
Author POV
Beberapa hari sudah berlalu, semenjak author pulang dengan kecewa karena tidak kebagian minyak goreng murah, sampai rumah dapat amukan emak pula.....
Pletaak.....
(Author : Aduuh.....🤪
Khenin : Cerita yang bener 😤
Author : Iya...iya...galak amat kayak emak author🙄)
\=\=\=\=\=\=\=
Author POV
Beberapa hari telah berlalu, Khenin tampak sudah memakai seragam sekolahnya dan bergegas keluar kamar.
Cekleek....
Suara bersamaan pintu kamar tertutup membuat kedua orang yang sudah berdiri di depan pintu masing-masing menoleh dan saling menatap. Elang sudah terlihat baik, meskipun masih ada perban yang melingkar di tangannya dan wajahnya memang sedikit pucat tapi sama sekali tak melunturkan wajah tampannya.
Hening......keduanya masih belum melepas pandangan. Jika Khenin, sudah dapat di lihat dia begitu menyayangi Elang sejak pertama kali bertemu, hingga kini perasaannya berubah jadi cinta meskipun di selingi rasa takut akan sifat Elang yang berubah-rubah dan untuk Elang, jika pikirannya menolak mencintai Khenin tapi hatinya sudah jelas ada nama Khenin terukir indah di sana.
Khenin yang merasa canggung dan ada rasa takut pada Elang seketika menundukkan wajahnya kemudian perlahan melangkah melewati Elang tanpa berkata. Elang yang baru keluar kamar sejak depresinya kambuh waktu itu juga terdiam dan berjalan di belakang Khenin mengikuti langkah gadis itu yang semakin cepat menuruni tangga menuju meja makan.
"Pagi anak-anakku sayang," Sapa lembut Nisa pada Khenin dan Elang yang baru turun.
"Pagi Ma, Om...." Jawab Khenin mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan sedangkan Elang hanya terdiam ikut mendudukan tubuhnya di kursi sebelah Khenin.
"Sayang, ini sarapan kalian," Ucap Nisa memberikan dua piring berisi nasi goreng pada Elang dan Khenin. Khenin yang merasa senang melihat menu kesukaannya pun dengan segera mengambil sendok dan memakan nasi goreng itu dengan lahap.
"Sayang, hari ini Papa dan Mama akan pergi keluar kota untuk beberapa hari. Kalian jaga diri di rumah ya dan Khenin sayang kalau butuh apa-apa minta tolong sama kak Elang,"
__ADS_1
Uhuk....
Uhuk......
Mendengar ucapan Nisa seketika membuat Khenin tersedak nasi goreng yang ia makan.
Mana mungkin minta tolong pada Elang yang ada malah minta tolong karena takut sama Elang. Pikir Khenin segera mengambil gelas berisi air yang di berikan Nisa.
"Pelan-pelan sayang makannya," Ucap Nisa.
"Makasih ma," Khenin sekilas melirik pria tampan di sebelahnya kemudian kembali mengambil sendok dan melanjutkan makan nasi gorengnya sedangkan Elang yang berada di sebelah Khenin masih terlihat santai memakan sarapannya meskipun dalam hati dia merasa gemas melihat tingkah Khenin sedari tadi apalagi saat gadis itu tersedak pasti bukan karena nasi goreng yang ia makan tapi karena mendengar ucapan mama nya.
"Papa minta sama kamu Elang, jaga adik kamu Khenin selama Papa dan Mama tidak berada dirumah," Ucap Henry yang hanya di angguki oleh Elang. Pria tampan itu mana mungkin menganggap Khenin adik.
Jangan harap pa aku menjadikan bocah itu adik, aku tidak akan membiarkan papa dan wanita bernama Siren itu bersama dan membohongi Mama. Bathin Elang.
Khenin sudah menyelesaikan makannya dan segera bergegas berpamitan pada Henry dan Nisa dengan mencium punggung tangan keduanya.
"Aku naik bus saja kak," Jawab Khenin, gadis itu masih belum siap berdekatan dengan Elang.
"Masuk," Ulang Elang lagi tanpa menoleh masih menatap lurus ke depan membuat Khenin mau tidak mau menuruti ucapan laki-laki itu.
"Huh," Khenin menghela nafas percuma saja menolak laki-laki itu. Khenin pun segera masuk ke dalam mobil Elang, duduk di samping laki-laki tampan itu yang berada di balik kemudi. Mobil Elang melaju menelusuri jalan, tak ada percakapan di antara keduanya hingga Khenin seketika membulatkan mata ketika arah mobil Elang bukannya menuju ke arah sekolah melainkan arah lain yang ia tidak ketahui arah mana, karena jalan itu tampak asing baginya.
"Kak, kita kemana. Aku harus sekolah kak," Ucap Khenin tapi tak di hiraukan Elang yang masih terus fokus menyetir mobilnya. "Kak, Khenin minta maaf kalau ada salah tapi jangan buang Khenin lagi...Khenin takut," Ucap Khenin yang merasa takut kalau-kalau dirinya akan di tinggalkan Elang lagi di jalan yang sepi seperti malam itu.
"Bisa diam nggak," Ucap Elang.
"Hiks....hiks....." Lirih Khenin menangis benar-benar merasa takut. Tangis Khenin membuat Elang seketika memberhentikan mobilnya di jalan yang tampak sepi. Elang melepas seat belt nya dan mencondongkan tubuhnya mendekati gadis itu yang masih terisak. "Loe bisa diam nggak atau gue cium loe sekarang," Elang sudah mendekatkan bibirnya, membuat Khenin seketika menghentikan tangisnya dan menutup bibir dengan dekapan tangan takut Elang benar-benar mencium.
Melihat Khenin menyudahi tangisnya, Elang pun mengembalikan posisi duduknya dan kembali memasang seat belt kemudian melajukan kembali mobilnya.
Setelah beberapa menit mobil Elang berhenti. "Turun!" Ucap Elang membuka seat belt setelah memarkirkan mobilnya di depan sebuah toko besar yang menyediakan berbagai macam mainan untuk anak laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
"Kenapa kita kesini kak?" Tanya Khenin yang sudah pasti tak akan mendapat jawaban dari laki-laki tampan itu.
"Nggak usah banyak nanya...ikut gue," Jawab Elang yang segera melangkah masuk ke dalam toko itu setelah turun dari mobilnya. Khenin pun ikut turun, dalam pikirannya berhalu "Apakah kak Elang ingin membelikanku mainan tapi kan aku bukan anak kecil lagi," Pikir Khenin yang segera menggelengkan kepala nya menepis kehaluannya dan segera mempercepat langkahnya mengejar Elang yang sudah masuk ke dalam toko mainan itu terlebih dahulu.
"Loe cewek kan?" Tanya Elang membuat Khenin menautkan alis merasa tak percaya dengan pertanyaan Elang tiba-tiba.
Ya ilah masih tanya pula, asli cewek luar dalem loh, orang cantik begini. Aneh memang kak Elang, kemarin main nyosor-nyosor aja tuh bibirnya ke bibir aku. Lah sekarang baru nanya aku cewek atau bukan. Hadeeh.....Batin Khenin ingin tertawa tapi urung karena kadar kesalnya lebih tinggi daripada kadar rasa ingin tertawa nya.
"Lah kenapa kak Elang baru nanya sekarang, kemarin waktu ngambil ciuman pertamaku kenapa nggak nanya aku ini cewek apa cowok, emang kak Elang mau ciuman sama cowok..?" Jawab Khenin spontan membuat Elang memalingkan wajah seketika terlihat wajah pria tampan itu sedikit memerah. Beruntung keadaan toko masih sepi karena baru buka dan keduanya adalah pelanggan pertama hari ini.
"Diam loe...." Ucap Elang.
Jadi itu juga ciuman pertama tuh bocah. Batin Elang.
"Sekarang loe pilih yang banyak, mainan buat anak-anak cewek," Ucap Elang membuat Khenin bingung, untuk siapa mainan itu sedangkan dirumah juga tidak ada anak-anak. Khenin sekilas melihat Elang masuk ke dalam mainan khusus anak laki-laki.
Tanpa banyak berpikir lagi Khenin pun mengikuti kemauan Elang ia masuk ke dalam tempat mainan anak-anak perempuan. Khenin mengambil semua mainan yang biasa di sukai anak cewek, pertama ia mengambil banyak macam mainan masak-masakan kemudian ia berpindah ke bagian boneka dan mengambil berbagai jenis boneka. Setelah selesai memilih, sekilas pandangan Khenin menangkap sebuah boneka yang menarik perhatiannya berada di rak paling atas, boneka itu hanya ada satu dan ia menyukainya.
Khenin mengambil sebuah kursi di dekatnya dan menaiki kursi itu untuk mengambil boneka tersebut, Khenin berjinjit dan "Hap," Boneka itu sudah di tangan Khenin tapi kakinya sedikit oleng hingga ia hampir terjatuh......
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
__ADS_1