Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Perundingan


__ADS_3

Kita tinggalkan dulu Zaki, Hilya dan Fatimah yang saat ini sedang sibuk mengurusi persidangan Hilya gara-gara kasus yang dilaporkan oleh Fatimah ke kantor polisi.


Mari kita lihat di Kyai Rasyid dan Zahra yang saat ini sedang berkunjung ke Jawa Timur untuk menemui Kyai Ilham dan juga Qonita.


" Semoga perjalanan kita membuahkan hasil dan kita bisa mendapatkan solusi terbaik untuk permasalahan keluarga kita saat ini!" ucap Kyai Rasyid dengan penuh pengharapan.


" Aminn, Abi! Umi pun sangat kasihan sekali kepada Hilya yang saat ini dipenjara gara-gara kakaknya yang melaporkannya karena ingin menikah dengan Zaki Putra kita." ucap Zahra terlihat sedih memikirkan nasib menantunya.


Begitu sampai di bandara. Kyai Ilham dan Qonita sudah menjemput mereka berdua.


NB: Karena mo ketemuan ma mereka berdua ini, saya baca lagi novel saya yang berjudul


" Assalamualaikum ustadz ku" sehingga baru sadar dengan kesalahan nama istri dari Kyai Rasyid yaitu Zahra bukan Qonita. Mohon maaf sekali lagi reader. Insyaallah semoga nanti ada waktu untuk revisi dari awal lagi.


" Apa kabar Kak Zahra sekeluarga? Alhamdulillah ya? Akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu karena kesibukan masing-masing!" ucap Qonita sambil memeluk tubuh kakaknya Zahra.


" Iya alhamdulillah! Kebetulan kami juga ada keperluan yang ingin didiskusikan dengan kalian berdua!" ucap Kyai Rasyid sambil memeluk Kyai Ilham dengan erat.


" Ayo kita ke pondok biar nanti dibicarakan di sana!" ucap Qonita sambil menatap lekat saudaranya yang telah lama tak berjumpa.


' Kenapa aku merasa bahwa wajah Kak Zahra dan Kyai Rasyid penuh dengan kesedihan? Apakah mereka sedang mengalami masalah berat?' batin Qonita sambil terus menatap kakaknya yang tampak kelelahan.


" Bagaimana kabar Zaki? Setelah pernikahannya dulu. Kami belum pernah bertemu lagi!" tanya Kyai Ilham.

__ADS_1


" Belum lama ini Farel juga mengunjungi kami di Indramayu! Saat Aby masuk ke rumah sakit!" ucap Zahra bercerita tentang Farel cucu mereka berdua.


" Benarkah Farel datang ke tempat kalian? Bahkan dia tidak pernah datang ke sini." ucap Qonita cemberut.


" Sudahlah Umi Farel itu kan sibuk bahkan Sekarang dia ada di Dubai untuk membantu Adrian mengurus perusahaan milik Abimana grup. Karena saat ini Andika sedang sakit di sana!" ucap Kyai Ilham membujuk istrinya untuk tidak marah lagi.


" Iya Aby. Saya paham tentang kesibukan Farel saat ini. Itulah yang membuat Umi jadi khawatir dengan masa depan dia. Bagaimana caranya dia mau menikah kalau hanya sibuk dengan pekerjaan dan pekerjaan?" ucap Qonita melirik suaminya yang duduk di sebelahnya.


Begitu mereka sampai di pondok pesantren mereka berdua meminta kepada Kyai Rasyid dan Zahra untuk beristirahat.


" Kak Zahra! Beristirahatlah dulu nanti kalau sudah fresh kita bisa berbicara banyak tentang segala hal selama kita berdua tidak bertemu!" ucap Qonita kepada Zahra.


" Iya dek Ya udah kakak istirahat dulu ya rasanya pusing kepalanya selama seharian berada di jalan!" ucap Zahra tersenyum kepada Qonita.


" Apakah ada masalah Kyai? Aaya juga memperhatikan kakak saya begitu sedih wajahnya!" tanya Qonita ketika dia bergabung dengan suaminya dan juga kakak iparnya.


Kyai Rasyid menarik nafasnya dengan dalam tampak bahwa dia begitu tertekan saat ini.


" Pernikahan Zaki saat ini sedang diguncang Prahara. Semuanya berawal dari keinginan Almarhum Kyai Hamid untuk menjodohkan salah satu cucunya dengan keluarga dari istrinya Zaki." ucapnya perlahan.


" Waktu itu kalian berdua hadir juga kan di pernikahannya Zaki? Calon istri yang seharusnya menikah dengan Zaki kabur begitu saja. Tetapi ternyata dia bertemu dengan Zaki saat bekerja di Jogjakarta dan katanya dia jatuh cinta dengan Zaki. Sehingga Dia meminta kepada Zaki untuk membatalkan pernikahan Zaki bersama dengan adiknya yang sekarang menjadi istri dari Zaki. Dia bahkan menghalalkan segala cara untuk memuluskan keinginan yaitu puncaknya dia membuat keributan dengan adiknya di toilet rumah sakit, sehingga tanpa sengaja Hilya mendorong tubuhnya ke lantai dan membuat dia sakit hingga akhirnya masuk rumah sakit dan dirawat di sana. akan tetapi dia kemudian menggunakan insiden itu untuk melaporkan menantu saya ke kantor polisi dengan usaha pembunuhan dan sekarang Hilya berada di penjara karena masalah ini!" tampak Kyai Rasyid merasa sedih saat dia bercerita.


" Bahkan kedua orang tua Fatimah sekarang masih berada di rumah sakit karena merasa malu dengan kelakuan putrinya yang sampai sekarang masih mengganggu Zaki agar mau menikahinya!" ucapnya lagi.

__ADS_1


" Lalu Apa yang bisa saya bantu Pak Kyai? Saya rasa hal itu adalah masalah keluarga Pak Kyai dan saya tidak punya hak untuk ikut campur!" ucap Kyai Ilham sambil menatap ke Rasyid dengan lekat.


" Zahra berpendapat bahwa perihal wasiat almarhum Kyai Hamid yang menginginkan anak cucunya menikah dengan keluarga dari Hilya merupakan tanggung jawab semua keluarga Almarhum Kyai Hamid. Jadi Pak Kyai, kedatangan kami berdua kemari ingin menjajaki. Apakah mungkin kalian bisa meminta kepada Farel untuk menikah dengan Fatimah sehingga dia berhenti untuk mengganggu pernikahan Zaki dan Hilya?" ucap Kyai Hamid sambil menatap kepada Kyai Ilham dan juga Qonita yang tampak saling menatap satu sama lain.


" Memang saya dulu pernah mendengar dari almarhum Abi. Bahwa keluarga kita berhutang budi kepada keluarga Istrinya Zaki. Sewaktu mereka mondok bersama. Oleh karena itu tercetus ide untuk menjodohkan anak ataupun cucu mereka suatu saat nanti!" ucap Qonita serius.


" Coba nanti saya akan meminta kepada Farel untuk datang kemari dan kita dengarkan apa pendapatnya tentang masalah ini!" ucap Kyai Ilham menganggukkan kepalanya.


" Pantas saja kak Zahra tampak bersedih memang sangat berat masalah yang sedang kalian hadapi! Nanti ketika Farel datang kemari. Semoga kita akan menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah ini!" ucap Qonita.


" Umi tolong ambilkan ponsel Abi dan minta untuk menelpon Farel. Biar dia datang kemari supaya kita bisa berunding bersama untuk masalah ini!" ucap Kyai Ilham kepada istrinya.


Qonita langsung bangkit dari duduknya dan pergi ke dalam kamarnya. Dia kemudian menyerahkan ponsel milik suaminya.


" Terima kasih Umi!" ucap Kyai Ilham pelan.


Kyai Ilham kemudian menelpon Farel memintanya untuk segera datang ke Jawa Timur.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Farel! Apakah bisa kalau kamu datang ke pondok Abah? Ada sesuatu yang ingin Abah diskusikan denganmu!" ucap Kyai Ilham saat panggilan telpon sudah tersambung.


" Apa kita bisa berdiskusi melalui ponsel saja Abah? Karena jujur saya saat ini benar-benar sangat sibuk untuk membantu papa dalam mengurus Abimana grup di Dubai!" ucap Farel mencoba untuk berdiskusi dengan Abahnya.


" Pulanglah Kalian bertiga sebentar kebetulan Abah juga sudah merindukan kalian sudah hampir satu tahun lebih kita tidak bertemu!" ucap Kyai Ilham dengan tegas.

__ADS_1


" Baiklah Abah akan saya diskusikan dengan lebih dan juga Umi!" ucap Farel pada akhirnya karena dia takut dengan kemarahan abahnya.


__ADS_2