
Terlihat Farel yang saat ini sedang makan siang bersama dengan sepupunya yang kebetulan di titipkan oleh Tantenya untuk kuliah di kampus tempat dia bekerja.
" Kak Farel tampaknya dua orang tadi mengenalmu ya?" tanya gadis itu.
" Mereka adalah dosen yang mengajar di kampusku, tentu saja mereka mengenalku!" ucap Farel sambil menghabiskan makanan yang telah dia pesan.
" Cepatlah makannya jam makan siang sebentar lagi berakhir!" ucap Farel sambil mengelap bibirnya dengan tissu.
" Aku heran kenapa Ka Farel yang begini tampan dan sukses hingga saat ini belum menikah juga!" ucap Rosaline sambil membersihkan mulutnya dari sisa makanan.
Farel tampak bangkit dan acuh dengan pertanyaan sepupunya.
" Jawab dong Kak, aku lagi nanya loh!" tanya Rosa tampak kesal.
" Aku nggak punya waktu untuk melakukan hal yang tidak berguna itu!" ucap Farel asal jeplak sehingga membuat Rosaline menjadi jengkel.
" Kalau kakak menjadi Bujang Lapok, baru nanti merasa bahwa hal itu adalah hal yang berguna!" ucap Rosaline sambil cemberut.
" Kalau nanti aku jadi bujang lapok yang tidak laku lagi, aku tinggal bilang kepada Nenek Merry untuk menikahkanku denganmu!" ucap Farel sekenaknya.
" Ih apaan!" ucap Rosalin tiba-tiba merasa berdebar jantungnya ketika mendengarkan Farel mengatakan itu.
" Kau kan yang mengatakan kalau aku pria yang tampan, sukses dan juga hebat. Emangnya kalau kau menikah denganku, kerugian apa yang Kau dapatkan?" tanya Farel sambil melirik kepada Rosaline.
" Ya aneh lah Kak Farel! Masa kita sepupu malah menikah. Memangnya di dunia ini sudah tidak ada laki-laki lain yang bisa aku nikahi?" tanya Rosaline sambil cemberut.
" Sudahlah nggak usah berbicara yang aneh-aneh. Kita tidak tahu jodoh kita siapa! Nikmati saja semua prosesnya!" ucap Farel sambil bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke tempat kasir untuk membayar makanan yang sudah mereka santap.
Setelah selesai membayar Farel pun kemudian keluar bersama dengan Rosaline yang sudah menunggunya di mobil.
" Nanti kalau sampai kita betul-betul menikah, pasti akan terjadi kekacauan di keluarga kita!" ucap Rosaline sampai bergidik ngeri.
" Kenapa?" tanya Farel keheranan.
" Pasti nanti si kembar akan mengejekku.Mereka akan mengatakan kalau jodohku bojang lapuk yang tidak laku! Hahahaha!" ucap rosalin Sambil tertawa terbahak.
__ADS_1
" Tertawalah sepuasmu. Nanti ketika kita berdua benar-benar menikah. Mari kita lihat apakah kau masih bisa tertawa seperti itu atau tidak!" ucap Farel sambil fokus menyetir tidak memperdulikan Rosaline yang masih tertawa terbahak.
" Udah deh Kak Farel jangan ngomongin masalah pernikahan terus kita berdua tuh nggak mungkin menikah kalaupun Kak Farel meminta kepada Nenekku pasti tidak akan diizinkan!" ucap Rosaline dengan penuh percaya diri.
" Kita buktikan saja nanti!" ucap Farel dengan senyum penuh misterius sehingga membuat Rosaline menjadi bergidik ngeri.
" Ya ampun kau benar-benar menakutkan! Mulai besok aku tidak mau bertemu denganmu lagi!" ucap Rosaline sambil menjauhkan dirinya dari Farel yang malah tertawa terbahak-bahak melihat reaksi sepupunya ketika dia menggodanya.
Begitu mereka sampai di kampus Rosaline langsung keluar dari mobil Farel tanpa memperdulikan panggilannya.
" Dia rupanya benar-benar ketakutan kalau aku benar-benar melamarnya. Rupanya menyenangkan juga menggoda gadis bengal itu." ucap Farel sambil tertawa senang.
" Wah ternyata sangat menyenangkan ya jalan bersama dengan gadis muda. Bahkan Anda sampai tertawa sendiri seperti itu!" tiba-tiba saja Fatimah sudah berada di belakang Farel bersama dengan Ilham.
" Bukan urusanmu! Sana menyingkir! Jangan menghalangi jalanku!" ucap Farel tanpa melirik sekilas pun kepada Fatimah.
Ilham seperti merasa tersinggung dengan kelakuan Farel yang seakan tidak menghargai wanita yang dia cintai.
" Aku kan sudah bilang padamu tidak usah mendekati lagi Pak Farel. Pak Farel itu seorang laki-laki yang sombong dan juga sangat dingin. Bahkan Rektor saja tidak senang berbicara dengannya!" ucap Ilham kepada Fatimah yang tampak terkejut dengan penolakan Farel terhadapnya.
" Aku heran sekali kenapa dia sangat suka dengan tipe-tipe laki-laki yang menghinanya? Kenapa dia tidak menghargai laki-laki yang mencintainya? Jangan-jangan Dia memiliki kepribadian aneh. Apakah itu semacam penyakit? Kalau begitu aku harus segera membawanya ke psikiater untuk mengobati kesehatan mentalnya!" ucap Ilham merasa khawatir dengan Fatimah yang selalu mencari masalah dengan orang-orang yang tidak menerima kehadirannya.
Ilham kemudian masuk ke kelasnya dan berusaha untuk melupakan Fatimah yang secara terang-terangan telah menolaknya.
Ilham sudah melakukan berbagai cara untuk menunjukkan rasa cintanya kepada Fatimah tetapi dari situ tidak peduli kepadanya.
Setelah selesai menjalankan tugasnya sebagai dosen. Ilham kemudian mendekati Fatimah yang sedang bersiap untuk pulang.
" Kalau aku melamarmu. Apakah kau menerimaku?" tanya Ilham kepada Fatimah.
" Minggir deh! Nggak usah aneh-aneh!" ucap Fatimah sambil menghindari Ilham yang terus mengikutinya.
Ilham tidak menyerah dia terus mengikuti Fatimah yang sekarang sudah berada di parkiran dan bersiap untuk meninggalkan kampus.
" Kamu kenapa sih? Ko dari tadi mengikutiku terus?" tanya Fatimah merasa kesal.
__ADS_1
" Kan aku sudah bilang kalau aku akan melamarmu!" WhatsApp Ilham tidak menyerah dan dia pun masuk ke dalam mobil Fatimah.
" Tolong berikan jemarimu, agar aku bisa memasukkan cincin ini dan dengan resmi melamarmu menjadi istriku!" ucap Ilham sambil menatap tajam kepada Fatimah.
" Ayolah Ilham kau jangan bercanda! Hal seperti ini bukanlah mainan!" ucap Fatimah merasa Jengah dengan kelakuan Ilham yang dirasa mengganggunya.
Namun siapa yang menyangka kalau tiba-tiba saja Ilham langsung menyambar bibir Fatimah dan langsung menciumnya.
Fatimah berusaha untuk melepaskan diri dari Ilham tetapi Ilham tampaknya sudah bersikeras untuk menaklukkan dirinya.
" Jadilah istriku. Aku akan menjadikanmu seorang ratu di dalam hatiku!" ucap Ilham dengan wajah serius dan nafas yang tersengal gara-gara ciuman panas nya tadi.
Fatimah yang saat ini sedang tersengal-sengal nafasnya gara-gara perbuatan Ilham dia hanya menatap pria tampan di hadapannya dengan sayu.
" Kenapa kau memaksakanku untuk menerimamu? Cinta tidak bisa dipaksa Ilham!" ucap Fatimah dengan suara bergetar.
" Bagus kalau kau menyadari itu. Lalu kenapa kau selalu memaksakan cintamu kepada orang lain? Seorang perempuan lebih baik dicintai sehingga dia akan dimuliakan oleh laki-laki yang mencintainya!" ucap Ilham sambil menggenggam tangan Fatimah kemudian dia pun memasukkan sebuah cincin ke jari manisnya.
" Mulai sekarang Aku menyatakan kau sebagai calon istriku!" ucap Ilham dengan lantang dan penuh keyakinan.
" Kau benar-benar sangat keras kepala!" ucapan Fatimah. Tetapi dia tidak melakukan perlawanan ketika Ilham mencium jemari tangannya dengan lembut.
" Aku berjanji akan menjadikanmu sebagai wanita yang paling bahagia di dunia ini!" ucap Ilham memberikan janji sucinya kepada Fatimah.
" Kita akan lihat itu. Ketika kau berhadapan dengan kedua orang tuaku. Apakah kau sanggup memintaku sebagai calon istrimu?" tanya Fatimah dengan nada sarkasme.
" Aku sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuamu dan mereka sudah setuju untuk menyerahkanmu kepadaku. Oleh karena itu aku berani melamarmu hari ini!" ucap Ilham sambil tersenyum kepada Fatimah.
" Pantas saja kau terus saja mengikutiku. Jadi kau sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuaku untuk menjadi calon suamiku?" tanya Fatimah dengan sumringah.
Ketika melihat Ilham menganggukkan kepalanya. Fatimah merasa senang dan akhirnya dia pun mau menerima Ilham sebagai calon suaminya dan berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Ilham.
Mereka berdua kemudian melakukan pernikahan dengan meriah. Setelah melakukan lamaran resmi oleh kedua orang tua Ilham yang datang langsung kepada kedua orang tua Fatimah yang ada di Jakarta.
TAMAT
__ADS_1