Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Hilang Akal Sudah


__ADS_3

Zaki masih terdiam di depan pintu dan mendengarkan percakapan dua saudara itu yang sedang berunding tentang dirinya.


" Halo kantor polisi? Aku ingin melaporkan tindakan percobaan pembunuhan atas diriku yang dilakukan oleh Auriza Hilyatul Aulia. Segera kirimkan anggotamu untuk menangkap perempuan itu. Karena saat ini diriku dalam keadaan bahaya oleh psikopat itu! Aku dan dia saat ini ada di rumah sakit xxxx!" ucap Fatimah sambil terus menatap tajam kepada Hilya yang saat ini sedang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan berderai air mata.


" Aku tidak menyangka kalau kakak tega mengatakan bahwa aku seorang psikopat. Apakah kakak begitu membenciku?" tanya Hilya dengan penuh rasa penasaran.


" Sudahlah dek! Tidak usah terlalu banyak drama di depanku! Cukup kau ceraikan Mas Zaki dan aku akan mencabut laporan itu!" ucap Fatimah sambil menatap sinis kepada Hilya yang masih tersedu-sedu.


Sementara itu Zaki yang saat ini berada di ambang pintu. Dia merasa terkejut karena Fatimah benar-benar melaporkan istrinya ke kantor polisi atas laporan percobaan pembunuhan atas dirinya.


" Aku akan menikahimu. Tetapi dengan syarat segera cabut laporanmu atas istriku!" ucap Zaki langsung masuk ke dalam ruangan itu yang mengagetkan kedua saudari tersebut.


" Apa maksudmu Mas?" tanya Hilya terkejut.


" Aku tidak akan membiarkanmu masuk penjara sayang. Biarlah aku yang berkorban dan menikahi perempuan bengal itu!" ucap Zaki lembut sambil memeluk Hilya dan menghapus air mata dari pipi istrinya yang sangat dia cintai.


" Ya ampun aku seperti sedang melihat drama Korea di hadapanku!" ucap Fatimah dengan sinis. Karena saat ini hatinya benar-benar sangat cemburu melihat Zaki memperlakukan Hilya dengan begitu tulus dan penuh cinta.


" Kau adalah gambaran wanita keji yang tidak tahu diri yang pernah aku lihat di atas dunia ini! Kalau bukan karena istriku yang telah mendonorkan darahnya sebanyak dua kantong ke dalam tubuhmu. Mungkin saat ini kau sudah ada di dalam kuburan! Segera kau cabut laporan itu sebelum aku benar-benar membencimu!!" ucap Zaki dengan penuh rasa jijik kepada Fatimah.


" Aku akan mencabut laporanku. Ketika kau benar-benar mewujudkan. Apa yang kau janjikan padaku!" ucap Fatimah dengan senyum penuh kemenangan ketika melihat Zaki yang menatapnya dengan tidak berdaya.


Tidak lama kemudian. Datang tiga orang petugas polisi yang masuk ke dalam ruangan Fatimah. Fatimah merasa bahagia sekali melihat petugas itu datang tepat waktu.


" Maaf apakah benar ini adalah ruangan saudari Fatimah az-zahra?" tanya seorang petugas polisi sambil menatap kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


" Saya adalah Fatimah Azzahra yang tadi menelpon ke kantor polisi. Kalian tangkaplah perempuan itu. Dialah yang telah mencoba membunuhku dan membuat aku berada di rumah sakit dalam keadaan seperti ini!" ucap Fatimah dengan suara datar dan nyaris tanpa perasaan kasih sama sekali terhadap Hilya.


Hilya menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakaknya tentang dirinya.


" Mari bu ikut dengan kami secara baik-baik. Ibu bisa menyewa pengacara untuk membela diri di pengadilan!" ucap petugas polisi ketika dia melihat Hilya yang tampak begitu bersedih dengan keadaan yang saat ini menimpa dirinya.


" Fatimah cepat kau cabut laporan itu atau aku tidak akan pernah menikahimu sampai kapanpun!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada Fatimah yang saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan.


" Kau buktikanlah dulu apa yang kau katakan kepadaku. Baru aku akan mencabut laporanku atas psikopat yang telah berusaha untuk membunuhku!" ucap Fatimah dengan penuh percaya diri.


Petugas polisi itu langsung menarik tangan Hilya dan membawanya ke kantor polisi. Zaki hanya bisa menatap istrinya dengan perasaan sedih ketika dia melihat Hilya yang telah digelandang secara tidak terhormat ke kantor polisi oleh ketiga petugas itu.


" Aku benar-benar hilang akal sudah! Untuk menghadapi wanita ular sepertimu!" ucap Zaki sambil mengepalkan kedua tangannya dan siap untuk menghajar Fatimah.


" Kau adalah perempuan keji yang pernah kulihat di atas bumi ini. Dengarkan aku! Aku tidak akan pernah memaafkanmu kalau sampai terjadi apa-apa kepada istriku!" ucap Zaki dengan mata berapi-api kemudian dia pun langsung keluar dari ruangan Fatimah.


Di sepanjang perjalanan menuju ruangan kedua orang tuanya pikiran zake benar-benar sangat ruwet dan pusing.


" Aku tidak pernah menyangka bahwa wanita keji itu akan memanfaatkan situasi ini untuk menekanku sampai ke ujung jurang!" ucap Zaki dengan penuh rasa frustasi.


" Ya Allah! Apa yang harus kulakukan sekarang? Kalau aku menceritakan kepada kedua orang tua kami mengenai kejadian ini. Pasti mereka akan sangat sedih dan juga syock. Aku benar-benar tidak mau kalau sampai mereka unfall lagi!" ucap Zaki sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.


Zaki saat ini sedang menangis terseduh di ujung lorong rumah sakit yang tampak sepi dari lalu lalang pengunjung maupun penghuni rumah sakit itu.


" Aku bisa membantumu untuk mengeluarkan Hilya dari penjara!" tiba-tiba suara seorang laki-laki menginstruksi kegiatan menangia dan berpikir Zaki saat ini.

__ADS_1


Zaki mendongakkan kepalanya dan melihat laki-laki yang saat ini sedang berdiri di hadapannya dengan menyilangkan kedua tangannya di atas dada.


" Apa maksud perkataanmu?" tanya Zaki heran ketika dia melihat dokter Fabian berdiri di hadapannya.


" Aku akan membantumu untuk menyelamatkan Hilya dari penjara. Tapi dengan satu syarat!" ucap Dokter Fabian.


"Apa syarat kamu?" tanya Zaki heran.


" Ceraikan Hilya dan setelah itu berikan dia padaku untuk menjadi istriku!" ucap dokter Fabian sambil menatap tajam kepada Zaki yang seketika langsung memberikan bogem mentah ke wajah tampannya.


" Dasar dokter brengsek! Tadi ketika aku melihatmu. Aku sudah mendapatkan feeling yang tidak baik tentang dirimu. Ternyata kau memang ada niat untuk merebut Istriku dari tanganku!" ucap Zaki terus melayangkan bogemnya kepada dokter Fabian yang sejak tadi hanya menerima pukulannya dan tidak berdaya untuk membalas Zaki yang saat ini sedang kalap dan di penuhi oleh emosi.


Kalau tidak ada beberapa suster dan juga perawat yang tiba-tiba melintas di lokasi kejadian. Pasti saat ini dokter Fabian sudah babak belur karena dihajar oleh Zaki tanpa ampun.


" Lepaskan aku! Aku akan membunuh dokter sialan itu yang sedang berusaha untuk merebut istriku dari tanganku!" Zaki terus memberontak dari tangan para perawat laki-laki yang saat ini sedang memegangnya.


" Cepat kalian rawat dokter Fabian jangan sampai luka-luka itu menjadi infeksi!" perintah kepala perawat yang saat ini sedang memegangi tangan Zaki.


" Sabarlah Mas! Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan bogem. Kalau dokter Fabian sampai melaporkan Anda ke kantor polisi. Maka akan tambah runyam urusan kalian ke depannya! Dokter Fabian adalah anak dari pemilik rumah sakit ini. Mas lebih baik anda tidak usah mencari masalah dengannya!" ucap kepala perawat berusaha untuk menasehati Zaki agar menghentikan semua amarah dan juga emosi yang saat ini bergejolak di dalam dadanya.


Setelah melihat Zaki mulai tenang. Mereka pun kemudian melepaskan Zaki dan meminta Zaki untuk meninggalkan rumah sakit.


" Segera tinggalkan rumah sakit ini. Agar anda tidak terlibat masalah yang lebih dalam lagi. Karena pasti Tuan Direktur tidak akan mau membiarkan putranya dihajar oleh Anda begitu saja!" ucap kepala perawat menasehati Zaki untuk segera meninggalkan rumah sakit.


" Aku tidak takut menghadapi calon Pebinor itu. Akan aku hadapi dia sampai titik darah penghabisan!" ucap Zaki sambil menatap tajam kepada mereka semua dan kemudian dia pun meninggalkan mereka dan pergi ke ruangan kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2