
" Dengar ya! Jangan cari masalah denganku. Karena aku bukan orang yang gampang ditindas seperti Zaki maupun adikmu!" ucap Farel dengan mengarahkan telunjuknya ke wajah Fatimah yang saat ini sedang melotot kepadanya.
" Ya Tuhan kakek benar-benar sudah menimpakan kepusingan ke dalam hidupku!" sesal Farel.
" Apa katamu?" tanya Fatimah marah.
" Diam! Karena aku sedang berbicara dengan kakekku!" ucap Farel marah.
" Keluar dari ruanganku!" ucap Farel kepada Fatimah.
" Kau mengusirku?" tanya Fatimah seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Farel.
" Aku tidak menerima perjodohan itu! Apa kau dengar itu?" tanya Farel kepada Fatimah.
" Farel jangan terlalu keras terhadap seorang perempuan!" tegur Kyai Ilham di seberang sana.
" Ini semua salah Kakek! Kenapa kakek harus melakukan semua ini padaku? Apakah Kakek tahu? Urusanku sudah banyak sekali Kek dan pekerjaanku sudah menumpuk sangat pusing dan stress memikirkan semua itu dan sekarang kakek menimpakan perempuan ini padaku. Ya Tuhan! Sebenarnya apa yang kalian pikirkan?" ucap Farel sambil meraup wajahnya dengan frustasi.
" Maafkan kakek Farel. Ya sudah kakek akan langsung berdiskusi dengan mereka semua. Kau jangan marah lagi ya?" ucap Kyai Ilham menenangkan cucunya yang saat ini sedang marah kepadanya.
" Maafkan Farel Kek! Tapi ini benar-benar sangat keterlaluan. Farel tidak senang. Kalian tidak usah ikut campur masalah jodohku ataupun calon istriku. Aku bisa memilihnya sendiri tanpa ikut campur kalian!" ucap Farel mulai melemah kan suaranya.
" Iya kakek tahu ya sudah Kakak akan segera berdiskusi dengan mereka semua. Untuk membatalkan rencaa pernikahan kalian berdua!" ucap Kyai Ilham.
" Pokoknya Farel tidak mau menerima perjodohan itu. Kalaupun kalian benar-benar merencanakan pernikahan itu. Akan kupastikan aku akan menghilang dari hidup kalian dan kalian tidak akan pernah menemukanku di manapun!" ucap Farel.
" Ya Farel! Kakak akan pastikan bahwa pernikahan itu tidak akan pernah terjadi!" ucap Kyai Ilham.
" Baiklah kek terima kasih!" ucap Farel.
" Ya sudah Farel tutup telepon dulu ya kek. Karena harus segera bekerja!" ucap Farel.
" Ya sudah Farel kau tenanglah. Kakek akan pastikan bahwa perjodohan itu tidak akan jadi!" ucap Kyai Ilham menegaskan kembali tentang perjodohan itu.
" Terima kasih banyak Kek. Tolong maafkan Farel yang tadi berkata kasar ke kakek!" Ucap Farel dengan menyesal.
__ADS_1
" Iya Kakek juga salah karena memutuskan ini tanpa berdiskusi denganmu dulu. Padahal kemarin waktu di Dubai kau sudah meminta waktu kepada kami untuk memikirkannya!" ucap Kyai Ilham dengan tenang.
" Ya kek! Farel juga yang salah karena tidak segera memberikan kabar kepada kakek mengenai keputusanku!" ucap Farel.
" Ya sudah Kakek tutup dulu teleponnya. Karena kakek harus berdiskusi dengan kedua orang tuamu dan juga kedua orang tua Fatimah. Untuk membatalkan rencana perjodohan ini!" ucap Kyai Ilham berpamitan kepada Farel.
" Salam untuk nenek dan maafkan Farel karena tidak menerima rencaba perjodohan itu karena Farel tidak pernah mencintai Fatimah!" ucap Farel pelan.
Farel kemudian menutup telepon tersebut dan kembali melihat Fatimah yang saat ini sedang berkacak pinggang di hadapannya.
" Kau keterlaluan! Kenapa kau tidak berusaha untuk mengenalku dulu sebelum mengajukan penolakan itu?" ucap Fatimah dengan mata berapi-api.
" Maafkan aku. Tapi aku benar-benar tidak bisa menerimamu menjadi calon istriku. Karena aku tidak pernah mencintaimu!" Ucap Farel dengan nada serius.
" Oh Ayolah! Dulu aku juga tidak menerima Zaki menjadi calon suamiku. Lihatlah aku mengejar-ngejarnya bukan? Siapa tahu kau pun akan jatuh cinta padaku setelah kita kenal lebih dekat lagi!" ucap Fatimah dengan senyumnya yang mengembang.
" Aku tidak perlu untuk mengenalmu lebih dekat. Karena aku sudah kenal kau jauh sebelum ini!" ucap Farel sambil menatap sinis kepada Fatimah.
" Apa maksudmu?" tanya Fatimah heran.
" Apa kau lupa kalau aku adalah teman adikmu? Sejak dulu aku sudah kenal kamu! Hanya saja mungkin kau yang tidak pernah mengingatku!" Ucap Farel.
" Sudahlah Keluarlah dari ruanganku kau sudah mengganggu waktuku sangat banyak. Aku harus bekerja. Seperti yang kau lihat pekerjaanku sangat banyak!" Uca Farel sambil duduk di kursi kebesarannya.
Tanpa berkata apapun Fatimah kemudian meninggalkan ruangan Farel.
" Kurang ajar! Kenapa dia langsung menolakku begitu saja?" tanya Fatimah sambil terus menetap Farel yang saat ini sedang duduk di kursinya.
" Ya Tuhanku! Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mungkin mengejar-ngejar Farel, jelas-jelas dia menolakku!" ucap Fatimah pusing.
" Ya Tuhan apakah aku seburuk itu sehingga semua orang menolakku mentah-mentah!" ucap Fatimah berkata kepada dirinya sendiri.
" Pertama cintailah dirimu dulu. Maka orang lain pun akan mencintaimu!" ucap Ilham.
" Apa maksudmu Ilham?" tanya Fatimah tidak mengerti.
__ADS_1
" Perilakumu yang selalu mengejar-ngejar laki-laki itu dan memaksakan kehendakmu. Secara tidak langsung kau sedang menunjukkan bahwa kau tidak mencintai dirimu sendiri!" ucap Ilham.
" Percayalah bahwa seorang laki-laki lebih menikmati mengejar seorang perempuan daripada dikejar oleh seorang perempuan!" ucap Ilham tersenyum.
" Sudahlah aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Aku lebih baik pulang sudah tidak ada mode lagi untuk bekerja!" ucap Fatimah kesal.
Sementara itu Ilham hanya menatap kepergian Fatimah dari hadapannya.
" Dia sebenarnya seorang gadis yang cantik dan menarik hanya saja Dia belum mengerti tentang kelebihan dirinya sendiri!" ucap Farel sambil terus menatap Fatimah yang sudah menjauh dari hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu Hilya dan Zaki tampak berbahagia karena sekarang Fatimah sudah kembali ke Jogjakarta dan tidak akan mengganggu lagi pernikahan mereka berdua.
" Apakah benar yang dikatakan oleh ayah dan ibuku bahwa Kak Fatimah dijodohkan dengan Farel?" tanya Hilya kepada Zaki.
" Entahlah Mas belum bertanya kepada Farel mengenai kebenarannya." ucap Zaki menatap istrinya yang saat ini sedang sibuk memasak.
" Sayang! Apakah kau tahu kalau kau sangat cantik saat memasak?" Tanya Zaki kepada istrinya.
" Ya ampun! Bahkan aku sedang memasak pun tidak lolos dari rayuanmu recehmu! Hahaha!" ucap Hilya sambil tertawa.
" Aku benar-benar mengatakan kejujuran bahwa kau saat ini sangat cantik!" ucap Zaki sambil memeluk pinggang istrinya dari belakang.
" Tolonglah! Jangan menggangguku aku jadi tidak bisa konsentrasi. Kalau kau melakukan hal seperti ini!" ucap Hilya.
" Tapi aku benar-benar tidak bisa sayang untuk melepaskanmu sekarang. Kenapa kau lama sekali memasak?" Tanya Zaki.
" Duduklah di sana. Biar aku bisa segera menyelesaikan pekerjaan ini dan Mas bisa segera makan dan berangkat bekerja!" ucap Hilya meminta kepada suaminya untuk meninggalkannya di dapur.
" Apakah kau tidak berangkat kuliah? Bukankah sudah mulai perkuliahan tahun ini?" Tanya Zaki kepada Hilya.
" Iya nanti aku akan ikut dengan mas ke kampus untuk mengecek jadwal kuliah terbaru dan registrasi ulang!" ucap Hilya sambil tersenyum kepada suaminya.
" Baiklah Mas akan mandi dulu dan setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke kampus!" ucap Zaki kepada Hilya.
__ADS_1
" Yah aku juga akan segera menyelesaikan masakan ini jadi kita bisa sarapan bersama dan pergi ke kampus bersama!" ucap Hilya tersenyum bahagia karena akhirnya rumah tangganya bisa berjalan normal tanpa gangguan dari Fatimah seperti sebelumnya.
" Ya Allah terima kasih karena kau telah memberikan kedamaian ke dalam rumah tangga kami berdua!" doa Hilya dengan khusyuk pagi itu.