
Adrian segera mendekati ayahnya dan mengikuti apa yang dikatakan oleh adiknya yaitu menggenggam tangan sang ayah.
" Astaghfirullahaladzim! Cakra! Kenapa tangan Papa begini dingin? Cepat kau hubungi dokter dan juga kirimkan jet pribadi milik kita untuk menjemput Kak Amanda dan juga keluarganya!" titah Adrian dengan panik kepada adiknya.
Sementara Adrian sendiri saat ini sedang sibuk untuk membangunkan ayahnya yang menutup matanya dan tampak senyum mengembang di bibirnya.
" Pah, bangunlah Pah! Papa!" Adrian berusaha mengguncangkan tubuh ayahnya dengan perlahan agar ayahnya tidak merasakan kesakitan.
Dengan perasaan ragu Adrian mendekatkan telunjuknya di dekat hidung sang ayah.
Adrian langsung tersungkur ketika mendapatkan kenyataan bahwa ternyata ayahnya sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
" Kamu Kenapa Pah? Kenapa kau menangis di lantai?" tanya Syifa ketika melihat suaminya yang saat ini sedang menangis tersedu-sedu.
" Papa sudah meninggal!" ucap Adrian pelan dengan suara yang tersekat di tenggorokannya.
" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun! Semoga segala amal perbuatan Papa selama di dunia diterima oleh Allah dan segala dosanya diampuni oleh Allah!" ucap Syifa dengan air mata yang mengalir tanpa permisi.
" Sayang panggilkanlah Cakra untuk kemari!" WhatsApp Adrian dengan suara gemetar.
Perasaan Adrian saat ini benar-benar terpukul karena dia menyesali dirinya yang tidak melihat maupun mengetahui kepergian ayahnya yang terakhir. Padahal sejak tadi dirinya dan Cakra berada di samping sang ayah. Akan tetapi dirinya lebih fokus untuk mengobrol dengan adiknya daripada melihat kepada ayahnya.
" Sebentar ya Pah saya panggilkan Cakra!" ucap Syifa sambil meninggalkan Adrian yang saat ini sedang menangis.
Syifa kemudian memanggil semua anggota keluarga untuk datang ke kamar ayah mertuanya yang saat ini sudah meninggal.
__ADS_1
Sontak semua orang lari ke dalam kamar Andika tidak terkecuali Farel yang langsung tersedu-seduh dan memeluk tubuh sang kakek yang sangat dia sayangi.
Syifa segera menghubungi kedua anaknya yang lain yang saat ini sedang berada di Perancis untuk segera pulang ke Dubai. Dia juga mengirimkan jet pribadi Abimana group untuk menjemput keluarganya yang ada di Jakarta dan juga Jawa Timur untuk menghadiri pemakaman Andika.
Suasana haru dan kesedihan begitu nampak di kediaman Abimana. Berbagai kalangan pebisnis maupun politikus Dubai menghadiri pemakaman Andika yang begitu dramatis.
Kyai Ilham dan Kyai Rasyid yang sudah sampai di Dubai pun tidak kalah terharunya dengan kepergian Andika yang tiba-tiba. Mereka masih mengingat saat-saat terakhir Mereka ketika melihat Andika yang terkulai lemas dalam pelukan Adrian di dalam telepon conference yang dilakukan oleh Syifa pada hari mereka mengabarkan pembatalan kunjungan mereka ke Indonesia.
Jet pribadi juga menjemput Amanda dan keluarga Bayu yang tampak begitu bersedih dengan kepergian Andika sahabat dan juga ayah mereka berdua.
" Maafkan Amanda papa yang tidak ada di samping Papa di saat terakhir papa. Maafkan Amanda yang sudah memberikan luka di dalam hati papa. Sampai akhirnya Papa harus sakit dan sakit karena kata-kata kasar Amanda yang pasti menyakiti hati papa! Hiks hiks!" ucap Amanda lirik dan begitu menyayat hati sehingga Bayu pun tidak sanggup untuk mendengarkannya Dia hanya bisa menepuk punggung sang istri untuk memberikan penghiburan kepada Amanda.
" Selamat jalan sahabat terbaikku. Sekarang Kau telah bertemu kembali dengan kekasih hatimu. Berbahagialah engkau di sana!" ucap Bayu dengan air mata yang terus menetes di kelopak matanya.
Adrian yang melihat Bayu dan Amanda saat ini sedang menangis. Dia pun tidak bisa mengendalikan dirinya dan ikut tersedu-sedu.
Adrian melakukan keinginan sang ayah yang menginginkan untuk dimakamkan satu liang lahat bersama sang ibu. Sehingga mereka pun menggali kembali kuburan Kesya dan mengumpulkan tulang-belulangnya Kesya dan dimakamkan bersama dengan jenazah Andika yang terlihat tersenyum ke arah para petakziah yang hadir di sana.
" Subhanallah sungguh indah senyuman Andika saat kita memakamkannya. Dia pasti sangat bahagia karena akhirnya bertemu kembali dengan Kesya!" ucap Kyai Ilham yang ikut turun ke liang lahat Untuk menguburkan sahabatnya dan bertemu kembali dengan Keisha wanita yang pernah menjadi Cinta Pertamanya yang gagal menikah dengannya karena diculik oleh Andika pada saat hari pernikahan mereka sudah di tetapkan.
" Kesya saat ini kau sudah bertemu kembali dengan suami yang kau cintai. Semoga kalian berdua bisa bertemu dan bersatu kembali di akhir sana!" ucap Kyai Rasyid yang sedang menatap tulang belulang milik Kesya yang sudah meninggal 20 tahun yang lalu. Karena diberikan racun arsenik oleh Elena yang merasa dendam terhadap kedua orang tua Andika yang memisahkan mereka berdua.
Hingga hari ini Elena masih mendekam di penjara. Karena Andika tidak membiarkan Elena lepas begitu saja dan dia menginginkan hukuman maksimal untuk pembunuh istrinya. Sementara Manda yang dibayar oleh Elena untuk menggantikannya sebagai kambing hitam kini sudah terbebas dan hidup dalam keterasingan. Karena Amanda pun tidak ingin mengenalnya lagi.
Amanda sangat marah kepada ibu kandungnya yang rela bekerja sama dengan Elena untuk membunuh Kesya yang telah menganggapnya sebagai anak kandungnya sendiri. Walaupun dirinya bukan terlahir dari rahimnya.
__ADS_1
Amanda sangat ingat bahwa Kesya begitu menyayangi dan juga melindunginya. Tidak pernah satu kali pun Kesya menganggap Amanda seperti orang asing maupun sebagai saingan masa lalu dari sang suami. Kesya memperlakukan dirinya sepadan dengan kedua anak kandungnya yaitu Adrian dan Cakra.
Andika begitu mencintai Kesya bahkan setelah meninggal 20 tahun pun, Andika masih setia menjaga cintanya dengan tidak pernah menikahi perempuan manapun. Andika lebih memfokuskan dirinya untuk membesarkan cucu-cucunya. Anak dari Adrian dan Cakra.
Ketiga anak Adrian pun sangat menyayangi Andika. Karena mereka besar di tangan sang kakek yang sangat memanjakan dan juga mencintai mereka.
Khususnya Farel yang begitu dimanjakan oleh Andika. Ayunda dan Abimanyu yang dijemput dari Prancis pun tampak begitu shock mendengarkan kematian Andika yang tiba-tiba. sampai sekarang mereka masih menangis sih kematiannya karena tidak bersama dengan sang kakek di saat hari terakhirnya.
" Kenapa Paman Cakra tidak mengajak kami berdua? Ketika kakek mengirimkan jet pribadi untuk menjemput kalian? Kalau tidak kami pasti masih sempat untuk bertemu dengan kakek sebelum Kakek meninggal dunia!" ucap Ayunda dengan mata sedih menatap Cakra.
" Maafkan Paman Ayunda. Pada saat itu Paman dan ayahmu sama sekali kami tidak pernah berpikir bahwa itu adalah saat terakhir kami untuk bertemu dengan kakekmu. Kami pikir Papa hanya ingin bertemu dengan kami saja. Tapi ternyata takdir berkata lain!" ucap Cakra dengan air mata yang berderai di pipinya.
" Sudah! Ayo kita kembali ke rumah kita harus mempersiapkan tahlilan untuk kakek!" ucap Farel menghentikan semua perdebatan di antara pamannya dan saudarinya.
" Kamu nggak ngerasain sih Dek! Bagaimana perasaan kami berdua yang tiba-tiba saja mendapatkan berita meninggalnya kakek!" ucap Abimanyu protes kepada Farel.
" Ya udah Kak jangan berantem di sini juga kali. Kakek baru saja dimakamkan. Apakah kalian tega untuk membuat hati kakek menjadi sedih melihat pertengkaran Kalian bertiga?" ucap Farel sambil menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka pun meninggalkan pemakaman. Karena hari yang sudah sore dan mereka pun harus mempersiapkan acara tahlilan untuk mengirimkan doa bagi almarhum Andika Abimana.
Suasana haru dan kesedihan begitu kentara di kediaman Abimana. Kyai Rasyid dan Zahra. Kyai Ilham dan Qonita mereka semua tampak bersedih atas meninggalnya Andika.
Zaki dan Hilya tidak ikut ke Dubai. Karena mereka masih sibuk mengurus tentang persidangan Hilya yang kemarin berjalan alot. Karena Fatimah yang berisikeras tidak mau mencabut gugatannya dan bersikeras untuk mengajukan banding karena kemarin kalah dalam persidangan.
Rupanya Fatimah bertekad bulat untuk memasukkan Hilya ke dalam penjara dalam waktu yang lama. Demi menekan Zaki untuk mau menikahinya.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya yang Fatimah lakukan kepada Hilya malah semakin membuat Zaki benci kepadanya. Bukannya menginginkan untuk menikahi dia. Cinta Zaki terhadap Hilya malah semakin besar karena melihat ketangguhan dan juga ketegaran Hilya di dalam penjara.