Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Salah Paham Bagaskoro


__ADS_3

Keesokan paginya Farel dan juga Abby bersiap untuk berangkat ke Jogjakarta.


" Kau sudah menghubungi kedua orang tuaku atau belum? Jangan sampai mereka nanti memarahiku!" ucap Abby mengingatkan Farel untuk menghubungi kedua orang tuanya di Belanda.


Farel menepuk keningnya karena lupa dengan janjinya kepada Abby tadi malam yang akan menghubungi kedua orang tua Abby di sana.


" Sudah kupastikan kalau kau lupa untuk menghubungi ayahku!" sungut Abby merasa kesal kepada sahabatnya.


" Maaf Bro tadi malam kita berdua ketiduran karena terlalu lelah dan tadi pagi aku juga sibuk untuk mempersiapkan kepergian kita dari kota ini!" Ucap Farel sambil membentuk peace dengan kedua jarinya.


" Udah buruan telepon Ayahku sekarang!Jangan sampai nanti mereka mengira aku anak hilang atau diculik oleh penjahat!" ucap Abby sambil melemparkan bantal ke arah Farel yang saat ini sedang tersenyum di usil ke padanya.


" Iya ini gue telepon!" Farel pun kemudian mencari nomor telepon orang tua Abby yang ada di Belanda.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om Baskoro? Ini saya Farel Abimana. Sahabat dari Abi Zulkarnain anak Duta Besar Indonesia yang berada di Belanda!" ucap Farel sambil tersenyum ke arah Abby yang tengah memutar bola matanya dengan malas. Ketika dia melihat tingkah sahabatnya yang gak ada matinya.


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Oh Nak Farel? Ada apa ya kamu menghubungi Om? Tumben!" ucap ayahnya Abby di seberang sana.


" Maafkan saya Om. Kemarin saya meminta kepada Abby untuk datang ke Indonesia secara tiba-tiba, karena di sini saya sedang membutuhkannya Om!" ucap Farel pelan.


Telepon yang sengaja dibuat loudspeaker oleh Farel. Sehingga Abi bisa mendengarkan juga percakapan Farel dengan ayahnya.


" Membutuhkan Abby? Maksudmu?" tanya Ayahnya Abby terheran.


" Iya Om wanita yang saya cintai menikah dengan laki-laki lain om. Saya sedang patih hati Om! Hiks hiks! Selama ini hanya Abby yang bisa menghibur hati saya Om! Oleh karena itu saya langsung menghubungi Abby untuk datang ke Indonesia. Tolong maafkan saya ya Om! Hiks hiks!" ucap Farel sambil berpura-pura menangis. Sehingga membuat Abby memelototkan matanya melihat kelakuan absurd sahabatnya mengerjai ayahnya.

__ADS_1


Abby mengepalkan tangannya ke arah Farel karena gemas dan Farel hanya memeletkan lidahnya mengejek kepada Abby.


" Tolong maafkan saya ya Om. Nanti setelah perasaan saya agak membaik saya akan mengantarkan Abi ke Belanda menggunakan jet pribadi milik keluarga saya! Hiks hiks!" ucap Farel sambil terisak di dalam telepon sehingga membuat ayahnya Abby tidak tega untuk marah kepadanya.


" Lalu di mana sekarang Abby? Apakah saya boleh bicara dengannya?" tanya ayahnya Abby merasa khawatir dengan keadaan putranya yang pergi dari rumah sejak kemarin dan tanpa ada kabar sama sekali.


Farel menutup teleponnya dengan tangan kemudian dia berkata kepada Abby.


" Cepat kau tidur di kasur! Karena aku akan mengambil fotomu untuk dikirimkan kepada ayahmu. Supaya dia percaya bahwa kau ada di sini bersama denganku!" perintah Farel dengan suara pelan agar tidak didengarkan oleh ayahnya Abby.


Abby pun kemudian langsung berlari ke kasur dan berpura-pura tidur dengan memejamkan matanya. Kemudian Farel pun langsung mengambil foto Abby dan mengirimkan kepada ayahnya Abby.


" Om sudah lihat kan Abby saat ini sedang tidur. Karena dia kelelahan setelah menghibur saya semalaman!" ucap Farel dengan suara tersekat di tenggorokan.


Melihat foto Abby yang tidur di atas ranjang yang sangat berantakan. Seketika membuat bayangan ayahnya Abby jadi travelling kemana-mana.


Pikirannya saat ini sedang travelling yang tidak-tidak. Memikirkan hal aneh-aneh yang terjadi di antara Abby dan Farel.


" Apa kalian tidur di hotel?" tanya Bagaskoro dengan suara gemetar.


" Iya Om karena saya butuh suasana yang baru untuk membuat hati saya bahagia!" Uca Farel dengan suara sendunya.


" Tolong segera suruh Abby untuk pulang setelah dia bangun! Karena saya harus berbicara dengannya!" ucap Bagaskoro meminta kepada Farel untuk menyuruh putranya segera kembali ke Belanda.


" Siap Om! Setelah Abby bangun saya akan segera menyuruhnya untuk pulang ke Belanda. Ya sudah dulu ya Om. Saya mau tidur lagi karena tubuh saya pegal-pegal sekali. Setelah Abby menghibur saya selama semalaman!" ucap Farel langsung menutup panggilan telepon tersebut.

__ADS_1


Abby langsung melemparkan bantal ke arah Farel yang merasa terkejut dengan apa yang dilakukannya.


" Apa yang kau lakukan? Apa kau gila?" tanya Farel bingung.


" Kau yang gila! Hey! Coba katakan padaku untuk apa kau mengatakan kepada ayahku kalau aku telah menghiburmu semalaman sampai kelelahan huh?" tanya Abby dengan wajah kesalnya kepada Farel.


" Lah memangnya apa yang salah dengan yang kukatakan kepada ayahmu? Bukankah kau memang benar, kau menghiburku dan juga menemaniku semalaman. Memang ada yang salah dengan yang ku katakan?" tanya Farel dengan wajah tak berdosanya.


" Apa kau tahu apa yang sekarang sedang dipikirkan oleh Ayahku huh? Sehingga dia menyuruhku untuk segera pulang ke Belanda?" tanya Abby dan Farel hanya menggelengkan kepalanya karena tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Abby.


" saat ini Ayahku pasti sedang berpikir bahwa kita adalah pasangan gay!" ucap Abby sambil kembali melemparkan bantal yang ada di sebelahnya ke arah Farel. Sangking gemesnya dia dengan keusilan sahabatnya yang selalu saja merugikan dirinya.


" Ya Maaf Bro! Saya tidak ada maksud seperti itu. Pasti ayahmu yang tidak percaya dengan dirimu. Makanya dia berpikir kita seperti itu!" ucap Farel sambil tertawa jahil kepada Abby yang kesal kepadanya.


" Nyesel tau nggak? Aku ngikutin saran kamu. Udah sebaiknya aku sekarang kembali saja ke Belanda. Daripada ngikutin kamu orang tuaku pasti semakin berpikir macam-macam tentangku!" ucap Abi dengan sengit sambil menatap tajam kepada Farel. Kemudian dia pun langsung menyiapkan barang-barangnya untuk segera meninggalkan Indramayu.


" Maafkan aku Bro! Aku nggak maksud betul untuk membuat orang tuamu berpikir bahwa kau itu seorang gay!" ucap Farel sambil mengejar Abby yang sudah bersiap untuk pergi meninggalkannya di kamar hotel.


" Kau tidak jadi untuk ikut denganku ke Yogyakarta?" tanya Farel terus mengikuti langkah Abby.


" Pikir saja sendiri. Sudah kau sebaiknya urusi barang-barangmu dan segera check out hari ini juga!" ucap Abby mengingatkan kepada Farel untuk membereskan barang-barangnya dan segera check out dari hotel.


Farel menepuk keningnya. Karena dia lupa dengan barang-barang miliknya yang ada di hotel. Dia pun kemudian berbalik dan kembali ke kamar hotel untuk membereskan semua barang-barang yang dia bawa dari Jogja.


Setelah selesai Farel langsung mengurus proses check out-nya dan meninggalkan Hotel pada hari itu juga.

__ADS_1


Farel mencari mobil milik Abby. Tetapi Farel mendapatkan kenyataan bahwa Abby sudah meninggalkan Indramayu dengan menggunakan mobilnya sendiri.


" Maafkan bro aku memang suka usil dan jahil sama kamu. Tetapi betul, aku sama sekali nggak bermaksud untuk merusak namamu di hadapan kedua orang tuamu! Maaf aku sekali lagi Bro! Aku berdoa. Semoga perjalananmu untuk kembali ke Belanda menyenangkan!" ucap Farel mengirimkan pesan suara di aplikasi hijau milik Abby. Setelah itu Farel pun menuju ke mobilnya dan langsung pergi ke Jogjakarta.


__ADS_2