
" Mana Farel? Kenapa kau tidak bisa membawanya kemari?" tanya Qonita kecewa.
" Dia harus kembali ke Jogjakarta Umi. Karena ada anak buahnya yang sangat membutuhkannya!" ucap Zaki kepada ibunya.
" Anak itu jarang menemui kita. Sekalinya datang hanya 5 menit saja! Padahal Umi masih kangen dengannya dan ingin bicara dengannya!" ucap Qonita sambil menatap kepada Zaki yang duduk di sebelahnya.
" Iya! Abi juga sebetulnya masih ingin bicara dengan Farel. Akan tetapi, Ya sudahlah! Kesibukan dia pasti sangat banyak. Kita tidak bisa memaksanya untuk menemani kita!" ucap Kyai Rasyid menyembunyikan rasa kecewanya karena tidak bisa bertemu dengan Farel dengan waktu yang lama.
" Mas saya lupa kalau tadi belum membeli sesuatu untuk kebutuhanku. Aku pergi sebentar ya Mas!" ucap Hilya berpamitan kepada suaminya yang tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.
" Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Zaki mengikuti Hilya.
" Cuma ke depan sebentar Mas! Aku tidak lama kok, bentar ya?" ucap Hilya kemudian dia pun langsung berlari meninggalkan Zaki dalam kebingungannya.
" Kenapa hari ini semua orang tampak begitu membingungkan dan berperilaku begitu aneh?" tanya Zaki keheranan dan dia pun akhirnya masuk kembali ke dalam kamar perawatan ayahnya.
Sementara itu Hilya yang berusaha untuk mencari keberadaan Farel dan Abby mencari mereka di basement rumah sakit.
" Ke mana mereka ya? Rasanya tidak akan mungkin, kalau mereka pergi secepat itu!" WhatsApp heliyah sambil matanya mengawasi ke sekeliling parkiran yang ada di rumah sakit itu.
" Nah itu mereka. Untung saja mereka belum pergi!" Hilya pun kemudian mendekati dua tampan itu yang tampak sedang serius berbicara sehingga tidak menyadari kehadirannya di belakang mereka.
" Farel! Ayo kau temui Umi sama Abi. Mereka merindukanmu dan Ingin berbincang-bincang denganmu!" ucap Hilya mengagetkan mereka berdua yang sedang serius berdiskusi tentang dirinya.
__ADS_1
" Astaghfirullahaladzim! Kalian berdua, suami istri. Ya Tuhan! Semuanya suka sekali membuat orang kaget!" ucap Farel sambil mengelus dadanya yang sangat terkejut ketika mendapatkan hilyah sudah berdiri di belakangnya dengan melipat kedua tangannya di dada.
" Kamu terkejut karena pikiranmu tidak ada di sini!" ucap Hilya dengan nada ketus sambil menatap Abby yang sedang menundukkan kepalanya.
Pria di masa lalunya yang pernah membuat hari-harinya penuh dengan warna dan juga emosi yang bercampur aduk.
" Ayo cepat ikut denganku! Abi sama Umi sedang menunggumu!" ucap Helia tidak sabar melihat Farel dan Abby masih juga terdiam menatapnya.
" Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apakah ada sesuatu yang aneh denganku?" tanya Hilya merasa janggal dengan tatapan kedua pemuda itu terhadapnya.
" Aku mau menemui kakek dan nenek tapi kau harus berjanji satu hal kepadaku!" ucap Farel dengan wajah seriusnya.
Hilya mengerutkan keningnya karena merasa bingung dengan tingkah laku Abby dan juga Farel yang tidak berani menatapnya.
" Kan waktu kamu SMA dulu. Kami berdua selalu membullymu dan selalu memberikan masalah kepadamu. Aku takut kalau kau menceritakan semua itu kepada kakek dan nenek. Maka aku pasti akan dimarahi oleh ayah dan ibuku! Karena sudah membully Bibiku sendiri!" ucap Farel sambil menundukkan kepalanya.
" Lalu kau Abby? Kenapa kau tidak berani menemuiku?" tanya Hilya dengan jantung yang berdebar-debar.
Karena bagaimanapun laki-laki yang ada di hadapannya itu. Dahulu pernah menjadi sesuatu yang indah dalam hidupnya di masa remajanya yang penuh dengan warna.
" Aku___ Aku___ tidak apa-apa lupakan saja!" Abi tidak berani untuk mengatakan yang sesungguhnya. Tentang alasannya kenapa dia sangat ketakutan untuk bertemu dengan Hilya kembali.
' Ya Tuhan! Kalau sampai kakaknya mengatakan kalau aku datang ke Indonesia hanya untuk bertemu dengan Hilya, tamat sudah riwayatku! Mau ditaruh di mana mukaku ini? Kalau aku ternyata jauh-jauh dari Belanda ternyata hanya mengejar-ngejar istri dari Paman sahabatku sendiri!' batin Abby merasa benar-benar sangat frustasi Kalau sampai ada Fatimah di dalam sana.
__ADS_1
" Kalian benar-benar sangat aneh. Masa hanya karena masa lalu seperti itu saja, sampai tidak mau melihatku lagi!" ucap Hilya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Karena merasa heran dengan kelakuan Abby dan juga Farel yang kekanakan menurutnya.
"Masa Lalu, lupakan!" ucap Hilya dengan tegas dan jelas.
Membuat Abby dan juga Farel terkejut dibuatnya. ' Bagaimana mungkin kau bisa memintaku untuk menjadikan kamu sebagai masa laluku dan menyuruhku untuk melupakanmu?' raung Abby sambil menatap Hilya dengan sendu.
Hilya bisa menangkap Aura kesedihan di mata Abby. Tetapi dia tidak bisa melakukan apapun sekarang. Karena bagaimanapun, statusnya sekarang adalah sebagai istri Zaki. Dia tidak bisa untuk bermain api dengan memelihara masa lalu yang sudah lewat di dalam hidupnya.
" Sudah ayo! Kita sekarang masuk ke rumah sakit. Abi sama Umi benar-benar sangat menginginkan untuk bertemu denganmu!" ucap Hilya kembali membujuk Farel untuk ikut bersamanya.
" Tolong maafkan aku Hilya. Akan tetapi aku benar-benar harus kembali ke Jakarta. Karena aku sedang mengejar pesawatku untuk kembali ke Belanda!" ucap Abby dengan sedih karena dia harus berpisah kembali untuk waktu yang tidak bisa ditentukan dengan wanita yang sangat dia cintai.
' Sekarang aku tidak tahu kapan lagi kita akan bisa bertemu. Akan tetapi untuk melihatmu bersama dengan laki-laki lain pun, rasanya aku tidak akan sanggup. Lebih baik aku segera pergi dari sini dan tidak melihatmu lagi untuk selamanya!' batin Abby meraung pedih. Seakan ada ribuan belati yang menusuk jantungnya. Dia bisa merasakan kepedihan yang teramat sangat. Ketika dirinya mengetahui wanita yang dia cintai kini sudah menikah dengan paman dari sahabatnya sendiri. Kenyataan yang menyakitkan!
" Berpamitanlah sebentar kepada mertuaku!" Pinta Hilya sambil menatap Abby dengan lekat dan dalam.
Tatapan yang begitu sangat dirindui oleh Abby selama bertahun-tahun. Akan tetapi sayang sekali. Sekarang gadisnya yang ada di hadapannya tidak mungkin lagi untuk dia rengkuh oleh tangannya. Karena suami yang dimiliki oleh Hilya seribu kali lebih baik dari dirinya. Dirinya yang hanya pemuda biasa dan tidak memiliki kelebihan yang bisa dia banggakan di hadapan wanita yang dia cintai.
' Suami Hilya adalah laki-laki yang luar biasa. Dia lulusan S3 Mesir. Dia juga anak seorang Kyai dengan ribuan santri dan dia juga seorang laki-laki yang tampan dan juga baik hatinya. Aku ini apa di hadapan dia? Aku ibaratnya hanya layaknya butiran debu di tepi jalan yang tidak layak untuk bersanding dan bersaing dengannya!' Abby di dalam hatinya. Menyesali segala keterlambatannya untuk bisa merengkuh Hilya dalam pelukannya.
" Ayo ikut aku! Atau aku tidak akan mau untuk mengenal kalian lagi. Selamanya!" ancam Hilya sambil berkacak pinggang di hadapan Zaki dan Abby yang sudah pucat pasi wajahnya.
" Tapi kau harus berjanji pada kami, untuk tidak melaporkan apa yang kami lakukan di masa lalu kepadamu. Kepada kakek dan nenekku jadikan itu sebagai rahasia kita bertiga! Ok?" ucap Farel mencoba untuk bernegosiasi dengan Hilya sebelum dia menuruti keinginannya untuk menemui Nenek dan kakeknya dari keluarga Neneknya.
__ADS_1
" Oke, Deal! Aku berjanji tidak akan pernah membicarakan apapun tentang kalian berdua kepada mereka. Udah cepat! Abby, nanti kamu akan semakin tertinggal pesawatmu dan kau Farel, temanmu akan semakin lama menunggumu!" ucap Hilya mengingatkan kembali alasan mereka berdua ketika tadi mereka menolak permintaan Zaki untuk bertemu dengan kedua mertuanya.