
"Aa.... ," Ucap Elang menyuapi Steve dengan bekal yang di bawakan Khenin. Keduanya masih duduk di bangku taman sekolah Steve. Elang sudah bertekad dirinya benar-benar tidak akan melepas Steve dan Khenin bagaimana pun caranya. Entah ia tidak perduli jika akan di sebut gila atau jahat yang ia tahu ia tidak bisa hidup tanpa Khenin dan Steve.
Steve tersenyum menerima suapan dari Elang. "Papi kenapa kerja jauh tidak pulang-pulang?" Tanya Steve sembari mengunyah makanannya.
"Maafkan Papi, sekarang Papi tidak akan kerja jauh lagi" Hanya itu yang bisa Elang berikan sebagai jawaban karena mana mungkin Elang bilang ia sama sekali tidak tahu keberadaan Steve di dunia ini.
Elang masih melanjutkan menyuapi Steve. "Ah ternyata seperti ini menjadi seorang ayah, sungguh bahagia rasanya," Ucap Elang dalam hati, dengan telaten membersihkan nasi yang menempel di pipi chubi Steve.
Aku memang telah melewatkan kesempatan merawat dan menjadi ayah untukmu selama ini tapi ke depannya aku akan berusaha mengganti hari-hari itu yang kalian lewati tanpa diriku dengan kebahagiaan.
"Emm... Apa Papi akan pulang ke rumah bersama Steve nanti?" Tanya Steve sembari mengunyah makanan yang berada di mulutnya.
Elang sejenak terdiam dengan pertanyaan Steve. "Papi tidak bisa ikut pulang bersama Steve saat ini,"
"Kenapa Pi,"
"Mommy masih marah sama Papi," Jawab Elang.
"Kenapa Mommy marah sama Papi? Apa Papi nakal sama Mommy,"
"Iya Papi memang nakal sekali sama Mommy tapi sekarang Papi tidak akan nakal lagi. Apa Steve mau bantuin Papi agar Mommy tidak marah lagi sama Papi," Tutur Elang.
"Mau," Steve mengangguk.
"Baiklah, kamu rahasiakan pertemuan kita ini dan bantu Papi agar bisa membujuk Mommy," Elang kemudian membisikkan sesuatu pada Steve yang di angguki oleh balita itu sebagai tanda mengerti.
"Nah sekarang ayo makan lagi... Aaa....." Ucap Elang melanjutkan menyuapi Steve, namun Steve menggeleng menutup mulutnya rapat ketika melihat sayuran yang berada di sendok.
"Kenapa, apa tidak enak makanannya?" Tanya Elang.
"Tentu saja enak, semua masakan Mommy Steve suka tapi Steve tidak suka wortel," Jawab Steve sembari menatap wotel di sendok.
Elang tersenyum. "Anak ini benar-benar sama persis denganku," Gumamnya dalam hati.
"Kalau ada Didi pasti Didi yang habisin," Ceplos Steve. Ada perasaan sedih yang menjalar di hati Elang ketika anaknya menyebut Darrel sebagai Didi.
"Kamu sayang sama Didi?" Tanya Elang.
"Tentu, Didi juga sayang Steve," Jawab polos Steve. Ah kenapa dirinya harus bertanya seperti itu, tentu saja anaknya menyayangi Darrel karena selama ini laki-laki itulah yang selalu setia berada di samping Khenin dan Steve menggantikan dirinya.
Ke depannya harus aku yang berada di samping kalian......
__ADS_1
Elang menatap Steve, balita itu nampak tersenyum menyeringai pada dirinya.
"Kenapa ?" Tanya Elang. Steve melirik wortel yang berada di sendok dan masih tersisa banyak di kotak bekal.
"Sekarang kan ada Papi jadi Papi yang harus habisin.....he...he...," Ucap Steve tertawa.
"Hah...," Elang menatap wortel-wortel itu yang seoalah meledek dirinya agar tidak mau kalah dari Darrel yang biasanya mau menggantikan Steve memakan wortel-wortel itu.....
*****
Hari sudah melewati siang, meeting yang di hadiri Khenin akhirnya selesai juga. Wanita muda itu bergegas mengemasi barang-barangnya. "Mbak Bella saya pulang dulu ya, semua berkas-berkas sudah saya periksa dan tanda tangani, jika ada yang perlu di tanyakan, mbak Bella bisa hubungi saya nanti," Ucap Khenin pada Bella asisten setia yang di percayakan Darrel untuk membantu Khenin.
Darrel sudah berpesan pada Khenin, ponakannya itu agar tidak terlalu capek dan juga bisa membagi waktu untuk bersama Steve.
"Baik nona," Jawab Bella. Khenin pun melangkah keluar dari perusahaan yang ia pimpin.
Hari ini ia sudah berjanji pada Steve untuk mengajaknya makan malam di luar.
Mobil Khenin melaju menelusuri jalan, ta selang beberapa menit pun akhirnya sampai juga di kediamannya.
"Mommy...," Teriak Steve berlari kecil menghampiri kepulangan wanita muda itu.
"Anak Mommy, uh...," Khenin membawa Steve ke dalam gendongannya. "Gimana di sekolah baru hari ini? Apa kamu punya banyak teman?" Tanya Khenin membawa Steve menuju ke dapur yang terlihat ada bi Ijah sedang bersih-bersih.
"Pasti kamu punya banyak teman," Ucap Khenin mengambil air minum di kulkas lalu meminumnya karena merasa haus.
"Tentu Steve punya banyak teman tapi ada sesuatu yang lebih membahagiakan buat Steve," Ucap Steve terlihat berbinar.
"Apa itu? " Khenin mengeryit.
"Rahasia, Mommy nggak boleh tahu," Steve tersenyum.
"Ah anak Mommy ini sekarang sudah pintar PHP in Mommy," Khenin mencubit gemas hidung Steve. "Ya sudah sekarang kamu mandi, siap-siap kita makan malam di luar," Ucap Khenin.
Steve menggeleng. "No... No Mommy, Steve tidak mau makan malam di luar," Ucap Steve.
"Kenapa? Bukankah kemarin kamu bilang sama Mommy ingin pergi makan di luar sama Mommy," Tutur Khenin.
"Tadi teman Steve cerita, mereka semua senang pergi ke pasar malam. Steve ingin kesana Mom,"
"Hah, pasar malam," Gumam Khenin, ia kembali teringat dulu waktu kecil dirinya juga sering di ajak kedua orang tuanya ke pasar malam namun setelah kepergian kedua orang tuanya Khenin tidak pernah lagi pergi ke tempat seperti itu.
__ADS_1
"Iya Mom, boleh ya? Steve ingin sekali ke sana," Renggek Steve mengayunkan tangan Khenin.
Khenin terdiam menatap Steve sejenak. "Please," Pinta Steve dengan mengedip-ngedipkan mata memelas membuat Khenin melebarkan senyuman merasa gemas melihatnya.
"Ya sudah, kita ke sana," Ucap Khenin membuat Steve berbinar seketika.
"Ye.... Hore kita ke pasar malam," Teriak Steve senang.
"Ya sudah sekarang kamu mandi dulu," Ucap Khenin.
"No mom, Mommy yang mandi dulu nanti baru Steve," Tutur Steve.
"Kamu yakin Mommy yang mandi dulu," Tanya Khenin di angguki oleh Steve. "Ok kalau gitu Mommy mandi dulu,"
Khenin menurunkan Steve dari duduknya, kemudian mama muda itu melangkah menaiki tangga pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
Sedangkan Steve berlari kecil menuju ke ruang tamu. Disana malaikat kecil itu mengeluarkan ponsel dan ia menekan panggilan pada nama PAPI yang tertera di layar ponsel. Balita kecil itu Berbicara pelan agar tak ada yang mendengar.
"Ok Papi, Steve menyanyangimu," Ucap Steve mengakhiri sambungan itu.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Author : wuidih keren, baju baru ya John..... blester gituh kayak zebra.... 😁
john : 🙄 nggak usah ngeledekin deh thor, baru juga ikut main udah di masukin tahanan.... dasar author nggak berperasaan. 😤😤
Author : Lah salah sendiri, udah tenang-tenang di novel sebelah, kenapa ikut nimbrung di novel ini.. 😂.
__ADS_1
John : Awas aja loe thor, setiap loe bikin novel, gue ikutin.... 😤
Author : Ok siapa takut ntar author bikin novel horor..... loe jadi hantu getanyangan nya.... 🤣🤣