
Begitu mereka berdua sampai di rumah sakit. Farel dan Abi langsung turun dan Farel langsung menelepon Zaki untuk bertanya ruangan perawatan kakeknya.
"Paman kami sudah sampai di rumah sakit. Kalian ada di mana?" tanya Farel.
" Paman akan ke situ. Kalian tunggulah dulu di bagian informasi!" ucap Zaki.
" Umi, Zaki mau menjemput Farel dulu dia ya? Dia datang kemari untuk menjenguk Abi bersama dengan sahabatnya!" ucap Zaki berpamitan kepada ibunya.
Fatimah yang juga ada di ruangan itu dia mengikuti Zaki dari belakang.
Zaki yang merasa terganggu dengan Fatimah pun menghentikan langkahnya.
" Sebenarnya apa maumu? Kenapa kau terus saja mengganggu hidupku?" Tanya Zaki kepada Fatimah yang masih menundukkan kepalanya.
Tiba-tiba saja Fatimah langsung mendekati Zaki dan memeluknya serta mencium bibir Zaki dengan penuh nafsu dan dendam. Zaki berusaha untuk melepaskan diri tetapi Fatimah tidak mau menyerah juga.
Pada saat itulah Farel dan Abby menyaksikan kejadian itu. Mereka merasa malu dan akhirnya memilih memalingkan wajah mereka untuk tidak mau menyaksikan kejadian tabu tersebut.
" Ya Allah mata suciku ternoda melihat adegan dewasa gara-gara pamanmu dan istrinya!" ucap Abby sambil tersenyum ke arah Farel yang wajahnya memerah saat ini.
" Tidak mungkin kalau perempuan itu adalah istri dari Pamanku Bro! Karena yang kudengar istri pamanku itu seorang wanita yang sholehah dan juga wanita baik-baik. Jadi, tidak mungkin kalau istri pamanku melakukan hal seperti itu di hadapan publik!" ucap Farel membantah perkataan Abby.
" Jadi kalau begitu pamanmu sedang berselingkuh?" tanya Abby frontal.
__ADS_1
karena Abby mengatakan kata-katanya dengan kencang. Sehingga, mau tidak mau Zaki mendengarkan perkataan itu dan dia langsung mendorong tubuh Fatimah dari dekatnya.
" Lepaskan aku dan jangan kau ulangi lagi kejadian seperti ini!" ucap Zaki kesal lalu meninggalkan Fatimah dalam kesedihannya.
Zaki langsung mendekati Farel dan Abby dan mengajak mereka ke ruangan ayahnya.
" Bu Fatimah?" tanya Farel merasa terheran karena dia mengenal Fatimah sebagai dosen yang mengajar di kampusnya.
" Kenapa Dunia ini terasa sangat sempit sekali di mana-mana Aku menemukanmu!" ucap Fatimah dengan kesal kemudian dia pun meninggalkan tempat itu karena dia merasa malu kejadian tadi ada yang menyaksikan.
" Jadi perempuan itu yang tadi di restoran Paman ceritakan? perempuan yang tergila-gila kepada paman dan membuat kakek serta kedua orang tuanya masuk rumah sakit?" tanya Farel memberondong Zaki dengan beribu pertanyaan yang ada dalam hatinya.
" Paman sungguh beruntung karena dicintai oleh dua wanita. Lihatlah kami berdua hingga usia seperti ini, kami berdua masih jomblo. Jomblo Abadi yang bahagia! Hahaha!" ucap Farel sambil tertawa bahagia. Sementara Zaki langsung mentoyor kepala keponakannya itu karena gemes kepada Farel.
" Bahagia kepalamu? Hidup pamanmu ini setiap hari seperti diteror oleh wanita itu. Dia seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja dan akan menghancurkan rumah tangga pamanmu dengan istriku!" ucap Zaki dengan frustasi. Ketika dia kembali mengingat apa yang dilakukan oleh Fatimah tadi kepadanya dan sialnya kejadian itu disaksikan oleh Farel dan Abby. Zaki tampak sangat frustasi.
Farel dan Abby hanya bisa menganggukkan kepala mereka. Karena mereka berdua tidak mengetahui dengan pasti masalah apa yang sedang terjadi di dalam kehidupan Zaki yang sangat complicated bagi mereka yang saat ini masing lajang dan jomblo sejati.
" Baiklah Paman jangan khawatir kejadian tadi akan menjadi rahasia Kami berdua. Paman bisa percaya itu!" ucap Farel sambil mengulas senyum kepada pamannya yang kini bisa bernafas dengan lega.
" Ayo kita masuk ke dalam. Akan tapi kalian tidak akan bertemu dengan istriku. Karena dia sedang beristirahat di hotel yang ada di depan sana. Kasihan dia. Dia tampak sangat kelelahan karena harus merawat tiga orang sekaligus!" ucap Zaki menerangkan kepada Farel dan juga Abby.
" Tidak apa-apa Paman. Kami datang kemari kan ingin menjenguk kakek Rasyid bukan untuk berkenalan dengan istri paman yang Kata paman secantik bidadari turun dari kayangan itu!" ucap Farel sambil tersenyum usil.
__ADS_1
" Kalau melihat kamu di sini seperti apa. Paman yakin, tidak akan yang ada orang yang percaya bahwa kamu adalah seorang Dekan di sebuah universitas terkenal di Yogyakarta!" ucap Zaki sambil tersenyum kepada Farel.
" Jangankan Paman! Saya saja tidak percaya kalau laki-laki seperti dia ini bisa menjadi seorang Dekan di sebuah kampus yang begitu terkenal sampai ke mancanegara!" ucap Abby sambil menggelengkan kepalanya.
" Ah, sialan! Kamu selalu menjadi barisan terdepan kalau ada orang yang menistakan diriku!" ucap Farel dengan lebay dan berakting sebagai manusia teraniaya yang justru sukses membuat Zaki dan Abby tertawa terpingkal-pingkal karena melihat kelakuannya yang absurd dan super jail.
" Ya ampun Ini anak benar-benar obat awet muda sekali. Kau tahu Abby? Sejak aku bertemu dengan dia, dari pagi hingga kini dia selalu membuat aku tertawa!" ucap Zaki.
" Iya paman aku pun sejak tadi terus tertawa gara-gara aja Farel yang selalu melawak!" ujar Abby tersenyum kepada Zaki.
" Ayo kita masuk ke dalam. Kakekmu pasti sangat senang melihat kehadiranmu di sini!" ucap Zaki menarik tangan Farel untuk masuk ke dalam ruangan Ayahnya di rawat sekarang.
Ibunya Hilya sekarang sudah mulai sadar dan sedikit-sedikit mulai bisa berbicara begitu pula dengan ayahnya yang sudah mulai bisa duduk. Kyai Rasyid sudah mulai bisa berjalan-jalan karena dia hanya terkena faktor kelelahan dan usia saja.
" Bagaimana kalau saya merekomendasikan kedua mertua Paman untuk bisa dirawat di rumah sakit jantung milik Abimana grup di Jakarta?" tanya Farel sambil menatap kepada kedua orang tua Hilya.
" Yah aku rasa itu bagus. Kebetulan mereka berdua memang berdomisili di Jakarta. Kau bisa mengurus itu Farel. Sehingga kedua mertuaku bisa kembali ke Jakarta dan dirawat di sana dengan lebih intensif!" ucap Zaki menyetujui saran Farel.
" Terima kasih atas bantuannya kami tidak ingin merepotkanmu. Apalagi kita baru saja bertemu!" ucap ayahnya Hilya menolak keinginan Farel untuk menolongnya.
" Tidak apa-apa! kalian adalah mertua Pamanku itu artinya Kalian juga keluarga dari Abimana grup jadi tidak masalah kalau saya merekomendasikan kalian ke rumah sakit keluarga kami!" ucap Farel tenang.
" Iya Pah jangan khawatir Farel ini orang yang baik dan kedua orang tuanya juga sangat baik jadi tidak akan masalah kalau Papa dirawat di sana!" ucap Zaki membujuk mertuanya agar mau menerima kebaikan dari Farel.
__ADS_1
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Hilya yang baru saja datang dari hotel tempat dia menumpang tidur hanya untuk sekedar istirahat secara normal dan tidak terlalu lelah. Karena mengurus 3 pasien dalam satu waktu.
Akan sangat melelahkan bagi mereka. Kalau harus bolak-balik ke pondok yang jaraknya lumayan jauh dari rumah sakit sekitar 2 jam lebih jauhnya.