
Zaki kemudian mengajak Farel untuk ke rumah sakit sehingga bisa bertemu dengan kedua orang tuanya.
" Ayo kita ke rumah sakit! Apakah kau tidak merindukan kedua orang tuaku? Bukankah sudah lama kalian tidak bertemu?" ucap Zaki menatap Farel yang sedang menyantap makan siangnya.
" Boleh juga sih Paman! Bentar ya Farel habiskan makan siang dulu. Supaya nanti tidak repot lagi untuk mencari makanan! Maklum Paman Farel kalau sudah beraktivitas jadi lupa segalanya!" ucap Farel sambil meringis kepada Zaki yang saat ini sedang menatapnya dengan terkagum-kagum.
" Kau nanti lebih baik tidak usah bertemu dengan istriku. Karena aku takut kalau istriku nanti kepincut denganmu!" ucap Zaki memberikan ultimatum kepada Farel untuk tidak bertemu dengan Hilya.
" Paman ini ada-ada saja Mana mungkin aku akan mencintai Bibiku yang sudah menjadi milikmu?" bocah Farel sambil terkekeh merasa lucu dengan ketakutan pamannya.
" Waktu pernikahanku, kau memang datang. Akan tetapi kan kau belum sempat untuk bertemu dan berkenalan dengan istriku. Jadi sangat wajar kalau kau bisa mengatakan itu! istriku seperti bidadari yang turun dari kayangan. Kau pasti akan kepincut padanya!" ucap Zaki pelan sambil tersenyum dengan bangga ketika menceritakan tentang Hilya, wanita yang dia cintai.
" Paman tenang saja! Seleraku bukan wanita bersuami!" ucap Farel dengan penuh keyakinan.
" Semoga saja kau bisa menjaga ucapanmu dan tidak menjilatnya lagi!" ucap Zaki pelan.
Farel segera mengelap mulutnya dengan kain yang ada di pangkuannya. " Ayo paman kita ke rumah sakit dan kita buktikan! Apakah yang saya katakan kepada Paman terbukti ataukah tidak!" ucap Farel sambil merangkul bahu Zaki yang lebih tinggi sedikit darinya.
" kita pasti akan bertarung hebat kalau kau berani menggoda istriku!" ucap Zaki berseloroh kepada keponakannya.
" Paman ini ada-ada saja. Bagaimana mungkin aku akan merebut istri tercintamu? Sebusuk-busuknya aku. Aku tidak akan mungkin melakukan itu Paman!" ucap Farel sambil tersenyum ke arah Zaki yang masih memasang wajah curiga kepadanya.
" Ayolah Paman jangan seperti itu ya sudah kalau begitu aku kembali ke Jakarta saja tidak usah bertemu dengan keluarga Paman daripada Paman memandangku dengan penuh curiga seperti itu!" Ucap Farel pelan sambil misuh-misuh dan dia membatalkan keinginannya untuk bertemu dengan kakek dan neneknya.
" Sudahlah! Ayo kita ke rumah sakit!" ucap Zaki mengajak Farel untuk berangkat bersamanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Ketika mereka sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Farel dari kejauhan.
"Farel!" laki-laki itu mendekati mereka berdua dan langsung menyalami Farel dengan penuh keakraban.
"Abby? Sejak kapan kau pulang dari Belanda?" tanya Farel merasa heran melihat sahabatnya yang setahunya sedang kuliah di Belanda tiba-tiba sudah ada di hadapannya.
" Aku baru pulang tadi malam. Tadinya aku ingin menemuimu di Jogjakarta tidak tahunya kita malah bertemu di sini!" ucap Abby pelan sambil tersenyum bahagia karena bertemu kembali dengan sahabat lamanya ketika di bangku SMA.
" Kau sedang apa di sini Abby?" tanya Farel.
" Tadinya janjian dengan seorang perempuan. Tetapi saya tungguin dia satu jam lebih, dia tidak muncul juga! Jadi aku memilih pergi saja, daripada membuang waktu untuk orang yang tidak jelas seperti itu yang sama sekali tidak menghargai waktu orang lain!" ucap Abby seperti marah.
" Oh ya! Perkenalkan ini adalah pamanku namanya Zaki Al Buchory!" ucap Farel memperkenalkan Zaki dengan Abby sahabatnya ketika masih di SMA dulu.
" Zaki! Wah cycle hubunganmu sangat luar biasa Farel! Sahabat dan teman-teman kamu, pria-pria tampan dan tajir melintir yang dijamin bikin para cewek terpesona ketika melihat dia!" ucap Zaki memuji ketampanan Abby yang luar biasa.
" Anda bisa saja Paman! Anda juga sangat tampan. Saya yakin banyak perempuan yang pasti mencintai anda dan tergila-gila dengan anda!" ucap Abby memuji Zaki yang matang dan super tampan.
Visualisasi dua sahabat Farel dan Abby
Visualisasi Farel Abimana.
__ADS_1
Visualisasi Abby Zulkarnain.
" Kau benar Abby! Pamanku ini adalah laki-laki yang luar biasa karena menjadi rebutan dua orang kakak beradik yang sama-sama cantik dan juga tergila-gila padanya!" ucap Farel sambil menepuk bahu Zaki yang sekarang sedang menatapnya dengan lekat.
" Kau mengatakannya seperti itu sesuatu yang mudah dan wah! Padahal bagi paman yang saat ini sedang menjalaninya itu semua. Hal itu sungguh sangat sulit dan sangat merepotkan! Kedua mertuaku sampai masuk rumah sakit secara bersamaan dan sekarang bahkan Abi pun ikut sakit. Bahkan sudah dioperasi. Tapi masih belum juga ada perubahan sama sekali. Itu semua gara-gara wanita yang kau bilang tergila gila padaku!" ucap Zaki dengan frustasi sehingga membuat Farel dan juga Abby merasa tidak enak.
" Sudahlah! Ayo kita ke rumah sakit saja daripada kita berbicara yang aneh-aneh di sini kebetulan aku pun sudah merindukan kakek dan nenek!" ucap Parel menengahi pembicaraan yang sangat tidak enak baginya.
Apalagi sekarang Farel melihat Zaki yang mulai murung dan tidak bahagia lagi seperti pertama kali mereka bertemu.
" Apakah Fatimah benar-benar memberikan masalah kepada paman?" tanya Farel kepo.
" Dia memaksa kami untuk membatalkan pernikahanku dengan istriku dan ingin aku menikahinya. Oleh karena itu kedua orang tuanya kemudian sampai kena serangan jantung. Karena tidak mampu lagi untuk menghadapi kelakuan dia yang keras kepala. Ayahku ikut masuk rumah sakit karena terlalu lelah dan juga pusing memikirkan rumah tanggaku bersama istriku!" ucap Zaki bercerita ketika mereka sudah berada dalam perjalanan menuju parkiran hotel untuk pergi ke rumah sakit.
" Farel! Aku menggunakan mobilku sendiri kau duluan lah nanti aku akan mengikutimu!" ucap Abby sebelum mereka berpisah di basement hotel dan pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil mereka sendiri-sendiri.
" Yah Paman juga membawa mobil sendiri Farel. Oke? Nanti kita bertemu di rumah sakit saja. Paman duluan ya?" Zaki kemudian berpamitan kepada mereka berdua karena dia harus segera kembali ke rumah sakit.
" Baiklah paman kita berpisah di sini dulu. Kami berdua akan mencari oleh-oleh dulu untuk dibawa ke rumah sakit sebagai buah tangan!" ucap Farel tersenyum kepada Zaki yang sudah bersiap untuk segera berangkat menuju rumah sakit.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Paman pergi dulu! Kalian berhati-hatilah dalam berkendara. Ingatlah untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan jangan mengebut! Karena paman tahu kalau kamu suka mengebut Farel!" ucap Zaki mengingatkan keponakannya untuk tetap mengutamakan keselamatan ketika berkendara.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Iya pamanku sayang! Tenang saja. Saya akan menjaga diri dengan baik karena saya pun ingin menikmati menjadi seorang pengantin dan tidak ingin mati muda karena ugal-ugalan di jalan!" ucap Farel sambil mengulas senyum kepada Zaki yang langsung pergi meninggalkan hotel tersebut dan menuju ke rumah sakit.
__ADS_1