Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Gugup Luar Biasa


__ADS_3

Zaki terus berusaha membujuk Farel dan Abi untuk kembali masuk ke ruangan tempat ayahnya dirawat saat ini.


" Bukankah kamu juga mempunyai janji akan membantu kedua orang tua Hilya untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit jantung yang ada di Jakarta?" Tanya Zaki mengingatkan kepada Farel tentang janjinya kepada kedua mertuanya.


Farel menepuk keningnya karena lupa dengan janji tersebut. Itu diakibatkan karena kegugupannya yang luar biasa. Karena dia takut untuk bertemu dengan Hilya dan aib masa lalunya akan terbongkar di hadapan keluarganya.


Aib dirinya dan Abby yang dulu sering membully Hilya dan selalu membuat Hilya dalam masalah ketika di sekolah SMA dulu.


" Gimana Bi? Bisa kita masuk dulu ke dalam?Rasanya tidak sopan juga, kalau kita tidak berpamitan kepada kakekku dulu!" ucap Farek karena sudah pasrah dengan nasib mereka berdua di hadapan pamannya yang dari tadi terus memaksanya untuk masuk lagi ke rumah sakit.


Tiba-tiba ponsel Farel berdering dan Farel merasa sangat beruntung sekali karena ponsel itu telah menyelamatkan dirinya dari Zaki yang memaksanya untuk kembali masuk ke rumah sakit.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Oh, iya iya iya saya segera datang ke sana. Baik, baik Pak! Anda bisa menunggu saya!" ucap Farel kemudian dia langsung menutup panggilan telepon tersebut dan langsung menghadap kepada pamannya.


" Maafkan saya Paman. Tetapi saya benar-benar harus pergi. Ada dosen yang sedang membutuhkanku dan aku harus segera pulang kembali ke Jogjakarta!" ucap Farel berusaha untuk melarikan diri dari Zaki.


Tetapi Zaki tidak memperdulikan sama sekali dia tetap menarik tangan keduanya untuk mengikutinya masuk ke dalam rumah sakit.


" Ya ampun Paman benar-benar tidak percaya padaku aku benar-benar harus kembali ke Jogjakarta! Paman!" ucap Farel dengan suara yang memelas tetapi Zaki sama sekali tidak memperdulikannya karena yang ada dalam pikirannya saat ini adalah Farel harus bertemu dengan ayahnya sebelum dia pergi dari Indramayu.


" Benar Paman saya pun harus segera kembali ke Jakarta. Pesawat saya bisa-bisa pergi duluan dan meninggalkan saya disini. Tolonglah saya Paman!" ucap Abby tidak kalah memelas sehingga membuat Zaki semakin curiga dengan tingkah mereka berdua yang sangat mencurigakan.

__ADS_1


"Kalian hanya butuh berpamitan saja kepada ayahku tidak lebih. Setelah itu kalian boleh pergi!" ucap Zaki bersikeras untuk membawa keduanya kembali ke dalam ruangan ayahnya.


Akhirnya Farel dan Abi pun pasrah dengan nasib mereka karena tidak akan mungkin mereka bisa melawan tenaga Zaki.


' Habislah aku! Pasti Paman akan melaporkan kelakuanku di masa SMA kepada ayah dan ibuku!" batin Farel sangat frustasi dengan nasibnya di masa depan.


' Oh Tuhan! Aku akan sangat malu sekali kalau sampai Fatimah ada di sana dan mengatakan kalau aku datang kemari hanya untuk mencari Hilya!' batin Abby sudah sangat ketakutan hanya dengan memikirkan hal yang belum tentu terjadi di hadapannya.


" Kalian berdua Ini kenapa sih? Hanya sekedar berpamitan kepada Ayahku saja seperti akan menghadapi maut yang menghadang di hadapan kalian!" Tanya Zaki merasa semakin curiga dengan perlakuan mereka berdua.


" Ini lebih daripada sekedar maut paman!" Rinti Farel tidak sengaja sehingga membuat Zaki terkesiap mendengarnya.


" Lebih daripada sekedar maut? Oho! Apakah itu?" Tanya Zaki berhenti sambil menatap wajah Farel yang saat ini pucat pasi.


" Benar Paman! Kalau sampai saya ketinggalan pesawat saya. Maka saya harus menunggunya lagi keesokan hari. Tentu pada saat itu kedua orang tua saya akan menyadari kalau saya tidak ada di Belanda!" ucap Abby dengan memelas. Aehingga membuat Zaki benar-benar hilang akal dan semakin curiga dengan mereka berdua.


' Sikap mereka berdua benar-benar sangat mencurigakan. ku harus mengetahui apa sebenarnya yang sedang mereka sembunyikan dariku. Pokoknya aku harus bisa membawa mereka masuk ke dalam kamar perawatan Ayahku. Jadi aku akan mengetahui apa sebenarnya yang mereka takuti saat ini!' batin Zaki sambil berusaha terus menarik keduanya sampai ke ruang perawatan ayahnya.


Sementara itu Hilya yang baru saja keluar dari mushola. Dia merasa terheran ketika melihat suaminya yang menarik dua orang pemuda yang tampak ketakutan. Dia pun mendekati mereka bertiga dan menyapa suaminya.


" Mereka siapa Mas? Kenapa kau menarik tangan mereka berdua? Apa kau tidak melihat raut wajah mereka sudah sangat pucat pasi?" tanya Hilya sambil menyapa suaminya yang terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba.

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang! Mereka ini adalah keponakanku dan juga sahabatnya. Ayo sayang. Mari aku perkenalkan mereka kepadamu. Dia adalah Farel Abimana dan juga Abbt Zulkarnain!" ucap Zaki sambil menghadapkan wajah Farel dan Abby sehingga bisa bertatap muka dengan Hilya.


Farel dan Abby berusaha keras untuk menyembunyikan wajah mereka dari Hilya. Agar wanita itu tidak melihat mereka.


Hilya bisa melihat bahwa kedua orang itu tidak ingin melihatnya. Sejenak dia mengerutkan keningnya. Karena dia merasa heran. Kenapa keduanya bersikap seperti itu ketika berhadapan dengannya.


" Ayo! Farel dan Abby. Kalian harus berjabat tangan dengan istri paman. Kalian tidak sopan sekali jadi ponakan!" ucap Zaki memaksa kepada Farel untuk bersalaman dengan istrinya.


" Maaf Paman tidak muhrim kami tidak boleh bersalaman dengan istri Anda!" ucap Abby sambil melarikan diri dari sana yang langsung di ikuti oleh Farel.


Hilya sampai tertawa melihat kelucuan mereka berdua. Ketika mereka bertemu dengannya lagi setelah lebih dari lima tahun tidak pernah bertemu.


" Mereka itu kenapa sih? Aneh sekali kelakuannya. Diajak ke sini saja susah sekali. Sekarang malah lari seperti melihat setan!" ucap Zaki sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Farel dan Abby yang sangat mengherankan baginya.


" Sudah biarkan saja mereka. Ayo kita masuk ke dalam dari tadi Abi selalu menanyakan Mas!" ucap Hilya sambil menarik tangan suaminya. Sekilas Hilya melirik ke arah Abi dan juga Farel yang sudah menjauh dari pandangannya.


' Ya ampun Sikap mereka berdua sejak dulu sampai sekarang masih saja konyol!' batin Hilya Sambil tertawa geli ketika bertemu kembali dengan dua sekawan yang tidak dulu selalu saja mencari masalah dengannya.


Hilya sangat ingat kalau dulu mereka sering sekali mengerjai dia. Akan tetapi pada akhirnya semua itu berbalik kepada mereka dan mereka selalu dipanggil oleh guru BP untuk mempertanggungjawabkan semua kejahilan dan keusilan mereka terhadapnya. Sehingga membuat mereka harus menjalani banyak hukuman gara-gara keusilan dan juga kejahilan mereka sendiri.


" Kamu kenapa sayang sejak tadi tertawa terus. Apakah ada sesuatu yang lucu?" tanya Zaki merasa heran dengan Hilya yang sejak tadi terus tersenyum dan seakan terkekeh karena merasa lucu dengan sesuatu.

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang! Tadi, tiba-tiba saja aku seperti mengingat sesuatu kejadian yang lucu di masa lalu. Oleh karena itu aku tertawa sendiri. Tolong maafkan aku ya?" ucap hilyah sambil menggandeng tangan suaminya dan membawanya ke ruangan perawatan kedua orang tuanya.


Qonita yang sejak tadi menunggu Zaki hanya bisa cemberut. Karena melihat Zaki yang tidak berhasil membawa Farel yang sangat ingin dia temui.


__ADS_2