Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Mengenang masa lalu


__ADS_3

Abby kemudian mengkonfirmasi permintaan pertemanan dan juga follow dari Fatimah di beberapa akun media sosialnya.


Karena rasa penasaran akhirnya Abby pun membalas pesan yang dikirimkan oleh Fatimah kepada di instagram miliknya.


"Siapa kamu?"


Tanya Abby menjawab pesan yang dikirimkan oleh Fatimah kepadanya.


Fatimah yang mendapat pesan notifikasi dari ponselnya. Dia segera mengambil ponsel dan membalas pesan yang diberikan oleh Abi kepadanya.


"Aku ingin bertemu denganmu Di mana kita bisa bertemu?" tanya Fatimah.


" Saat ini aku masih ada di Belanda. Jadi kita tidak bisa bertemu untuk waktu yang dekat!" balas Abby dengan cepat.


" Jawab pertanyaanku! Siapa kau dan kenapa kau ingin bertemu denganku?" tanya Abby merasa tidak sabar karena sejak tadi Fatimah tidak menjawab pertanyaannya.


" Namaku Fatimah. Aku adalah kakak dari Hilya. wanita yang pernah kau cintai di masa SMA mu!" jawab Fatimah.


Abby mengerutkan keningnya ketika dia mendengar kembali nama Hilya. Wanita yang selalu menjadi buah mimpinya selama masa SMA nya dahulu.


" Mau apa kau menemuiku?" tanya Abby penasaran.


" Ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu tentang Hilya dan Kau pasti akan senang mendengarnya!" ucap Fatimah.


Kemudian Fatimah sengaja mengirimkan beberapa foto Hilya yang ada di dalam galeri ponselnya. Untuk membuat Abby kembali mengingat tentang cintanya terhadap Hilya.


Abby terhenyak sejenak. Ketika dia melihat foto wanita yang pernah dia cintai dengan sepenuh hati. Ketika masa dia masih duduk di bangku SMA dahulu.


" Hilya! Sekarang kau makin cantik dan juga makin matang. Apakah kau masih mengingatku?" tanya Abby ketika dia menatap foto Hilya yang banyak dikirimkan oleh Fatimah kepadanya.

__ADS_1


Tampak bulir air mata mengalir dari pipi Abby ketika dia mengingat masa perpisahannya dulu bersama Hilya.


Flash Back on


" Maafkan aku karena aku harus mengikuti kedua orang tuaku yang pindah ke Belanda!" ucap Abby ketika dia berpamitan kepada Hilya yang saat itu sedang duduk di kantin sekolah mereka.


" Kapan kira-kira Kak Abby akan kembali ke Indonesia?" tanya Hilya sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Abby secara langsung.


" Kalau kedua orang tuaku dipindahkan kembali ke Indonesia. Aku pasti akan kembali ke Indonesia juga!" ucap Abby sambil menatap Hilya yang saat ini masih tidak mau mengangkat wajahnya.


" Sebelum aku pergi. Apakah aku boleh melihat wajahmu?" tanya Abby dengan pelan.


Tampak Hilya menggelengkan kepalanya.


" Tolonglah Hilya, hanya 5 menit saja. Aku ingin memandang wajahmu agar aku mengingatmu dalam sanubariku di dalam jarak yang membentang di antara kita!" ucap Abby dengan suara gemetar karena menahan gejolak di dadanya.


Tidak lama kemudian Hilya menatap wajah Abby dan tampak air mata mengalir di kelopak matanya yang bening dan cantik.


Ketika Abby hendak mendekati Hilya untuk menghapus air matanya. Hilya langsung meninggalkan Abby dalam kebingungan.


" Maafkan aku yang sudah membuatmu menangis di saat perpisahan kita. Semoga suatu saat kita akan bertemu lagi. Apabila kita memang berjodoh!" ucap abih kemudian dia pun meninggalkan sekolah dan langsung terbang ke Belanda mengikuti kedua orang tuanya yang dipindah tugaskan ke sana.


Sepanjang perjalanan menuju ke Belanda. Abiby hanya melamun saja. Sehingga membuat kedua orang tuanya merasa sedih melihat putra mereka yang tampak begitu menderita dengan kepergian mereka untuk meninggalkan Indonesia.


" Sayang, kenapa dari tadi Mama perhatikan kamu seperti yang melamun saja? Apakah ada beban yang kau pikul saat ini?" tanya Melisa kepada putranya yang kini hanya menatapnya dengan sendu.


" Apakah kau tidak bersedia untuk ikut dengan kami ke Belanda?" tanya ayahnya Bagaskoro, ayahnya Abby.


" Bukan seperti itu Pah! Akan tetapi Abby merasa bersalah karena meninggalkan seorang gadis di Indonesia. Tanpa memberikan kepastian kepadanya!" ucap Abby sambil menundukkan kepalanya karena sedih di hatinya meninggalkan Hilya di Indonesia seorang diri.

__ADS_1


Abby sudah tertarik dengan Hilya sejak dia pertama kali bertemu dengan Hilya di ruang UKS. Ketika itu Hilya yang pingsan ketika upacara. Abby yang kebetulan anggota PMR, dan sedang bertugas pada hari itu. Dia mendapatkan tugas untuk merawat Hilya dengan telaten.


Sejak saat itulah Abby dan Hilya mulai dekat sebagai sahabat tentu saja. Karena Hilya selalu membatasi pergaulannya dengan seorang laki-laki yang bukan mahramnya.


" Kuliahlah yang benar dan jadilah orang sukses. Maka suatu saat wanita pasti akan mengikutimu dan datang untukmu!" ucap Bagaskoro menasehati Abby untuk tidak cengeng karena meninggalkan wanita yang dia cintai di masa putih abu-abu.


" Benar sayang! Kalau kalian memang berjodoh, suatu saat Kalian pasti akan kembali bertemu. Sekarang pantaskanlah dirimu untuk bisa bersanding dengannya!" ucap ibunya Abby sambil menepuk bahu putranya agar menjadi kuat dan tegar menghadapi perpisahan mereka berdua.


Flash back off.


" Hei kenapa kau tidak membalas chat-ku? Kau bersedia tidak untuk bertemu denganku? Kapan waktunya?" tanya Fatimah tidak sabar karena sejak tadi Abby tidak juga membalas chatnya yang dia kirimkan di Instagram.


" Maaf untuk sementara aku masih sibuk dan tidak bisa kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Kalau aku sudah ada waktu aku akan menghubungimu lagi!" ucap Abby kemudian dia langsung memblokir akun Fatimah karena tidak mau diganggu lagi oleh Fatimah.


" Aku harus segera menyelesaikan kuliahku, sehingga aku bisa kembali ke Indonesia dan menemui Hilya!" ucap Abby dengan tekad yang kuat di hatinya.


Sementara itu Fatimah di Indonesia merasa sangat jengkel karena Abby yang sudah memblokir semua akun media.


" Kurang ajar! Dasar orang gak ada akhlak. Eh, dia main blokir-blokir aja!" ucap Fatimah dengan kesal. Karena sekarang hilang sudah harapan terakhirnya untuk membuat Hilya mau melepaskan Zaki dan menyerahkan kepadanya.


" Dasar Abby laki-laki yang pengecut. Dia tidak berani memperjuangkan cintanya!" ucap Fatimah dengan geram.


Fatimah kemudian pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk datang ke pondok pesantren lagi untuk meminta Konfirmasi apa yang akan dilakukan oleh Zaki terhadap pernikahannya bersama Hilya.


Fatimah tampaknya tidak mau menyerah untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


Sementara itu kedua orang tua Hilya yang juga sudah sampai di Indramayu. Kini tampak sedang bercakap-cakap dengan besan mereka.


Mereka berdua datang ke Indramayu dengan menggunakan mobil travel. Karena mobil milik ayah Hilya dibawa pergi oleh Fatimah tanpa izin ayahnya.

__ADS_1


" Tolong maafkan kelakuan putri kami pak Kyai kami pun sangat menyesal dengan kelakuannya dan sangat malu kepada keluarga Pak Kyai!" ucap ayahnya Hilya meminta maaf kepada Kyai Rasyid.


Ayahnya Hilya sangat syock. Setelah dia mendengarkan penjelasan Kyai Rasyid tentang Fatimah yang datang ke pondok dan meminta kepada Kyai Rasyid Untuk membatalkan pernikahan Zaki dan Hilya


__ADS_2