
Farel dan Abby kemudian memutuskan untuk pergi ke mall yang tidak jauh letaknya dari keberadaan mereka saat ini.
" Bagaimana kalau kau taruh saja mobilmu di sini dan kita ke rumah sakit menggunakan mobilku rasanya akan sangat merepotkan kalau kita menggunakan dua mobil!" Ucap Farel memberikan saran kepada Abby yang hanya bisa mengangguk saja menyetujui keinginan sahabatnya yang sudah sangat lama tidak dia temui.
" Kita mau beli apa untuk oleh-oleh?" tanya Farel kepada Abby.
" Paling simple buah-buahan dan bunga saja kalau menurutku. Aku yakin di dalam perjalanan ke rumah sakit pasti banyak toko buah-buahan dan juga bunga!" ucap Abby mengatakan pendapatnya kepada Farel.
" Oke kalau begitu kita langsung saja ke rumah sakit ya kita membeli oleh-olehnya dalam perjalanan ke sana biar simpel dan juga tidak buang-buang waktu!" ucap Farel memutuskan.
Dua tampan itu pun kemudian masuk ke dalam mobil Farel. Farel sebagai sopirnya langsung melajukan kendaraannya menuju rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada saat ini.
" Setelah ini rencananya kamu mau ke mana?" tanya Farel kepada Abby.
" Tadinya aku datang ke Indramayu hanya untuk bertemu dengan seseorang yang katanya mempunyai berita penting tentang wanita yang pernah kucintai. Tetapi dia tidak datang-datang setelah dua jam menunggu. Oleh karena itu. Rencananya aku mau langsung kembali ke Jakarta dan kembali ke Belanda!" ucap Abby mengatakan rencananya kepada Farel yang begitu terpesona dengan apa yang dia katakan.
" Memangnya siapa wanita yang kau cintai itu? Dia begitu istimewa sampai bisa membuatmu datang jauh-jauh dari Belanda hanya untuk menemui pembawa berita tentangnya!" ucap Farel merasa penasaran tentang perempuan yang diceritakan oleh Abby sahabatnya.
" Kamu ingat Hilya kan? Itu loh, adik kelas kita dulu!" ucap Abby menyebutkan sebuah nama yang pernah hinggap di hati Farel untuk sesaat lamanya di masa SMA dulu.
"Hilya? Jadi perempuan yang kau cinta itu Hilya?" tanya Farel merasa terkejut karena mendapatkan Rahasia Hati dari sahabatnya mengenai wanita yang pernah dia cintai.
__ADS_1
" Dulu Aku tidak berani untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya karena Hilya yang selalu menjaga dirinya untuk dekat dengan laki-laki!" ucap Abby menerangkan alasan kenapa dia dulu tidak berterus terang kepada Hilya tentang perasaannya.
" Lalu Siapa perempuan yang akan kau temui sekarang?" tanya Farel merasa penasaran.
" Entahlah aku juga tidak terlalu mengenalnya tapi katanya dia adalah kata dari Hilya!" ucap Abby menerangkan kepada Farel.
" Dari mana kau mengenal perempuan yang mengaku sebagai kakaknya itu? Bagaimana kalau dia hanya ingin menipumu saja dan ingin menjebak seorang Abby Zulkarnain?" tanya Farel sambil menatap kepada Abi yang saat ini sedang fokus melihat jalanan di depannya.
" Entahlah! Aku tidak memikirkan tentang itu. Yang aku ingin tahu hanyalah tentang kabar Hilya saat ini. Kamu tahu kan lebih dari 5 tahun aku tidak mendengarkan kabar tentang dia sama sekali!" ucap Abby sambil melirik sekilas kepada Farel.
" Dari mana kamu yakin kalau dia adalah kakak dari Hilya dan bukannya seorang penipu?" tanya Farel lagi.
" Dia mengirimkan banyak sekali foto-foto Hilya kepadaku dalam setiap situasi dan kondisi. Dia bahkan mengirimkan foto Hilya saat dia tertidur. Bukankah itu artinya kalau dia adalah orang terdekat dari Hilya? Kalau orang asing, tidak mungkin dia bisa punya atau dapat mengambil foto Hilya sedekat Itu!" ucap Abby mengatakan tentang hipotesisnya terhadap orang yang mengajaknya bertemu.
" Aku akan mengirimkan foto-fotonya ke handphone-mu dan kau bisa menilai. Apakah orang yang mengirimkannya adalah seorang penipu ataukah benar-benar Kakak dari Hilya!" Abby kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan foto-foto yang ada di dalam ponselnya ke nomor Farel.
Bunyi notifikasi terdengar di ponsel Farel. menandakan bahwa foto-foto yang dikirimkan oleh Abby sudah sampai ke ponselnya.
" Nanti saja aku lihat fotonya. Karena aku harus fokus untuk menyetir. Biar kita segera sampai di rumah sakit!" ucap Farel sambil mengulas senyum kepada Abby.
' Sudah begitu lama ternyata Abby masih juga mencintai Hilya. Apakah kali ini aku masih harus mundur juga untuk mendapatkan Hilya demi Abby lagi?' batin Farel merasa dilema antara cinta dan persahabatan.
__ADS_1
" Emang kamu tidak pernah bertemu lagi dengan Hilya? Kalian kan tinggal satu kota. Masa tidak pernah bertemu dengan dia sih?" tanya Abby kepada Farel.
" Kan kamu tahu kalau aku kuliah di Dubai. Aku juga baru kembali ke Jakarta belum lama. Selain itu aku juga sekarang bertugas di Jogjakarta dan di minta oleh Kakekku untuk menjadi dekan di kampus milik keluargaku!" ucap Farel menjelaskan tentang kondisi hidupnya kepada sahabatnya.
Abby tampak manggut-manggut dan mengerti dengan penjelasan Farel kepadanya.
" Jadi itu artinya sudah 5 tahun ini kita berdua tidak pernah bertemu lagi dengan Hilya ataupun berkomunikasi dengannya?" tanya Abby mencoba mengkonfirmasi kepada Farel tentang pertanyaan tersebut.
" Benar karena aku pun tidak pernah tahu tentang nomor telepon dari Hilya. Kau yang paling tahu bahwa Hilya sangat menjaga hubungannya dengan seorang laki-laki dan selalu membatasi dirinya dalam hal itu!" ucap Farel terkekeh.
Karena saat ini Farel sedang mengingat kebodohannya dulu. Sewaktu dia dan Anby menginginkan nomor telepon milik Hilya yang akhirnya berbuah rasa malu yang luar biasa karena Hilya mempermalukan mereka berdua di depan umum.
Sontak mereka berdua pun akhirnya tertawa terbahak-bahak. Karena mereka berdua sama-sama mengingat kejadian yang sangat memalukan itu.
" Bagaimana mungkin ada seorang gadis yang berani menolak pesona 2 tampan seperti kita? Hanya dia yang sangat lancang dan berani melakukan itu! Hahaha!" ucap Farel Sambil tertawa terbahak-bahak mengingat semua kekonyolan yang pernah mereka berdua lakukan untuk menarik perhatian seorang Hilya.
" Ya ampun hanya dengan membayangkannya saja. Sudah benar-benar membuatku tidak akan bisa untuk tidur setelah ini! Hahaha!" ucap Abby seakan kembali ke masa mereka SMA dulu.
Mereka berdua selama itu selalu mengerjai Hilya dan selalu terlihat konyol karena mereka tidak pernah menang melawan gadis itu.
" Hilya selalu mempunyai cara untuk melawan kita berdua. Dan pada akhirnya kita yang harus selalu gigit jari dan selalu mendapatkan hukuman dari guru BP karena keusilan kita mengerjain dia! Ya ampun! Masa itu adalah masa paling Barbar dalam hidupku, karena aku sampai berbuat setega itu kepada seorang gadis yang bahkan tak punya salah kepada diriku! Hahahaha!" tawa Farel semakin kencang karena dia mengingat berapa ratus malam mereka berdua harus memikirkan ide jahil untuk membuat Hilya menangis karena perbuatan mereka berdua.
__ADS_1
" Tetapi bukannya dia yang menangis. Malah kita yang selalu dapat hukuman dari guru BP dan kedua orang tua Kita terpaksa harus dipanggil karena kenakalan kita berdua! Ya ampun! Kalau aku ingat masa tersuram dalam hidupku itu. Ya ampun! Sungguh ingin rasanya aku tenggelamkan diriku ke laut karena saking malunya! Haha!" ucap Abby terus tertawa karena mengingat masa indah mereka di waktu sekolah SMA yang berkaitan dengan Hilya.