
Farel langsung mencari Adrian dan juga Syifa. Kemudian dia menyampaikan pesan dari Abahnya yaitu Kyai Ilham untuk mereka segera datang ke Jawa Timur.
" Abahmu menceritakan ada masalah apa? Sehingga membuat kita harus ke Jawa Timur? Kau tahu sendiri di sini, kalau kakek Andika sedang sakit dan Papa tidak tega untuk meninggalkan Kakekmu di sini!" ucap Adrian menyampaikan apa yang ada di hatinya kepada Farel.
" Farel tidak tahu Abi. Karena tadi Abah tidak menjelaskan apapun sama Farel. Abah hanya meminta kepada kita bertiga untuk pulang ke Jawa Timur. Karena dia katanya rindu dengan kita bertiga yang sudah satu tahun lebih tidak berjumpa dengan beliau!" ucap Farel.
" Tapi pekerjaan di grup saat ini sedang sibuk-sibuknya. Apalagi ini mendekati akhir tahun kita sibuk untuk melakukan tutup buku!" ucap Adrian.
" Ada apa Kenapa serius sekali?" tiba-tiba Syifa sudah duduk di antara mereka dan tampak tampak penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh anak dan suaminya.
" Abah ingin kita pulang ke Jawa Timur sayang. Katanya dia merindukan kita dan ada sebuah masalah yang ingin diskusikan dengan kita bertiga!" ucap Adrian kepada istrinya.
" Apakah kalian berdua tidak bisa meluangkan waktu sedikit saja untuk orang tua kita? Saya bisa merasakan pasti Abah dan Umi sangat merindukan kita semua! sudah lebih dari satu tahun kita tidak mengunjungi mereka karena Papa Andika yang sedang sakit dan butuh perhatian dari kita!" ucap Syifa sendu.
" Kalian Pergilah ke Jawa Timur. Kalian jangan khawatirkan papa. Papa baik-baik saja di sini. Bukankah ada perawat dan juga dokter yang selalu siap Papa panggil kalau misalkan kenapa-kenapa dengan papa? Kalian tidak usah khawatir dengan Papa!" ucap Andika ketika dia ikut bergabung dengan mereka bertiga di ruang tamu.
Syifa langsung bangkit dari duduknya dan membantu Andika untuk bisa duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Saat ini Andika berjalan menggunakan tongkat. Karena kesehatannya yang terganggu dan sering kehilangan keseimbangan tubuh. Tongkat itu membantu Andika untuk berjalan lebih stabil.
" Tetapi saya merasa khawatir dengan keadaan papa!" ucap Adrian.
" Pergilah ke sana barang satu atau dua hari. Kasihan Kyai Ilham dan istrinya. Mereka pasti juga ingin bertemu dengan kalian. Sudah lama loh kalian tidak menjenguk mereka!" ucap Andika sambil mengulas senyum di bibirnya yang sudah mulai keriput.
" Kalian jangan khawatir. Nanti papa akan menghubungi Cakra untuk bisa mengunjungi Papa di sini selama kalian pergi ke Jawa Timur!" ucap Andika.
" Sebentar Pah. Saya akan menghubungi Cakra dulu. Kalau Cakra bisa menemani Papa disini. Kami bertiga akan pergi ke Jawa Timur untuk mengunjungi Abi Ilham!" ucap Adrian.
__ADS_1
Tampak Andika tersenyum bahagia ketika melihat perhatian dari keluarganya untuk dirinya yang saat ini sudah lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Karena kesehatannya yang semakin menurun setiap hari.
Adrian kemudian menghidupkan layar besar yang ada di hadapan mereka semua dan menyambungkan panggilan video kepada Cakra yang saat ini berada di Perancis.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Adrian mengucapkan salam kepada adiknya yang terlihat di layar besar itu sedang bermain dengan cucunya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap Cakra sambil duduk di kursi dan menggendong cucunya di atas pangkuannya.
" Cakra! Apakah kau bisa datang ke Dubai?Papa merindukanmu dan juga ingin bertemu dengan Cicit papa!" ucap Andika.
" Baiklah Pah Kapan papa menginginkan kami untuk ke Dubai?" tanya Cakra dengan senyum mengembang di wajahnya.
" Kalian segera bersiap. Nanti kami akan mengirimkan jet pribadi milik Abimana grup agar segera sampai kemari. Karena kakakmu harus segera berangkat ke Jawa Timur untuk bertemu dengan mertuanya!" ucap Andika.
" Ya sudah Papa tutup dulu. Kau segeralah bersiap-siap. Di Sini papa akan segera mengirimkan jet pribadi untuk menjemput kalian!" ucap Andika tersenyum bahagia.
" Papa senang karena akhirnya bisa bertemu dengan cicit Papah!" ucap Andika senang.
" Alhamdulillah sekarang kita semua bisa senang. Papa bisa bertemu dengan cicit papa dan kalian bisa bertemu dengan orang tua Syifa di Jawa Timur!" ucap Andika dengan tersenyum simpul.
" Adrian! Cepatlah kirimkan jet pribadi untuk menjemput Cakra dan juga keluarganya di Prancis. Supaya Kalian juga bisa bergegas pergi ke Jawa Timur untuk menemui kedua orang tua Syifa!" perintah Andika kepada Adrian.
" Baiklah Pah!" ucapnya tersenyum.
" Sayang, Farel! Kalian gegas bersiap-siap supaya nanti ketika Cakra datang kemari kita juga bisa bergegas berangkat ke Jawa Timur!" perintah Adrian.
__ADS_1
Adrian kemudian mengatur pengiriman jet pribadi ke Perancis untuk menjemput Cakra dan juga keluarganya.
" Hubungi lagi Kyai Ilham agar mereka tidak khawatir dengan kalian!" ucap Andika.
" Baik Pah saya akan segera menghubungi Abi Ilham!" Adrian kemudian menghidupkan kembali layar besar yang ada di hadapan mereka dan menyambungkan panggilan dengan Kyai Ilham yang berada di Jawa Timur.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Abi! Kami bertiga akan segera berangkat ke Jawa Timur. Setelah adik saya sampai ke Dubai. Karena saya tidak bisa meninggalkan Papah sendirian dalam keadaan kondisinya tidak stabil!" ucap Adrian.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Syukurlah kalau kalian bisa datang kemari!" ucap Kyai Ilham lega.
" Adrian. Bisakah Abi berbicara dengan ayahmu? Sudah lama kami berdua tidak berbincang-bincang!" ucap Kyai Ilham kepada Adrian.
" Baiklah Pah. Silakan kalian berbicara. Karena saya akan mempersiapkan diri untuk keberangkatan ke Jawa Timur!" ucap Adrian.
Adrian kemudian meninggalkan ayahnya untuk bisa bercakap-cakap lebih pribadi bersama dengan ayah mertuanya.
" Bagaimana kabarmu Andika? Apa kau tidak bisa sekalian ikut kemari bersama dengan mereka? Sehingga kita satu keluarga bisa kembali berkumpul?" tanya Kyai Ilham kepada Andika.
" Kondisi kesehatan Saya saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan yang jauh. Saya juga tidak mau ambil resiko kalau tiba-tiba terjadi apa-apa dengan saya. Karena saya ingin selalu berdekatan dengan Kesya. Saya ingin ketika saya meninggal nanti. Untuk di makamkan di satu liang lahat bersama dengan istriku tercinta!" ucap Andika dengan mata berkaca-kaca.
" Baiklah kalau seperti itu. Aaya tidak bisa memaksamu. Saya tetap berdoa agar kesehatanmu segera pulih. Walaupun sebetulnya saya sangat merindukan untuk kita berdua bisa bercakap-cakap seperti sewaktu kita masih muda dulu!" ucap Kyai Ilham sebelum dia mengakhiri panggilan telpon tersebut.
Adrian yang mendengarkan percakapan antara ayahnya dengan Kyai Ilham. Seketika matanya mengalirkan air mata kesedihan.
" Papah begitu mencintai Mama Kesya. Sejak Mama meninggal hidup Papa hanya dihabiskan dengan bekerja dan berharap untuk segera bertemu dengan Mama!" ucap Adrian sedih karena memikirkan apa yang dikatakan oleh ayahnya . Mengenai keinginan beliau untuk dikuburkan satu liang lahat bersama dengan ibunya yang sudah meninggal lebih dari dua puluh tahun yang lalu.
__ADS_1