
Ketika mereka sudah dekat dengan rumah sakit. Farel menghentikan mobilnya dan meminta kepada Abby untuk membeli buah-buahan dan juga buket bunga sebagai oleh-oleh untuk menengok Kyai Rasyid dan juga mertua dari Zaki.
Abby turun dari mobil dan segera memilih buah-buahan yang dia kehendaki. Tetapi dia bingung ketika hendak memilih bunga yang akan dibeli sehingga dia meminta kepada Farel untuk turun.
" Farel kau turunlah dulu. Bukankah kau ahli dalam memilih bunga? Aku takut kalau salah memilih. Nanti akhirnya malah jadi masalah buat kita! ucap Abby meminta sahabatnya untuk turun dari mobil.
" Kau pilih saja bunga apa saja. Ndak apa-apa. Kau minta saja pendapat dari pemilik toko bunganya!" ucap Farel merasa enggan untuk turun dari mobil.
" Yaelah timbang turun doang! Susah banget sih! Cepat ah! Nanti kita keburu malam ini. Aku harus segera kembali ke Jakarta dan kembali ke Belanda. Jangan sampai nanti Ayahku tahu kalau aku kabur dari sana!" ucap Abby keceplosan mengatakan rahasia yang sesungguhnya tentang keberadaannya di Indonesia. Bahwa dia kabur dari kedua orang tuanya hanya untuk mencari informasi tentang Hilya.
Demi mendengar apa yang dikatakan oleh Abiby Farel akhirnya turun. Karena dia benar-benar sangat penasaran dengan kebenaran tersebut.
" Yang bener Bro? Kamu kabur dari Belanda? Astaghfirullahaladzim orang tuamu pasti sekarang sangat ketakutan dan juga kebingungan mencarimu!" ucap Farel sambil menepuk bahu Abby yang salah tingkah dibuatnya.
Abby hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat ekspresi sahabatnya yang tampak terkejut mendengarkan dirinya kabur dari kedua orang tuanya.
" Soalnya aku penasaran banget Bro! Makanya niatnya aku mau ketemu orang itu doang. Setelah dapat informasi, aku kembali lagi ke Belanda. Tapi ternyata perempuan itu tidak datang dan hanya membohongiku!" ucap Abi sambil menundukkan kepalanya merasa kecewa kepada Fatimah yang mengajak bertemu dengannya tetapi tidak datang sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati oleh mereka berdua.
__ADS_1
" Apa kamu secinta itu dengan Hilya? Kamu sampai rela melakukan ini hanya demi sebuah informasi tentangnya!" tanya Farel.
" Udah cepat pilih bunganya. Biar kita cepat segera ke rumah sakit dan aku cepat pulang ke Belanda. Sebelum kedua orang tuaku menyadari kalau aku kabur dari sana!" pinta Abby kepada Farel.
Penjaga toko bunga dan toko buah-buahan hanya melihat kedua pria tampan itu dengan tatapan nanar. Mereka tampak terpesona dengan mereka berdua.
' Wah penasaran! Siapa ya perempuan itu? Pria tampan ini sampai rela kabur dari orang tuanya hanya untuk mendapatkan informasi tentangnya. Ya Tuhan! Wanita itu, oh.. dia sungguh beruntung! Karena perempuan itu mendapatkan cinta seorang pria setampan dia!' bathin penjaga bunga.
Abby merasa sangat risih dengan tatapan perempuan itu. Yang dari tadi terus menatapnya dengan tidak berkedip. Sehingga dia meminta kepada Farel untuk segera menyelesaikan transaksi mereka dan mereka bisa meninggalkan toko tersebut tanpa harus banyak drama lagi.
" Pilihkan bunga paling cantik menurutmu untuk wanita yang paling cantik bagi pria di sampingku ini!" ucap Farel dengan sengaja untuk menggoda perempuan itu agar dia menghentikan hayalannya untuk bisa bersanding dengan Abby.
Setelah mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Mereka pun langsung menuju rumah sakit karena tidak ingin berlama-lama di toko itu.
Farel masih tertawa terbahak-bahak ketika melihat ekspresi gadis penjaga toko bunga yang tampak kecut wajahnya ketika gadis itu mendengarkan apa yang dikatakan oleh Farel.
"Ah kurang ajar lu! Selalu saja kayak gitu!" protes Abby tidak senang dengan kelakuan Farel yang selalu menggunakan namanya untuk memuluskan apapun keinginan Farel.
__ADS_1
" Ya ampun sampai sekarang rasanya aku sangat lucu sekali melihat ekspresi gadis itu ketika aku mengatakan kata-kata itu! Hahaha!" mau tidak mau Abby pun ikut tertawa bersama dengan Farel karena dia pun merasa bahwa ekspresi gadis itu sangat lucu.
" Kau tidak melihat sih betapa dia menatapmu dengan begitu lapar. Ya ampun! Aku bisa melihat kalau dia sedang berhayal seakan bisa mengantongimu dan membawamu pulang ke rumahnya! Hahah!" ucap Farel masih dalam mode jahilnya.
" Ya ampun sejak dulu kamu tidak berubah juga padahal sudah berapa tahun itu berlalu?" tanya Abby sambil menepuk bahu Farel yang masih tertawa terbahak-bahak.
" Sumpah gadis itu Lucu banget! Mungkin kalau gue punya banyak waktu. Akan gue kerjain terus dia. Sayang waktu kamu di Indonesia cuman sedikit. Dan waktuku di sini juga sedikit. Karena aku harus segera kembali ke Jogjakarta. Banyak urusan yang harus segera Aku selesaikan di sana. Sebelum aku kembali ke Dubai!" ucap Farel.
Akhirnya Farel bisa mengkondisikan hatinya untuk tidak tertawa lagi. Ketika dia mengingat tentang gadis penjaga toko bunga tadi yang merasa kecewa karena telah mendapatkan kenyataan bahwa Abby ternyata sudah memiliki pujaan hati.
" Berarti kamu juga tidak lama di Indonesia?" tanya Abby kepo.
" Yah setelah mengurus beberapa masalah di kampus. Aku akan langsung kembali ke Dubai membantu orang tuaku di sana! Kamu tahu bukan? Kalau Ayunda, adikku sama sekali tidak bisa diandalkan oleh Ayahku. Dia hanya gadis manja yang selalu merengek minta ini dan itu! Sementara kakaku, Abimanyu hanya bisa bersenang-senang dengan para artis dan model di bawah manajemen artisnya." ucap Farel dengan wajah seriusnya.
" Jadi sekarang kamu sudah bersiap untuk menjadi pewaris dari Abimana grup?" tanya Abby kepada sahabatnya.
" Aku tidak tahu masalah itu By! Hanya saja, yang jelas. Niatku hanya ingin membantu papa. Karena dia sudah tua dan dia pasti sangat membutuhkan bantuan dari anak-anaknya. Hanya saja Kakak dan adikku tidak peka dengan keinginan Papah kami! Apalagi Om Cakra sekarang sudah hidup bahagia di di Prancis bersama dengan istri dan anaknya. Dia sudah tidak mau kembali lagi ke Indonesia maupun ke Dubai." ucap Farel menceritakan tentang kisah keluarganya yang carut marut dan penuh dengan cerita.
__ADS_1
" Ternyata kehidupan seorang konglomerat sangat ribet ya? Ah enakan aku sih ya? Aku hidup hanya sebagai rakyat jelata. Aku bisa menikmati apapun yang kuinginkan. Aku bisa pergi kemanapun yang aku mau. Tanpa harus memikirkan ini dan itu dan tanpa harus merisaukan apapun!" ucap Abby sambil tersenyum bahagia melirik kepada Farel yang saat ini sedang cemberut kepadanya.
" Rakyat jelata dari Hongkong? Kalau anak duta besar negara Indonedia untuk Belanda dengan puluhan bisnis hotel dan restoran di Belanda adalah seorang rakyat jelata, katakan padaku Tuan, kemudian, siapakah yang akan menjadi anak konglomeratnya?" tanya Farel dengan nada sarkas yang di tanggapi tawa oleh Abby yang merasa lucu dengan gaya bicara Farel yang sejak dulu selalu sukses membuat hari-harinya penuh canda tawa.