Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Pengunduran Diri Zaki


__ADS_3

Zaki melangkahkan kakinya menuju rektorat dan menemui Rektor yang kampus tempat dia bekerja.


"Apakah Pak Rektor ada?" Tanya Zaki kepada sekretaris beliau.


"Ada di dalam! Memangnya ada apa?" tanya sekretaris itu kepada Zaki.


"Bisakah anda membantu saya untuk menyampaikan kedatangan saya kepada Rektor? Katakan pada beliau bahwan Zaki Al Bukhari ingin bertemu dengannya!" ucap Zaki kepada sekretaris tersebut.


"Oh ya Tuhan! Ternyata anda adalah dosen yang sedang viral itu ya Anda pasti ingin membicarakan masalah itu ya?" ucap sekretaris itu sambil menatap kepada Zaki dari atas rambut hingga ujung kakinya sehingga membuat Zaki merasa risih dibuatnya.


"Tolong saya untuk menyampaikan kedatangan saya kepada beliau!" ucap Zaki kepada sekretaris itu untuk segera memberitahukan kepada rektor bahwa dia ingin bertemu dengannya.


"Baiklah tunggu sebentar ya! Saya akan menyampaikan tentang kedatangan anda kepada Rektor!" ucap sekretaris itu sambil mengulas senyum kepada Zaki.


"Ya ampun benar saja membuat Bu Fatimah luar biasa tergila-gila. Bagaimana tidak? Dia seorang laki-laki yang sangat tampam dan menarik! Aah aku pun kalau di tempat seperti kak Bu Fatimah pasti akan gila juga di buatnya!" ucap sekretaris itu sambil meninggalkan Zaki dalam kebingungannya.


"Ya ampun! Kenapa di mana-mana semua orang membuatku merasa bingung?" gerutu Zaki tanpa sadar.


"Silakan Pak Zaki sudah ditunggu oleh pak rektor!" ucap sekretaris itu sambil mengulas senyum kepada Zaki seakan belum puas untuk menatap wajahnya.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Zaki kemudian dia langsung melangkahkan kakinya ke dalam ruangan Rektor dan menemui pimpinan terpenting di kampus itu.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" tetap Zaki saat pertama kali bertemu dengan Rektor kampusnya.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! silakan Pak Zaki untuk duduk di sana!" ucapan Rektor mempersilahkan Zaki untuk duduk di sofa yang di biasanya digunakan untuk para tamunya.


"Wah senang sekali dapat kunjungan dari Pak Zaki. Bagaimana? Apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Rektor sambil tersenyum kepada Zaki yang saat ini sedang berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya untuk mengundurkan diri dari kampus tersebut.


"Begini Pak rektor mengenai berita yang beredar di media sosial karena perilaku seorang dosen yang membawa-bawa nama saya!" ucap Zaki sedikit gugup untuk mengutarakan maksud kedatangannya.


"Yah! Ada apa dengan berita tersebut? Apakah itu benar, bahwa Bu Fatimah adalah calon istri anda yang sesungguhnya?" tanya Pak rektor seperti tertarik dengan kehidupan pribadi seorang Zaki.


"Benar Pak Rektor! Pada awalnya, memang seharusnya saya menikah dengan dia. Akan tetapi pada hari pernikahan kami Dia malah meninggalkan acara pernikahan dan kemudian kami tanpa sengaja bertemu di tempat ini dan entah bagaimana caranya, dia bisa mengetahui bahwa saya adalah calon suaminya yang telah dia tinggalkan! Dan kemudian dia meminta kepada saya untuk membatalkan pernikahan antara saya dengan adiknya. Saya yang memang sudah mencintai istri saya pun, akhirnya menolak dan selalu berusaha untuk menghindari dia. Akan tetapi dia sepertinya tidak menyerah untuk mendekati saya dan klimaksnya. Dia menggila seperti itu. Ya seperti yang Anda lihat di video yang beredar di sosial media." ucap Zaki menjelaskan segalanya dengan cara jujur kepada Rektor yang ternyata bisa memahami jalan cerita yang dimaksud.


"Lalu bagaimana Pak Zaki akan menghadapi krisis semacam ini? Karena sejujurnya permasalahan kemarin telah mengikis banyak sekali reputasi kampus kita!" ucapan Rektor sambil menatap Zaki secara Intens. Dia sedang berusaha untuk menilai laki-laki yang ada di hadapannya itu.


”Maafkan saya Pak Rektor! Saya sudah berunding dengan pihak keluarga besar saya dan juga istri saya. Salah satu solusi yang bisa kami lakukan adalah dengan saya mengundurkan diri dari kampus ini. Ini di lakukan untuk menghindari fitnah yang jauh lebih besar lagi yang diakibatkan oleh Fatimah yang masih belum mau menyerah untuk mendekati saya!" ucap Zaki menundukkan kepalanya Karena sejujurnya Dia sangat malu sekali untuk membicarakan perihal pribadinya dengan orang lain.


"Saya bisa mengerti masalah yang sedang Pak Zaki hadapi saat ini. Masalah perempuan memang sangat complicated sekali. Sehingga kita pasti akan menghadapi sangat banyak Dilema dan juga kebingungan dalam melalui permasalahan tersebut!" ucap pak Rektor sambil tersenyum kepada Zaki.

__ADS_1


"Bagaimana kalau saya merekomendasikan Anda ke kampus yang ada di Jakarta Pak Zaki? Kebetulan di sana ada sebuah kampus di mana rektornya adalah masih sahabat saya sewaktu dulu kami berkuliah bersama!" WhatsApp Rektor tersebut begitu pengertian terhadap permasalahan yang saat ini sedang dihadapi oleh Zaki.


"Pak Zaki untuk sementara bisa mengajar dulu di sana. Nanti kalau masalah antara Pak Zaki dan Bu Fatimah sudah tenang dan memungkinkan. Kalau Pak Zaki ingin kembali lagi ke kampus ini, kami akan menerima Anda secara tangan terbuka!" ucapan Rektor sambil mengulas senyum kepada Zaki sehingga membuat Zaki merasa tenang hatinya dengan keputusan yang sudah diambil.


"Kebetulan saya mempunyai rencana untuk mengajar di kampus tempat istri saya menimba ilmu!" kemudian Zaki menyebutkan nama kampus terkenal di Jakarta yang sekarang menjadi tempat almamater istrinya yang tercinta.


"Ya Allah benar-benar sesuatu yang sangat sangat luar biasa. Kebetulan kampus yang ingin saya rekomendasikan kepada Pak Zaki pun adalah kampus tersebut. Anda sungguh benar-benar berjodoh dengan kampus itu!!" ucapan Rektor Sambil tertawa sehingga membuat Zaki merasa tenang hatinya.


"Alhamdulillah Pak! Apabila pemikiran kita adalah sama saya harap Selama saya mengajar di sini Saya tidak meninggalkan jejak negative yang membuat nama saya tercoreng!" ucap Zaki merasa tidak enak tentang permasalahannya bersama dengan Fatimah yang pada akhirnya memaksanya untuk mengundurkan diri dari kampus. Karena tidak ingin lagi terlibat dalam permasalahan yang selalu dibuat oleh Fatimah kepada dirinya.


"Tenanglah Pak Zaki! Kami tahu siapa yang salah dan siapa yang benar di sini. Memang kalau sudah masalah hati, kita akan sangat sulit untuk mendefinisikan sebuah kesalahan dan sebuah kebenaran. Tapi masalah disini, yang penting adalah Pak Zaki yang bisa menyikapinya dengan bijaksana. Jangan sampai membuat Bu Fatimah merasa salah paham dan akhirnya merusak rumah tangga Pak Zaki dengan istri Anda!" ucap Pak Rektor memberikan pendapatnya kepada Zaki tentang pandangannya terhadap masalah yang saat ini dihadapi oleh Zaki bersama dengan Fatimah.


"Keputusan Pak Zaki sudah benar dan tepat. Agar Bu Fatimah tidak mempunyai harapan palsu dengan perasaannya terhadap Pak Zaki. Yaitu dengan Pak Zaki melakukan hal seperti ini berarti Pak Zaki sudah menegaskan kepada Bu Fatimah bahwa Pak Zaki tidak pernah menginginkan dia kembali dalam hidup anda!" ucap beliau.


"Terima kasih Pak atas dukungan anda Semoga suatu saat kita bisa kembali lagi ke kampus ini dan mengabdikan hidup saya untuk mengajar para mahasiswa yang membutuhkan ilmu yang saya miliki!" ucap Zaki sambil bangkit dari duduk dia dan kemudian dia menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Pak Rektor.


"Tolong dimaafkan apabila selama saya bekerja di tempat ini. Saya mungkin memiliki kesalahan maupun hal-hal yang merusak reputasi kampus. semoga kedepannya saya bisa lebih mawas diri untuk bisa bersikap dengan para rekan kerja saya!" ucap Zaki berpamitan kepada Rektor.


"Ya Saya sangat berharap kalau suatu saat Pak Zaki akan kembali ke kampus kami lagi. Walaupun sebenarnya saya agak sanksi kalau mengingat Pak Zaki adalah seorang Gus dan juga calon pewaris sebuah pondok pesantren yang sangat besar di Indramayu! Saya yakin orang tua Pak Zaki pasti sudah mendesak juga untuk membantu beliau di sana!" Zaki merasa tersentak ketika mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rektor terhadap dirinya.

__ADS_1


'Ya Allah kenapa saya tidak pernah berpikir untuk melakukan itu? Padahal saya sangat tahu bahwa Abi begitu keteteran untuk mengurus para santrinya. Ya Allah apakah mungkin ini adalah sebuah teguran untuk hamba, yang selama ini tidak peka dengan masalah yang dihadapi oleh orang tua hamba yang sudah memberikan kasih sayang dan juga pendidikan yang terbaik untuk hamba?' batin Zaki ketika dia meninggalkan ruangan Rektor tanpa melihat sekelilingnya.


Zaki yang saat ini sedang sibuk memikirkan perkataan dari Rektor sebelum mereka berpisah, tidak menyadari kalau sejak tadi Fatimah terus saja memperhatikannya dari kejauhan. Dengan mata yang berkaca-kaca. Tetapi Fatimah tidak berani untuk mendekati Zaki. Karena saat ini dia sedang berada di area Rektorat. Tidak mungkin dia akan menghancurkan reputasinya untuk yang kedua kali dengan berbuat gila di sana.


__ADS_2