbak," Siren semakin menangis dan beralih ke pelukan Nisa. "Kemarin saat aku ke perancis, aku sudah mengatakan semuanya pada Papa kalau kak Diana anak mereka sudah tiada bersama mas Doni suaminya. Dan aku juga mengatakan kalau Papa memiliki seorang cucu perempuan yang saat ini ada di rumah kalian,"


Deeg....


Seketika rasa takut menjalar di hati Nisa, bukan rasa takut mereka mengetahui kalau penyebab kematian Diana dan Doni adalah Elang anaknya tapi rasa takut jika sewaktu-waktu mereka akan mengambil Khenin dari sisi mereka, karena saat ini Nisa benar-benar menyayangi Khenin seperti anak kandungnya.


"Aku juga menunjukkan foto Khenin pada Papa dan Papa hanya terdiam," Siren masih menangis.


"Ya sudah, nanti kita bicarakan lagi masalah ini. Sekarang kamu istirahat dulu sama Nisa, kamu pasti capek habis dari bandara langsung kesini," Ucap Henry.


"Kamu nginap di hotel atau mau ke rumah kami? Khenin pasti senang kalau tahu kamu sudah kembali," Tawar Nisa tak tega melihat kondisi Siren yang berantakan.


Seperti hal nya dengan Henry dan Doni, Nisa dan Diana adalah sahabat baik hingga ia sudah mengenali Siren sedari Siren kecil yang sudah seperti adik juga bagi nya.

__ADS_1


"Aku ke hotel mbak tapi sebelumnya aku mampir ke apartement mas Denis dulu ada yang ingin aku bicarakan dengannya. Besok aja aku menemui Khenin biar bisa lama bersama anakku itu," Ucap Siren yang sudah menarik tas koper miliknya.


"Kamu beneran nggak mau mbak antar," Tawar Nisa lagi.


"Nggak mbak terima kasih. Aku sudah pesan taksi online. Ya sudah aku pamit dulu mbak Nisa, mas Henry,"


"Ya sudah, hati-hati,"


**


Sepakat......


Ucap Dino dan Nency bersalaman. Entah rencana apa yang sudah di sepakati oleh kedua saudara kakak adik itu.


(John : Emang mereka ngerencanain apa sih thor🤔


Author : Ssst🤫.....bisa diem nggak, author nggak tahu maka nya jangan berisik biar nggak ketahuan kalau author lagi ngintip.


John : Dasar author edaan🙄


Author : Lah ngomong² loe ngapain disini buka nya jagain di novel sebelah. (MENCARI GADIS PENYELAMATKU...!!)


Author : Udah sono, emang author biro jodoh apa nyariin pasangan buat loe pada, orang author sendiri aja masih jomblo ginie😤)


Khenin sudah sampai di tempat pesta ulang tahun Nency dengan sebuah kado di tangan, terlihat Dino sudah menunggu kedatangannya di sana dengan seringai di bibir mengingat rencana nya.


"Hai Nin, kamu malam ini sangat cantik," Sapa Dino sudah berada di dekat Khenin. Dino menatap lekat gadis itu yang memang seperti ucapannya terlihat sangat cantik malam ini.


"Khenin doang nih yang di sapa, aku juga ada di sini loh," Sewot Lina pada sepupu nya itu membuat arah pandang Dino beralih padanya.


"Iya....iya loe juga cantik, sensi amat," Ucap Dino tertawa. "Ya udah, kita masuk yuk," Ajak Dino pada Khenin dan Lina.


Ketiganya pun melangkah masuk ke dalam rumah keluarga Dino karena pesta ulang tahun Nency di adakan di taman belakang rumah. Khenin sedikit memperlambat langkahnya ketika melihat suasana taman yang tampak tidak nyaman baginya. Ada banyak teman kuliah Nency yang berada di sana, sebagian berjoget di iringi musik yang di kendalikan seorang DJ, asap rokok mengepul, bau minuman alkohol pun terasa menyengat di hidung, pesta itu ternyata jauh dari ekspektasinya.


"Kenapa Nin?" Tanya Dino saat Khenin menghentikan langkahnya.


"Aku nggak biasa Din ke acara seperti ini," Ucap Khenin, Lina yang berada di sampingnya pun mengangguk, ia juga sama seperti Khenin merasa tidak nyaman dengan pemandangan yang terlihat di taman itu karena selama menjadi sepupu Dino dan Nency baru kali ini dirinya di undang ke acara pesta ulang tahun Nency.


"Kalian jangan takut, kan ada aku," Ucap Dino pada kedua gadis itu. "Ayo," Ajak Dino membuat kedua gadis itu terpaksa mengikuti.


"Halo broo...." Sapa seorang laki-laki pada Dino. Cowok itu melangkah mendekati ketiganya. "Cewek baru nih?" Tanya laki-laki itu.

__ADS_1


"Teman gue," Jawab Dino sedikit terusik dengan kehadiran laki-laki itu yang terlihat tertarik dengan gadis incarannya, Khenin.


"Bening Din," Ucap Laki-laki itu menatap Khenin. Sedangkan yang ditatap merasa takut dan mengeratkan pegangan tangannya pada Lina yang berada di sampingnya.


"Udah sana, temen gue takut lihat loe," Usir Dino pada laki-laki yang ia kenal sebagai teman kakaknya Nency atau lebih tepatnya mantan teman kencan Nency.


"Iya....iya.....takut amat gue samber," Gerutu laki-laki itu menjauh setelah mengedipkan sebelah matanya pada Khenin.


Setelah laki-laki itu menjauh, Dino mengambil ponsel yang bergetar dari sakunya. Ia menatap sejenak layar ponsel kemudian tersenyum. "Oh ya, gimana kalau aku antar kalian ketemu kak Nency mungkin kakak lagi bersiap-siap di kamar," Ujar Dino memasukkan ponselnya ke saku celananya.


"Iya boleh Din, sekalian aku mau kasih kado ini," Jawab Khenin.


"Iya aku juga," Sahut Lina.


"Ya udah ayo,"


**


Braak.....


Langkah Khenin, Lina dan Dino terhenti ketika mendengar pintu dari sebuah kamar terbuka. Khenin membungkam mulutnya ketika dari jauh ia melihat Elang keluar dari kamar itu melangkah cepat sembari membetulkan kancing baju nya, sedang di belakang Elang terlihat Nency juga baru keluar sembari membetulkan resleting gaun nya yang terbuka.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


Mohon maaf para readers tercinta jika dalam penulisan banyak typo dan salah kata, author akan berusaha berikan yang terbaik. Jangan lupa berikan like dan koment yang baik ya😁 syukur-syukur di kasih vote juga🤭. Terima kasih sudah mengikuti ceritanya🙏. Semoga terhibur. love you All😍

__ADS_1


__ADS_2