Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Farel Suka Wulan?


__ADS_3

Wulan memencet bel apartemen Farel. Hatinya berdebar ketika melihat Farel yang sudah siap untuk berangkat bekerja.


" Halo ada apa pagi-pagi kemari?" tanya Farel kepada Wulan.


" Kamu udah mau berangkat kerja ya? Padahal aku bawa sarapan loh buat kamu!" Ucap Wulan sambil memperlihatkan piring yang dia bawa.


" Wah jadi merepotkan kamu!" ucap Farel.


" Tidak apa-apa kok. Ayo kita sarapan bersama!" ucap Wulan langsung masuk ke dalam apartemen Farel.


" Eh kenapa kau main nyelonong saja?" protes Farel sambil mengejar Wulan.


" Maaf aku hanya berpikir mungkin kau buru-buru untuk berangkat bekerja!" ucap Wulan sambil meringis.


" Kau sebagai seorang gadis harusnya jangan berperilaku seperti itu. Bagaimanapun aku adalah seorang pria lajang!" tegur Farel dengan tidak suka.


" Maafkan aku. Ya sudah! Ayo kita makan dulu!" ucap Wulan sambil menarik tangan Farel menuju ruang makan.


" Lihatlah kau melakukan hal seperti ini lagi kan? Kau berprilaku seperti aku ini adalah suamimu!" protes Farel seperti tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Wulan.


" Ayolah kenapa dari tadi aku perhatikan kau sepertinya tidak suka denganku?" tanya Wulan dengan muka bersedih.


" Dengarkan aku Wulan! Aku bukan orang yang suka bermanis-manis dengan perempuan. Kita tidak memiliki hubungan apapun jadi kau harus menjaga jarak dariku! Jangan berperilaku seperti ini lagi. Apalagi kau datang tiba-tiba ke apartemenku dan main masuk begitu saja. Bagaimana kalau tiba-tiba adalah orang tuaku kemari? Orang tuaku pasti akan berpikir macam-macam tentang kamu! Orang tuaku itu tipe orang yang kolot dan selalu memegang adat ketimuran yang kuat! Apalagi Aku adalah seorang Dekan dari sebuah universitas aku harus menjaga namaku baik-baik dari sebuah skandal yang tidak penting!" ucap Farel mengungkapkan semua yang ada di dalam hatinya kepada Wulan.


" Baiklah aku minta maaf sekarang aku pergi dari apartemenmu!" ucap Wulan dengan mata berkaca-kaca.


" Maafkan aku Wulan. Tetapi aku memang harus mengatakan ini kepadamu. Karena yang kau lakukan itu salah dan tugasku adalah mengingatkanmu!" ucap Farel.

__ADS_1


" Tidak apa-apa. Aku memang yang salah. Aku mengira kalau aku sudah menjadi temanmu dan bisa melakukan hal seperti ini. Aku tidak ingat dengan diriku sendiri bahwa aku hanyalah orang asing di matamu!" ucap Wulan sambil keluar dari apartemen Farel.


" Maafkan sekali lagi Wulan!" ucap Farel sekali lagi kepada Wulan yang sedang menangis dan kembali masuk ke dalam apartemennya.


" Hah sepertinya aku harus meninggalkan Apartemen ini karena di sini sudah ada perempuan pengganggu yang akan menteror hidupku pastinya!" Ucap Farel mendesah frustasi mengingat kejadian hari ini bersama Wulan.


" Sudahlah aku lebih baik berangkat saja ke kantor!" Farel kemudian langsung meninggalkan apartemennya tanpa memakan makanan yang tadi dibawa oleh Wulan.


" Ini harus menjadi pelajaran bagiku. Jangan sembarangan menerima makanan dari seorang perempuan. Pasti nanti terjadi kesalahpahaman!" ucap Farel terus menggelengkan kepalanya.


" Aih benar-benar merusak hariku!" Farel memukul setir mobilnya karena merasa terganggu dengan apa yang terjadi pagi ini bersama Wulan.


" Ya Tuhan pagi-pagi aku sudah membuat seorang perempuan menangis. Apakah aku sejahat itu?" tanya Farel kepada dirinya sendiri.


" Bagaimanapun aku tidak ingin memberikan harapan palsu kepada gadis itu karena aku tidak tertarik kepadanya untuk menjadikannya sebagai wanita spesial dalam hidupku!" ucap Farel kemudian Dia memutuskan untuk berangkat ke kampus dan bekerja.


Begitu sampai di kampus Farel melihat Fatimah yang sedang menunggunya di depan kantor.


" Halo Farel dari tadi aku menunggumu Kenapa kau lama sekali?" tanya Fatimah sambil tersenyum ke arah Farel.


" Pak panggil aku pak Farel di sini aku adalah atasanmu tolong kau jaga etiketmu sebagai bawahanku!" ucap Farel dengan kesal sambil masuk ke dalam ruangannya.


Fatimah merasa tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Farel.


" Kenapa kau kasar sekali menjadi seorang laki-laki?" protes Fatimah sambil mengikuti Farel di belakangnya.


" Kau harus ingat aku itu atasanmu!" ucap Farel memasang wajah datar dan dingin.

__ADS_1


" Memang kenapa kalau ke atasanku? Toh Sekarang kau akan menjadi calon suamiku kan?" tanya Fatimah.


" Siapa yang bilang?" tanya Farel kaget.


" Tadi orang tuaku menelpon. Kakekmu yang sudah mengatur perjodohan kita berdua!" ucap Fatimah sambil tersenyum kepada Farel.


" Ya Tuhan benar-benar Hari yang buruk untukku kenapa kakek memutuskan sesuatu tanpa berunding denganku?" ucap Farel dengan kesal. Kemudian dia pun mencari ponselnya untuk menghubungi sang kakek tercinta.


" Tunggu aku harus mengkonfirmasi semua ini!" Ucap Farel kepada Fatimah.


Fatimah hanya tersenyum kemudian dia duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Farel.


' tidak apa-apa deh aku menjadi istri dari Farel toh dia juga tidak kalah dari Zaki Dia anak seorang pengusaha hebat. Pewaris Abimana grup dan dia juga seorang dekan yang sangat tampan!' batin Fatimah sambil terus menatap ke arah Farel yang masih sibuk berbicara dengan kakeknya di telepon.


" Kenapa kakek mau mengambil keputusan seperti itu? Aku kan belum menyetujuinya! Kenapa kalian berbuat seperti itu?" Ucap Farel dengan penuh amarah.


" Maafkan kakek Farel. Tetapi menurut Kakek ini adalah yang terbaik agar kita bisa membantu rumah tangga Zaki dan Hilya!" ucap Kyai Ilham kepada cucu tersayangnya.


" Terbaik apanya sih Kek? Aku tidak menginginkan dia menjadi istriku. Kakek ingin menolong rumah tangga orang lain. Akan tetapi kakek menghancurkan masa depanku. Apakah itu benar? Pokoknya aku tidak mau menerima perjodohan itu. Tolong tarik lagi keputusan itu! Atau Aku tidak akan pernah menemui kakek seumur hidupku!" ucap Farel dengan kesal.


" Maafkan kakek Farel. Ya sudah nanti kakek akan berdiskusi lagi dengan kedua orang tuamu dan juga orang tuanya Fatimah!" ucap Kyai Ilham meminta maaf kepada Farel.


" Apa kakek tahu? Perempuan itu sekarang ada di ruanganku dan terus menatapku tanpa henti. Dia benar-benar menggangguku!" ucap Farel dengan kesal.


" Apakah Kakek tahu? Kalau kakek sudah memberikan masalah ke dalam hidupku yang tenang? Dengan mengirimkan seorang perempuan seperti Fatimah menjadi calon istriku?" Ucap Farel kesal.


" Memang ada apa denganku? Kenapa kau harus semarah itu?" tanya Fatimah bangkit dari tempat duduknya dan tidak terima dengan semua perkataan yang dikatakan oleh Farel kepada kakeknya.

__ADS_1


" Diam kau di tempatmu! Aku sedang bicara dengan kakekku!" Ucap Farel sambil menatap tajam kepada Fatimah yang tampak protes kepadanya.


" Apa kau tahu sebagai seorang laki-laki Kau sangat kasar dan tidak menghormati seorang perempuan?" tanya Fatimah kesal.


__ADS_2