Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Merasa Bersalah?


__ADS_3

Sementara itu Fatimah yang saat ini masih berada di hotel. Dia tampak sedang gemetar karena memikirkan tentang keadaan ayahnya yang pingsan tiba-tiba. Ketika sedang berbicara dengannya di hadapan banyak orang di pondok pesantren pria yang dia cintai dan sedang dia perjuangkan.


" Bagaimana keadaan Papa sekarang ya? Apakah sebaiknya aku harus ke rumah sakit atau ke pondok sekarang ya?" tanya Fatimah sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.


" Aku akan menelpon Hilya dan menanyakan kabar tentang Aby!" ucap Fatimah yakin.


Fatimah kemudian mencari ponselnya dan langsung menghubungi adiknya untuk menanyakan tentang keadaan ayahnya yang saat ini sedang di rumah sakit.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana keadaan Abi sekarang? Apakah Abi sudah baik-baik saja?" tanya Fatimah merasa bersalah karena perbuatannya sudah membuat ayahnya masuk rumah sakit.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Abi sudah selesai dioperasi hanya saja masih dalam keadaan kritis. Kak, Kenapa Kakak begitu tega meninggalkan mama dalam keadaan pingsan? Apa Kakak tahu? Kalau perbuatan Kakak sudah membahayakan nyawa mama kita?" tanya Hilya dengan mata berkaca-kaca.


Sementara itu Qonita yang terbangun karena mendengarkan suara ponsel, saat ini sedang menatap menantunya yang sedang berbicara dengan kakaknya yang selalu mencari masalah dengan keluarga mereka.


" Hilya biarkan Umi bicara dengan kakakmu!" ucap Qonita merasa gatal ingin berbicara dengan Fatimah yang sejak kemarin selalu membuat hatinya Geregetan.


" Tapi Umi Hilya takut kalau nanti Umi akan membuat hati Kak Fatimah sakit dengan kata-kata keras Umi terhadapnya!" ucap Hilya menolak keinginan Qonita untuk berbicara dengan kakaknya.


" Kau sama saja dengan Abimu yang melarang Umi untuk mengungkapkan perasaan Umi terhadapnya. Hanya karena takut wanita itu merasa sakit hati gara-gara Umi!" ucap Qonita misuh-misuh.


" Tolong maafkan Hilya Umi. Bagaimanapun Kak Fatimah adalah kakak saya. Saya tidak mau kalau sampai Kak Fatimah merasa bahwa kita membencinya!" ucap Hilya dengan suara lembut sehingga membuat Qonita merasa tenang.


" Baiklah terserah kau saja sayang. Tapi tolong katakan padanya. Untuk tidak mengganggu lagi Putraku. Karena saya tidak senang kalau Putraku harus berurusan dengan perempuan macam dia!" ucap Qonita dengan suara keras sehingga dari seberang sana Fatimah bisa mendengarkannya dengan sangat jelas.


Tanpa terasa air mata Fatimah berderai begitu saja di kelopak matanya. Ketika dia tadi mendengarkan kata-kata yang begitu keras dari Qonita. Ibu dari laki-laki yang dia cintai.

__ADS_1


Fatimah langsung menutup panggilan telepon tersebut karena dia sudah tidak tahan untuk terus mendengarkan kata-kata kasar dari Qonita yang sangat tidak menyukainya.


" Apakah benar yang kulakukan ini salah? Kenapa semua orang tampak membenciku? Karena aku memperjuangkan apa yang menjadi hakku?" tanya Fatimah sedih.


Sementara itu Farel Abimana yang saat ini sedang melakukan pertemuan dengan sahabatnya di hotel, tempat di mana Fatimah saat ini sedang menginap. Farel tampak tergesa-gesa keluar dari lift. Sehingga Farel menabrak Fatimah yang barusan mau keluar dari lift yang akan dipakai oleh Farel.


" Hati-hati dong kalau jalan. Anda jangan asal menabrak orang lain!" tegur Fatimah dengan keras karena dia sangat jengkel gara-gara orang yang menabraknya, sekarang ponsel dan tasnya terjatuh. Beberapa barang yang di dalam tas tangannya tampak berhamburan.


" Maaf bu tadi saya sangat terburu-buru karena teman saya sedang menunggu saya di atas!" ucap Farel merasa bersalah karena sudah membuat barang-barang Fatimah berhamburan di lantai.


Ketika keduanya mengangkat kepala dan melihat Siapa orang yang saat ini sedang berhadapan dengannya. Mereka berdua pun tampak terkejut sekali.


" Ya ampun! Jadi Anda yang sudah merusak hari saya di pagi ini?" ucap Fatimah merasa kesal ketika melihat Farel, Dekannya yang usil dengan dirinya. Ketika dia meminta izin cuti tidak diberikan oleh Farel. Sehingga sekarang dirinya harus mangkir dari tugasnya sebagai seorang dosen.


Untung saja kampus saat ini sudah masuk ke waktu berlibur. Sehingga kehadiran Fatimah tidak terlalu mengganggu aktivitas belajar mengajar di kampus.


Fatimah males melayani Farel yang dia anggap nyinyir dengan kehidupan pribadinya. Dia pun langsung meninggalkan Farel tanpa mengatakan apapun. Hanya saja tatapan mata Fatimah yang sinis cukup membuat Farel bergidik ngeri dengan keangkuhan seorang Fatimah yang membuatnya ilfell.


" Ya ampun! Kenapa orang usil itu sampai ada di sini? Benar-benar sangat menyebalkan!" ucap Fatimah merasa jengkel sekali karena bertemu kembali dengan Farel yang sejak di Jogjakarta sudah membuat hatinya tidak nyaman dengan kelakuannya yang dianggap tidak bersahabat dengan dirinya.


" Apa coba maksudnya dia? Kenapa dia tidak mau memberikanku cuti? Padahal jelas-jelas di kampus sedang liburan. Lihatlah! Hey, dia sendiri bergentayangan di sini! Ckckck!" ucap Fatimah merasa kesal dengan Farel.


Sementara itu Farel yang saat ini sedang bertemu dengan Zaki di restoran yang ada di hotel itu. Dia merasakan aneh ketika bertemu dengan Fatimah sekarang.


" Sungguh kasihan wanita secantik itu. Dia harus mengorbankan harga dirinya demi cinta yang bertepuk sebelah tangan!" ucap Farel sambil menggelengkan kepalanya dan dia pun langsung menemui Zaki yang ada di restoran hotel.

__ADS_1


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Paman apa kabarnya?" Ucap Farel begitu dia bertemu dengan Zaki yang sejak tadi sudah menunggunya.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Paman baik-baik saja Farel. Bagaimana dengan keadaanmu?" Tanya Zaki sambil mempersilahkan Farel untuk duduk di hadapannya.


" Maaf ya Paman. Saya agak terlambat untuk bertemu dengan paman. Tadi saya bertemu dengan mantan calon istri paman. Karena terburu-buru, saya menabrak dia di lift dan akhirnya kami berantem di depan pintu lift!" ucap Farel menjelaskan keterlambatannya kepada Zaki yang sedang menyimak apa yang dia katakan.


" Sudahlah lupakan saja? Paling malas saya berbicara tentang dia. Sudah terlalu banyak dia memberikan masalah dalam hidupku!" ucap Zaki merasa kesal ketika mendengar Farel mengatakan nama Fatimah sudah membuat kupingnya serasa panas.


" Bagaimana dengan keadaan kakek apakah sudah baik?" tanya Farel pada akhirnya menghentikan pembicaraannya tentang Fatimah kepada Zaki yang tampaknya alergi mengdengar namanya.


" Keadaan Papah masih kritis. Mungkin kita perlu membawa Papa ke rumah sakit yang lebih besar yang ada di Jakarta!" ucap Zaki sambil menyeruput minuman yang dia pesan.


" Saya bisa mengatur agar kakek dirawat di rumah sakit jantung milik Abimana grup!" ucap Farel menawarkan bantuan kepada Zaki.


" Paman tidak ingin merepotkanmu Farel. Paman tahu pasti kau sangat sibuk dengan segudang aktivitas yang kumiliki hal sepele seperti ini tidak perlu merepotkan pewaris Abimana grup!" ucap Zaki menolak tawaran dari Farel.


" Ayolah paman Kakek Rasyid itu kan juga termasuk keluarga dari Abimana grup kalau sekarang Farel menutup mata dengan keadaan kakek pasti nanti nenek akan marah kepadaku di surga sana!" ucap Farel berusaha membujuk Zaki untuk menerima bantuannya.


" Kakek Andika juga pasti akan mengamuk kepada Farel. Kalau Farel tidak mau membantu kalian!" ucap Farel dengan memasang wajah memelas agar Zaki mau menerima bantuan yang dia tawarkan.


" Bagaimana dengan keadaan kakekmu? Paman dengar, katanya dia dalam keadaan sakit?" Tanya Zaki bertanya tentang keadaan Andika yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit Abimana group yang ada di Dubai.


" Keadaan kakek lumayan sudah mulai membaik. Oleh karena itu Papah dan Mamah Farel sekarang Stay di Dubai untuk membantu pekerjaan kakek di sana dan juga merawat kondisi kesehatan Kakek yang terus menurun setiap harinya!" bocah Farel tampak merasa sedih ketika menceritakan tentang keluarganya yang saat ini berada di Dubai.


" Paman berdoa semoga kakekmu segera sembuh dan kalian bisa kembali ke Indonesia!" ucap Zaki sambil mengulas senyum kepada Farel agar keponakannya bisa sedikit rileks.

__ADS_1


" Kakek ingin dimakamkan di sana di samping makam nenek Kesya dan juga kedua orang tua Kakekku!" ucap Farel.


__ADS_2