Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Hamil??


__ADS_3

Tiba-tiba saja Hilya merasa perutnya sangat mual dan ingin muntah.


Hilya langsung berlari ke arah kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya yang terasa bergejolak.


Zaki merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh istrinya.


" Apakah kau sakit sayang?" Tanya Zaki merasa heran dan khawatir dengan keadaan istrinya.


" Entahlah tapi perutku rasanya sangat mual dan tubuhku terasa sangat lemas!" ucap Hilya sambil menatap tajam kepada suaminya yang saat ini sedang mengkhawatirkan dirinya.


" Ayo aku papah kau ke ranjang." dengan lembut Zaki kemudian memapah istrinya menuju kamar mereka.


" Entah kenapa setiap mencium aroma tubuhmu rasanya perutku sangat mual menjauhlah kau dariku!" ucap Hilya mendorong Zaki untuk menjauh darinya.


Zaki mengurutkan keningnya ketika melihat istrinya yang menolak kehadirannya.


" Baiklah kalau begitu. Aku sekarang akan memanggil Umi dan Aby untuk menemanimu." Zaki kemudian meninggalkan Hilya di ranjang setelah memastikan bahwa istrinya baik-baik saja.


" Aneh sekali padahal tadi dia baik-baik saja. Bahkan masih punya tenaga untuk berdebat denganku. Sekarang tiba-tiba saja dia muntah-muntah dan tampak sangat lemas badannya! Apakah dia salah makan ataukah dia sedang kumat maag-nya?" ucap Zaki merasa keheranan dengan apa yang terjadi kepada Hilya.


Dengan tergesa-gesa Zaki kemudian pergi menuju kediaman orang tuanya.


" Ada apa denganmu Zaki? Kenapa wajahmu tampak seperti khawatir?" tanya Kyai Rasyid kepada putranya yang masuk ke dalam rumah tergesa-gesa tanpa mengucapkan salam.

__ADS_1


" Maafkan saya Abi. Saya sedang khawatir sekali dengan keadaan istriku. Saat ini dia sedang di rumah dan terus muntah-muntah sejak tadi!" ucap Zaki menerangkan kepada ayahnya tentang kondisi istrinya.


" Mungkin istrimu sedang hamil Zaki! Ya ampun masa kau tidak tahu pengetahuan dasar seperti itu?" tiba-tiba saja Ibunya Zaki sudah berada di antara mereka dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan untuk Zaki.


" Apakah itu benar Umi kalau istriku sedang hamil?" Tanya Zaki dengan wajah sumringahnya dan penuh kebahagiaan.


" Sebaiknya kita bawa istrimu ke rumah sakit agar kita bisa mendapatkan diagnosis yang tepat!" ucap Ibunya Zaki sambil tersenyum kepada putranya yang saat ini sangat bahagia.


" Ayo Umi kita bawa Hilya segera ke rumah sakit agar kita bisa mendapatkan kabar baik segera dari istriku!" ucap Zaki dengan penuh semangat mengajak kedua orang tuanya untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


Kyai Rasyid dan istrinya tampak saling menatap satu sama lain. Mereka merasa bahagia dengan kabar tentang menantu mereka yang kemungkinan besar sedang hamil saat ini.


" Syukurlah kalau Hilya memang benar-benar hamil. Semoga bisa menjadi kebahagiaan baru untuk rumah tangga mereka dan juga menjadi keturunan yang soleh untuk meneruskan tonggak perjuangan kita dalam mengembangkan pondok pesantren ini!" Kyai Rasyid sambil menatap istrinya yang tampak bahagia mendengarkan kabar bahagia itu.


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kediaman pribadi milik Zaki dan Hilya yang saat ini tampak tergolek lemas di ranjang mereka berdua.


" Umi tolong dekatilah istriku. Katanya Hilya merasa mual mencium aroma tubuhku jadi aku tidak bisa mendekati istriku saat ini!" ucap Zaki merasa sedih dan juga bahagia dalam waktu bersamaan.


" Wah cucuku sungguh sangat luar biasa masih di dalam perut dia sudah menjadikan ayahnya sebagai musuhnya!" ucap Zahra Sambil tertawa merasa bahagia karena bisa dipastikan bahwa menantunya saat ini benar-benar sedang hamil.


" Wah Umi benar-benar sangat tega kepadaku kenapa Umi malam mengejekku seperti itu?" protes Zaki kepada ibunya yang tampak bahagia sekali saat ini.


" Umi bahagia karena itu artinya bisa dipastikan bahwa istrimu sedang hamil. Dulu waktu Umi mengandung kamu pun Umi mengalami hal yang sama. Merasa tidak suka mencium aroma tubuh abimu. Sehingga abimu harus selalu berada di titik zona aman untuk Umi tidak muntah ketika mencium aroma tubuhnya!" ucap Ibunya Zaki menceritakan ketika dirinya masih berada di dalam kandungan sang ibu.

__ADS_1


" Wah sekarang putramu membalaskan dendam Abi dengan melakukan hal yang sama kepada ayahnya!" ucap Kyai Rasyid sambil tertawa kepada putranya yang tampak gugup saat ini.


" Dalam keadaan seperti ini Abi malah menggodaku saat ini aku benar-benar sangat khawatir dengan keadaan istriku!" ucap Zaki duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka.


" Hilya Ayo kita ke rumah sakit dan kita periksakan keadaanmu saat ini agar suamimu bisa tenang dan tidak gundah lagi seperti itu!" ucap Zahra kepada menantunya yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat. Tampak bulir air mata mengalir di kelopak mata Hilya yang bening sebening kristal yang jernih.


" Kenapa kamu menangis sayang? Berita kehamilan adalah sebuah kebahagiaan yang harus disambut dengan tawa kebahagiaan dan doa yang baik. Agar anak yang ada di dalam kandunganmu sehat dan juga baik-baik saja!" ucap Zahra sambil mengelus pojok kepala sang menantu kesayangannya.


" Kalau benar saya sedang hamil. Saya bingung bagaimana untuk mengurusnya nanti Umi. Padahal saya masih ingin melanjutkan kuliah saya!" ucap Hilya sambil menundukkan kepalanya tampak sedih.


" Kau jangan khawatir sayang. Kami berdua pasti akan membantumu untuk merawat cucu kami kau bisa fokus dengan kuliahmu dan juga impianmu. Di sini banyak santri yang pasti akan berangkat sangat senang untuk bermain dengan anak kalian!" ucap Zahra menenangkan hati Hilya yang saat ini sedang gundah dan merasa ragu dengan kemampuannya melalui mengurus anak.


" Tetapi tetap saja Umi. Saya sangat takut menghadapi kehamilan ini!" ucap Hilya masih merasa ragu.


" Tenanglah Sayang. Mas pasti akan membantumu dalam menghadapi kehamilan ini dan Mas tidak akan membiarkanmu untuk bekerja keras dalam mengatur rumah tangga kita. Mas akan mencari seorang pembantu yang akan membantu pekerjaanmu di rumah ini!" ucap Zaki memberikan support kepada Hilya agar merasa tenang dalam menghadapi kehamilannya yang pertama.


" Tenanglah Sayang kami semua pasti akan membantumu untuk melalui masa kehamilan ini." ucap Zahra berusaha menenangkan sang menantu yang tampaknya belum siap untuk hamil dan melahirkan di usia muda.


" Banyaklah berdoa dan jangan lupa untuk memakan makanan yang bergizi. Agar cucu kami terlahir dengan selamat dan juga sehat. Dan ibunya melahirkan dengan selamat!" pesan Kyai Rasyid sambil tersenyum kepada menantunya yang saat ini sedang dalam keadaan lemah karena belum merasa siap untuk menjadi seorang ibu muda.


" Baiklah Ayo kita sekarang ke rumah sakit memeriksakan kondisi istriku agar bisa mendapatkan kabar baik secara akurat dari dokter!" ucap Zaki.


Perasaan Zaki saat ini benar-benar sangat bahagia karena keinginannya untuk menjadi seorang ayah akhirnya bisa terwujud sekarang. tetapi Zaki merasa kecewa ketika melihat sang istri yang tampaknya sedih mendapatkan kabar itu. Walaupun masih belum pasti karena belum melakukan tes secara benar hanya masih praduga dari ibunya saja melihat kondisi Hilya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2