
Siang itu Fatimah tampak sibuk dengan kegiatannya di kampus. Sekarang hanya pekerjaan yang bisa membuatnya merasa tenang.
" Ayo kita makan siang!" ucap Ilham ketika dia melihat Fatimah yang sedang membereskan buku-buku di atas mejanya.
" Pergilah duluan aku masih sibuk apa kau tidak melihat kuis itu banyak sekali dan membutuhkan untuk aku periksa!" ucap Fatimah tanpa melirik kepada Ilham.
" Ayolah kita makan dulu. Pekerjaan tidak akan ada habisnya. Bagaimanapun tubuh membutuhkan nutrisi dan energi!" ucap Ilham sambil menarik tangan Fatimah yang bersikeras tidak mau ikut dengannya.
Fatimah merasa kesal melihat Ilham yang sekarang malah menundukkannya di dalam mobilnya.
" Makan di kantin kampua saja! Biar tidak memakan waktu di perjalanan!" ucap Fatimah menolak untuk diajak keluar dari kampus oleh rekan kerjanya.
" Sekali-kali, ayolah kita menikmati hidup dengan memakan makanan yang enak dan juga bergizi. Memangnya kita bekerja itu untuk apa sih kalau bukan untuk membuat hati kita bahagia?" tanya Ilham sambil melirik kepada Fatimah yang sedang misuh-misuh.
" Kau enak Bung! Karena hidupmu hanya untuk bersenang-senang! Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu!" ucap Fatimah sambil cemberut kepada Ilham.
" Ayolah Fatimah! Kau itu masih muda dan masih mempunyai hak untuk menikmati hidupmu. Bahkan kau belum mempunyai suami dan anak. Kenapa hidupmu harus ngoyo seperti itu?" tanya Ilham sambil tersenyum kepada Fatimah.
" Masa bersenang-senangku sudah habis. Sekarang aku ingin membangun karirku dan menjalani hidupku tanpa harus memikirkan hal-hal yang berat!" ucap Fatimah sambil menerawang kepada masa lalunya yang selalu menemukan kesulitan dan penderitaan hidup.
" Aku sudah banyak melakukan kesalahan di masa lalu dan sekarang aku sedang berusaha untuk memperbaiki semuanya!" ucap Fatimah dengan suara datar.
" Kalau kau ingin memperbaiki diri tidak harus dengan menyiksa dirimu sendiri!" ucap Ilham.
Begitu mereka sampai di sebuah Cafe langganan Ilham. Ilham pun langsung menarik tangan Fatimah untuk mengikutinya.
" Aku heran kenapa kamu tidak ada bosannya untuk melakukan hal konyol seperti ini terhadapku?" tanya Fatimah sambil menundukkan pantatnya di kursi yang sudah tarikkan oleh Ilham untuk dirinya.
" Terimakasih!" ucap Fatimah sambil tersenyum kepada Ilham.
__ADS_1
" Pilihlah menu makanan apa yang kau inginkan. Aku akan mentraktirmu!" ucap Ilham dengan bahagia karena Fatimah tidak memberontak lagi seperti tadi.
" Kau pilihkan saja makanan yang tidak ribet karena waktuku untuk makan siang hanya sebentar!" ucap Fatimah tanpa membuka menu makanan yang ada di hadapannya yang tadi disodorkan oleh Ilham kepada dirinya.
" Ayolah berhenti membicarakan pekerjaan di hadapanku! Nanti aku akan minta kepada dekan tampan kita untuk memecatmu saja! Biar kau fokus menjadi istri dan ibu dari anakku saja!" ucap Ilham sambil cemberut kepada Fatimah.
" Dalam mimpimu!" ucapnya sambil memutar bola matanya dengan malas.
" Akan kupastikan mimpi itu akan segera terwujud!" ucap Ilham jumawa.
" Serah deh!" ucap Fatimah sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling kafe yang mulai sibuk karena mulai memasuki jam makan siang.
" Lihatlah ada Dekan kita yang tampan. Tampaknya Dia sedang makan bersama dengan seorang perempuan cantik!" ucap Fatimah sambil melirik ke arah dekan tampannya yang tidak memperhatikan keberadaannya bersama dengan Ilham.
Ilham pun kemudian mengikuti pandangan Fatimah.
" Wih keren! Dekan tampan kita sedang makan bersama dengan mahasiswa favorit di fakultas kita!" ucap Ilham berdecak kagum melihat dekannya saat ini sedang tampak akrab dengan mahasiswa yang sedang naik daun di fakultas mereka berdua.
" Jangan katakan padaku kalau kau sedang cemburu!" ucap Ilham sambil tersenyum.
Fatimah terkejut mendengarkan perkataan rekannya Tetapi dia pun menyerah untuk menjelaskan apapun kepadanya.
" Serah deh!" ucapnya kesal.
Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang.
Ilham langsung melahap makanan tersebut dia merasa senang karena Fatimah tampak menikmati makanan yang dia pesan.
" Pelan-pelanlah makannya tidak ada yang berebut makanan denganmu. Kalau kau keselak nanti bagaimana?" ucap Ilham memperingatkan Fatimah untuk tidak makan terburu-buru.
__ADS_1
" Jam istirahat makan siang sebentar lagi berakhir dan aku ada kelas setelahnya!" ucap Fatimah tidak mempedulikan perkataan Ilham.
" Ayolah santailah! Kau lihatlah Dekan kita saja sedang menikmati makan siangnya bersama mahasiswa baru itu. Lalu kenapa kita sebagai karyawannya harus terburu-buru?" ucap Ilham berdecak kesal.
" Dia itu seorang Dekan. Tidak perlu masuk ke dalam kelas dan tidak perlu di buru-buru oleh waktu. Wajarlah kalau dia santai seperti itu!" ucap Fatimah tanpa melirik sama sekali kepada rekannya yang masih belum menyadari kehadiran mereka berdua di cafe tersebut karena sangking asiknya dia mengobrol dengan mahasiswa baru yang ada di hadapannya.
Sebenarnya Fatimah pun merasa sedikit penasaran dengan wanita yang saat ini sedang akrab dengan Dekan tampannya yang pernah dijodohkan oleh kakeknya.
Setelah menyelesaikan makannya Fatimah bersiap untuk meninggalkan Cafe tempatnya makan siang bersama Ilham.
" Kau mau ke mana? Aku belum selesai makan!" ucap Ilham protes sambil menarik tangan Fatimah untuk kembali duduk di kursinya.
" Kau habiskan saja makananmu. Aku akan kembali ke kampus dengan naik taksi!" ucap Fatimah kepada Ilham yang langsung menggelengkan kepalanya.
" Big no!" ucap Ilham menolak keinginan Fatimah.
" Kau datang ke sini bersamaku jadi pulang pun harus bersamaku!" ucap Ilham dengan tatapan tegas dan langsung menatap menikmati Fatimah yang seketika merasa gugup di buatnya.
" Kau makan seperti itu. Lalu kapan akan segera selesainya? Saat ini aku diburu oleh waktu. Aku selalu menetapkan untuk tepat waktu kepada para mahasiswaku. Lalu, bagaimana mungkin aku akan terlambat memulai pelajaranku?" tanya Fatimah sambil menatap Ilham.
" Baiklah aku akan membawa makanan ini ke kampua dan bisa aku makan sambil menunggu jam pelajaranmu selesai!" ucap Ilham akhirnya menyerah karena dia sudah lelah berdebat dengan Fatimah sejak tadi.
Fatimah akhirnya tersenyum mendengarkan perkataan Ilham.
" Sebentar aku akan meminta pelayan untuk membungkus sisa makanan kita. Biar bisa aku makan di dalam perjalanan ke kampus! Bagaimanapun Sayang sekali kalau makanan ini dibuang begitu saja! Mubazir!" ucap Ilham sambil tersenyum kepada Fatimah yang sejak tadi terus menatapnya.
" Cepatlah jangan lama-lama karena waktuku sudah sangat mepet!" ucap Fatimah.
Ilham kemudian langsung pergi ke tempat kasir dan meminta kepada pelayan untuk membungkuskan makanan pesanannya yang baru dimakan 50%. Setelah semuanya beres Ilham dan Fatimah pun kemudian kembali ke kampus.
__ADS_1
Ketika mereka melewati meja yang ditempati oleh Dekan tampannya. Mereka hanya menganggukkan kepala sebagai tanda menyapa kepadanya. Tampak Sang Dekan tampan terkejut ketika melihat Fatimah yang pernah di jodohkan dengan dirinya oleh Kakeknya.