Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 42


__ADS_3

Sebuah pertemuan yang akan di adakan di ruang meeting oleh perusahaan Eagle group, untuk menyambut kunjungan pertama pemilik perusahaan Durrand group sudah sangat di nantikan oleh Elang. Ia begitu merindukan gadis yang di cintai itu karena sudah beberapa hari ini ia tidak melihat Khenin.


Elang sudah duduk bersama Satya di ruang meeting. Mata tajamnya terus menatap arah pintu masuk menantikan kehadiran gadis pujaan hati nya.


Setelah beberapa lama pintu ruang meeting pun terbuka,


"Selamat siang," Sebuah suara tapi bukan dari suara seorang wanita melainkan suara dari seorang laki-laki gagah berwajah tampan memasuki ruang meeting bersama sang sekretaris Bella.


"Siang tuan," Sambut Satya menjabat tangan Darrel Durand yang mendekati meja meeting, Darrel mengangguk kemudian kini giliran Elang, kedua tangan laki-laki itu bertemu.


"Tuan Elang Pradana, kenalkan saya Darrel Durand," Ucap Darrel menatap intens pria bermata tajam itu.


Keduanya saling menatap, hingga seperti ada kilatan petir siap menyambar dari kedua nya. Jika saja tidak ada kedua sang sekretaris mungkin saat ini juga kedua pria gagah itu sudah beradu otot.


(Darrel : Bukan beradu otot thor, emang kita mau panco πŸ˜….


Author : πŸ€” Iya juga ya........


Darrel. : Udah thor jangan kebanyakan mikir, sini beradu cinta sama aku yuk....😁


Author : Idiih ogah ya, gue tuh orang ndeso nggak level sama situ yang orang kota.....😏


Darrel : πŸ˜‡ πŸ€¦β€β™‚)


Cukup lama tangan kekar itu saling berjabat tangan.


Jadi, pria kurang ajar ini adalah ayah Steve, laki-laki yang sudah merusak masa depan keponakan ku. Bathin Darrel.


Jadi, dia laki-laki yang di cintai Khenin sekaligus ayah dari anaknya. Aku tidak akan menyerah. Bathin Elang.


Jadi, mereka lebih memilih Khenin dari pada Author , sialan !!. Bathin Author.


Diaam thor......!!!😀 nggak usah ikut². Bathin Darrel dan Elang.


🀣🀣🀣Bisa dengar juga kalian suara hati author. Bathin author.


"Tuan, silahkan," Suara Satya membuat keduanya saling melepaskan tangan masing-masing.

__ADS_1


Keduanya pun duduk saling berhadapan, tatapan mata itu masih saling beradu. Keduanya hanya mendengarkan kedua sang sekretaris berbicara tentang kerja sama dari kedua perusahaan sampai meeting itu selesai.


"Tuan Satya dan Bella, bisa tolong tinggalkan kami berdua untuk berbicara," Ucap Darrel pada kedua sekretaris mereka.


"Baik tuan, saya permisi," Ucap Bella menunduk kemudian beranjak dari ruang meeting itu sedangkan Satya terlihat menatap sang sahabat, ia takut terjadi sesuatu pada keduanya sepeninggalnya.


"Pergilah," Ucap Elang, ia tahu kecemasan Satya pada dirinya.


"Baik," Satya pun beranjak dari ruang meeting itu.


Kini di ruang meeting tersisa Darrel dan Elang keduanya berdiri gagah saling berhadapan.


Bugh.......


Satu pukulan dilayangkan Darrel di wajah Elang, pria itu masih berdiri tegap di hadapan Darrel. Tangan Elang terangkat mengusap darah segar yang sudah muncul dari sudut bibirnya.


"Pukulan itu sama sekali tidak ada apa-apanya di banding dengan perbuatan bejatmu pada Kheninku," Sinis Darrel pada Elang.


"Ya aku memang bersalah tapi dia bukan Kheninmu, dia adalah Kheninku dan kembalikan dia padaku," Ucap Elang tak kalah sinis.


Bugh.......


"Kau pikir Kheninku adalah barang yang seenaknya minta untuk kau kembalikan setelah susah payah kami mengembalikan semangat hidupnya," Bentak Darrel pada Elang.


DEGH.......


Hati Elang terasa sakit mendengar kalimat Darrel, "Susah payah kami mengembalikan semangat hidupnya," Gadis itu pasti hancur saat itu.....


Sebenarnya saat tahu kebenaran tentang Elang adalah ayah dari Steve, saat itu juga Darrel ingin Elang mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Khenin, Darrel ingin Elang menikahi Khenin yang terlihat begitu mencintai pria bermata tajam itu namun ia begitu kaget saat Khenin bilang Elang sudah menikah dan kini istrinya tengah hamil besar.


"Orang sepertimu ttidak pantas untuk Kheninku," Ucap Darrel. Ia masih belum puas menghajar Elang namun ia teringat kata-kata Khenin untuk tidak menyakiti Elang.


Darrel pun melangkah hendak keluar dari ruang meeting, saat ia memegang handle pintu, "Jangan pernah mengganggu Kheninku lagi, kerja sama perusahaan kita cukup sampai disini," Ucap Darrel berlalu setelah membuka pintu.


"Persetan dengan kerja sama perusahaan yang aku inginkan adalah Khenin hanya Khenin seorang" Ucap Elang.


**

__ADS_1


"Kalian hati-hati di sini, kakak harus kembali. Perusahaan di perancis membutuhkan kakak," Ucap Darrel satu tangan mengusap lembut kepala Khenin dan satu tangan menggendong Steve.


"Didi.....Didi mau pergi?" Tanya Steve tangan mungilnya memegang pipi Darrel. Darrel tersenyum menatap malaikat kecil itu.


"Iya sayang, Steve di sini jaga Mommy ," Ucap Darrel mencium pipi Steve.


"Didi tenang saja, aku kan laki-laki nanti pasti aku jagain Mommy," Celoteh Steve dengan gaya lucu dan menggemaskan.


"Anak pintar," Ucap Darrel kemudian beralih menatap Khenin. "Aku sudah memutuskan kerja sama dengan perusahaan Eagle group agar laki-laki itu tidak mengganggumu lagi," Ucap Darrel membuat Khenin kaget.


"Kak, aku bisa kok bersikap profesional dalam kerja, kakak tidak perlu sampai memutuskan kerja sama itu," Ucap Khenin, ia ingin bisa bersikap profesional tidak mencampur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan.


"Kamu bisa bersikap profesional tapi bagaimana dengan laki-laki itu?" Tanya Darrel membuat Khenin tidak bisa menjawab. "Tidak kan?" Khenin hanya terdiam memang benar yang di katakan paman kecilnya itu.


"Maaf kak, kakak memang benar,"


"Ya sudah kamu jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa segera hubungi kakak dan saat kamu berkerja nanti bi Ijah dan mang Ujang yang akan jagain Steve," Ucap Darrel. "Masalah sekolah Steve untuk sementara kakak sudah sewa guru private agar Steve bisa belajar di rumah sampai kita bisa menemukan sekolah yang baik untuknya," Imbuh Darrel.


"Baik kak," Darrel mencium kening Khenin setelah gadis itu mencium punggung tangannya.


Lambaian tangan Steve yang kini sudah beralih di gendongan Khenin membuat Darrel tak tega melihat keduanya dari dalam mobil yang akan melaju, tapi ia harus kembali ke perancis karena selain urusan perusahaan ia juga harus terus mengawasi pergerakan Betrand agar tidak menemukan keberadaan Khenin.


Kepergian Darrel tak luput dari pengawasan sepasang mata tajam yang berada seberang jalan.


Ini kesempatanku untuk mendekati Khenin dan mengambil hatinya. Bathin Elang yang setelah menyelidiki tentang Darrel, ternyata ia baru tahu pengusaha itu belum menikah yang artinya Khenin bukanlah istri Darrel.


Elang memang sedikit kecewa karena Khenin mempunyai anak dari Darrel di luar pernikahan tapi ia mencintai Khenin yang artinya ia akan menerima Steve, menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2