
"Ada apa dengan kamu?" Tanya Khenin menatap Nety, ada rasa iba di hatinya meskipun ia masih sedikit kesal dengan perlakuan Nety saat itu pada dirinya. Entahlah gadis yang tadinya menabuh genderang perang pada Dino dan Khenin seperti tidak takut apapaun kini tiba-tiba berbanding terbalik dengan kenyataannya.
"Lo....loe mau maafin gue kan," Ucap Nety tangannya bergetar sembari mencengkram rok seragam sekolah, matanya juga menatap sekitar merasa takut ada yang tahu. Terlihat jelas permintaan itu terpaksa dan seperti di paksa bukan tulus dari hati karena nampak jelas rasa takut menjalar dalam diri Nety.
"Iya aku maafin...tapi kamu kenapa?" Jawab Khenin bingung. Memaafkan, tentu Khenin mudah memaafkan karena Khenin gadis yang berhati baik tapi ada apa sebenarnya dengan Nety.
"Tidak apa-apa. Pokoknya gue udah minta maaf sama loe dan loe udah maafin gue," Ucap Nety segera melangkah meninggalkan Khenin yang benar-benar bingung di buatnya.
Khenin pun tidak ambil pusing dan melanjutkan langkah kaki masuk ke dalam kelas. "Lin, kamu apa kabar? udah baikan katanya kemarin sakit," Sapa Khenin ketika melihat Lina sudah duduk di bangku mereka. Suasana kelas masih sepi hanya ada beberapa anak yang baru terlihat datang.
"Udah Nin, kamu juga gimana? Aku khawatir kemarin mau kerumah kamu tapi keadaanku masih kurang enak," Ucap Lina menggeser bangkunya mendekati Khenin yang baru mendudukkan tubuhnya dibangku sebelahnya. "Aku dengar dari Dino, Nety nyakitin kamu," Lirih Lina setengah berbisik agar tidak ada yang mendengar.
"Aku nggak apa-apa kok Lin," Ucap Khenin. "Dan Nety juga barusan udah minta maaf," Imbuh Khenin membuat Lina kaget.
"Apa.....Nety minta maaf sama kamu..!!" Suara Lina meninggi tidak percaya.
"Ssst" Khenin menempelkan jari telunjuk di bibirnya memberikan isyarat pada Lina agar mengecilkan suaranya.
"Ups," Lina refleks menutup mulutnya sendiri kemudian menatap sekitar yang masih aman karena di kelas masih tampak sepi, beberapa anak yang datangpun hanya sebentar dikelas menaruh tas mereka di bangku kemudian berlalu keluar kelas mungkin pergi kekantin. "Kok bisa," Tanya Lina heran. "Aku udah kenal Nety Nin, dia nggak mungkin berhenti nyakitin kamu sampai kamu keluar dari sekolah ini dan tidak berdekatan dengan Dino lagi," Ujar Lina yang begitu mengenali Nety mantan sepepunya Dino.
Khenin mengangkat bahu. "Aku juga nggak tahu Lin, yang jelas Nety seperti ketakutan saat minta maaf sama aku," Ucap Khenin. "Ya udah, ada PR Nggak? kalau ada kita kerjain sebelum guru datang," Tanya Khenin mencoba mengalihkan pembicaraan agar Lina tidak terlalu memikirkan sikap Nety yang juga membuatnya bingung.
"Ya ada sih," Sahut Lina. Keduanya pun mengeluarkan buku dari tas masing-masing dan mulai mengerjakan tugas-tugas dari guru.
(Author : Kayak author dulu waktu sekolah kalau ada PR di kerjain di kelas sambil cari contekan🤭)
**
Nety tampak berjalan menelusuri koridor sekolah menuju pintu gerbang keluar. Langkahnya terhenti ketika sudah keluar dari sekolah dan mendekati sebuah pintu mobil yang sedari tadi masih terparkir di depan sekolahannya. Kaca pintu mobil itu sedikit terbuka. "Aku sudah lakukan yang kamu mau dan jangan ganggu aku dan keluargaku lagi," Ucap Nety pada pria tampan bermata tajam itu, terlihat jelas Nety begitu takut, tangannya bergetar keringat mengalir di dahinya.
__ADS_1
"Ok, mulai besok gue nggak mau lihat loe ada di sekolah ini lagi dan...." Laki-laki itu menjeda ucapannya melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya kemudian Menoleh dengan tatapan tajam seolah siap menghunus siapapun yang di tatapnya. "Loe jangan pernah sedikitpun menyakiti Khenin atau loe dan keluarga loe berakhir," Ancam laki-laki itu yang tak lain adalah Elang.
Elang kembali memakai kacamata hitamnya dan melajukan kembali mobilnya setelah menaikan kaca pintu mobilnya membiarkan Nety masih berdiri di pinggir jalan terdiam dengan pikirannya kembali memutar kejadian kemarin di mana saat dirinya sedang sarapan bersama orang tuanya tiba-tiba bel pintu rumahnnya terus menerus berbunyi. Nety seketika merasa kaget ketika ART nya yang membuka pintu berteriak. "Mas cari siapa, jangan main masuk"
Nety semakin kaget ketika seorang laki-laki yang ia kenali yang biasanya mengantarkan Khenin ke sekolah semakin mendekati dirinya. "Siapa kamu?" Tanya Nety yang kemudian tidak dapat berkata lagi karena Elang sudah mencengkeram lehernya. Wajah Nety sudah terlihat pucat karena nafasnya tercekal, membuat kedua orang tua Nety berteriak. "Maaf tuan muda, apa salah anak saya" Ucap papa Nety berusaha sopan memegangi tangan Elang agar melepaskan cengkraman pada leher anaknya. Laki-laki paruh baya itu tahu dan kenal benar siapa pria muda di hadapannya ini, sedangkan mama Nety terlihat histeris menarik tangan Elang tapi sama sekali tak membuat Elang bergeming.
Melihat Nety yang sudah semakin pucat seketika Elang tersadar dan melepaskan cengkraman tangannya dari leher Nety membuat gadis itu terjatuh dan terduduk dilantai berusaha menghirup nafas yang sempat terhenti. Mama Nety yang masih bingung dan menangis hanya bisa segera menolong anaknya yang terjatuh. "Sekali lagi loe nyakitin Khenin, gue pastikan loe dan keluarga loe abis,".
Elang kemudian menoleh pada papa Nety, pria paruh baya itu merasa bingung kesalahan apa yang telah di perbuat anaknya hingga mengusik anak dari seorang Henry Pradana yang merupakan penanam saham terbesar di perusahaannya yang kecil. "Maafkan anak saya tuan muda, saya tidak tahu kelancangannya telah mengusik anda," Ucap papa Nety.
"Anda urus anak anda atau rekaman CCTV yang berisi perbuatan anak anda akan menyebar hingga ke papaku dan saya yakin anda pasti tahu kan, resiko yang akan anda alami jika sampai papaku tahu perbuatan anak anda," Ancam Elang pergi begitu saja meninggalkan keluarga itu yang di selimuti rasa takut dan kaget.
PLAAK.....
Sebuah tamparan di layangkan di pipi Nety hingga sudut bibirnya berdarah.
"Pah....." Teriak mama Nety memegang menahan tangan suaminya agar tidak lagi memukul anak gadisnya. Papa Nety tak menghiraukan teriakan istrinya, ia benar-benar emosi setelah mendengar pengakuan Nety atas perbuatanya pada Khenin yang ia ketahui adalah anak angkat dari seorang Henry Pradana. Papa Nety datang saat acara syukuran perusahaan Henry hingga ia tahu siapa Khenin yang di perkenalkan Henry sebagai anaknya pada semua orang yang berada di acara itu.
"Papa tidak mau tahu, kamu minta maaf pada gadis itu jangan sampai tuan Henry mengetahui kejadian ini," Ancam Papa Nety pada anak gadisnya itu.
Tin......
Tin......
Suara klakson kendaraan yang berlalu lalang di jalan itu seketika menyadarkan Nety dari lamunannya. "Selamat tinggal," Lirih Nety menatap sekolahnya sebab ini adalah hari terakhir ia menginjakkan kaki di sekolah itu karena orang tuanya sudah mengurus kepindahannya di sekolah lain.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung........
Author : 😁😁😁😁😁
Khenin : Kenapa thor ketawa-ketawa sendiri🤔
Author : Lucu...😂
Dino : Apanya yg lucu?
Author : Lucu aja, bikin cerita- cerita sendiri.....di baca- baca sendiri....di like- like sendiri....kasih hadiah sendiri....kasih vote sendiri....🤭🤭
Dino : Iya bener, ngomong² sendiri....di jawab² sendiri.....udah gila emang author😂😂
__ADS_1
Author : Iya😌.......🤔Eh apa loe kata.."gue gila"....Sini loe.....gue pites😤😤