
Fatimah sudah benar-benar hilang akal dia terus saja berteriak-teriak di depan para mahasiswa yang saat ini sedang melihatnya.
Bahkan di antara mereka ada yang merekam dan mengunggahnya ke sosial media. Hanya dalam hitungan jam, berita itu langsung jadi training topic hari itu. Hanya dalam sekejap kampus dibuat heboh dengan kasus Zaki dan Fatimah yang membuat gempar seisi kampus.
Zaki saat ini sedang menatap ponselnya yang sedang memutar video di mana Fatimah sedang berteriak-teriak tidak jelas.
"Entah kenapa dia tiba-tiba menjadi seorang perempuan tidak waras seperti itu dia sedang mempertaruhkan reputasi kami berdua sebagai seorang dosen di kampus hebat ini!" Zaki terus bermonolog dengan dirinya sendiri karena dia sudah benar-benar kehilangan akal untuk menghadapi Fatimah.
Tiba-tiba saja ponsel Zaki berdering. Banyak panggilan dari para sahabat-sahabatnya maupun dari para kolega yang sama-sama bekerja di kampus tersebut.
Karena merasa malas untuk menjawab satu persatu panggilan dari mereka semua. Akhirnya Zaki hanya membuat sebuah status di akun media sosialnya.
"Aku dan perempuan yang ada di video yang sedang viral, tidak mempunyai hubungan apapun dan Aku mencintai istriku dengan sepenuh hati. Aku tidak peduli walaupun awalnya istriku hanya menjadi penggantinya yang kabur dari pernikahan kami. Tapi yang jelas aku tidak akan pernah meninggalkan istriku demi perempuan yang gak waras itu!" Zaki kemudian langsung mengirimkan status tersebut dengan menyertakan foto pernikahannya bersama dengan Hilya ke akun Instagram, Facebook dan juga status whatsapp-nya.
Tidak lama kemudian banyak balasan yang masuk ke dalam ponselnya tetapi Zaki sama sekali tidak memperdulikannya.
"Aku harus segera menghubungi istriku. Jangan sampai dia mengetahui berita ini dari orang lain!" baru saja Zaki berfikir untuk menghubungi istrinya tiba-tiba saja Hilya sudah menelponnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakah yang terjadi sayang? Kenapa sampai ada berita dan video yang tidak mengenakkan itu?" tanya Hilya langsung memborbardir Zaki dengan segala pertanyaan yang saat ini ada di kepalanya.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Kau ingatkan sayang? Tadi sewaktu kau menghubungiku. Tiba-tiba dia sudah ada di sampingku dan mengatakan hal yang tidak-tidak terhadapku. Dia memintaku dan menegaskan bahwa dia ingin menikah denganku dan menyuruhku untuk segera membatalkan pernikahan kita. Mas saat itu mengatakan kepadanya, kalau dia terus menteror hidupku, maka Mas akan melaporkan dia ke pihak rektorat sehingga akhirnya Dia menggila seperti itu! Dan saat itu para mahasiswa memang sedang berkumpul di area parkir. Mungkin ada salah seorang ay
atau mungkin juga banyak mahasiswa yang merekam waktu Fatimah menggila seperti itu dan mengunggahnya di media sosial!" ucap Zaki menerangkan segala kronologis yang sedang terjadi di antara dirinya bersama dengan Fatimah.
"Kasihan sekali Kau Mas! Pasti Mas sangat menderita di sana. Pindahlah ke sini Mas dan hindari Kak Fatimah. Hilya sangat mengenal Kak Fatimah. Dia itu seorang yang sangat ambisius. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan!" ucap Hilya berusaha untuk membujuk suaminya untuk pindah ke Jakarta dan menghindari Fatimah yang semakin hari semakin tidak bisa ditolerir lagi kelakuannya.
"Iya sayang! Besok Mas pasti akan mengurus proses perpindahan ke rektorat dan pindah ke Jakarta. Mungkin ada bagusnya juga kasi ini, sehingga membuat Mas mempunyai alasan untuk pindah dari kampus!" ucap Zaki.
"Iya Mas, segeralah pindah ke sini dan aku akan membatalkan proses perpindahanku ke Jogja. Dan ada yang lebih penting dari semua itu!" ucap Hilya dengan wajah seriusnya.
"Aku sangat merindukanmu Mas! Cepatlah kau pindah ke sini sayang! Sehingga kita bisa tinggal bersama dan tidak usah berpisah lagi!" ucap Hill ya dengan suara manja yang membuat Zaki merasa senang dan bahagia.
"Iya sayang pasti besok Mas akan mengurus surat perpindahan dan Mas juga akan segera kembali ke Jakarta. Mas juga akan menjual apartemen ini dan akan membeli apartemen baru untuk tempat tnggal kita berdua di Jakarta!" ucap Zaki membicarakan tentang rencana yang sudah ada di dalam kepalanya.
Hilya tampak terdiam sehingga membuat Zaki merasa terheran.
__ADS_1
"Kenapa Sayang? Apakah Kau tidak berkenan dengan rencana Mas?" Tanya Zaki merasa heran dengan Hilya yang sejak tadi diam saja.
"Masalah apartemen, mungkin tidak usah dijual Mas. Karena kemarin waktu pernikahan kita, Aby sama Umi sudah menghadiahkan apartemen untuk kita berdua bisa tempati. Apabila kita ingin tinggal di Jakarta!" ucap Hilya menerangkan kepada suaminya sebuah fakta yang baru diketahui oleh Zaki.
"Bagaimana mungkin Mas bisa tinggal di sebuah apartemen yang diberikan oleh mertua Mas? Di mana harga diri Mas sayang?" ucap Zaki merasa keberatan untuk menempati apartemen itu.
"Apartemen itu dibeli oleh orang tua kita Mas! Dan di atas namakan dengan nama kita berdua. Jadi apartemen itu adalah milik kita yang dihadiahkan oleh kedua orang tua kita. Jadi tidak usah merasa sungkan untuk menempatinya!" ucap Hilya menerangkan segalanya dengan jujur kepada suaminya.
"Kenapa Abi sama Umi tidak menjelaskan kepada Mas ya? Sehingga Mas baru mengetahui hal ini." ucap Zaki seperti menyesalinya.
"Kemarin Abi Rasyid dan Umi Qonita datang ke Jakarta. Dan merundingkan tentang pembelian apartemen itu Mas. Jadi Hilya pun belum datang ke sana untuk melihat-lihat. Karena Hilya ingin menunggumu kembali. Biar kita melihatnya bersama-sama!" ucap Hilya dengan suara pelan.
"Jadi Umi serius menyuruh Mas untuk pindah ke Jakarta? Sehingga dia berinisiatif untuk memberikan rumah untuk kita?" Tanya Zaki mengkonfirmasi segalanya kepada istrinya.
"Iya Mas! Umi sudah menceritakan semuanya kepada kedua orang tuaku tentang Kak Fatimah yang selalu mengganggumu. Oleh karena itu, Aby sama Umiku mengusulkan agar Mas segera pindah saja ke Jakarta. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh kenekatan Kak Fatimah! Tapi ternyata kita terlambat untuk melakukan hal itu. Karena Kak Fatimah sudah melakukan aksinya yang akhirnya membuat kita semua jadi malu! Bahkan Abi Rasyid di pondok pesantren sudah membuat klarifikasi tentang video yang saat ini viral di media sosial. Agar menyelamatkan reputasi Pondok dan juga nama baik kita semua yang sudah dicoreng oleh kak Fatimah dengan kelakuan negatifnya!" ucap Hilya menjelaskan segalanya kepada suaminya yang sekarang sudah mulai mengerti duduk persoalan yang sedang terjadi pada mereka berdua.
"Mas juga rindu sekali dengan kamu sayang!" tiba-tiba saja Zaki mengatakan sesuatu yang tidak dibicarakan dengan Hilya sejak tadi.
__ADS_1
"Miss you to my husband! Come to me my honey and i am will make you be Happy!" ucap Hilya meminta kepada suaminya untuk segera pulang ke Jakarta. Agar mereka berdua bisa melepaskan segala kerinduan setelah selama dua minggu mereka berpisah.