Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Kepanikan


__ADS_3

" Ya udah! Ayo kita harus segera bergegas Hakim. Jangan sampai kita terlambat. Karena ini sudah menyangkut nyawa orang lain. Apalagi mertua dari Gus Zaki." ucapkan Soleh dengan bergegas dia mengambil kunci mobil Pondok dan menuju Allah bersama dengan Hakim yang tadi mencarinya.


kamu Soleh langsung turun dari mobil begitu dia sampai di aula dan melihat Ustadz Abdul sudah menunggunya dengan beberapa orang santri yang sudah siap membantu untuk menggotong mertua dari Gus Zaki.


" Ayo Kang cepat bergegas!" ucap ustadz Abdul. memberikan perintah kepada santri yang saat ini sedang membantu untuk menaikkan ibunya Hilya ke dalam mobil.


" Kang ini mah mohon maaf ya tapi Tolong diperiksa dulu apakah dia masih hidup atau sudah meninggl. Tampaknya dia sudah lama sekali pingsan disini!" ucap Kang Soleh mengingatkan Ustadz Abdul untuk memeriksa keadaan ibunya Hilya dahulu sebelum membawa beliau ke rumah sakit.


" Astaghfirullahaladzim! Saya lupa Kang! Sangking gugupnya Saya karena melihat orang yang sedang pingsan seperti ini!" ucap Ustadz Abdul kemudian dia pun mendengarkan dari telunjuknya di depan hidung ibunya Hilya.


" Masih bernafas Kang. Hanya saja sangat lemas sekali. Ayo cepat Kang kita ke rumah sakit. Semoga saja masih bisa diselamatkan oleh Dokter yang lebih ahli dari kita!" ucap Ustadz Abdul merasa lega karena ibunya Hilya masih hidup.


" Ya sudah! Ya sudah! Ayo cepat diangkat!" ucap Kang Soleh yang sudah mulai panik.


Ustadz Abdul kemudian mengikuti mobil itu untuk ke rumah sakit karena nanti dia yang akan menjelaskan kepada Kyai Rasyid tentang kondisi ibu mertua dari Gus Zaki.


" Saya lihat tadi ibu mertua Gus Zaki tuh sedang berbicara dengan anak perempuan pertamanya. Tetapi anaknya itu pergi dengan tergesa dari Pondok. Saya kira mereka sedang bertikai. Tapi tadi saya tidak lihat bagaimana kondisinya! seandainya tadi saya memeriksa keadaan di Allah mungkin kita bisa membawanya lebih cepat ke rumah sakit dan semoga kita masih sempat untuk menolong nyawa beliau!" ucap Ustad Abdul yang duduk di sebelah Kang Soleh.


Hakim yang memangku kepala ibunya Hilya agar tidak terjatuh dari jok mobil. Apabila menemui jalanan yang berbelok atau pun berkerikil.


Setelah mereka sampai di rumah sakit terdekat. Ustadz Abdul langsung mendekat dan meminta kepada petugas medis untuk menolong mereka membawa ibunya Hilya menuju ICU.


" Sebentar saya menghubungi Kyai Rasyid dulu untuk memberitahukan tentang kondisi besannya sekarang!" ucap ustadz Abdul kepada Kang sholeh.

__ADS_1


" Kang Tolong urus dulu administrasinya!" ucap Ustadz Abdul kemudian dia pun segera menghubungi Kyai Rasyid.


" Saya tidak tahu namanya!" ucap Kang sholeh pasrah.


Ustadz Abdul menepuk jidatnya karena menyadari kebodohannya. " Ya sudah Kang! Sebentar saya hubungi dulu Kyai Rasyid. Supaya Gus Zaki bisa datang kemari dan mengurus administrasinya!" ucap Ustadz Abdul berbicara kepada Kang Soleh sementara Hakim hanya berdiri saja di sana setelah tugasnya selesai. Karena dia tidak mengerti apa yang saat ini sedang terjadi.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak Kyai. Ini saya Ustadz Abdul. Sekarang kami ada di rumah sakit karena ibu mertua dari Gus Zaki pingsan di pondok dan sekarang sudah masuk ke ruang ICU. Tolong untuk Gus Zaki bisa datang kemari, untuk mendaftarkannya ke ruang administrasi karena kami tidak tahu nama beliau dan juga kartu identitasnya!" ucap Ustadz Abdul.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Baiklah Ustadz saya akan segera ke sana. Kebetulan operasi di sini pun baru saja selesai!" ucap Kyai Rasyid pelan. Kemudian dia langsung menemui Zaki dan Hilya yang saat ini sedang berada di mushola karena sedang berdoa untuk keselamatan ayahnya Hilya.


"Umi, Abi mau pergi dulu ke Musholla untuk mengabarkan kepada Hilya kalau saat ini ibunya sedang ada di ICU!" ucap Kyai Rasyid sambil bergegas meninggalkan istrinya yang masih dalam mode bingung.


"Aih, si Abi main pergi saja! Padahal Umi mau bertanya malah sudah pergi saja!" ucap Qonita protes kepada suaminya yang sudah pergi jauh meninggalkannya.


Sementara itu Kyai Rasyid yang saat ini sedang bergegas untuk menemui Hilya dan Zaki langsung memberi tahukan informasi yang tadi di beritahukan oleh Ustadz Abdul kepada dirinya.


" Zaki sudah selesai belum Shalatmu? Tolong kemarilah. Abi ingin bicara denganmu!" ucap Kyai Rasyid memanggil Zaki yang saat ini sedang berdzikir.


Zaki dan Hilya langsung menoleh begitu mendengar suara Kyai Rasyid memanggil mereka berdua.


Zaki bergegas keluar dan menemui Kyai Rasyid dan menanyakan ada apa gerangan sehingga membuat ayahnya tampak begitu panik.


" Ada apa? Kenapa panik sekali kelihatannya aby?" tanya Zaki sambil mendekat ke arah ayahnya yang tampak memegangi jantungnya yang terasa berdetak begitu kencang karena dari tadi dia terus berlarian ke sana kemari.

__ADS_1


" Tolong panggilkan istrimu ibunya saat ini berada di ICU kata Ustadz Abdul dia pingsan di aula pondok!" ucap Kyai Rasyid dengan terpatah-patah karena dia sedang menahan gejolak di dadanya yang terasa begitu sakit.


" Abi kenapa? Apakah sakit?" tanya Zaki merasa khawatir dengan kondisi ayahnya yang tampak tidak fit.


" Dada Abi rasanya sakit sekali!" ucap Kyai Rasyid masih ngos-ngosan seperti habis berjalan ribuan km.


" Abi dirawat saja ya di rumah sakit dan periksa keadaan Abi. Zaki takut kalau ada apa-apa dengan Abi!" ucap Zaki cemas.


Belum selesai Zaki mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepada ayahnya. Tiba-tiba saja Kyai Rasyid sudah pingsan di hadapannya.


Hilya yang baru keluar dari mushola merasa terkejut melihat ayah mertuanya sudah ambruk di hadapan suaminya.


Zaki langsung bergegas menangkap tubuh ayahnya sehingga tidak jatuh ke lantai.


" Ya Allah Mas ayo cepat kita harus segera membawa Abi ke ruang ICU." ucap Hilya merasa khawatir dengan keadaan Ayah mertuanya.


" Ibumu juga saat ini sedang ada di ruang ICU di rumah sakit ini!" ucap Zaki merasa sedih.


" Ya Allah kenapa begitu banyak orang yang harus menjadi korban dari keegoisan kita?" ucap Hilya dengan air mata yang mulai berderai sehingga membuat Zaki merasa sedih dengan keadaan keluarganya saat ini.


" Papa bahkan belum berhasil melewati masa kritisnya. Sekarang mama dan Abi juga harus masuk ke ICU!" ucap Hilya merasa sangat sedih.


" Sudahlah sayang ini semua bukan salah kita. Kita harus banyak berdoa kepada Allah agar kedua orang tua kita diberikan kesehatan dan juga keselamatan!" ucap Zaki mencoba menghibur istrinya yang sedang sedih.

__ADS_1


" Apakah kita turuti saja keinginan Kak Fatimah sehingga tidak ada lagi korban Mas?" ucap Hilya merasa sangat sedih dan merasa bersalah dengan semua keadaan yang terjadi kepada keluarganya saat ini.


__ADS_2