Kenapa Tidak Membenci Ku..?

Kenapa Tidak Membenci Ku..?
Episode 27


__ADS_3

Syarif Durand


Siapa yang tak kenal dengan pria ini, seorang pengusaha sukses di negara perancis yang kini sudah menyebarkan berbagai cabang perusahaannya di luar negeri. Menikah dengan Nany Durand dan di karuniai dua orang putri dan satu putra. Diana Durand anak pertama dari Syarif, di besarkan dari keluarga berada tak membuat gadis cantik itu menjadi sombong.


Diana Durand jatuh cinta pada Doni sahabat Henry, Doni seorang pemuda berasal dari keluarga sederhana. Cinta keduanya begitu besar hingga keduanya memutuskan meminta restu pada Syarif untuk menikah.


Syarif murka saat itu juga, baginya saat itu harta kekayaan itu penting. Ia tidak ingin hidup anaknya menderita bersama laki-laki itu yang tidak memiliki kekayaan seperti dirinya.


"Jika kau masih tetap ingin bersama dengannya maka tinggalkan rumah ini dan jangan pernah kembali lagi,"


Masih teringat jelas kata-kata itu yang ia ucapkan pada putri sulungnya saat pertemuan terakhirnya. Syarif meneteskan air mata, ia tidak menyangka kata-katanya menjadi nyata, Diana putri nya yang lebih memilih menikah dan hidup sederhana bersama Doni benar-benar tidak akan pernah kembali lagi kerumah nya.


"Maafkan papa nak," Tangis Syarif menyesali semuanya. Syarif sudah sadar dengan semua kesalahannya selama ini. Ia sudah mendapat hukumannya dengan sakitnya Nany sang istri setelah kepergian Diana dari rumah itu.


kemarin saat Siren datang dan memberitahu bahwa Diana telah meninggal dan dirinya memiliki cucu bernama Khenin, saat itu juga Syarif bergegas mencari keberadaan cucu tunggalnya yang ia tahu dari Siren tinggal bersama Nisa sahabat putrinya Diana. Syarif melakukan penerbangan menuju kota XX, saat sampai ia dengan mudah dapat mengetahui alamat Nisa pradana dari anak buahnya.


Pagi itu juga Syarif ingin menemui Khenin tapi siapa sangka ia malah bertemu dengan Khenin di jalan dalam keadaan yang sama sekali tidak ia inginkan. Saat itu Syarif melihat wajah Khenin yang sudah seperti fotokopi dari wajah Diana, sangat cantik.


Bak di tampar keras, Syarif begitu kaget mengetahui keadaan Khenin dari dokter. Siapa yang telah berani menodai dan menyakiti seorang cucu dari Syarif Durand, saat itu juga rasanya Syarif ingin menghabisi orang yang menyakiti Khenin tapi Khenin mencegahnya.


Khenin tidak mau terjadi sesuatu pada Elang, hingga akhirnya ia bersedia ikut dengan Syarif ke perancis asal beliau tidak menuntut dan mau merahasiakan semua yang telah terjadi.


Syarif terpaksa menuruti permintaan Khenin karena yang terpenting cucunya itu kembali bersamanya meskipun ia sebenarnya tidak rela membiarkan orang yang menodai cucu nya bebas begitu saja.


Khenin akhirnya pun ikut ke rumah Syarif di perancis, Nany istri Syarif seketika sembuh dari sakitnya dan bersemangat atas kedatangan Khenin. Keluarga itu seperti kembali kedatangan Diana mama Khenin. 5 tahun sudah Khenin menjalani hidup di perancis melanjutkan sekolah dan kuliah.


"Momy....momy.....," anak laki-laki tampan berumur 4 tahun mendekati Khenin.


"Steve anak momy sayang, ada apa?" Tanya Khenin membawa Steve ke dalam pangkuannya. Keduanya duduk di bangku taman depan rumah megah Syarif. Hati Khenin selalu berbunga menatap wajah tampan Steve karena bagi Khenin Steve adalah semangat hidupnya.


"Momy, Oma bilang didi pulang," Ucap Steve memeluk Khenin.


Khenin mengeryit. "Steve, kamu pasti call Didi lagi? Kamu tahukan Didi lagi kerja," Sebuah cubitan lembut di berikan Khenin di hidung mancung Steve.


"Steve miss Didi, mom," Jawab Steve meringis.

__ADS_1


"Sayang, Didi kan baru pergi 2 hari kenapa kamu sudah kangen?"


"Jadi Steve doang nih yang kangen, momy nya nggak kangen Didi?" Suara seorang pria tampan dan gagah mendekati ibu dan anak itu.


"Didi...!!"Teriak Steve segera turun dari pangkuan Khenin dan berlari memeluk Darrel yang baru datang. Darrel menggendong Steve dan melangkah mendekati Khenin berada.


"Kak...," Sapa Khenin segera mencium punggung tangan Darrel.


"Rel, kenapa kamu pulang? Pekerjaan kamu sudah selesai," Tanya Syarif baru keluar dari pintu rumah menghampiri ketiga nya yang masih berada di taman. Syarif mengambil alih menggendong Steve dari Darrel, anak laki-laki usia 4 tahun itu benar-benar di penuhi kasih sayang oleh semua keluarga.


"Aku pulang karena mau minta tolong sama Khenin Pa," Jawab Darel mencium punggung tangan Syarif.


"Kenapa?" Tanya Syarif.


"Cabang perusahaan kita yang di kota YY butuh pemimpin baru Pa, karena semalam aku dapat kabar pak Indra meninggal" Syarif tampak kaget, Indra merupakan orang kepercayaannya untuk mengurus cabang perusahaan menggantikan dirinya di perusahaan yang ia bangun di kota YY.


"Lalu apa hubungannya dengan Khenin kak?" Tanya Khenin ikut bicara.


"Kamu lupa honey, kamu sudah lulus kuliah dan kami percaya kamu bisa memimpin perusahaan itu menggantikan pak Indra," Ujar Darrel. Khenin sejenak terdiam, kota YY adalah tempat kelahirannya dan tempat orang tua serta kakek neneknya di makam kan. Tentu ia rindu kota itu, jika dirinya berada di sana maka ia dapat sering-sering mengunjungi makam keluarganya itu.


"Aku nggak setuju," Jawab Syarif membuat keduanya menoleh pada dirinya. Laki-laki itu tidak ingin berpisah lagi dengan Khenin dan Steve apalagi istrinya Nany juga pasti tidak akan setuju.


"Kenapa pa?" Darrel mengeryit, ia sebenarnya tahu alasan Syarif tidak setuju tapi tidak ada cara lain karena anak cabang perusahaan itu butuh pemimpin dan Khenin adalah orang yang tepat menurut Darrel.


"Kau tahu kan mamamu sudah bersemangat lagi sejak kehadiran Khenin, bagaimana jika Khenin meninggalkannya lagi,"


"Pa, Khenin tidak meninggalkan kita dia hanya bekerja dan Papa mama bisa mengunjungi kapan pun kalian mau dan lagi kalian tidak akan kesepian karena sebentar lagi kak Siren akan tinggal bersama kita karena suaminya di pindah tugaskan di sini oleh perusahaan tempat ia berkerja," Tutur Darrel.


Syarif setelah mengetahui kematian Diana, ia tidak mau berbuat kesalahan lagi pada anak keduanya Siren. Ia merestui pernikahan Siren dan Denis setelah memastikan pemuda yang di pilih anaknya itu adalah pemuda yang baik. Syarif sudah tidak lagi memperdulikan lagi apakah pemuda itu memiliki kekayaan atau tidak, yang terpenting pemuda itu bisa membahagiakan anaknya.


"Mama Siren beneran akan tinggal disini Kak?" Tanya Khenin terlihat senang, ia bisa memperbaiki hubungannya dengan Siren kembali karena Siren sempat marah pada dirinya.


Saat siren datang untuk bertemu khenin di rumah keluarga pradana, Siren saat itu juga marah besar pada Nisa dan Henry setelah mengetahui kebenaran tentang Khenin dari keduanya.


Siren mencari keberadaan Khenin namun tidak berhasil menemukan gadis itu hingga sang papa menghubunginya dan memberi tahu bahwa Khenin berada di perancis bersama Syarif.

__ADS_1


Siren seketika itu juga pergi ke perancis, ia menangis memeluk Khenin, ia merasa benar-benar sedih dengan apa yang di alami gadis itu. Siren ingin melaporkan Elang tapi Khenin mencegahnya.


"Kenapa? Anak itu harus di beri pelajaran sudah dua kali dia menghancurkan hidupmu, menjadikan mu anak yatim piatu dan sekarang mengambil kesucianmu. Mama tidak mau tahu dia harus di hukum," Ucap Siren.


"Please ma jangan," Mohon Khenin menangis.


"Nin, kamu jangan terlalu polos dan baik. Dia harus menerima hukuman atas perbuatannya,"


"Khenin menyayanginya ma," Jujur Khenin. "Dan Khenin mohon jangan sampai ada yang tahu kalau kak Elang pelaku nya terutama Opa dan Oma," Pinta Khenin.


"Mama nggak bisa Nin," Tolak Siren.


"Aku mohon ma, atau aku akan pergi dari sini," Ancam Khenin masih terisak.


"Nin sadar lah nak, dia sudah menyakiti mu dan dia adalah penyebab kematian kedua orang tuamu," Suara Siren meninggi.


"Berjanjilah ma," Kekeh Khenin membuat Siren menghela nafas. Siren berusaha meredam emosinya, biar bagaimana pun ia tidak ingin mama nya kembali sakit jika Khenin benar-benar meninggalkan rumah keluarganya.


"Baiklah terserah padamu...." Ucap Siren seketika itu juga meninggalkan Khenin dan jarang berkunjung ke perancis apalagi ketika sudah menikah dan saat ini tengah hamil besar.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2