Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan

Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan
Suara Sumbang Para Mahasiswanya Zaki


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Hilya dan Zaki kemudian berangkat ke kampus bersama-sama.


" Hati-hati ya sayang! Ingat kau tidak boleh macam-macam dengan laki-laki lain di dalam kampus. Ingatlah sayangky kalau kau sudah punya suami!" Hotel Zaki memberikan peringatan kepada istrinya sebelum berpisah.


" Ya ampun Mas! Apa kau tidak percaya kepadaku? Aku tidak akan pernah menghianatimu Mas.Karena aku hanya mencintaimu Mas Zakiku tersayang!" ucap Hilya sambil mencium suaminya yang tercinta.


" Aku percaya denganmu kok sayangku! Aku tadi hanya bercanda saja denganmu sayang untuk menggodamu!" ucap Zaki sambil tersenyum kepada Hilya.


" Ya sudah aku masuk dulu ya suamiku. Kau juga Ingat harus menjaga hati dan juga matamu. Jangan sampai mengundang Kak Fatimah yang lain dan berusaha untuk merusak rumah tangga kita yang mulai sedikit damai sekarang!" ucap Hilya mengingatkan suaminya untuk tidak tebal pesona kepada wanita lain.


" Jangan khawatir Sayang! Cintaku dan hatiku hanya milikmu seorang!" ucap Zaki mengulas senyum kepada sang istri tercinta.


Mereka pun kemudian berpisah di tempat parkir. Karena Hilya harus berangkat menuju fakultas tempat dia menimba ilmu. Sementara Zaki harus pergi bekerja ke fakultas yang berbeda dengan istrinya.


" Wah ternyata ada dosen baru di kampus kita teman-temab! Subhanallah! Tampan sekali!" sahut seorang mahasiswi yang kebetulan melihat Zaki yang melintas di hadapannya.


" Ya Tuhan aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan seorang yang begitu tampan dan mempesona!" ucap yang lain.


" Apakah benar dia adalah dosen baru yang dikatakan kemarin?" tanya yang lainnya.


Banyak suara-suara sumbang yang mengagumi ketampanan suaminya Hilya yang luar biasa dan amat mempesona.


" Mau dong dikarungin!"


" Kau kira beras dikarungin?"


" Ganteng banget! Seneng deh kalau bisa jadi istrinya!"


" Eh hati-hati teman-teman! Dengar-dengar dosen ganteng itu sudah punya istri loh. Kalau gak salah istrinya dosen Tampan itu anak fakultas kedokteran namanya Hilya!"


" Wah beruntungnya mau dong aku jadi istri keduanya!"


" Aku juga mau!"


Zaki hanya tersenyum menanggapi semua ocehan para mahasiswanya ketika melihat dirinya masuk ke ruangan kerjanya.


Sementara itu Hilya yang berdiri tidak terlalu jauh dari sang suami yang saat ini sedang digandrungi oleh para mahasiswanya. Dia hanya bisa tersenyum simpul melihat sang suami yang ternyata sudah punya fans baru di kampus baru tempat suaminya bekerja.


" Eh kalian dengar nggak sih? Kalau ada dosen baru yang sangat tampan di kampus kita ini?"


" Iya aku dengar memang ada tapi sayang dia katanya sudah punya istri!"


" Gampang itu nanti bisa aku merayunya untuk menjadikan sugar daddyku!"

__ADS_1


" Kau tidak akan mungkin berhasil karena yang kudengar dosen baru itu sangat mencintai istrinya dan istrinya pun sangat cantik dan pintar!"


" Gampang itu cinta ditolak dukun bertindak!"


Hilya mengerutkan keningnya ketika mendengarkan teman-temannya mulai menggosipkan tentang sang suami yang tampan luar biasa.


Hilya menyadari bahwa suaminya memang sangat tampan dan mempunyai sejuta pesona. Jadi dia tidak heran kalau Fatimah pernah tergila-gila kepada suaminya dan melakukan segala cara untuk bisa menjadi istrinya sang suami.


" Aku tidak tahu kalau di manapun keberadaan Mas Zaki dia akan selalu menjadi buah bibir para kaum hawa!" ucap Hilya sambil menatap suaminya dari kejauhan yang sekarang sudah masuk ke dalam ruangannya.


Jarak Fakultas tempat Zaki bekerja dengan fakultas Hilya mencari ilmu tidaklah terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu 30 Menit Untuk jalan kaki.


" Ya ampun baru berpisah sebentar sudah merindukan Mas Zaki ku tercinta!" ucap Hilya sambil mengulas senyum.


" Hilya Apa kabarmu baby?" tiba-tiba saja dari arah belakang muncul seorang gadis cantik yang langsung memeluk Hilya.


" Ya ampun kau benar-benar bikin aku kaget! Chika apa kau tidak akan berhenti melakukan hal seperti itu?" protes Hilya sambil mengelus dadanya yang kaget gara-gara Chika mengejutkannya.


" Ya ampun baby! Kenapa kau menikah tidak mengundang-mengundang aku?!" ucap Chika sambil menggenggam tangan Hilya.


" Maaf Cik pernikahan itu benar-benar sangat mendadak dan tidak ada rencana sama sekali!" ucap Hilya dengan wajah merasa bersalah kepada sahabatnya.


" Kok bisa Bagaimana mungkin kau menikah tanpa sebuah rencana? Kau sungguh aneh!" ucap Chika merasa terheran.


" Ayo dong ceritain sama aku Aku penasaran banget!" ucap Chika sambil menggoyang tangan Hilya.


" Ayo kita masuk ke kelas. Sudah mulai pelajaran pertama!" ucap Hilya kepada Chika.


" Oke tapi kau harus berjanji kalau kau akan menceritakan tentang pernikahanmu padaku!" ucap Chika minta janji seorang Hilya untuk menceritakan tentang pernikahannya yang tiba-tiba.


" Baby! Kau tidak MBA kan? tiba-tiba kau menikah begitu saja?" tanya Chika sambil menatap kepada Hilya dengan lekat.


" Astaghfirullahaladzim, Chika! Apakah seburuk itu aku di matamu?" tanya Hilya dengan wajah kecewa menatap sang sahabat.


" Maaf habisnya kau benar-benar membuatku penasaran. Kenapa kau tidak menceritakan tentang pernikahanmu dan siapa suamimu Baby? Cepat jawab!" ucap Chika menuntut Sebuah Jawaban dari Hilya.


" Udah! Ayo kita masuk kelas dan kita harus belajar. Mari kita memulai semester baru ini menjadi lebih baik agar kita bisa segera menjadi seorang dokter!" ucap Hilya sambil merangkul bahu sahabatnya dan membawamu ke dalam kelas. Di mana dosen mereka sudah masuk ke dalam dan siap untuk mengajar para mahasiswanya.


" Selamat pagi semuanya bagaimana setelah liburan. Apakah tambah fresh dan siap untuk menghadapi tahun ajaran baru?" tanya dosen muda yang tampan yang saat ini berdiri di hadapan para mahasiswanya.


" Dokter Bagas sebenarnya tampan sih. Akan tapi masih kurang bila dibandingkan dengan Pak Zaki dosen baru kita itu!"


" Memang benar! Akan tapi dokter Bagas itu masih single. Sementara Pak Zaki sudah punya seorang istri. Menurutku tetaplah dokter Bagas masih bisa menjadi pilihan kita! Sebagai calon suami idaman di masa depan!"

__ADS_1


" Memang siapa yang mau jadi suamimu kau tidak mengaca?"


" Ayolah kita boleh berkhayal setinggi mungkin!"


" Tapi tidak boleh berkhayal terlalu tinggi kalau jatuh Kau pasti akan menangis tersedu-sedu!"


" Memangnya kau tidak pernah menghayalkan dokter Bagas menjadi suamimu?"


" Pernah sih! Tapi aku cukup tahu diri. Bahwa aku tidak layak untuk bersanding dengan seorang dokter sukses dan hebat seperti dokter Bagas!"


Mendengarkan semua celotehan teman-temannya. Hilya hanya bisa menundukkan kepalanya. Ketika dia mendengarkan suaminya dibandingkan dengan seorang dokter muda yang beberapa tahun yang lalu pernah membuat hatinya kebat kebit tidak karuan.


" Hilya! Lihatlah dokter Bagas dari tadi terus memperhatikanmu!" ucap Chika sambil menyenggol tangan Hilya yang saat ini sedang melamun.


" Kamu ngomong apa sih Cik?" protes Hilya sambil cemberut kepada sahabatnya yang sejak tadi terus menggodanya.


" Aku sudah menikah Cik dan aku mencintai suamiku! Aku tidak akan pernah menghianati dia karena dia pun setia dengan cinta kami berdua!" ucap Hilya dengan wajah merona yang membuat wajahnya semakin cantik.


" Ya ampun yang sudah punya suami pamer! Mentang-mentang aku masih single!" ucap Chika sambil mengerucutkan bibirnya.


Hilya hanya bertemu simple mendengarkan semua ocehan sahabatnya dan juga teman-temannya yang lain yang berada di dalam kelas.


Sementara itu Dokter Bagas sampai sekarang masih memperhatikan Hilya dari kejauhan. Membuat Hilya menjadi salah tingkah dibuatnya.


' Ya ampun! Kenapa dokter Bagas dari tadi terus memperhatikanku? Bagaimana kalau teman-teman yang lain curiga mengenai hubungan kami sebelumnya?" rintih Hilya di dalam hatinya ketika dia melirik sekilas ke arah dokter Bagas yang tampak sedang memperhatikannya.


" Lihatlah Hilya sejak tadi dokter Bagas selalu saja melihat ke arah sini Pasti dia juga sudah mendengar berita tentang pernikahanmu!" bisik jika di telinga Hilya.


" Diam Chika! Sekarang ini waktunya untuk belajar bukan untuk menggosip. Apalagi menggosipkan dosen kita sendiri!" protes Hilya sambil melotot ke arah sahabatnya yang kini tampak meringis di hadapannya.


" Ya ampun mentang-mentang pernah menjadi idolanya dokter Bagas. Sombong!" ucap Chika sambil tersenyum ke arah Hilya yang tampak cemberut kepadanya.


" Satu kali lagi kau bicara! Maka aku akan pindah dari tempat ini!" ancam Hilya kepada sahabatnya yang saat ini sedang tersenyum menggodanya.


" Iya deh yang sudah jadi istri sejak tadi marah-marah terus!" ucap Chika sambil mencubit hidung Hilya.


" Kalian berdua kalau masih mau ngobrol silakan di luar saja! Jangan mengganggu teman-teman yang lain untuk belajar!" ucap dokter Bagas yang sekaligus bekerja sebagai dosen di kampus itu dan juga di sebuah rumah sakit terkenal di Indramayu.


" Maafkan kami pak kami berjanji tidak akan mengobrol lagi!" ucap Hilya sambil menundukkan kepalanya.


" Maafkan saya juga Pak saya juga tidak akan mengobrol lagi!" ucap Chika dengan wajah memelasnya.


" Cepat kerjakan soal yang saya buat di depan papan tulis dan serahkan kepada saya sekarang juga jawabannya!" ucap dokter Bagas dengan menatap tajam kepada mereka berdua yang sejak tadi terus menggunjingkan tentang dirinya.

__ADS_1


' Tampaknya Hilya benar-benar sudah menikah dan kelihatannya dia sangat bahagia dengan pernikahannya. Aku bisa melihat dari raut wajahnya yang begitu bercahaya!' batin dokter Bagas sambil terus melihat ke arah Hilya yang saat ini sedang fokus mengerjakan soal yang ada di papan tulis yang tadi dia berikan kepada para mahasiswanya yang lain.


__ADS_2