Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Ada apa dengan kamu?


__ADS_3

Zaki terperanjat ketika mendapati Fatimah sudah ada di belakangnya dan mengatakan hal yang aneh-aneh ketika dia sedang menelpon istrinya.


"Ada apa dengan kamu? Kau punya masalah denganku? Kau sengaja kan ingin sekali untuk menghancurkan Rumah tanggaku bersama dengan Hilya!" ucap Zaki langsung bertatapan dengan Fatimah yang dari kemarin sudah membuat Dia sangat muak dengan kelakuannya yang absurd dan membuat kesal.


"Aku kan sudah bilang kau harus batalkan pernikahanmu dengan Hilya! Larena aku menginginkanmu untuk menjadi suamiku!" ucap Fatimah dengan berteriak lebih kencang, sehingga menjadi perhatian para pengunjung yang lain.


"Sayang apa yang terjadi di sana kenapa seperti ada keributan?" tanya Hilya di seberang sana.


Mendengar pertanyaan istrinya yang ada di telepon, Zaki langsung masuk ke dalam mobil. Dia tidak menghiraukan lagi Fatimah yang dari tadi terus berteriak memanggilnya.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu!" ucap Fatimah dengan gemes, kemudian dia pun meninggalkan area parkir Cafe tersebut.


"Awas kamu Zaki aku pasti akan membuat kamu bertekuk lutut padaku!" janji Fatimah ketika dia melihat Zaki sekarang sudah melajukan kendaraannya menuju ke kampus.


Fatimah terus mengikuti Laju kendaraan Zaki karena dia belum puas untuk melampiaskan amarah di hatinya kepada Zaki yang selalu mengabaikannya.


**


Sementara itu di dalam mobil Zaki berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Pak Hilya tentang insiden yang terjadi tadi.


"Ttu tadi Kak Fatimah kan Mas? Apakah kau bertemu dengan dia?" tanya Hilya dengan nada antusias dan penuh penasaran.


"Iya Mas bertemu dia di hari pertama Mas di Jogja. Tapi waktu itu Mas tidak tahu kalau dia adalah kakakmu. Baru kemarin dia mengakui bahwa dia adalah kakakmu!" ucap Zaki dengan penuh penyesalan.


"Lalu, apa yang diinginkan oleh kak Fatimah? Kenapa tadi dia mengatakan hal-hal seperti itu?" tanya Hilya dengan penuh penasaran.

__ADS_1


"Setiap hari Fatimah selalu menteror Mas. Dia menginginkan kita untuk membatalkan pernikahan kita sayang dan dia ingin agar Mas menikahinya!" ucap Zaki dengan lesu.


"Lalu apa Mas menginginkan kita untuk bercerai atau membatalkan pernikahan kita?" tanya Hilya dengan suara tersekat di tenggorokannya. Karena dia merasa sedih membayangkan kedua hal terjadi dalam hidupnya bersama dengan Zaki.


"Kamu jangan khawatir Sayang! Mas tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Mas mencintaimu sayang! Apalagi Umi sudah mengancam Mas, untuk tidak pernah mau melakukan itu!" ucap Zaki menerangkan semuanya kepada istrinya.


"Apa pendapat Umi tentang masalah ini Mas?" tanya Hilya penasaran.


"Umi meminta Mas untuk pindah ke Jakarta mengajar di kampusmu. Agar kau tidak usah datang ke sini. Biar Mas yang pindah ke tempatmu untuk menghindari Fatimah!" ucap Zaki mengatakan yang sesungguhnya.


"Kalau menurut mas sendiri? Bagaimana baiknya?" tanya Hilya ingin tahu pendapat Zaki yang sesungguhnya.


"Mas kan kerja di sini baru beberapa bulan. Rasanya akan sangat riskan kalau baru sebentar bekerja sudah minta pindah dan Mas berarti harus kembali berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru!" ucap Zaki mengutarakan pendapatnya.


"Kalau Mas sudah nyaman di sana, tidak apa-apa. Lagi pula Hilya juga sebentar lagi selesai ujiannya. Saya akan segera menyusul Mas di sana dan saya akan bicara langsung kepada Kak Fatimah untuk tidak mengganggu Mas Zaki lagi!" ucap Hilya dengan nada sendu dan tampak sedih.


"Iya Mas saya percaya kok sama kamu. Aku kenal karaktermu dan Aku juga tahu karakter kakakku. Mas tidak usah khawatir. Bekerjalah baik-baik di sana, nanti setelah semuanya selesai Hilya urus, Hilya akan langsung ke sana untuk menemani Mas." ucap Hilya menjanjikan kesiapannya untuk mengikuti sang suami di Jogjakarta.


"Terima kasih karena kau sudah mempercayai Mas janji tidak akan pernah melakukan hal yang akan membuat kamu kecewa!" janji Zaki kepada istrinya.


"Mas sudah sampai ke kampus, nanti setelah pulang kerja Mas hubungi lagi ya!" ucap Zaki kemudian berpamitan kepada istrinya untuk masuk kembali ke kampus dan menjalankan tugasnya sebagai seorang dosen.


Zaki segera memarkirkan Mobilnya di tempat biasa dia memarkirkan kuda besinya.


Ketika Zaki hendak keluar dari mobil. Tiba-tiba saja Fatimah sudah menggamit lengannya, dia mengajaknya untuk berbicara secara pribadi kepada Zaki.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? Aku sudah bilang padamu. Aku tidak ingin menemuimu lagi. Kenapa kau selalu saja menteror hidupku?" Tanya Zaki dengan mata berapi-api menatap kepada Fatimah yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


"Aku mencintaimu! Aku mohon batalkan pernikahanmu dengan Hilya dan menikahlah denganku!" ucap Fatimah dengan keras sehingga mengundang Perhatian para mahasiswa yang lain.


Terdengar bisik-bisik di antara mereka. Ketika melihat keributan yang dilakukan oleh Fatimah dan juga Zaki di area parkir.


"Kau mencintaiku? Dengarkan ya! Hal itu adalah urusanmu. Aku tidak peduli sama sekali, yang jelas aku tidak akan pernah berpisah dengan istriku, karena aku mencintainya!" ucap Zaki dengan mata nanar menatap kepada Fatimah yang sekarang mulai berderai air matanya.


"Satu kali lagi kau melakukan hal seperti ini dan mencoba untuk mengganggu rumah tanggaku bersama Hilya. Percayalah Saya pasti akan datang ke pihak rektorat dan melaporkan segala tindakanmu yang tidak menyenangkan ini?" ucap Zaki dengan nada serius kemudian dia langsung meninggalkan Fatimah begitu saja tidak memperdulikan Gadis itu kini meraung-raung dan menangis.


"Kenapa kok jahat sekali Zaki? Bukankah seharusnya kita memang menikah?" ucap Fatimah dalam Isak tangisnya.


Dia sama sekali tidak mempedulikan diperhatikan oleh para mahasiswa bahkan ada mahasiswa yang merekam kelakuannya dan mengunggahnya di media sosial.


"Apa yang dilakukan sama Bu Fatimah sih? Kenapa dia mengejar-ngejar seorang laki-laki yang sudah punya istri?" tanya salah seorang mahasiswa yang saat ini sedang menatap Fatimah dengan intens.


"Sungguh memalukan! Seorang dosen berperilaku seperti itu. Bukanlah seharusnya dia malu? Akan tetapi dia seperti sengjaa menunjukkan. Tentang apa yang dia lakukan kepada publik dengan melakukan hal gila seperti itu!" ucap mahasiswa yang lain menimpali perkataan temannya.


"Sungguh benar-benar tidak menginginkan lagi reputasinya sebagai seorang dosen!" berbagai komentar dilontarkan oleh para mahasiswa yang saat itu sedang menjadi penonton dan saksi dari kelakuan Fatimah yang memalukan.


Fatimah bangkit kemudian dia menatap kepada para mahasiswa itu dengan mata nanar dengan air mata yang masih berlinang.


"Dia adalah calon suamiku yang seharusnya dia menikah denganku. Tetapi sekarang dia malah menikah dengan adikku. Apakah aku salah?? Kalau aku meminta dia untuk membatalkan pernikahan itu dan meminta dia untuk kembali kepadaku?" ucap Fatimah seperti sudah tidak punya urat malu lagi mengatakan semua aib yang sudah dia lakukan sendiri. Akan tetapi dia memutarkan segala fakta yang terjadi yang seakan akan mengatakan bahwa Hilya yang sudah merebut calon suaminya.


"Aku mencintainya! Oleh karena itu aku meminta dia untuk kembali padaku. Tetapi dia selalu abai denganku dan lebih mencintai istrinya. Oleh karena itu, aku mengejarnya lagi. Apakah salah yang telah kulakukan? Bagaimana kalau kalian berada di posisiku?" ucap Fatimah dengan tidak mempunyai rasa malu sama sekali karena dia sudah memaparkan segala fakta yang ada antara dirinya Zaki dan juga Hilya.

__ADS_1


Tampak pada mahasiswa berbisik-bisik satu sama lain. Kemudian mereka meninggalkan Fatimah di area parkir begitu saja.


__ADS_2