
Ilham masuk ke dalam ruangannya dan kemudian dia menghempaskan tubuhnya di sofa tampak dia termenung memikirkan kembali kejadian barusan antara dirinya dengan Fatimah.
"Ya Tuhan! aneh banget ada apa denganku Kenapa setiap kali dekat dengan Bu Fatimah rasanya jantungku selalu berdebar-debar?" tanya Ilham kepada dirinya sendiri sambil terus memegang jantungnya yang hingga saat ini masih seakan maraton dengan kencang dan membuat nafasnya memburu.
"Ada apa Pak Ilham? Kenapa saya perhatikan dari tadi Anda terus memegang jantung Anda? Apakah Anda sakit?" tanya bu Halimah yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang Ilham dan terus memperhatikan gerak-gerik Ilham yang tidak biasanya.
Ilham yang terkejut dengan kehadiran bu Halimah Dia hanya bisa tersenyum saja kemudian dia pun melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan itu.
"Aneh banget! Nggak biasanya Pak Ilham seperti itu. Biasanya dia adalah tipe orang yang sangat ceria dan selalu mewarnai ruangan ini dengan canda tawa!" ucap bu Halimah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya merasa heran dengan tingkah laku Ilham yang tidak biasanya.
Sementara itu Ilham yang saat ini sedang menenangkan perasaannya. Lebih memilih pergi ke sebuah Cafe yang ada di kampus.
"Apa kabar Pak Ilham? Kenapa dari tadi saya perhatikan Anda melamun terus?" tiba-tiba saja Zaki sudah ada di hadapan Ilham yang membuat Ilham sangat terkejut.
"Astagfirullahaladzim Ustaz! Kenapa Anda mengejutkan saya? Ya Allah! Hampir saja saya terkena serangan jantung!" ucap Ilham sambil terus mengurus dadanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tampak Zaki tertawa dengan begitu lepas sehingga membuat Ilham begitu terpesona dengan laki-laki yang begitu banyak fansnya di kampus ini.
"Memang benar ya, reputasi itu tidak pernah berbohong! Pantas saja Anda begitu digilai oleh para mahasiswi. Anda begini tampan dan Paripurna. Saya saja sebagai seorang laki-laki begitu terpesona dengan wajah anda!" ucap Ilham sambil terus terpesona saat dia menatap Zaki yang masih tertawa di hadapannya dengan lepas.
"Pak Ilham ini ada-ada saja. Kita ini sesama laki-laki. Saya yakin wajah Pak Ilham pun juga tampan dan sudah banyak membuat hati para mahasiswi patah hati dan menangis darah hahaha!" ucap Zaki sambil terbahak-bahak.
Demi mendengar ucapan Zaki, Ilham sampai tersipu malu dan hal itu menambah tingkat ketampanannya. Sehingga membuat beberapa mahasiswi yang melintas di hadapan mereka begitu terpesona dengan mereka berdua.
Bahkan ada di antara mereka yang terang-terangan mengambil foto dan juga video interaksi antara mereka berdua dan mengunggahnya di sosmed kampus.
__ADS_1
#dua cogan kampus yang selalu menjadi idola para mahasiswi! itulah kira-kira #yang selalu mereka sematkan ketika mereka mengunggah tentang kedua cowok tampan di kampus mereka yang selalu menjadi primadona para mahasiswi.
"Sudah Pak jangan tertawa terus. Lihatlah banyak gadis-gadis yang sudah klepekan gara-gara melihat anda!" ucap Ilham memperingatkan kepada Zaki untuk berhenti ketawa sekarang juga.
Tidak jauh diantara mereka. Tampak Fatimah pun sedang mencuri-curi mengambil foto Zaki begitu mempesona.
visualisasi Zaki Al Buchori di saat dia tersenyum dengan tatapan mautnya 😂
"Mereka itu bukan terpesona kepada saya Pak Ilham. Tetapi padamu. Kau kan di sini adalah lajang yang pasti akan digilai oleh mereka. Nah, kalau saya ini sudah sold out. Jadi mereka tidak mungkinlah mengidolakan Saya lagi!" ucap Zaki dengan berbangga hati sambil menepuk dadanya dengan congkak.
"Cih! Sombong!" ucap Ilham berdecih kesal.
"Udah yuk makan saja! Habis itu lu mainkan ke rumah gue! Gue kesepian nih, bini gue kagak ada di rumah!" ucap Zaki meminta Ilham untuk datang ke rumahnya.
"Emang lu kagak ada kegiatan lagi setelah ini biasanya kan sibuk dengan seminarlah bla bla bla bla bla bla bla!" ucap Ilham dengan nada mengejek kepada Zaki.
"Kagak lah! Gue masih capek kali, habis dari perjalanan jauh dan acara kawinan gue. Jadi sementara masih gue pending lah semua kegiatan. Nanti lah masih banyak waktu untuk hal-hal seperti itu!" ucap Zaki langsung menyerobot makanan yang ada di hadapan Ilham. Sehingga membuat Ilham hanya bisa melotot saja. Dia tidak bisa protes dengan kelakuan sahabatnya yang tengil itu.
"Ah kebiasaan sih lu! Kenapa sih nggak pesan makanan sendiri? Gue juga masih lapar kali?" ucap Ilham misuh-misuh sambil menepuk jidat Zaki yang saat ini sedang menikmati makanan yang tadi dia pesan.
"Lu aja sana pesan lagi! Ntar gue yang bayar oke?" ucap Zaki dengan senyum tak berdosanya sehingga membuat Ilham menjadi kesal dibuatnya.
"Emang dasar lu ah teman durhaka! Kerjanya ngerjain aja gue. Udah capek-capek ngajar, masih pula lu kerjain gue. Disuruh mesen makanan buat lu!" ucap Ilham sambil misuh-misuh. Tetapi dia berangkat juga menuju tempat pemesanan makanan.
__ADS_1
Di sana Ilham bertemu kembali dengan Fatimah dan membuatnya jadi salah tingkah karena sejak tadi dia marah-marah terus kepada Zaki.
'Ah wajah gue pasti ancur nih sekarang! Nih semua gara-gara gue ngamuk terus sama Zaki sejak tadi!! Hancur sudah reputasi Gue di depan Bu Fatimah!' keluh Ilham dalam hati.
"Eh, Bu Fatimah mau makan siang di sini juga?" tanya Ilham dengan gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Iya Pak Ilham! Kebetulan saya juga suka dengan makanan di cafe ini. Pak Ilham makan dengan siapa?" tanya Fatimah dengan senyumnya yang sangat menawan hati sehingga membuat Ilham blingsatan gak kuat dibuatnya.
"Noh! Makhluk ajaib yang sedang makan makanan gue. Jadi sekarang saya harus repot lagi ngantri untuk pesan makanan!" ucap Ilham sambil matanya tertuju kepada Zaki yang sedang asyik menikmati makanan yang tadi dia pesan.
"Ya Allah kalian lucu banget sih! Dua dosen most wanted di kampus ini. Ternyata kalian berdua bersahabat?" tanya Fatimah dengan wajah berbinar karena dia merasa akan mempunyai sebuah kesempatan untuk bisa berdekatan dengan Zaki melalui Ilham.
Tetapi tampaknya impiannya Fatimah hanya menjadi pepesan kosong karena Ilham tidak akan pernah membiarkan Fatimah mendekati Zaki yang sudah mempunyai seorang istri.
"Boleh saya gabung dengan kalian tidak Pak Ilham?" tanya Fatimah dengan harap-harap cemas tetapi Ilham langsung menggelengkan kepalanya menolak keinginan Fatimah.
"Maaf ya bu Fatimah! Bukannya kenapa-napa ye! Tapi toh makhluk ajaib, kalau makan dekat cewek lain. Nanti dia kabur nggak jadi makan dia nanti sama saya?" ucap Ilham sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kenapa Pak Zaki tidak suka kalau dekat dengan perempuan?" tanya Fatimah dengan penasaran.
"Noh makhluk ajaib emang kayak gitu sejak dulu. Dia itu selalu menghindari para perempuan-perempuan yang bukan mahramnya. Gue berani bertaruh noh dia cuman tahu ibunya sama bininya doang tuh dalam hidup dia!" ucap Ilham ngeghibah Zaki di depanata orangnya sendiri.
"Eh lo lagi ngeghibahin Gue ya? Kok kuping gue rasanya gatel ya?" teriak Zaki di meja tempat dia sedang menikmati makan siangnya.
"Ih kagak! Emangnya gue cewek tukang gosip? Udah lu abisin aja tuh makan lu!" ucap Ilham salah tingkah kemudian dia langsung melarikan diri di hadapan Fatimah.
__ADS_1
Fatimah tertawa terbahak ketika dia melihat tingkah lucu dan menggemaskan antara Ilham dan Zaki. Dua cogan most wanted di kampus tempatnya bekerja saat ini.