
Hari ini hari pertama Khenin menginjakkan kaki di perusahaan Durand group yang merupakan anak cabang dari perusahaan Syarif yang berada di perancis. Gugup tentu saja gadis itu merasa gugup karena ia sama sekali belum mempunyai pengalaman bekerja apalagi menjadi pimpinan perusahaan. Kegugupan gadis itu begitu terlihat jelas di manik mata Darrel.
"Kamu tenang saja honey, aku yakin kamu pasti bisa. Bersemangatlah," Ucap Darrel pada Khenin yang saat ini keduanya sudah berjalan di loby perusahaan. Semua karyawan tampak menunduk hormat pada Darrel. Paman kecil Khenin itu tampak berwibawa dan berkarisma, semua yang menatap pasti terpana terutama kaum wanita tapi sayang paman kecil Khenin itu masih juga belum mempunyai pasangan.
"Terima kasih kak," Khenin tersenyum, gadis itu mulai bersemangat. Khenin mengikuti langkah Darrel memasuki ruang kantor yang akan menjadi tempat gadis itu bekerja nantinya.
"Pagi tuan, Nona," Sapa Bella setelah mengetuk pintu dan masuk keruang itu di mana Darrel dan Khenin berada. Bella adalah sekretaris yang biasa bekerja dengan almarhum pak Indra. Khenin menatap Bella, sekretaris itu tampak berpenampilan seksi dengan riasan wajah seperti orang yang ingin pergi ke pesta.
"Pagi," Sahut Darrel di ikuti Khenin.
"Ini tuan laporan yang anda minta," Bella memberikan setumpuk berkas ke tangan Darrel yang duduk di sofa sebelah Khenin.
"Kamu tolong umumkan pada semua staf , setengah jam lagi di adakan meeting." Ucap Darrel tegas sembari membolak balikkan berkas-berkas laporan perusahaan tanpa menatap Bella. Sekretaris itu tampak kecewa, hari ini dirinya sengaja berdandan lebih dari biasanya agar sedikit saja mendapat lirikan dari Darrel sang pemilik perusahaan itu.
"Baik tuan," Bella dengan wajah kecewa melangkah keluar ruangan setelah menuduk sopan pada keduanya.
"Pfft..," Khenin menutup bibirnya seketika, untuk menahan tawa.
Darrel yang tadinya serius menatap berkas di tangannya pun menoleh menatap keponakannya itu. "Kenapa tertawa honey, apa ada yang lucu?" Darrel mengeryit.
"Aku baru sadar, tenyata aku punya paman yang sangat tampan. Mbak Bella aja sampe nggak berkedip lihat kakak," Ucap Khenin masih menahan tawa.
"Akhirnya kamu sadar juga ya," Darrel ikut terkekeh, ia senang melihat senyum wajah Khenin. "Ya sudah, kita mulai mana saja yang harus kamu kerjakan," Cukup mudah bagi Darrel mengajari Khenin tentang apa saja yang harus dilakukan sebagai pemimpin perusahaan karena gadis itu memang cerdas.
**
Di perusahaan Eagle Group, terlihat Elang sedang termenung di dalam ruangannya. Laki-laki tampan bermata tajam itu masih memikirkan Khenin, hingga tumpukan berkas yang ada di hadapannya pun tak ia sentuh.
Apa yang harus aku lakukan untuk bisa nenemukan mu dan meminta maaf pada mu nin. Aku mencintaimu, dimana kamu sekarang?Apa kemarin itu kamu?" pikiran-pikiran Elang pun terus terisi oleh bayangan/bayangan Khenin.
" Lang, ini daftar nama perusahaan yang akan kita pilih untuk melakukan pengajuan kerja sama," Ucap Satya yang saat ini berada di hadapan Elang.
"Lang," Satya menatap sahabatnya itu yang masih terdiam tanpa respon.
__ADS_1
"Woi, pak boooossss....!!" Suara Satya keras bersamaan tangannya melambai di depan mata tajam Elang agar pimpinan perusahaan itu menyadari keberadaannya.
"Apaan sih loe," Kaget Elang menatap Satya.
"Pagi-pagi udah ngelamun, nanti rezky bisa di patok ayam pak boss " Satya terkekeh kecil dengan ucapannya, sejak kapan dirinya percaya pada ungkapan-ungkapan seperti itu.
"Sebelum di patok, udah gue goreng duluan tuh ayam," Sahut Elang kesal pada sahabat sekaligus asisten setia nya itu.
"Lagian loe pagi-pagi udah ngelamun, jangan bilang loe lagi ngelamuni ayam betina," Goda Satya lagi. Tak ada formalitas antara Elang dan Satya saat mereka hanya berdua namun berbeda lagi saat di depan para karyawan dan relasi-relasi perusahaan, keduanya akan bersikap profesional sebagai atasan dan bawahan.
"Sialan loe," Ucap Elang kemudian pria bermata tajam itu berdiri mendekati lemari pendingin kecil dan mengambil botol air mineral dari dalamnya. "Gue kemarin seperti melihat Khenin di bandara," Tutur Elang kembali duduk di hadapan Satya, membuka tutup botol itu dan meminumnya.
"Apaa...," Kaget Satya membuat Elang hampir tersedak dengan air yang akan melewati tenggorokannya.
"Loe pingin gue mati muda apa?" Ucap Elang mengusap air yang tersisa di bibirnya.
"Sorry....sorry, gue kaget frend. Tapi apa loe benaran lihat gadis itu?" Tanya Satya penasaran.
"Entahlah," Elang mengangkat bahu. "Gue udah cari di sekitar bandara tapi nggak ketemu mungkin gue hanya berhalusinasi,"
"Dari mana loe tahu kalau Khenin dari kota ini?" Elang mengernyit, karena dirinya selama ini sama sekali tidak tahu kalau Khenin berasal dari kota YY.
"Tahulah, waktu itu gue pernah tanya tuh anak dan dia bilang dulu dia pernah tinggal di kota YY bersama kedua orang tuanya sebelum keduanya meninggal saat dia masih kecil," Terang Satya yang memang saat itu pernah ia bertamu ke rumah Elang dan akhirnya bicara banyak sama Khenin karena Elang tak ada di rumah.
"Maksud loe, Khenin gadis itu, yatim piatu?"
Tanya Elang tak percaya baru mengetahui kenyataan itu, selama ini ia memang mengira Khenin anak dari Siren dan baru tahu kenyataannya dari mama nya kalau Khenin ternyata bukan anak Siren tapi dirinya tidak pernah menyangka jika ternyata gadis itu yatim piatu.
"Iya benar, dia pindah ke kota XX tinggal bersama kakek dan neneknya saat kedua orang tuanya sudah meninggal,"
DEEG......
Hati Elang rasanya sakit baru mengetahui kenyataan itu setelah menyakiti Khenin selama ini, ternyata dia bukan hanya salah paham tapi dia juga telah berbuat dosa melecehkan seorang gadis yatim piatu.
__ADS_1
Ya tuhan, Elang meraup wajahnya kasar. Elang tidak tahu harus bagaimana lagi. Saat ini ia hanya bisa berdoa agar segera menemukan Khenin.
"Oh ya Lang ini ada beberapa daftar nama perusahaan yang akan kita pilih untuk melakukan pengajuan kerja sama," Ucap Satya memberikan berkas-berkas yang sedari tadi ia bawa.
Elang menerima berkas itu dan mulai membuka setiap lembaran. "Durand group," Ucap Elang melihat salah satu nama perusahaan yang tertera di berkas itu.
"Gue setuju kalau loe pilih Durand group," Sahut Satya. "Perusahaan itu sudah tidak di ragukan lagi kesuksesannya. Dulu perusahaan itu di percayakan pada Pak Indra yang kita pernah bertemu saat ada meeting dengan perusahaan MG group. Loe masih ingatkan?" Tanya Satya dan Elang mengangguk tanda ia masih ingat.
"Kini beliau sudah meninggal dan aku dengar perusahaan itu akan di pimpin oleh seorang wanita muda dan itu sangat memudahkan kita untuk mendapatkan kerja sama itu,"
"Maksud loe?" Tanya Elang mengeryit tidak mengerti.
"Kita tunjukkan pesona kita sebagai pria tampan, agar wanita itu tergoda dan memyetujui bekerja sama dengan perusahaan kita," Seringai di bibir Satya dengan membenarkan kerah kemejanya yang masih rapi berlagak sok keren. Elang hanya menggelengkan kepala melihat kepercayaaan diri tingkat dewa sahabatnya itu.
"Ok, loe buat janji dengan perusahaan itu," Ucap Elang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung......