Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Awal Kedekatan


__ADS_3

Farel pun akhirnya mengikuti Wulan untuk masuk ke dalam apartemennya.


" Apakah tidak apa-apa aku seorang laki-laki masuk ke apartemenmu di tengah malam seperti ini?" tanya Farel tampak ragu untuk melangkahkan kakinya.


" Kau kan hanya mau makan saja di sini. Tidak mau melakukan hal-hal yang lainnya. Sudahlah santai saja. Para penghuni apartemen di sini tidaklah usil dengan kehidupan sesama penghuni yang lainnya!" bocah pulang sambil melangkahkan kakinya ke dapur dan bersiap untuk memasak.


" Kau bisa menyalakan televisi. Kalau bosan menungguku!" ucap Wulan sambil tersenyum kepada Farel.


" Tidak apa-apa aku duduk di sini. Sambil memperhatikanmu memasak dan juga menemanimu!" ucap Farel tersenyum kepada Wulan.


" Nooo, big no!! Aku bisa grogi kalau kau duduk di sini dan melihatku. Bisa-bisa nanti masakanku kacau balau!" ucap Wulan sambil mendorong tubuh Farel untuk duduk di ruang tamu dan meninggalkannya sendiri di dapur.


" Kau tidak akan berlalu racun di dalam makanan itu kan atau menaruh sesuatu untuk memeletku?" tanya Farel sambil menatap kepada Wulan.


" Ya ampun! Bukan hanya wajah kamu yang tampan. Tapi kau juga sangat lucu. Haha kau lucu sekali. Itu adalah lelucon yang paling lucu yang pernah kudengar!" ucap Wulan tergelak dalam tawa.


" Apakah apa yang kau katakan lucu?" tanya Farel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Sudahlah! Kau duduk saja di depan. Kau nonton televisi saja sambil menunggu aku. Aku akan masak sebentar, setelah itu kau bisa makan. Bukankah perutmu sudah kelaparan?" tanya Wulan sambil tersenyum kepada Farel.


" Yah aku benar-benar sangat kelaparan. Ibaratnya kalau aku seekor singa, saat ini aku sudah bisa melahap 3 ekor kerbau! Haha!" ucap Farel Sambil tertawa.


" Ya ampun Kau benar-benar sangat lucu. Aku tidak mengira kalau wajah datarmu itu ternyata bisa berkelakar juga!" ucap Wulan.


" Ya sudah aku masak dulu!" Wulan pun kemudian langsung meninggalkan Farel yang sedang terduduk di sofa dan mulai menyalakan televisi.


Acara malam hampir-hampir tayangannya di televisi menayangkan tentang film Romance dan percintaan. Membuat Farel menjadi panas dingin ketika melihatnya.


" Kenapa Wajahmu seperti itu? Apakah kau tidak pernah melakukannya, hmm? Aku rasa usiamu sekarang sudah layak untuk merasakan hal-hal seperti itu bukan?" tiba-tiba saja Wulan sudah datang dan membawa dua piring makanan untuk Farel dan dirinya sendiri.

__ADS_1


" Tidak juga kok! Orang tuaku membatasi pergaulanku dan aku di wanti-wanti untuk menjaga harga diriku sebagai seorang laki-laki dengan tidak melakukan hal-hal sesama semacam itu. Kecuali dengan istriku nanti tentu saja!" ucap Farel sambil menatap wajah Wulan yang sedang tersenyum kepadanya.


" Aku tidak menyangka kalau di era modern ini masih ada laki-laki seperti kamu yang menjaga etiket ke timuran dan menghargai pendapat kedua orang tuamu!" ucap Wulan memuji Farel.


" Walaupun jelek begini, kakekku adalah seorang kyai besar dan ayahku adalah lulusan Mesir. Beliau adalah seorang Hafiz. Jadi aku dituntut benar-benar oleh mereka untuk menjaga marwahku sebagai seorang laki-laki!" ucap Farel.


" Ayo! Nikmatilah makananmu. Aku juga kebetulan sangat lapar dan aku akan menemanimu untuk makan malam yang sudah sangat terlambat ini!" ucap Wulan sambil tersenyum kepada Farel.


" Terima kasih atas makanannya!" ucap Farel dengan senyum bahagia kemudian dia pun mulai menyantap makanan yang disuguhkan oleh Wulan.


" Oh iya ngomong-ngomong kita belum berkenalan loh namaku adalah Wulan. Siapa namamu?" tanya Wulan sambil menata Farel yang sedang menikmati makanan yang tadi dia masak.


" Farel kau bisa memanggilku Farel!" ucap Farel yang sedang mengunyah makanan.


" Oke lebih baik kita fokus untuk makan daripada nanti kita keselek bukan?" tanya Wulan sambil tersenyum manis.


" Yah fokus makan! Saya setuju denganmu!" ucap Farel sambil terus mengunyah makanannya yang terasa sangat enak di lidahnya saat ini. Maklumlah namanya orang yang sedang lapar. Mau dikasih makanan apapun, pasti terasa yang sangat nikmat walaupun itu hanyalah sebatas nasi goreng biasa yang tanpa embel-embel special.


" Aku juga baru kembali dari Dubai jadi belum sempat untuk mengisi kulkasku lagi. Oleh karena itu aku jadi terdampar di sini dan mengganggumu di tengah malam!" ucap Farel sambil mengelap mulutnya dengan tisu setelah selesai makan.


" Terima kasih untuk makanannya!" ucap Farel dengan senyum mengembang.


" Sama-sama. Lain kali kalau kau kelaparan lagi kau boleh mengetuk pintu apartemenku!" ucap Wulan sambil terkekeh.


" Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya? Tidak baik kalau seorang laki-laki berada di apartemen seorang gadis terlalu lama. Takutnya nanti akan menjadi fitnah untukmu ketika ada yang melihatnya!" Farel sambil bangkit dari duduknya dan menuju pintu keluar dari apartemen Wulan.


" Terima kasih banyak sekali lagi atas makanannya. Assalamualaikum!" ucap Farel sambil melangkahkan kakinya menuju apartemen miliknya yang berada dua lantai di atas apartemen milik Wulan.


Setelah kepergian Farel Wulan pun langsung mengunci pintu apartemennya dan bergegas untuk membereskan alat masak yang tadi dia gunakan untuk memasak.

__ADS_1


Setelah memastikan semuanya rapi bulan pun kemudian memutuskan untuk ambil air wudhu dan shalat malam serta mengaji Alquran sampai adzan shubuh terdengar.


Siapakah Wulan ini? pasti Reader ada yang bertanya-tanya kan?


Wulan adalah anak ketiga dari pasangan Agus dan Ayana. Sekarang orang tuanya ada di Australia dan menetap di sana.


Bagi yang penasaran dengan kisah hidup Agus dan Ayana ketika masih muda, bisa dibaca di novel author yang berjudul:


"**Assalamualaikum Ustadz ku**"


Kebetulan bab terbaru sedang bercerita tentang kisah hidup mereka berdua.


Wulan yang memang sudah lelah setelah mengaji selama satu jam lamanya. Akhirnya dia pun kemudian tidur lelap di atas sajadah.


Hingga terdengar suara azan subuh yang lamat-lamat terdengar ke telinganya. Wulan pun kemudian bangun dengan malas.


" Ya ampun ternyata aku ketiduran aku pasti sangat kelelahan sampai tertidur di lantai seperti ini!" ucap Wulan sambil menguap.


Setelah membereskan mukena dan juga Sajadah miliknya. Wulan pun kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri dan bersiap untuk shalat subuh yang sudah datang waktunya sejak tadi.


Setelah selesai shalat subuh Wulan pun kemudian menyiapkan sarapan dua porsi untuk dirinya dan juga untuk Farel. 2 porsi sandwich dan juga 2 gelas susu sudah siap di atas meja. Wulan juga menyiapkan kopi untuk Farel.


" Apakah Farel sudah bangun? Tadi malam dia pulang dari sini saja jam 02.00 malam!" ucap Wulan bertanya kepada dirinya sendiri sambil melihat jam yang ada di dinding ruang tamunya.


" Baiklah aku akan mengetuk pintu Farel. Siapa tahu dia sudah bangun!" Wulan kemudian mengambil hijab dan juga pakaian muslimah yang sudah lama dia simpan Di lemarinya.


Bagaimanapun Wulan mengingat apa yang dikatakan oleh Farel yang mengatakan bahwa Farel adalah cucu seorang Kyai dan anak seorang Hafiz. Untuk menghormati Farel Wulan menggunakan Hijab dan pakaian muslimah yang menutup rapat auratnya dari pandangan mata laki-laki yang tidak berhak melihat tubuhnya.


Setelah mematut dirinya di hadapan cermin besar yang ada di dalam kamarnya bulan pun kemudian meninggalkan apartemennya menuju unit Farel yang ada di dua lantai atas dari unit miliknya.

__ADS_1


" Semoga aku tidak mengganggunya pagi-pagi begini bertamu ke rumahnya!" ucap Wulan tersenyum bahagia.


" Semoga makanan ini akan semakin mendekatkan hubungan kami menjadi lebih baik!" ucap Wulan penuh harap.


__ADS_2