Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Memajukan Kepulangan


__ADS_3

" Memangnya Abi dan Umi pergi ke Dubai ada keperluan apa?" tanya Hilya kepada suaminya.


" Untuk menghadiri pemakaman Om Andika Abimana. Dia temannya Abi dia adalah kakeknya Farel. Kau kenal dengan Farel kan?" Tanya Zaki sambil memeluk Hilya.


" Om Andika sudah meninggal? Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga semua dosanya diampuni oleh Allah dan amal perbuatannya diterima di sisinya dan semoga beliau dan istrinya bisa bertemu di akhirat sana!" ucap Hilya mendoakan Andika yang sekarang sudah meninggal.


" Apakah kau mengenal om Andika?" Tanya Zaki kepada istrinya.


" Yah aku pernah dua kali bertemu dengan kakeknya Farel sewaktu Farel kelulusan SMP dan kelulusan SMA!" jawab Hilya.


" Memangnya dulu Farel sekolahnya di Indonesia Saya kira dia sekolah di Dubai!" Tanya Zaki penasaran tentang kehidupan seorang Farel.


" Dulu keluarga mereka tinggal di Indonesia Mas. Mereka belum lama kok pergi ke Dubai karena kakek Farel sudah mulai sakit-sakitan dan membutuhkan bantuan dari Om Adrian untuk mengurus perusahaan mereka yang ada di Dubai!" ucap Hilya menerangkan tentang keluarga Farel kepada Zaki.


" Sebenarnya keluarga kami masih memiliki hubungan kekeluargaan. Hanya saja mungkin karena kesibukan masing-masing. Sehingga jarang bertemu dan anak mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Secara dekat maksudnya. Mas saja bertemu dengan Farel mungkin bisa dihitung dengan jari!" ucap Zaki menerangkan kepada Hilya.


" Ya sudah ayo kita shalat dzuhur dulu sebelum nanti terlambat!" ucap hilyah beranjak dari ranjang dan mengajak suaminya untuk sholat Dzuhur bersama.


Hilya kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi,di ikuti oleh Zaki di belakang nya.


" Mas mau ngapain?" tanya Hilya terkejut.


" Tentu saja mau mandi sayang. Masa ya ke kamar mandi mau shalat sih?" tanya Zaki sambil memulai membuka pakaiannya untuk mandi bersama sang istri.


" Ya tapi nggak harus bersama kan? Mas mandi di luar saja ya?" pinta Hilya.


" Gak mau sayang!" Ucap Zaki menolak keinginan istrinya.


Akhirnya Hilya dengan cemberut menuruti keinginan suaminya untuk mandi bersama.

__ADS_1


Setelah selesai mandi Mereka pun kemudian solat dzuhur berjamaah. Di kamar mereka.


" Ya sudah Mas ke Aula dulu untuk mengisi pengajian!" Zaki minta izin kepada istrinya.


" Ya Mas hati-hati ya! Aku mau tidur dulu karena tubuhku rasanya pegal-pegal dan juga mengantuk!" ucap Hilya dengan tersenyum kepada suaminya.


Setelah berpamitan kepada Hilya. Zaki pun kemudian meninggalkan kediaman pribadinya dan pergi menuju Aula Pondok untuk mengajar para santri yang sudah berkumpul menunggunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di Dubai. Acara 7 harian meninggalnya Andika Abimana sudah selesai di laksanakan. Mereka yang berasal dari Indonesia pun merencanakan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing dengan diantarkan oleh jet pribadi milik Abimana grup yang selalu stand by untuk keperluan keluarga Abimana dalam melakukan perjalanan udara.


" Berhati-hatilah kabari kami kalau kalian sudah sampai di Indonesia!" pesan Adrian kepada mereka semua yang sudah bersiap untuk terbang menuju Indonesia untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


Di antara penumpang yang akan kembali ke Indonesia tampak Bayu dan juga Amanda ikut bersama mereka.


" Kak Amanda tidak menunggu sampai 40 harinya Papa?" tanya Cakra.


" Tidak apa-apa dilakukan di manapun sama saja yang penting tidak memberatkan!" ucap Adrian kepada mereka.


" Tidak apa-apa!" ucap Amanda.


" Sebenarnya kami pun ingin tinggal di sini sampai 40 hari. Akan tetapi para santri di pondok sudah membutuhkan kami jadi kami tidak bisa berlama-lama berada di sini tolong maafkan kami Adrian!" ucap Kyai Ilham.


" Tidak apa-apa Abi kami mengerti dengan kesibukan kalian semua. Kedatangan kalian kemari sampai 7 hari. Itu benar-benar sudah merupakan hiburan yang terbaik untuk kami maupun untuk papa Andika! terima kasih kepada kalian yang sudah meluangkan waktu untuk mengirimkan doa buat Papa Andika dan mama Kesya!" ucap Adrian dengan wajah serius.


" Pah Farel juga harus kembali ke Indonesia di kampus sudah mulai kembali aktif Farel tidak bisa lama-lama meninggalkan kampus!" ucap Ariel ketika dia berpamitan kepada ayahnya untuk kembali ke Indonesia.


" Yah tidak apa-apa yang penting jangan sampai kau lupa. Untuk selalu mendoakan kakekmu agar jalannya dimudahkan diampunkan dosanya dan diterima amal kebaikannya!" ucap Adrian.

__ADS_1


" Iya Pah pasti Farel tidak akan pernah melupakan Untuk selalu mendoakan Kakek!" ucap Farel dengan mata berkaca-kaca.


Setelah berpamitan mereka pun kemudian naik ke dalam jet pribadi yang akan mengantarkan semuanya ke bandara Soekarno Hatta. Setelah itu mereka akan menggunakan mobil milik Abimana group yang sudah dipersiapkan di bandara. Untuk mengantarkan mereka ke rumah mereka masing-masing.


Begitu sampai di Bandara. Mereka pun kemudian menempati mobil masing-masing yang sudah dipersiapkan oleh perusahaan induk yang ada di Indonesia milik Abimana grup yang saat ini diserahkan ke manajemen profesional oleh Adrian. Karena Adrian diharuskan oleh Andika untuk memanage perusahaan Abimana grup yang ada di Dubai yang merupakan induk ataupun pusat dari bisnis Abimana grup.


" Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga di Indonesia. Apakah Abi sudah menerima telepon dari Zaki tentang keadaan istrinya?" tanya Zahra kepada kyai Rasyid.


" Dari kemarin Zaki memang menghubungi Abi hanya saja tidak ke terima terus. Karena kita kan dari kemarin sibuk sekali mengurusi acara almarhum Andika. Ponsel selalu Abi taruh di dalam kamar. Biarlah nanti kita dibicarakan saat sudah sampai ke pondok!" ucap Kyai Rasyid kepada Zahra.


" Zaki ada mengirimkan chatting ke Umi Bahwa saat ini Hilya sudah bebas dari penjara tim pengacara yang sudah ditunjuk oleh Farel memenangkan kasus tersebut walaupun Fatimah sudah mengajukan banding tetapi tidak ada kesempatan untuknya memenjarakan kembali menantu kita!" ucap Zahra menerangkan kepada suaminya.


" Alhamdulillah kalau seperti itu! Abi sangat senang sekali dengan berita itu. Semoga Fatimah diberikan Hidayah oleh Allah untuk bisa sadar dan berhenti mengganggu rumah tangga Putra kita!" ucap Kyai Rasyid sambil melirik kepada istrinya.


" Amin Abi! Semoga rumah tangga anak-anak kita diberikan ketenangan dan juga dijauhkan dari gangguan para pelakor yang ingin merusak rumah tangga mereka!" doa Zahra untuk rumah tangga Zaki dan Hilya.


Begitu sampai di pondok pesantren. Mereka pun langsung disambut oleh Zaki dan Hilya yang merasa sangat senang sekali dengan kedatangan mereka berdua.


" Alhamdulillah akhirnya Abi dan Umi sampai ke Indonesia dengan selamat dan Hilya pun sudah keluar dari penjara terbebas dari segala tuntutan yang dilayangkan oleh Fatimah kepadanya!" ucap Zaki sambil memeluk tubuh ayahnya yang sangat dia rindukan.


" Sudah Zaki Kita kan hanya berpisah satu minggu bukan satu tahun!" ucap Kyai Rasyid berusaha melepaskan diri dari pelukan Zaki yang sangat erat kepadanya.


" Tapi rasanya aja aku sangat rindu sekali sama Abi!" ucap Zaki sambil tersenyum kepada ayahnya.


" Kau tidak rindu dengan Umimu Zaki? Kau ini, mentang-mentang sudah punya istri ya? Sudah tidak ingat lagi sama Umi!" protes Zahra sambil cemberut di hadapan Zaki yang sedang memeluk suaminya.


Zahra hanya berpura-pura marah saja karena dia sedang menggoda putranya yang sejak tadi hanya fokus untuk melepaskan rindu dengan suaminya dan seperti melupakan dirinya.


" Bagaimana mungkin Zaki bisa melupakan Umi Umi adalah wanita terbaik dan juga yang paling Zaki cintai di dunia ini!" ucap Zaki sambil mencium telapak tangan Ibunya dan memeluknya dengan sangat erat. Melepaskan kerinduan mereka setelah satu minggu lamanya berpisah.

__ADS_1


" Alhamdulillah kau sudah bebas nak semoga kakakmu tidak mengganggu lagi rumah tangga kalian!" ucap Kyai Rasyid sambil mengelus pucuk kepala Hilya dengan penuh kasih sayang.


" Amin Abi! Semoga Allah mengabulkan doa Abi!" ucap Hilya terharu.


__ADS_2